Heartless 2

Heartless 2
Chapter 164


__ADS_3

🍁Perjuangan yang kita lakukan hari ini akan membangun kekuatan untuk hari esok🍁


.


.


.


.


Seperti yang mereka bicarakan semalam jika hari ini Lili akan pergi ke rumah sakit Wesly milik daddynya, yang diberikan oleh uncle Xavier kepada kedua orang tuanya saat mereka menikah waktu itu.


Saat ini Lili sedang berada di laboratorium khusus untuk meneliti darah Victor dan juga makanan yang di makannya waktu itu. Tak hanya darah Victor yang di teliti, Lili juga meneliti darah dari pelayan dan penjaga yang mengalami sakit yang sama seperti Victor.


David sendiri sedari tadi ia duduk di sofa yang berada didalam ruangan khusus dimana tempat itu adalah bagian luar dari laboratorium khusus yang sedang di pakai Lili saat ini.


Hanya segelintir orang saja yang mengetahui laboratorium itu, karena ini dipakai untuk melakukan riset dan penelitian untuk menciptakan obat baru di rumah sakit Wesly.


Kring……………


Bunyi hp David mengalihkan pandangan David dari iPad yang sedang ia pegang untuk mengerjakan pekerjaannya dari sini. Keningnya mengerut melihat nama Daddy tertera di layar hpnya.


^^^“Halo daddy” ucap David segera menjawab panggilan itu.^^^


“Halo son. Bagaimana keadaan kalian disana? Apa kalian di serang saat pergi ke rumah sakit?” tanya Albert beruntun dari seberang.


^^^“Kami baik-baik saja dad dan tidak ada yang menyerang kami tadi” jawab David.^^^


“Baguslah. Tetap waspada selama disana son karena bisa saja mereka menyerang kalian disana” ucap Albert memberi peringatan.


^^^“I know dad” (aku tahu papa)^^^


“Heeemmm”


^^^“Katakan apa tujuan daddy menelpon aku?” tanya David dengan suara dingin yakin jika ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh daddynya.^^^


“Ini mengenai mommy kamu nak”


Phew……………..


David membuang napasnya dengan kasar mendengar nama yang sangat ia benci dalam hidupnya, membuat Albert yang diseberang sana tahu jika anaknya tidak suka jika ia membahas perihal mommy kandungnya sendiri.


^^^“Jangan pernah membahas atau menyebut wanita itu dengan aku daddy” ucap David dengan suara tegas.^^^


“Son”


^^^“Sampai kapan pun dia bukan mommy aku lagi dan jangan memaksa aku untuk memaafkan atau melupakan semua perbuatannya daddy” ucap David dengan suara tinggi.^^^


“Tenangkan dirimu son” ucap Albert dengan suara tegas dari seberang.


^^^“Heeemmm”^^^


“Kakek kalian masuk rumah sakit barusan karena jatuh di kamar mandi dan saat ini dinyatakan koma karena ada penggumpalan darah di kepalanya” ucap Albert memberitahu yang sebenarnya.


^^^“Apa! Bagaimana keadaan kakek sekarang daddy?” tanya David dengan cemas dan kaget.^^^


“Kakekmu kritis dan daddy harus menemani mommy kamu ke sana sekarang son” jawab Albert dengan suara tegas.


^^^“Apa maksud daddy? Bukannya saat ini kita tidak boleh pergi kemanapun daddy?” tanya David.^^^


“Daddy sudah memberitahu bos jika daddy harus pergi karena mommy kalian harus berada disana sebelum sesuatu yang buruk terjadi kepada kakek kalian. Bos juga sudah mengirim pasukan gelap bos muda untuk melindungi kami selama disana son” jawab Albert menjelaskan.


David diam mencerna semua ucapan daddynya yang ada benarnya juga, karena kakeknya sudah sangat tua dan jika mereka tidak pergi sekarang mungkin mereka akan menyesalinya jika sesuatu yang buruk terjadi kepada kakeknya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


^^^“Apa kami juga harus pergi dad?” tanya David.^^^


“Biar kami yang dahulu ke sana son. Nanti sampai sana jika kenapa-napa barulah kalian pergi” jawab Albert.


^^^“Baik daddy”^^^

__ADS_1


“Ah! Daddy minta kamu menginap di mansion selama kami pergi karena daddy tidak ingin Leon dan Violet sendiri saja disini” pinta Albert.


