Heartless 2

Heartless 2
Chapter 192


__ADS_3

🍁Diam adalah bahasa terbaik ketika kita dengan keadaan dan cuek lebih menyenangkan ketika perduli tapi tidak dihargai🍁


.


.


.


.


Keadaan Mikhail, Xander, David, Teivel, dan Marcel sangat parah dan harus mendapat penanganan cepat. Mereka semua lalu dibawa ke kapal Mikhail yang baru saja sampai di lokasi agar segera ditangani.


Clarisa mengelap air matanya melihat sang suami yang dibawa masuk ke dalam ruangan khusus. Ia ingin masuk tapi ditahan oleh anak buah Mikhail.


Hubby gue mohon bertahan untuk gue dan anak kita, batin Clarisa dengan sedih.


Ia yang tidak ada luka apapun di tubuhnya tidak diperiksa oleh dokter atau perawat disana. Clarisa berdiri didepan pintu ruangan khusus dan hanya bisa melihat suaminya dari balik dinding kaca.


Air matanya sedari tadi mengalir dengan deras memikirkan suaminya. Karena dia suaminya harus mengalami semua itu.


"Hey siapa kamu" ucap seorang anak buah Mikhail dengan suara tegas.


"Ak.....u" ucap Clarisa dengan gugup saat orang itu menodongnya dengan pistol.


"Katakan siapa kamu dan sedang apa kamu disini! Apa kamu tidak tahu kalau area ini tidak sembarang orang masuk?" tanya orang itu lagi dengan suara tinggi.


"Maaf aku tidak tahu. Aku hanya ingin melihat keadaan orang yang berada didalam sana" jawab Clarisa dengan suara pelan.


"Pergi kamu dari sini sebelum aku menembakmu perempuan cupu!" bentak orang itu dengan emosi.


"Tapi aku ingin melihat keadaan mereka semua. Mereka sudah menolong aku" pinta Clarisa dengan memohon.


"Pergi sialan sebelum aku menembakmu" hardik orang itu lagi.


Clarisa bingung apa yang harus ia lakukan. Karena ia juga tidak tahu harus pergi kemana setelah dari sini. Penampilannya yang cupu dan memakai lensa kontak tidak ada yang tahu siapa dia sebenarnya, apa lagi selama ini suaminya tidak menunjukkan dia ke semua orang.


Apa yang harus gue lakuin? Gue nggak tahu harus kemana dan gue ingin sekali menemani suami gue, batin Clarisa dengan bingung.


"Cepat pergi sialan!" hardik orang tadi kembali dengan suara menggelegar.


"Ada apa ini?" tanya Juan dengan suara dingin.


"Maaf bos tapi perempuan ini dari tadi berdiri terus disini padahal ini adalah area yang tidak boleh sembarang orang masuk" jawab anak buah Juan sambil menunjuk Clarisa.


Juan menoleh menatap Clarisa dari ujung kepala sampai kaki. Ia lupa jika tadi Clarisa bersama dengan King dan lainnya.


"Bawa dia ke ruang istirahat" titah Juan dengan suara tegas.


"Baik bos"


"Tuan saya mohon jangan usir saya dari sini. Saya ingin menemani orang yang sudah menolong saya tuan" pinta Clarisa dengan memelas.


"Hey perempuan sialan! Ayo cepat pergi jangan membantah perintah bosku!" hardik anak buah Juan dengan suara tinggi.


Mau tak mau Clarisa harus mengikuti orang tadi mengantarnya ke ruang istirahat. Clarisa terus menatap ke ruang kesehatan memikirkan kondisi sang suami.


Hubby, batin Clarisa sambil menangis.


Setelah kepergian Clarisa tak lama Dio datang bersama dengan Maxim. Juan menatap Maxim dari atas ke bawah memindai tubuhnya apa ada luka atau tidak.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Syukurlah putra mahkota tidak kenapa-napa, batin Juan dengan lega.


"Bagaimana kondisi ka Mikhail?" tanya Maxim dengan khawatir.


