Heartless 2

Heartless 2
Chapter 210


__ADS_3

🍁Orang hebat itu terbentuk dari proses yang sangat sulit🍁


.


.


.


.


Natasha yang baru saja datang dan melihat daddynya menangis, memilih untuk tidak jadi masuk. Air matanya mengalir dengan deras mendengar tangisan daddynya yang terdengar sangat menyayat hati.


Kakak aku mohon segera datang dan temui daddy dan mommy ka. Jangan menghukum mereka lagi ka, batin Natasha penuh harap.


"Honey kamu kenapa tidak masuk?" tanya Vincent yang tadi sedang menerima telpon dari asistennya.


"Kamu kenapa honey? Siapa yang membuat kamu menangis honey? Beritahu aku siapa yang membuat kamu menangis honey?" tanya Vincent semakin panik melihat istrinya menangis.


"Honey............hiks hiks hiks..........tolong cari ka Mikhail honey...........hiks hiks hiks" pinta Natasha sambil menangis histeris.


Terjawab sudah apa penyebab istrinya menangis. Vincent bungkam tidak bisa memberikan jawaban kepada istrinya.


Apa lagi ia juga tidak tahu dimana keberadaan kakak iparnya dan bagaimana menghubunginya. Mau tak mau ia harus meminta bantuan kepada kakaknya Xander untuk melacak keberadaan Mikhail.


"Aku tidak bisa janji honey tapi aku akan meminta bantuan kepada brother untuk mencari keberadaan King" ucap Vincent dengan suara lembut.


"Hiks hiks hiks............aku sedih melihat mommy sampai sakit memikirkan ka Mikhail honey........hiks hiks hiks" lirih Natasha semakin histeris.


Grep..................


Vincent menarik istrinya ke dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat. Tak lupa ia menutup pintu rawat mommy mertuanya, agar daddy mertuanya tidak mendengar tangisan sang istri.


Aku akan mencari King sampai dapat dan membawanya untuk menemui daddy dan mommy, batin Vincent bertekad.


Setelah lebih tenang, Natasha bergegas masuk ke dalam ruang rawat mommynya dan menemani sang daddy. Vincent sendiri bergegas pergi untuk menemui kakaknya Xander.


~ Wesly Group ~


Sampainya di perusahaan Wesly Vincent bergegas masuk ke dalam, tidak memperdulikan karyawan yang menyapanya sepanjang jalan.


Ting..............


Lift berhenti di lantai 80 ruangan khusus direktur utama yang langsung di sambut oleh 3 orang sekertaris utama.


"Apa brother ada didalam?" tanya Vincent dengan suara dingin.


"Direktur ada didalam bersama dengan asisten Kendrick tuan muda kedua" jawab Melisa sekertaris utama.


"Beritahu kedatanganku" titah Vincent dengan suara dingin.


Ceklek...............


Belum juga Melisa memberitahu kedatangan Vincent ternyata pintu ruang kerja Xander sudah lebih terbuka dahulu. David lalu keluar dan memberi isyarat dengan kepalanya kepada Vincent untuk masuk.


"Brother" panggil Vincent setelah masuk ke dalam ruangan Xander.


"Kamu tidak ke perusahaan?" tanya Xander dengan suara dingin.


"Hari ini aku tidak masuk brother karena aku harus kembali ke rumah sakit menemani istriku dan daddy Thomas brother" jawab Vincent.


"Oh"


"Brother aku mau minta tolong sama brother" ucap Vincent dengan serius.


Xander menatap adiknya dengan tatapan tajam menebak apa yang akan diminta oleh adiknya itu. Melihat tatapan tajam sang kakak, Vincent lalu memberitahu maksudnya.


"Tolong brother cari tahu dimana keberadaan King dan minta dia untuk menemui mommy Valeria brother" pinta Vincent dengan suara tegas.


"Aku rasa itu permintaan yang sulit Vic" ucap David.


"Aku tahu ka David. Tapi aku sangat sedih melihat istriku yang setiap hari menyalahkan dirinya akan kepergian King dan juga keadaan mommy Valeria yang terus menurun drastis ka" balas Vincent dengan sendu.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


David menatap Xander meminta pendapatnya mengenai permintaan Vincent. Xander mengangguk kepala memberi isyarat yang dimengerti oleh David.


Tak berkata apa-apa David bergegas keluar dari sana, membuat Vincent menatapnya dengan bingung.


"Brother, ka David mau kemana?" tanya Vincent dengan penasaran.


"Bukannya kamu ingin mengetahui keberadaan King?" tanya balik Xander.


"Brother serius" pekik Vincent dengan wajah berbinar-binar.


"Heemmm" deham Xander sambil mengangguk kepalanya.


"Yeay! Terima kasih brother" ucap Vuncnet dengan senang.

__ADS_1


Xander menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang adik yang seperti anak kecil. Padahal dia sudah menikah dan punya anak, tapi masih saja berkelakuan seperti itu jika mendapat keinginannya.


"Kamu bantu Victor untuk mempersiapkan pernikahannya Vin" titah Xander.


