
🍁Masa tersulitmu adalah masa kemenangan dalam hidupmu🍁
.
.
.
.
"Katakan" ucap Xander dengan suara dingin setelah sampai di rooftop rumah sakit.
"Sopir truk kayu ditemukan tewas di motel tempat ia menginap setelah kecelakaan tuan Albert bos. Ternyata orang mengendari truk kayu bukan sopir truk yang asli"
"Cctv"
"Cctv merekam dengan jelas kecelakaan itu bos. Sesuai dugaan bos, truk itu memang sengaja melaju kencang ke arah mobil tuan Albert"
"Lalu apa yang aneh di lokasi kecelakaan?" tanya Xander dengan tatapan dingin.
"Ini bos" ucap Luki sambil menyodorkan iPad ke Xander.
Xander menerima iPad tersebut dan melihat apa yang ingin ditunjukkan oleh Luki. Alisnya terangkat melihat rekaman tersebut dimana sopir truk keluar dari mobil dan berjalan menghampiri uncle Albert dengan santai.
Apa lagi ia berdiri tepat di depan cctv sambil melambaikan tangannya seakan menyapa orang yang sedang menonton cctv tersebut.
"F**k!" maki Xander setelah mengerti maksud sopir tersebut.
"Berani mereka mengusik keluargaku" hardik Xander dengan emosi.
Luki diam saja tak berkata apa-apa melihat bosnya yang emosi saat mengetahui maksud orang tersebut.
"Dimana sopir itu?" tanya Xander dengan tatapan membunuh.
"Maaf bos tapi aku kehilangan jejak sopir itu setelah dia masuk ke hotel Rain"
Bugh................
Luki terpental ke belakang saat pipinya tiba-tiba mendapat bogem mentah dari Xander. Ia menahan sakit yang amat luar biasa di pipinya melihat kemarahan di wajah Xander.
"Apa hotel itu punya helipad?" tanya Xander dengan aura mengintimidasi.
"Iya bos"
"Cctv hotel"
"Dia masuk lewat pintu belakang menuju tangga darurat bos. Setelah itu jejaknya hilang dari hotel tersebut bos" papar Luki sambil menahan sakit di pipinya.
"Berengsek. Kalian memang tidak becus sialan" hardik Xander dengan emosi.
"Maaf bos" ucap Luki sambil menunduk.
Aaarrgghhh.............
Teriakan Xander bergema disana membuat Luki tersentak kaget. Jantungnya berdetak dengan cepat melihat bosnya yang sudah dalam mode emosi saat ini.
"Perketat penjagaan semua keluargaku mulai sekarang. Kirim juga pengawal tambahan untuk princess sekarang!" bentak Xander dengan suara tinggi.
"Baik bos"
"Hubungi pacar princess"
"Siapa bos?" tanya Luki dengan bingung.
"Cari tahu berengsek. Dalam 5 menit aku mau nomor telponnya jika tidak kakimu aku patahkan bangsat!" bentak Xander dengan emosi.
"Baik bos"
Xander berlalu pergi meninggalkan Luki yang langsung berkutat dengan hp miliknya mengirim pesan ke anak buahnya untuk mencari nomor telpon pacar Zelena entah itu siapa.
"Ka minum dulu" ucap Lili sambil menyodorkan air mineral ke David setelah ia keluar dari ruang ICU.
"Aku tidak haus" ucap David dengan suara dingin.
"Baiklah"
Lili kembali menyimpan air mineral di tasnya tak ingin memaksa David. Ia tahu David adalah orang yang tidak suka diatur dan dipaksa kecuali uncle Albert yang menyuruhnya maka ia akan lalukan.
"Butuh pelukan" tawar Lili membuat David langsung menatapnya tak percaya.
Lili tersenyum kaku melihat reaksi David yang kaget mendengar ucapannya.
Sial malu banget aku pasti ka David mikirnya aku ini perempuan gampangan, batin Lili merutuk kebodohannya sendiri.
Grep.............
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
__ADS_1
Mata Lili melotot tiba-tiba David memeluknya dengan erat. Lili mengelus punggung David dengan lembut seakan berkata jika semua akan baik-baik saja.