"King masih di periksa didalam bersama yang lainnya pangeran" jawab Juan.


"****! Lalu bagaimana dengan pasukan ka Mikhail yang lain?" tanya Maxim dengan cepat.


"Putra mahkota sebaiknya anda diperiksa dulu takutnya anda terpapar racun atau virus diluar sana" ucap salah satu perawat yang datang dengan tergesa-gesa.


"Pergi kamu. Aku baik-baik saja" usir Maxim dengan suara tinggi.


"Pangeran yang dibilang perawat benar. Kita tidak tahu apa pangeran terpapar virus di luar sana atau tidak" potong Dio dengan cepat.


Pasalnya dari radius 1 km dari lokasi ledakan ada banyak sekali ikan-ikan mati yang mengapung di air laut.


Saat ini anak buah mereka sedang membersihkan lautan, tak lupa membuang cairan penawar untuk menetralisir racun dan virus yang menyebar di lautan dan udara.


Maxim memikirkan ucapan Dio yang ada benarnya juga, tak berkata apa-apa ia segera mengikuti perawat tadi kembali ke ruang pemeriksaan untuk memeriksa tubuhnya.


Setelah kepergian Maxim dengan cepat Juan segera memberi kabar ke markas utama mengenai kondisi Xander, Mikhail, David, Teivel, Marcel, dan semua pasukan elite milik Mikhail.


~ Shadow Island ~


Semua yang berada di ruang kontrol menangis tersedu-sedu mendengar kabar yang disampaikan oleh Juan barusan.


Apa lagi saat melihat video saat putra mereka ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri dengan tubuh penuh luka dan darah.


^^^"Bagaimana kondisi putraku?" tanya Thomas dengan suara dingin.^^^

__ADS_1


"King masih diperiksa tuan besar" jawab Juan sambil menunjukkan ruangan khusus lewat panggilan video.


^^^"Apa putraku baik-baik saja Juan?" tanya Chloe dengan panik.^^^


"Tuan muda pertama Wesly juga masih diperiksa didalam sana nyonya Wesly. Mereka semua sedang diperiksa oleh dokter" jawab Juan dengan suara tegas.


Hiks...........hiks...........hiks...........


Tangis Chloe semakin pecah didalam pelukan sang suami. Bahkan Victor juga ikut memeluk daddynya saat mendengar kabar sang kakak.


Valeria sendiri syok sambil menangis dalam diam tidak bisa berkata apa-apa. Thomas memeluk istrinya sambil menenangkannya, begitu juga dengan kedua orang tua David dan Marcel.


^^^"Damon? Juan dimana Damon?" tanya Valeria yang baru mengingat Damon.^^^


"Kami masih mencari keberadaannya master" jawab Juan.


^^^"Cari Damon sampai dapat kalau perlu sisir seluruh lautan" titah Thomas dengan suara tegas.^^^


"Baik tuan besar"


^^^"Kirim pulang putraku dan lainnya kesini sebelum kamu mencari Damon" ucap Thomas.^^^


"Iya tuan besar"


Katy yang sedari tadi belum mendengar kabar kakaknya segera maju ke depan dengan air mata terus mengalir.


^^^"Uncle Juan........hiks hiks hiks.........dimana pada prince?" tanya Katy sambil menangis histeris.^^^


"Sweety" panggil Victor yang melupakan Katy sedari tadi karena memikirkan kabar kakaknya Xander.


Grep.................


Victor memeluk Katy dengan erat yang sedang menangis memikirkan kabar sang kakak. Ia mengelus kepala Katy untuk menenangkannya seakan berkata kalau Maxim pasti baik-baik saja.


"Singkirkan tanganmu dari adikku sialan!" teriak suara menggelegar dari seberang.


Ehh..................


Victor tersentak mendengar teriakan barusan sehingga ia melepaskan pelukannya dengan cepat. Matanya lalu menatap ke arah layar dan berdecak kesal melihat siapa yang berani membentaknya.


"Ckk!! Pangeran sialan!" decak Victor dengan suara pelan.