"Iya brother. Nanti aku akan dampingi mommy untuk menyiapkan acara pernikahan mereka" balas Vincent.


"Jangan lupa minta mommy untuk memesan baju seragam untuk seluruh keluarga kita di uncle Yorla"


"Oke brother"


Vincent dan Xander lalu berbincang mengenai tempat dimana Victor dan Katy akan tinggal.


Keduanya memutuskan agar Victor tinggal bersama dengan kedua orang tuanya saja, apa lagi mereka semua sudah memiliki mansion masing-masing.


~ Mansion Utama Wesly ~


Ternyata bukan hanya Xander dan Vincent yang mengusulkan agar Victor tetap tinggal di mansion utama, tapi mommy mereka juga.


"Jadi bagaimana hubby?" tanya Chloe setelah memberitahu niatnya.


"Aku sih setuju baby tapi sebaiknya kita bicarakan dulu hal ini dengan Victor baby" jawab Xavier sambil mengelus kepala istrinya dengan lembut.


"Iya hubby. Aku sangat berharap agar Victor mau tinggal di sini hubby dan menemani kita" ucap Chloe penuh harap.


"Jangan terlalu berharap baby. Aku takut nanti kamu sedih kalau apa yang kamu mau tidak terjadi" ucap Xavier dengan suara tegas.


"Iya hubby"


Kring....................


Xavier menatap hpnya yang berbunyi tertera nama Victor Anakku di sana. Dengan cepat ia menjawab panggilan itu tak lupa membuat loudspeaker agar istrinya bisa dengar.


^^^"Halo son"^^^


"Daddy lagi di mana?" tanya Victor dari seberang.


^^^"Di mansion" jawab Xavier dengan suara tegas.^^^


"Oh. Aku mau minta tolong sama daddy tolong suruh uncle Max kirim script film terbaru aku di kamar aku daddy, karena Rio sialan itu lupa membawanya daddy" pinta Victor dengan kesal menyebut Rio.


^^^"Vic kata-katamu itu" hardik Chloe dengan suara tinggi.^^^


"Hehehehe! Maaf mommy aku yang paling cantik. Aku cuma lagi kesal sama Rio aja kok mom" balas Victor terkekeh dari seberang.


^^^"Jangan gitu sama Rio son. Dia itu sudah mommy anggap seperti anak mommy sendiri dan kamu jangan menyuruh dia yang aneh-aneh ya" titah Chloe dengan suara tegas.^^^


"Ya ya mommy" ucap Victor memilih mengalah.


"Kirim ke Argentina dad. Nanti aku kirim alamat lengkapnya dad" jawab Victor.


^^^"Hah! Kamu di Argentina Vic?" tanya Chloe dengan kaget.^^^


"Iya mom"


^^^"Ingat jangan ambil job lagi son. Kamu sebentar lagi akan menikah dan usahakan jangan sampai kecapean nak"^^^


"Aku tahu mom. Makanya aku bergegas menyelesaikan syuting aku yang ini biar seminggu sebelum acara nikah aku sudah tidak sibuk lagi dan tidak mengambil job lagi mom" ucap Victor menjelaskan dari seberang.


^^^"Baiklah son. Selalu kasih kabar ke mommy ya son"^^^


"Iya mommy. Aku lanjut syuting dulu ya mom"


^^^"Iya son"^^^


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Victor mematikan panggilannya karena akan kembali syuting. Chloe lalu menyuruh suaminya untuk mengirim script film yang diminta putra mereka tadi.


~ Kastil King ~


Mikhail berdiri sambil menaruh tangan di saku celana mendengar informasi yang disampaikan oleh Damon.


Pandangan mata Mikahil menatap ke arah air terjun di bawah sana dari balkon lantai 5. Pikirannya terus berkelana memikirkan keadaan sang mommy.


Gue tahu suami gue sangat memikirkan mommy Valeria tapi ia tidak menunjukkan di hadapan gue, batin Clarisa yang mendengar pembicaraan keduanya.


Clarisa lalu berjalan dengan langkah pelan menghampiri keduanya. Damon yang melihat kedatangan sang nyonya, ingin menyapanya tapi ia urungkan saat melihat isyarat Clarisa untuk tidak berbicara.


Damon bergegas pergi saat melihat gerakan tangan Clarisa yang menyuruhnya untuk meninggalkan keduanya.


Grep..................


Mikhail tersentak dari lamunannya saat mendapat pelukan dari belakang. Saat mencium aroma sang istri, ia lalu mengelus tangan Clarisa dengan lembut di pinggangnya.


"Kenapa bangun baby?" tanya Mikahil dengan suara lembut.


"Aku tidak mengantuk lagi hubby" jawab Clarisa.

__ADS_1


"Tapi ini sudah jam 02:00 dini hari baby" ucap Mikhail sambil berbalik menatap sang istrinya.


"Lalu kenapa suamiku belum tidur juga?" tanya Clarisa sambil menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta.


Cup.................


