Heartless 2

Heartless 2
Chapter 111


__ADS_3

🍁Biasanya rasa sakit itu mengajari kita untuk menjadi pribadi yang lebih kuat🍁


.


.


.


.


Cling................


"Tolong! Siapa disitu?" tanya perempuan tadi dengan cepat saat mendengar suara kunci yang di putar.


Ia mengerjap matanya memusatkan penglihatan ke arah depan karena keadaan disana sangat gelap tidak ada penerangan sedikit pun. Beruntung ia pernah di latih kakaknya untuk tetap tenang jika berada dalam kegelapan.


"Sleeping beauty is wake up" (putri tidur sudah bangun) ucap seseorang dengan suara kekehan.


"Siapa kamu?" tanya perempuan itu dengan suara tinggi.


Ctak...........


Seketika lampu menyala membuat ruangan tersebut menjadi terang.


Perempuan tadi mengerjap matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam matanya, setelah beberapa saat ia kaget melihat sekelilingnya dan tak menyangka jika ia sedang berada dalam sel tahanan.


"Lepaskan aku berengsek! Lepas sialan" teriak perempuan itu dengan suara tinggi.


"Lina Clayton. Adik kembar dari Light Clayton dan putri angkat dari Dev Clayton manusia paling bodoh di dunia ini" ejek Teivel sambil tersenyum menyeringai.


"Jangan menghina daddy aku bangsat! siapa kamu kenapa kamu menculikku?" tanya Lina dengan suara tinggi.


"Apa kamu yakin tidak mengenal aku bi**h?" tanya balik Teivel dengan sinis.


Lina menatap wajah Teivel dengan saksama dan mengingat pernah bertemu dengan dia dimana dan seketika matanya melotot setelah berhasil mengetahui siapa orang didepannya.


"Teivel asisten presdir King" ucap Lina dengan mata melotot kaget.


"Otakmu lumayan pintar ya"


Teivel tertawa melihat Lina yang tak bisa berkata-kata lagi, setelah tahu siapa orang didepannya dan ia langsung tahu jika rencana mereka sudah pasti gagal total.


"Bagaimana bisa?" tanya Lina dengan bingung.


"Kakakmu harus belajar lagi sebelum menantang King. Sedari awal kalianlah yang sudah masuk ke dalam jebakan kami" ucap Teivel sambil tersenyum menyeringai.


Deg...........


Jantung Lina berdetak dengan cepat memikirkan kakak, daddy angkatnya, dan juga kekasihnya disana. Ia yakin mereka tidak mengetahui jika dirinya diculik saat ini.


Sial, batin Lina dengan kesal.


Teivel berlalu pergi dari sel tahanan Lina di ruang bawah tanah markas Black Shadow yang berada di California.


Sebelum pergi tak lupa Teivel menyuruh anak buahnya untuk terus mengawasi Lina dan terserah mereka mau melakukan apa kepadanya intinya jangan sampai dia mati.


~ Kingdom Apartment ~


"KHAIL" teriak Clarisa membahana dari dalam kamar.


"Ini bukan hutan baby" ketus Mikhail dengan kesal sambil mengorek kupingnya yang terasa sakit.


"Apa ini? Ini maksudnya apa Khail?" tanya Clarisa dengan mata melotot tajam menunjuk bekas kissmark di seluruh dadanya.


"Kamu mau mengodaku baby?" tanya balik Mikhail sambil tersenyum menyirangi saat Clarisa menunjukkan dadanya yang terbuka.


"Siapa yang mengodamu Khail? Aku itu sedang bertanya" bantah Clarisa dengan wajah serius.


Cup..........


"Khail" hardik Clarisa dengan mata melotot tajam saat Mikhail mencium bahu polosnya.


Mikhail terkekeh melihat wajah kesal sang kekasih yang sangat mengemaskan. Ia lalu memeluk Clarisa dengan erat menghirup aroma tubuh Clarisa yang sangat menenangkan.

__ADS_1


"Khail lepas"ucap Clarisa.


"Biarkan seperti ini dulu baby. Aku akan sangat merindukkan kamu nanti"


Clarisa diam membiarkan kekasihnya memeluknya karena sejam lagi ia akan berangkat pulang kembali ke Indonesia.


"Jangan hilang kabar lagi ya Khail"


"Pasti baby"


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


1 Jam kemudian Mikhail keluar sambil memeluk pinggang Clarisa dengan posesif, menuju ke landasan helipad di atas apartemen untuk mengantar kekasihnya ke bandara karena hari ini ia akan pulang kembali ke Indonesia.


Setelah melihat jet pribadinya sudah mengudara Mikhail segera masuk ke dalam mobil bersama Teivel dan Damon karena mereka akan pergi ke mansion orang tuanya.


"Damon pantau loser itu agar tidak tahu mengenai adiknya" (pecundang) titah Mikhail dengan suara dingin.


"Baik King"


"Beritahu Eksel untuk mengawal kekasihku selama 1 bulan penuh sebelum dia wisuda"


"Baik King"


"Teivel suruh orang kita untuk menyerang mansion Light malam nanti saat adikku tiba" ucap Mikhail memberi perintah.


"Semua anak buah kita sudah stand by King" (bersiap)


"Beritahu mereka untuk tidak tertangkap"


"Baik King"


"Apa bodoh itu sudah mengetahui dimana pesawat yang membawa adikku mendarat?" tanya Mikhail dengan suara dingin.