"Hiks hiks hiks..........prince..........hiks hiks hiks" panggil Katy sambil menangis histeris.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Katy menangis histeris melihat kakaknya yang selamat meski memakai perban di lengan dan kening.


"Jangan menangis princess. Lihat kan prince baik-baik saja" ucap Maxim dengan suara lembut menenangkan adiknya.


"Iya princess sebentar lagi kami segera pulang. Jangan menangis lagi ya nanti princess semakin jelek! Hehehehe" goda Maxim sambil terkekeh.


^^^"Ihhh! Prince menyebalkan" ketus Katy sambil memanyunkan bibirnya seperti bebek.^^^


"Kamu persis bebek princess! Hahahaha" ejek Maxim.


^^^"PRINCE" pekik Katy dengan suara melengking.^^^


^^^"Pangeran tampannya eke jangan gitu dong sama princess" ucap Yorla dengan suara gemulai sambil memeluk Katy.^^^


"Aunty prince menyebalkan" adu Katy ke Yorla.


"Hah! Sejak kapan uncle Yorla berubah jadi aunty" sarkas Henry dengan suara tinggi.


"Ckk!! Bocah labil you mending diam saja disitu" decak Yorla dengan sinis menatap Henry.


"Ka Henry sudah jangan berdebat sama daddy" bisik Jesica yang tahu daddynya tidak akan pernah diam.


"Ica ngapain kamu disitu. Sini jangan dekat-dekat sama bocah bodoh itu" panggil Yorla dengan suara tegas.


Jesica menggerutu melihat sifat posesif daddynya yang mulai keluar jika dia berdekatan dengan laki-laki. Mau tak mau ia menuruti semua perkataan daddynya jika tidak ingin diceramahi seharian.


^^^"Maxim kamu bawa pulang kembali kakakmu semua kesini" ucap Valeria dengan suara tegas.^^^


"Oke aunty. Kami berangkat sekarang" balas Maxim.


^^^"Heemmm"^^^


^^^"Selalu kabari kami tentang keadaan mereka semua pangeran Maxim" pinta Xavier.^^^


"Baik uncle"


Panggilan video langsung terputus membuat semuanya menunggu dengan tak sabar kedatangan Maxim.


Detik berganti menit berganti jam dan tak terasa sudah lewat 1 hari 5 jam tapi kedatangan Maxim dan lainnya belum juga sampai.


Semua keluarga besar Wesly dengan cemas menunggu kedatangan putra mereka. Maxim pulang bersama Mikhail, Xander, David, Marcel, dan Teivel sedangkan Juan ia menyusuri lautan mencari keberadaan Damon yang sampai hari ini belum ditemukan.


Sebenarnya Valeria dan Thomas sangat khawatir tentang keberadaan Damon dan takut ada yang menemukan Damon sehingga mengetahui jati diri Damon yang sebenarnya.


"Apa yang kamu pikirkan honey?" tanya Thomas yang melihat istrinya sejak semalam belum tidur juga.

__ADS_1


"Putra kita dan Damon honey" jawab Valeria dengan. jujur.


"Aku yakin Damon aman honey. Jika ia hidup kita bisa melacak keberadaannya" ucap Thomas menenangkan sang istri.


"Itu tidak mudah honey karena semua enkripsi Damon hanya Mikhail yang tahu. Apa lagi ia merancang Damon lebih baik dari aku"


"Hah! Kamu benar honey. Aku melupakan hal itu" ucap Thomas sambil memijit keningnya yang berdenyut sakit.


Keduanya diam dengan pemikiran masing-masing memikirkan keberadaan Damon. Sedangkan Albert dan Xavier sedang membahas apa yang sebenarnya terjadi di pulau itu sampai kedua putra mereka jadi seperti itu.


"Sepertinya ini bukan ledakan biasa bos" ucap Albert.


"Kita hanya bisa menunggu kedatangan mereka dan mendengar penjelasan dari pangeran Maxim" balas Xavier dengan suara dingin.


"Iya bos" ucap Albert.