"Ka David harus kuat karena ada Leon dan aunty yang butuh kakak" ucap Lili.
"Jangan menyebut perempuan sialan itu" bisik David dengan suara dingin.
"Iya ka" ucap Lili mengikuti ucapannya tak mau membantah.
David menghirup aroma harum rambut Lili yang sangat menenangkan. Leon yang baru keluar dari ruang ICU tersenyum manis melihat keduanya.
Aku yakin Lili pasti bisa merubah kebiasaan buruk kakak, batin Leon dengan yakin.
Henry sendiri sudah pulang ke mansion bersama Kevin karena keduanya harus menemani Rahel yang sedang sakit. Sedangkan Lili tinggal di rumah sakit untuk selalu mengecek kondisi uncle Albert.
"Dimana daddy dan lainnya?" tanya Xander mengagetkan keduanya.
"Bos" ucap David sambil melepas pelukannya.
Lili menunduk merasa sangat malu karena Xander melihat mereka berpelukan. Sedangkan David biasa saja tidak perduli jika Xander melihat mereka berpelukan.
"Ka aku ke ruang.....anku d.....lu" ucap Lili dengan gugup.
"Heemmm" deham David.
Lili segera pergi dari sana dengan wajah merah padam karena merasa sangat malu. Melihat Lili sudah pergi David lalu menatap Xander.
"Tuan besar, nyonya, dan kedua tuan muda sudah kembali ke mansion bos"
"Heemmm"
"Bos apa anda sudah tahu siapa pelakunya?" tanya David dengan tatapan membunuh.
"Kita butuh raja setan itu" ucap Xander dengan gigi gemeletuk.
David tahu jika masalah kecelakaan daddynya bukan kecelakaan biasa. Ia yakin pasti ada seseorang yang sudah merencanakannya dengan rapi entah apa tujuannya.
"Kita ke mansion" ucap Xander dengan suara dingin.
"Baik bos"
Sebelum pergi David menemui adiknya untuk menjaga daddy mereka. Ia akan pergi mencari tahu siapa yang sudah berani mengusik keluarganya dan mencelakai orang yang paling ia sayangi di dunia ini.
~ Mansion Xander ~
Sampainya di mansion Xander, Luki, dan David langsung disambut oleh pak Josh dan pelayan di depan pintu mansion.
"Selamat datang tuan" ucap pak Josh.
"Baik tuan"
Pak Josh segera pergi ke dapur menyuruh pelayan membuatkan kopi untuk Xander. Sedangkan Xander dan lainnya segera naik ke lift menuju ruang kerjanya di lantai 3.
"Nomornya" ucap David dengan tatapan tajam ke arah Luki.
"Sudah aku kirim ke bos" ucap Luki.
"David kecelakaan uncle Albert itu sebagai pemberitahuan sekaligus peringatan untuk kita semua" ucap Xander.
"Maksudnya bos?" tanya David dengan bingung.
"Luki tunjukkan rekaman cctv di lokasi kecelakaan"
"Baik bos" ucap Luki sambil menyodorkan iPad ke David.
Seperti Xander tadi, David juga bingung melihat rekaman cctv di lokasi kejadian yang terasa janggal. Apa lagi saat melihat sopir truk yang dengan santai melambaikan tangannya ke cctv.
"Berengsek, siapa orang itu" hardik David dengan suara tinggi.
"Orang yang sama yang sudah mengirim foto waktu itu" ucap Xander sambil mengetuk jarinya di atas meja.
"Jovita Joy" tebak David.
"Bukan dia tapi orang dibelakangnya" ucap Xander dengan suara dingin.
"Apa belum ada informasi tambahan dari King bos?" tanya David.
"Phew! Raja setan itu memang menyebalkan. Apa lagi kejadian Vincent kemarin aku yakin dia akan mempersulit kita" dengus Xander memikirkan Mikhail.
"Tapi hanya King saja yang bisa melacak sopir itu bos" ucap David.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
"King susah tahu siapa sopir itu" ucap Xander mengagetkan David dan Luki.
