Heartless 2

Heartless 2
Chapter 205


__ADS_3

🍁Sorry and i love you. Kata yang sederhana tapi sangat menggetarkan hati dan membuat hati kita menjadi tenang🍁


.


.


.


.


Saat sedang menemani istrinya makan mangga muda, tiba-tiba pak Tio memberitahu jika tuan besar dan nyonya besar datang setelah mendapat laporan dari satpam didepan.


"Penyihir itu tumben datang sama papa querido" celetuk Zelena sambil memakan mangga muda didepannya dengan lahap.


"Lanjutkan makanmu mi amor. Aku akan menemui papa dulu" ucap Ares dengan suara lembut.


Zelena yang melihat suaminya hendak pergi langsung dengan cepat duduk di pangkuan Ares sehingga ia tidak jadi bangun.


"Kenapa mi amor?" tanya Ares dengan bingung.


"Aku ngak mau makan sendiri. Mau ditemani sama kamu querido" jawab Zelena dengan bibir manyun.


"Tapi papa lagi ada didepan loh mi amor" ucap Ares.


"Ya sudah suruh papa aja yang kesini kan bisa" ketus Zelena dengan kesal.


"Iya istriku jangan cemberut lagi" ucap Ares sambil mengecup bibir sang istrinya yang terlihat cemberut.


"Iya querido" ucap Zelena tersenyum manis.


Ada-ada aja kelakuan bumil satu ini, batin Ares sambil menggelengkan kepalanya.


Bagaimana tidak tadi istrinya merajuk dengan wajah cemberut tapi sekarang sudah tersenyum manis seperti tidak ada yang terjadi.


"Pak Tio beritahu papa kalau gue ada sini" titah Ares dengan suara dingin.


"Baik tuan"


"Oh! Jangan biarkan nenek tua itu masuk ke dalam mansion gue. Suruh penjaga bawa dia ke gazebo di taman samping dan tunggu disana" ucap Ares dengan suara tegas.


"Baik tuan"


Pak Tio lalu pergi menuju ke depan mansion untuk menyambut tuan besar Rahardian. Tak lupa menyuruh penjaga untuk tidak membiarkan nyonya besar masuk ke dalam mansion, sepeti perintah Ares barusan.


Didepan mansion Sean keluar setelah Ahmad membukakan pintu untuknya. Ia berlalu masuk ke dalam mansion dimana pak Tio sudah menunggunya disana.


"Loh kenapa kalian hadang aku?" tanya Calista dengan suara tinggi.


Sean berbalik melihat istrinya yang dihadang oleh 2 penjaga tidak memberinya jalan untuk lewat. Matanya lalu tertuju kepada pak Tio meminta penjelasan tentang hal ini.


"Maaf tuan besar ini semua perintah tuan" ucap pak Tio dengan sopan.


"Ares?" tanya Sean sambil mengangkat sebelah alisnya dengan bingung.


"Benar tuan besar. Tuan memberi perintah untuk tidak mengijinkan nyonya besar masuk ke dalam mansion dan menyuruh nyonya besar untuk menunggu di gazebo tuan besar" jawab pak Tio menjelaskan.


"Hey pembantu sialan! Aku ini nyonya besar Rahardian, berani sekali kamu memperlakukan aku seperti ini!" bentak Calista dengan suara tinggi.


"Maaf nyonya besar tapi ini semua perintah tuan kami" balas pak Tio dengan suara tegas.


"Dasar pembantu rendahan. Lihat saja aku akan memberimu pelajaran pelayan sialan" teriak Calista dengan suara tinggi.


"Mas kamu kenapa diam saja! Lakuin sesuatu dong mas" hardik Calista lagi dengan suara melengking.


"Penjaga bawa istriku ke gazebo kalau perlu lakban mulutnya kalau dia berulah" titah Sean dengan suara tegas.


"SIALAN KAMU MAS!" bentak Calista dengan emosi.