^^^“Heemmm”^^^


“Jaga kesehatan kalian selama daddy dan mommy tidak ada”


^^^“Ya daddy juga”^^^


Albert segera mematikan panggilannya sepihak membuat David menatap ke atas dengan pikiran berkecamuk hingga tak menyadari jika Lili sudah keluar dari laboratorium.


“Sayang” panggil Lili dengan suara lembut mengagetkan David.


“Heemmm! Kamu sudah selesai sayang?” tanya David sambil memberi isyarat kepada Lili untuk duduk disampingnya.


“Belum sayang. Aku ingin mengambil minum” jawab Lili sambil duduk di samping David.


David memeluk tubuh Lili dan membenamkan kepalanya di leher sang kekasih menikmati aroma tubuh Lili yang sangat ia sukai.


Lili sendiri hanya membiarkan kekasihnya seperti itu karena ia tahu pasti David sangat lelah dengan semua pekerjaan yang harus ia hendel.


“Bagaimana dengan terapimu selama ini sayang?” tanya Lili.


“Kata dokter sudah 70% aku sembuh dan aku perlahan-lahan bisa mengontrol emosi dan traumaku sayang” jawab David.


“Syukurlah”


“Heemmmm”


“Oh ya nanti malam aku dan Henry akan menginap di mansion kamu karena Henry sudah dari kemarin bersih keras ingin menginap disana katanya ingin nonton bola bareng ka Leon sayang” ucap Lili yang mengingat perdebatan keluarganya dari kemarin.


“Baiklah sayang” ucap David.


~ Mansion Utama Wesly ~


Phew……………….


Vincent membuang napasnya dengan kasar karena lagi-lagi istrinya ngidam menyuruhnya memasak makan siang untuknya.


“Semangat twin” ucap Victor sambil tersenyum lebar didepan meja kitchen.


“Cih! Lebih baik kamu pergi sana sabelum aku melemparmu dengan teflon ini” sarkas Vincent dengan kesal.


“Silahkan saja twin! Tapi sebaiknya kamu siapkan dirimu karena teflon yang kamu pegang itu adalah teflon kesayangan mommy dan daddy harus mati-matian buat dapetin itu” balas Victor dengan santai sambil memakan apel.


“Benarkah?” tanya Vincent dengan selidik.


“Benar tuan muda kedua. Teflon itu adalah teflon kesayangan nyonya besar seperti yang dibilang tuan muda ketiga barusan” jawab pak Max.


“Memang apa spesialnya? Ini kan Cuma teflon biasa aja?” tanya Vincent dengan selidik.


“Karena ada tanda tangan dan foto salah satu koki favorit nyonya besar di sampingnya tuan muda kedua” jawab pak Max.


Vincent bergegas memutar teflon tersebut dan tak menyangka jika apa yang diucapkan pak Max barusan benar adanya.


“Vic direktur Liam ingin berbicara denganmu” ucap Rio sambil menyodorkan iPad milik Victor.


“Heeemmm”


Victor bergegas pergi dari sana bersama Rio untuk berbicara dengan direktur Liam mengenai jadwalnya yang harus di tunda semua, karena kondisinya yang tiba-tiba drop dan masih belum dikatahui penyebabnya.


Sedangkan Vincent ia berkutat kembali dengan masakan didepannya yang dibantu oleh koki dan pak Max di dapur.


Tanpa mereka semua sadari ternyata pelayan yang menjadi suruhan Kein kembali melakukan aksinya dengan makanan yang sedang dibuat oleh Vincent dengan sangat rapi dan tanpa meninggalkan jejak atau bukti.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Kita lihat saja apa yang akan terjadi dengan cucu pertama keluarga sialan ini, batin pelayan itu sambil tersenyum senang didalam hati.


~ Markas Utama Black Shadow ~


Jet pribadi Mikhail akhirnya tiba di landasan pribadinya di markas utama Black Shadow yang tidak diketahui oleh seorang pun dan tidak terdeteksi di radar atau satelit manapun.

__ADS_1


“Selamat datang King” ucap Teivel, Juan, dan semua anak buahnya dengan serentak disana.


Mereka semua dibuat kaget saat melihat Mikhail turun dari dalam pesawat sambil mengendong seorang perempuan yang sedang tertidur pulas.


Baru kali ini King mereka membawa seorang perempuan kesini dan hal itu langsung menjadi gosip panas di seluruh pulau itu.