"Sudah King" jawab Damon dengan suara dingin.


"King, Marcel barusan memberi kabar jika ia sudah selesai dengan tugasnya" ucap Teivel membaca pesan masuk di hpnya.


"Baik King"


~ Mansion Utama Parker ~


"Selamat datang King" sambut para pelayan di depan mansion.


Mikhail tak menjawab sapaan mereka dan berlalu masuk ke dalam mansion dengan aura dingin diikuti oleh Damon dan juga Teivel.


"Mommy" ucap Mikhail saat bertemu sang mommy yang baru keluar dari dalam lift.


"Kamu sudah sampai son?" tanya Valeria dengan suara lembut.


"Heemmmm"


"Ayok kita ke taman belakang kebetulan uncle Bryan dan auntyΒ Elisa ada datang" ajak Valeria.


"Heemmm"


Keempatnya segera menuju ke taman belakang dimana daddy dan lainnya sedang bercengkrama disana. Saat Mikhail datang Thomas sudah menatap putranya dengan tatapan tajam tapi diabaikan oleh Mikhail.


"Son" panggil Thomas dengan suara dingin.


"Daddy cari sendiri dimana keberadaan sweety kalau ingin tahu" ucap MIkhail sambil tersenyum sinis.


"Kamu memang raja setan menyebalkan" ketus Thomas dengan kesal.


Mikhail hanya tersenyum menyeringai membalas ucapan daddynya yang menurutnya tak penting. Melihat hal tersebut Thomas hanya bisa mengurut keningnya yang sakit dengan kelakuan putranya itu.


"Kapan Natasha sampai son?" tanya Valeria dengan suara lembut.


"Mommy tahu jawabannya" jawab Mikhail dengan suara dingin.


"Heemmm"


"Kamu tidak menjemput adikmu son?" tanya Thomas.

__ADS_1


"Sudah ada suami dan iparnya daddy. Aku sibuk" jawab Mikhail dengan sinis.


"Lihat anakmu itu honey. Semakin hari dia selalu membuat aku darah tinggi" keluh Thomas.


"Anak kita honey" ralat Valeria.


"Itu maksudku honey" ucap Thomas dengan cepat.


Bryan dan Elisa terkekeh melihat kelakuan Thomas yang tidak pernah berubah sama sekali kepada istrinya dan juga anak-anaknya.


"Ka Mikhail" ucap Katy yang baru saja datang bersama Victor.


Mikhail berbalik menatap Katy yang menyapanya dengan wajah dingin dan acuh, berbeda dengan uncle Bryan yang sudah melotot tajam menatap putrinya yang datang bersama dengan Victor.


"Halo semuanya" ucap Victor sambil memamerkan giginya.


"Kamu tidak akan menghancurkan mansion aunty kan seperti kerajaan uncle Bryan?" tanya Valeria.


"Hehehehe! Tidak dong aunty" jawab Victor sambil terkekeh.


"Bukannya kamu sedang siaran langsung ya?" tanya Thomas dengan cepat.


"Aku sudah selesai uncle dan kebetulan aku ketemu Katy disana juga yang hendak pulang jadi aku ikut saja" balas Victor dengan santai.


"Oh"


"Princess Katy jelasin ke daddy sebentar ya" ucap Bryan dengan suara tegas.


"Iya daddy"


"Uncle tenang saja Katy aman kok bareng aku" ucap Victor.


"Justru karena bareng kamulah uncle jadi khawatir"


"Ckk!! Memangnya aku kelihatan seperti penjahat ya uncle" dengus Victor.


"Heemmm! Seperti itulah"


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Victor berdecak kesal mendengar ucapan uncle Bryan tapi tidak dipedulikan oleh uncle Bryan dan lainnya. Mikhail lalu pergi dari sana karena ingin mengecek laporan pekerjaannya didalam kamar pribadi Mikhail disana.


"Apa semuanya sudah siap untuk minggu depan?" tanya Mikhail dengan suara dingin.


"Sudah King" ucap Damon sambil menunjukkan laporan rencana mereka minggu depan.


"Good! Jangan sampai bocor hal ini" titah Mikhail dengan suara dingin.


"Baik King"


~ Field Oracle ~


Field Oracle menjadi tempat pendaratan pesawat yang membawa Natasha dari Korea ke California. Disana sudah ada Vincent dan anak buahnya juga kakaknya yang bersiaga di sekitar lapangan menunggu kedatangan Natasha.


Banyak sekali pihak musuh yang berjaga disana membuat Vincent dan lainnya tidak bergerak dulu takut mereka ketahuan dan mereka akan menyerang saat melihat Natasha keluar dari pesawat nanti.


"Bos" ucap Alex sambil menunjuk ke arah timur dengan dagunya melihat ada pesawat yang terbang mendekat ke arah mereka.


"Bersiap di posisi" ucap Vincent lewat earpiece.


Semua mengangguk kepala menjawab ucapan Vincent barusan karena tidak ingin musuh mereka mengetahui ada pihak musuh yang sedang mengawasi mereka di sana.


Tak berapa lama pesawat itu akhirnya mendarat dan tiba-tiba saja mata Vincent berkilat tajam melihat istrinya yang di tarik dengan kasar untuk keluar dari dalam pesawat.


"Serang mereka semua" titah Vincent dengan aura membunuh.


Dor.............dor...................dor.....................dor..............


Duar............


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue................

__ADS_1


__ADS_2