"Apa lagi yang kalian lakukan cepat lakukan perintahku!" bentak Sean dengan suara tinggi.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Kedua penjaga tadi langsung menyeret Calista pergi dari sana tidak perduli dengan teriakannya. Mereka sangat tahu apa yang akan terjadi kepada mereka, jika tidak mengikuti perintah tuan besar Rahardian.


Phew..............


Sean membuang napasnya dengan kasar melihat sang istri yang berteriak seperti orang gila. Meskipun begitu ia tidak perduli sama sekali dan segera masuk ke dalam mansion.


"Dimana anak dan menantuku?" tanya Sean dengan suara dingin.


"Tuan dan nyonya berada di ruang makan tuan besar" jawab pak Tio dengan sopan.


Keduanya lalu menuju ke ruang makan dan sampai disana Sean kaget melihat menantunya yang makan mangga muda dengan lahap.


"Nak apa itu ngak asam?" tanya Sean menelan salivanya berkali-kali.


"Ngak asam sama sekali pa. Papa mau" tawar Zelena.


"Ngak nak. Papa punya riwayat asam lambung jadi ngak bisa makan yang asam-asam" tolak Sean dengan cepat.

__ADS_1


"Terima aja pa. Lagian ini pemberian menantu papa" ucap Ares sambil tersenyum menyeringai.


Sean melotot melihat putranya dengan tajam merasa kesal. Ares terkekeh melihat wajah sang papa yang terlihat kesal dan rasanya ingin memukulnya.


"Tumben papa kesini ngak ngasih kabar. Mana bawa nenek tua itu lagi bikin kesal aja" protes Ares dengan kesal.


"Ya dia yang mau ikut jadi papa biarkan saja. Lagian papa sama wanita itu kesini ingin beritahu kamu untuk hadir di jamuan makan malam lusa untuk bertemu dengan calon mertua Demian son" papar Ares menjelaskan maksud kedatangannya.


"Loh Demian mau nikah kapan pa?" tanya Zelena.


"Rencanannya bulan depan nak" jawab Ares.


"Wah jangan bulan depan pa karena bulan depan aku dan suamiku akan pergi ke California pa"


"Mi amor ngapain kita ke sana? Bukannya kita tidak ada rencana untuk keluar negeri ya?" tanya Ares dengan bingung.


"Tadi keluarga aku nelpon beritahu kalau bukan depan ka Xander akan nikah sama ka Devina querido jadi kita diharuskan hadir disana" jawab Zelena.


"Oh" ucap Ares dan Sean serentak.


"Jadi gimana pa. Bisa ngak pernikahan Demian di tunda dulu atau kalau ngak di percepat aja" usul Zelena.


"Nanti kita bahas dulu sama calon besan Demian lusa nanti" ucap Sean.


"Oke pa"


"Ares kamu bawa Zelena ke mansion utama karena kakek sama nenek kamu ingin kalian menginap disana selama beberapa hari" ucap Sean mengingat ucapan sang papa semalam.


"Heemmm! Nanti aku dan istriku akan ke sana pa" ucap Ares.


Ketiganya lalu mengobrol mengenai kehamilan Zelena. Sedangkan di gazebo saat ini kedua penjaga dibuat pusing dengan teriakan Calista yang sangat berisik.


Mereka berdua lalu mengikat tangan Calista dan melakban mulutnya, karena pusing mendengar suaranya.


1 Bulan kemudian


Tak terasa sudah satu bulan berlalu dan tinggal 4 hari lagi pernikahan Xander dan Devina akan digelar di hotel milik Xander yang baru saja ia bangun sebagai hadiah pernikahan mereka.


~ Kerajaan Wizpet ~


Victor menatap bangunan kerajaan didepannya dengan tajam, sambil menghela napas dalam. Meski tinggal 4 hari lagi pernikahan kakak pertamanya tapi ia belum juga pulang ke California.


"Vic nyonya besar sedari tadi terus nelpon nih" ucap Rio sambil menunjukkan hp Victor yang berdering terus.


"Abaikan saja" ucap Victor.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Victor memperbaiki jas mahalnya sebelum masuk ke dalam kerjaan. Terlebih itu ia sudah menyuruh penjaga istana memberitahu tentang kedatangannya kepada raja dan ratu kerjasama Wizpet.