“Siapa yang digendong King?” tanya uncle Juan dengan penasaran.


“Jika uncle penasaran bisa bertanya langsung ke King” jawab Teivel sambil tersenyum menyeringai.


Juan menatap Teivel dengan mata melotot seakan ingin keluar dari tempatnya, tak menyangka jika Teivel akan menyuruhnya langsung bertanya kepada King mereka. Ia masih sayang dengan nyawanya jika ingin bertanya perihal pribadi King.


Mikhail melirik Damon sebelum masuk ke dalam lift memberinya isyarat yang hanya dimengerti oleh Damon saja.


“Uncle Juan” panggil Damon dengan suara dingin dan tegas.


“Iya tuan” jawab Juan dengan gugup apa lagi melihat mata merah Damon yang sangat menakutkan seperti milik daddynya yaitu Ares.


Ares anak loe ternyata lebih kejam dari loe dan dia sangat mengerikan seperti King, batin Juan.


“Jika berita mengenai King yang membawa seorang perempuan keluar dari pulau ini maka semua orang di pulau ini akan mendapat hukuman selama seminggu didalam bungker ular peliharaan King” ucap Damon dengan suara lantang dan tegas.


Glek…………………


Juan dan lainnya yang berada disana menelan saliva mereka dengan susah mendengar ucapan Damon barusan, dan memikirkan tentang ular-ular mematikan King yang di peliharanya sejak berumur 11 tahun dan jumlahnya itu ada ribuan disana.


“MENGERTI” hardik Damon dengan suara menggelegar.


“Mengerti tuan” jawab Juan dengan suara tegas.


Damon segera pergi dari sana menyusul Mikhail yang sudah naik ke lantai 10 tempat pribadinya disana. Sedangkan Teivel sebelum ia menyusul Damon dan Mikhail ia masih menepuk pundak uncle Juan untuk memberitahunya sesuatu.


“Sebaiknya uncle segera beritahu apa yang dikatakan Damon barusan sebelum mereka memuat semua informasi barusan ke teman mereka di markas cabang” ucap Teivel sambil tersenyum penuh arti.


“****” umpat Juan dengan kesal karena apa yang dibilang Teivel benar adanya.


Ia bergegas menyuruh Andre untuk membuat pengumuman penting untuk seluruh anak buah mereka di pulau ini mengenai perintah yang diberitahu oleh Damon barusan.


Setelah menidurkan istrinya di atas ranjang Mikhail berlalu keluar dari kamar pribadinya menuju ke ruang kerjanya, yang berada tepat di samping kamar untuk membahas perihal rencana serangan mereka ke markas Erich.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


“Apa kamu sudah memberikan mereka semua virus itu?” tanya Mikhail dengan suara dingin.


“Sudah King” jawab Teivel dengan cepat.


“Jumlah pasukan sialan itu ada 20.000 orang”


“Woah! Jumlah yang sangat banyak King tapi jumlah kita lebih banyak dari mereka” ucap Teivel.


“Jangan menganggap remah musuhmu meski jumlah kita lebih banyak dari mereka” ucap Mikhail dengan tatapan tajam memperingatinya.


“Iya King” balas Teivel dengan cepat.


“King ada video terbaru yang di kirim Marcel” ucap Damon sambil memutar video tersebut di TV.


Ketiganya menonton video tersebut yang tidak dipahami oleh Teivel, karena semua itu hanya berupa tulisan yang sedang ditulis oleh Marcel dan ia tidak paham sama sekali dengan bahasa yang dipakai Marcel.


Sedangkan Damon ia sedang mencari semua arti tulisan Teivel lewat satelitnya untuk mengerti apa maksud tujuan Marcel. Berbeda dengan Mikhail yang sudah mengetahui apa maksud Marcel menulis itu.


“Aku tidak mengerti apa yang ditulis dokter gila itu King” ucap Teivel setelah selesai menonton video tersebut.


“1 Bulan” ucap Mikhail dengan suara dingin.


“Maksudnya King?” tanya Teivel dengan bingung.


“1 bulan waktu yang diberikan oleh Erich pimpinan mereka, agar Marcel membuatkannya virus yang sangat mematikan yang bisa membunuh seseorang dalam hitungan detik dan membuat tubuhnya hancur dalam sekejap tanpa meninggalkan jejak” jawab Damon menjelaskan.


Hah………………..


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue……………………


__ADS_2