Keduanya tak menyangka jika Mikhail sudah mengetahui siapa yang menabrak Albert. Luki sangat penasaran dengan kemampuan Mikhail yang di panggil King.
"Jika ingin informasi itu maka kita harus membayarnya mahal" sinis Xander sambil tersenyum smirk.
__ADS_1
"Ya bos benar" tambah David.
"Luki bagaimana informasi mengenai bocah yang diculik bersama princess?" tanya Xander yang baru mengingat tentang informasi kasus Zelena.
"Maaf bos tapi aku belum mendapatnya" ucap Luki dengan gugup.
Prang.................Tes.............
Bunyi benda pecah disertai darah yang mengalir dari kening Luki membuat suasana di dalam sana semakin mencekam.
Tatapan mata Xander berkilat seakan ingin mencabik-cabiknya saat ini juga karena belum juga menemukan informasi tersebut.
"Bos aku yakin King sudah mengetahuinya" ucap David yang memotong pembicaraan agar Luki tak mendapat amukan dari Xander.
Phew................
Xander membuang napasnya dengan kasar memikirkan semua masalah yang terjadi saat ini. Belum selesai ia mengurus masalah yang satu sudah datang masalah yang lain.
"Keluar" ucap Xander dengan suara dingin menatap Luki.
"Baik bos" ucap Luki.
Xander lalu menghubungi Mikhail karena hanya dia saja yang bisa mencari tahu siapa dibalik ini semua. Pada dering keempat barulah Mikhail menjawab panggilannya.
"Heemmm"
^^^"Markas lamaku jadi milikmu sekarang"^^^
"Hehehehe! Pilihan yang bagus" ucap Mikhail sambil terkekeh dari seberang.
^^^"5 menit lagi nama kamu akan tertera di sertifikat tanah itu"^^^
"Heemmm"
^^^"King aku tahu kamu sudah mengetahui siapa sopir truk itu yang menabrak uncle Albert"^^^
"Apa kinerja anak buahmu semakin lemah" cibir Mikhail.
^^^"King" desis Xander dengan rahang mengeras.^^^
"Kamu pikir setelah adikmu melecehkan sweetyku aku akan membantu kalian"
^^^"Vincent akan bertanggung jawab"^^^
"3 hari lagi mereka harus menikah"
^^^"Oke"^^^
Mikhail mematikan panggilannya sepihak membuat Xander mengumpat dan memakinya karena dia belum selesai berbicara.
"Suruh adik bodohku itu kesini sekarang!" bentak Xander.
"Baik bos" ucap David.
Xander lalu menyuruh David untuk keluar meninggalkan ia sendiri di ruang kerjanya. Setelah David pergi Xander lalu menghubungi Ares.
"Halo Siapa ini?" tanya Ares to the point dari seberang.
^^^"Xander Leonart Wesly" ucap Xander dengan suara dingin.^^^
"Oh. Apa yang kamu mau?" tanya Ares tak basi-basi lagi.
^^^"Perketat penjagaan princess dan pantau dimana pun dia berada"^^^
"Apa ada yang menargetkan mi amor"
^^^"Heemmm! Aku yakin kamu sudah mencari tahu kenapa princess di kirim ke sana"^^^
"Psycopath"
Xander tak kaget lagi karena Ares sudah mengetahui sisi lain dari adiknya itu. Ia yakin kemampuan Ares tak perlu diragukan untuk menjaga adiknya disana.
^^^"Salah satunya itu, karena dia belum bisa mengendalikan iblis dalam dirinya"^^^
"Aku tahu apa yang harus aku lakukan"
^^^"Heemmm"^^^
Xander mematikan panggilannya sepihak tak menggubris jika Ares masih ingin bicara atau tidak. Ia yakin Ares bisa melindungi Zelena disana sedangkan ia akan melindungi keluarganya yang ada disini.
"Bos" ucap David kembali masuk ke dalam dengan wajah panik.
"Ada apa?" tanya Xander.
"Tuan muda ketiga diserang saat hendak ke agensi barusan bos"
"Apa" pekik Xander dengan suara tinggi.
__ADS_1
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
To be continue...........