"Kirim pesan Ke mommy katakan kalau aku sedang memperjuangkan cintaku" ucap Victor dengan suara tegas.


"Oke Vic" balas Rio.


Victor dan Rio lalu masuk ke dalam kerajaan di temani kepala istana yang sudah mendapat ijin dari raja dan ratu untuk membawa tamu mereka masuk.


Sampai di ruang pertemuan ternyata ia sudah di tunggu uncle Bryan, aunty Elisa, dan Maxim.


"Saya memberikan hormat kepada yang mulia raja, yang mulai ratu, dan putra mahkota" ucap Victor sambil membungkuk ala bangsawan.


Maxim mengangkat alisnya sebelah melihat kelakuan Victor yang berbeda dari biasa. Ia menoleh ke arah daddynya dan bertanya lewat tatapannya tentang apa yang sedang Victor rencanakan.


"Saya terima hormat kamu Victor Rolanda Wesly" ucap uncle Bryan dengan suara tegas.


Vic aku harap perjuanganmu kali ini berhasil, batin Rio.


"Ada apa kamu datang kesini ingin menemui kami bertiga?" tanya uncle Bryan dengan aura mengintimidasi.


"Kedatangan saya kesini yaitu ingin melamar putri Katy menjadi istri saya" jawab Victor dengan suara lantang dan tegas.


"Hehehehe! Segitu yakinnya kamu ingin melamar adikku" ucap Maxim sambil terkekeh.


"Son" ucap uncle Bryan dengan suara tegas menyuruhnya untuk diam.


Maxim memutar malas matanya melihat daddynya, padahal ia sangat ingin sekali menginjak-injak harga diri Victor yang datang melamar adiknya.


"Atas dasar apa kamu yakin aku akan menerima lamaran kamu?" tanya uncle Bryan dengan suara tegas.


"Hati aku yang mulia raja" jawab Victor dengan lantang.


"Hahahaha! Apa kamu pikir dengan hati saja kamu yakin bisa membuat aku menerima lamaranmu? Apa kamu tidak melihat dirimu yang pemain wanita sehingga berkata seperti itu Victor Rolanda Wesly atau lebih dikenal sang Casanova?" tanya uncle Brayan sambil tertawa meremehkan.


Victor tersenyum lebar seakan tidak marah atau sakit hati dengan ucapan uncle Bryan barusan. Ia akui dulu ia memang seorang Casanova sebelum bertemu putri Katy yang menggetarkan hatinya.


"Harta, jabatan, dan kasih sayang bukanlah patokan rumah tangga seseorang akan bahagia. Percuma ada harta tapi keduanya tidak saling mencintai! Percuma juga ada jabatan tapi tidak ada cinta dan percuma juga ada kasih sayang tapi hatimu dimiliki orang lain" ucap Victor dengan suara lantang.


"Aku datang melamar putri Katy dengan hati karena dari hati inilah aku bisa memberikan semua yang tidak bisa kalian bertiga kepada putri Katy" tambahnya lagi dengan suara tegas.


Duar...............

__ADS_1


tubuh ketiganya menegang seperti di sambar petir mendengar ucapan Victor barusan.


Memang yang dibilang Victor benar, karena sampai dunia kiamat pun ketiganya tidak bisa memberikan hati mereka untuk Katy karena hati mereka sudah dimiliki oleh orang yang mereka cintai.


Menarik, batin Maxim sambil tersenyum menyeringai.


"Seberapa keyakinan kamu bisa membahagiakan putriku?" tanya aunty Elisa yang sedari tadi.


"Aku tidak bisa berjanji yang mulai ratu karena aku bukan Tuhan. Tapi aku akan membuktikan kalau seumur hidupku hanya akan ada putri Katy saja dihl hati aku dan dengan seluruh hidupku, aku akan membuat putri Katy menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini" jawab Victor dengan suara lantang.