Mikhail mencium bibir sang istri dengan lembut sambil memeluk pinggangnya dengan erat. Clarisa mengalungkan tangannya di leher Mikhail menyambut ciuman sang suami.


"Pergilah hubby. Aku tahu kamu sangat kepikiran mommy" ucap Clarisa dengan suara lembut setelah ciuman mereka terlepas.


"No baby. Aku tidak bisa meninggalkan kalian" bantah Mikahil sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku tahu hubby. Tapi aku juga tahu suaminya tidak akan tenang sebelum melihat kondisi mommy" ucap Clarisa sambil mengelus rahang suaminya dengan lembut.


Mikhail menutup mata merasakan usapan lembut sang istri. Ia membawa Clarisa ke sofa dan mendudukkan di pangkuannya, Mikhail lalu memeluk sang istri dan membenamkan kepalanya di dada Clarisa.


"Pergi dan temui mommy kamu hubby. Aku dan anak kita akan menunggumu disini" ucap Clarisa dengan suara lembut sambil mengusap kepala Mikhail.


"Tapi aku sangat khawatir jika kalian sendiri disini tanpa aku baby" keluh Mikhail memberitahu kegundahannya.


"Jangan khawatir hubby. Lagian disini ada banyak orang yang akan menjaga aku dan aku tidak akan kenapa-napa disini hubby" ucap Clarisa dengan suara tegas.


"Tapi" ucap Mikhail yang langsung di potong Clarisa.


"Pergilah hubby. Aku tahu suamiku tidak tenang saat ini" potong Clarisa.


"Baiklah baby. Aku akan terus menghubungimu dan jangan lakukan hal yang berat baby" ucap Mikhail dengan suara tegas.


"Iya hubby" ucap Clarisa sambil tersenyum manis.


Mikhail lalu mengendong istrinya ke dalam kamar dan meminta haknya sebelum ia pergi. Keesokan harinya Mikahil memilih pergi dengan jet tempur agar sampai dengan cepat ditemani Teivel dan Damon.


Clarisa melambaikan tangannya mengantar kepergian sang suami yang akan menjenguk mommy mertuanya.


"Kamu baik-baik saja didalam sana ya nak. Daddy hanya pergi sebentar ingin menjenguk grandma dan grandpa nak" ucap Clarisa sambil mengelus perutnya.


Tuk..................iisshh..........


Clarisa meringis merasakan tendangan kuat dari dalam perutnya. Ia memutuskan untuk beristirahat karena merasa lemah tidak bisa mencium harum tubuh suaminya.


"Sabar nak. Daddy akan segera pulang" ucap Clarisa kembali mengelus perutnya dengan lembut.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Sedangkan Marcel yang berada di lantai satu, sedang menyuruh pelayan untuk mempersiapkan ruangan persalinan Clarisa di samping barat kastil.


Ia mendapat perintah dari Mikhail untuk menjaga Clarisa selama ia pergi. Tak lupa menyiapkan semua kebutuhan Clarisa yang tak lama lagi akan melahirkan.


"Tuan ini mau di taruh dimana?" tanya pak Josh menunjuk 1 kardus berwarna merah paling beda dari kardus lainnya.


"Biar aku yang mengurus itu karena itu berisi racun-racun yang aku buat" ucap Marcel dengan suara tegas.


"Baik tuan" ucap pak Josh langsung menyingkir jauh dari kardus tersebut.


Hehehehe..............


Marcel terkekeh melihat wajah ketakutan pak Josh yang mendengar tentang isi kardus tersebut. Pak Josh bukan tanpa alasan berdiri jauh dari Marcel, karena ia sudah mengetahui identitas asli dari Marcel.


~ Mansion Utama Parker ~


3 jet tempur berbarengan masuk ke dalam area parkir bandar udara pribadi di mansion orang tuanya. Pak Dev dengan langkah pelan menghampiri kedatangan tuan mudanya.


"Selamat datang King" sapa pak Dev dengan suara lembut.


"Siapkan mobil 1 jam lagi" titah Mikhail dengan suara dingin.


"Baik King" jawab pak Dev menunduk sopan.


Mikahil menatap jam di tangannya yang menunjukkan pukul 15:00 sore. Ia lalu menelpon sang istri tapi panggilannya tidak di jawab karena memang di Dubai sudah dini hari.


^^^Istriku Tercinta^^^


^^^"Aku sudah sampai baby"^^^


^^^"Aku merindukan kamu dan anak kita"^^^


Mikahil lalu masuk ke dalam kamar pribadinya di lantai tiga untuk membersihkan diri sebelum ke rumah sakit nanti.


~ Wesly Hospital ~


Cekit................


Bunyi decitan ban terdengar sangat keras di depan lobby rumah sakit. Damon keluar dari mobil sambil melihat keadaan sekitar sebelum membukakan pintu untuk Mikhail.


Tak berselang lama kaki jenjang milik Mikhail keluar dari dalam mobil. Auranya yang mengintimidasi menguar di sana membaut semua orang yang melihat kedatangannya berdiri dengan gemetar.


"Kakak" panggil Natasha yang baru saja datang.

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue....................


__ADS_2