Berbeda dengan para orang tua saat ini anak-anak sedang berkumpul di danau buatan di bagian timur pulau.


"Aku rasanya seperti berada di surga" ucap Katy sambil menutup mata merasakan hembusan angin.


"Apa lagi kalau ditemani malaikat tampang seperti aku sweety" bisik Victor mengagetkan Katy.


Ehhh................


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Katy kaget sambil mengerjab matanya beberapa kali melihat wajah Victor yang sangat dekat dengannya. Bahkan ia bisa merasakan hembusan napas Victor yang berbau mint.


"Ka Vi........ctor" ucap Katy dengan terbata-bata merasa gugup.


"Iya sweety ada apa?" tanya Victor dengan suara lembut sambil tersenyum manis.


Blush...................


Pipi Katy seketika merona dengan jantung yang berdetak dengan cepat mendengar panggilan Victor barusan.


Pipinya memerah seperti tomat masak membuat Victor semakin gemas ingin menggigitnya. Tangan Victor dengan reflek memegang pipi Katy dan mengelusnya dengan lembut.


Tubuh Katy menegang seperti terkena sengatan listrik saat merasakan sentuhan tangan besar Victor yang terasa hangat.


"Ka Victor" lirih Katy dengan suara pelan menatap Victor dengan tatapan sendu.


Oh ****! Tahan Victor kamu tidak boleh sampai kelepasan, batin Victor mengumpat dirinya menahan hasratnya melihat wajah sendu Katy apa lagi bibirnya yang terlihat menggoda.


Grep...............


Victor menarik Katy membawanya pergi dari sana membuat semua pasang mata disana menatap keduanya dengan bingung.


"Loh ka Victor dan Katy mau kemana?" tanya Henry dengan penasaran.


"Wah wah artis gila itu ternyata bergerak cepat ya" ucap Leon sambil tersenyum lebar.


"Semoga pangeran Maxim tidak mengetahuinya" balas Vincent dengan suara dingin.


"Entah apa yang akan terjadi sama Victor jika pangeran Maxim tahu apa yang dilakukan Victor saat ini" ucap Leon sambil tersenyum menyeringai melihat Victor yang membawa Katy ke rumah kayu tak jauh dari sana.


"Dia akan mati jika dia melakukan lebih jauh lagi" balas Vincent sambil tersenyum menyeringai.


Hahahaha..............


Tawa Leon pecah disana membuat semua yang berada disana menatapnya dengan bingung kecuali Vincent.


"Honey kalian pada bahas apa sih?" tanya Natasha yang sedari tadi asyik bercerita dengan Lili dan Jesica.


Vincent lalu membisikkan sesuatu ke telinga istrinya membuat Natasha melotot. Ia kaget tak menyangka jika adik iparnya seperti itu.


"Semoga ka Max tidak tahu hal ini honey" ucap Natasha merasa iba dengan Victor.


"Kalau dia tahu ya Victor harus bertanggung jawab dengan apa yang ia lakukan"


"Iya honey"


Sedangkan di rumah kayu Katy kaget saat Victor menutup pintu dengan keras. Baru saja ia akan bertanya tapi tiba-tiba bibirnya di bungkam Victor dengan bibirnya.


Eeemmmpp...........eemmpp..........


Katy melotot melihat apa yang dilakuan Victor apa lagi ia ni adalah ciuman pertamanya. Saat ia akan protes Victor segera memasukkan lidahnya dan bergumul dengan lidah Katy.


"Ka........eeemmpp.......lepas ka.......emmpp" ucap Katy mendorong Victor di sela ciuman.


Plup...........


Victor melepaskan ciuman mereka saat melihat Katy yang hampir tidak bernapas. Katy meraup oksigen sebanyak mungkin setelah ciuman keduanya terlepas.


"Ka" lirih Katy dengan mata berkaca-kaca.


"You are mine sweety" ucap Victor dengan suara tegas sambil menatap Katy dengan tatapan penuh cinta.


"Aku mencintaimu Katy Eleanor Peterson" ucapnya lagi.


Deg.................

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue.................


__ADS_2