"Jika kami tidak menerima lamaran kamu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Maxim dengan wajah serius.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Victor menatap Maxim dengan tatapan tajam tidak langsung menjawab pertanyaannya. Ia akan menjawab sesuai hatinya.


"Maka aku akan kembali melamar putri Katy terus. Tidak perduli sampai seribu kali aku akan melamar putri Katy, karena aku yakin putri Katy akan setia menunggu aku" jawab Victor dengan tegas.


Prok...........prok...........prok..........


Maxim bertepuk tangan mendengar jawaban Victor yang sangat memuaskan. Aunty Elisa menatap putra dan suaminya sambil mengangguk kepalanya memberi isyarat untuk menjawab lamaran Victor.


"VICTOR ROLANDA WESLY" ucap uncle Bryan dengan suara tegas.


Victor menekan salivanya berkali-kali ingin mendengar jawaban dari uncle Bryan tenang lamarannya. Ia sampai keringat dingin padahal udara didalam sana terasa amat sejuk.


"Selamat datang dalam keluarga Paterson" ucap uncle Bryan sambil tersenyum lebar.


Yeay..............


Pekik Victor sambil melompat mendengar jawaban uncle Bryan yang menerima lamarannya. Ia bahkan sampai memeluj Roy dan melompat kegirangan.


Sedangkan ketiga orang didepan sana menggelengkan kepala mereka melihat tingkah Victor yang berbeda jauh dengan barusan.


"Uncle, aunty, Maxim terima kasih" ucap Victor memeluk ketiganya.


"Segera lamar adikku dan jangan sampai kamu menyakitinya" ucap Maxim dengan suara dingin.


"Pasti itu"


"Boleh uncle meminta sesuatu?" tanya uncle Bryan.


"Boleh uncle" jawab Victor.


"Tolong tunggu Katy sampai lulus kuliah baru boleh kamu menikahinya" ucap uncle Bryan.


"Baiklah uncle"


Victor tak membantah karena ia tahu tinggal 2 bulan lagi Katy akan wisuda dan setelah itu ia akan langsung menikahinya.


Ah! Aku sudah tidak sabar ingin mengumumkan tentang hal ini kepada seluruh dunia, batin Victor tak sabar.


~ Mansion Utama Kendrick ~


Suasana di dalam mansion utama Kendrick terasa sangat mencekam dan hening. Sedari tadi seluruh keluarga Kendrick berkumpul di ruang keluarga karena ada sesuatu yang ingin David sampaikan.


"Apa yang mau kamu katakan son?" tanya Albert.


"2 Minggu lagi aku akan menikahi Lili daddy" jawab David dengan suara lantang.


"Wow kakak tidak bercandakan?" tanya Leon dengan kaget.


"Aku serius" jawab David.


"Lakukanlah son. Besok hubungi uncle Kevin dan beritahu kita sekeluarga akan ke sana untuk melamar Lili" ucap Albert sambil tersenyum manis.


"Terima kasih daddy" balas David memeluk daddynya.


Albert menepuk pundak sang anak merasa senang. Sedangkan Mira air matanya mengalir melihat sang anak yang tak lama lagi akan menikah.


Mommy merestui pernikahan kamu nak, batin Mira.


Mata David lalu tertuju kepada Mira dengan tatapan dingin membuat hati Mira teras sangat sakit. Ia menunduk tak mau mereka melihatnya menangis.


"Mommy" panggil David dengan suara lembut.


Deg..................


Jantung semua orang disana berdetak dengan cepat dan mata melotot mendengar apa yang diucapkan David. Mira menatap putranya dengan berlinan air mata mendengar panggilan sang anak.


David lalu bersimpuh di kaki Mira sambil memeluknya dan menangis histeris. Tangis Mira semakin pecah melihat apa yang dilakukan anaknya.


"Maafkan aku mommy..........hiks hiks hiks..........maaf sudah menjadi anak durhaka selama ini mommy.......hiks hiks hiks" ucap David sambil menangis.


"ANAKKU" teriak Mira semakin menangis histeris memeluk David.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue.................

__ADS_1


__ADS_2