Heartless 2

Heartless 2
Chapter 198


__ADS_3

🍁Kurangilah rasa ingin tahu anda tentang seseorang. Perbanyak rasa ingin tahu tentang ide, gagasan, dan pemikiran🍁


.


.


.


.


David yang sedari tadi sudah sadar dan mendengar semua pembicaraan keluarganya, merasa sangat terpukul tapi saat mendengar ucapan kekasihnya barusan ia merasa ada semangat dalam dirinya.


Terima kasih sayang, batin David penuh syukur.


Ceklek...............


Pintu ruangan rawat David terbuka dan masuklah Lili, ia meninggalkan keluarga besar mereka di ruangan luar khusus untuk keluarga pasien yang datang karena ingin menjenguk kekasihnya.


"Sayang" ucap Lili dengan senang melihat kekasihnya sudah sadar.


"I love you" ucap David meski tidak ada suara yang keluar.


Lili memperhatikan gerakan bibir kekasihnya dan seketika menangis bahagia. Dengan cepat ia menyatukan bibir keduanya meluapkan rasa bahagianya.


"I love you too sayang" balas Lili setelah ciuman keduanya terlepas.


Cup..............


Lili mencium kening, pipi, dan bibir kekasihnya dengan penuh cinta. Seakan ia memberitahu bagaimana rasa cintanya kepada David, hal itu membuat David tersenyum lebar.


"Aku beritahu daddy kamu dan lainnya ya sayang" ucap Lili dengan suara lembut.


David menggerakkan kepalanya singkat mengiyakan ucapan Lili. Dengan cepat Lili kembali keluar dan mengabari semua keluarga besar mereka kalau ka David sudah sadar.


"Son............hiks hiks hiks" ucap Albert sambil menangis memeluk putra sulungnya.


Albert menangis dalam diam melihat putra sulungnya yang telah sadar meski ia mengalami bisu sementara, akibat zat radioaktif dari ledakan waktu itu.


"Daddy akan melakukan apapun untuk kesembuhan kamu son" ucap Albert dengan tegas.


"Terima kasih daddy" Balas David dengan gerakan bibir yang dipahami Albert.


"Sama-sama son"


"Kakak..........hiks hiks hiks............aku mohon jangan seperti ini lagi ka.........hiks hiks hiks........aku tidak mau kehilangan kakak" ucap Leon sambil menangis histeris memeluk David.


David terkekeh melihat kelakuan adiknya yang tidak malu dengan umur. Apa lagi dilihat oleh semua keluarga besar mereka saat ini.


"Kamu jelek kalau lagi nangis dek" ucap David.


"Kakak ngomong apa sih........hiks hiks hiks" ucap Leon kebingungan sambil menangis.


"Kakakmu bilang kalau kamu jelek kalau menangis Leon" ejek Albert.


"Isshh! Kakak" pekik Leon dengan mata melotot kesal.


Hahahaha....................


Semuanya tertawa melihat wajah Leon yang terlihat sangat jelek. Leon sendiri hanya bisa mengumpat dan menggerutu kakaknya yang sudah membuat dia menjadi bahan lelucon keluarga besar mereka.


Mira maju ingin memeluk sang anak tapi ia urungkan saat mata tajam David menatapnya dengan tajam. Seakan berkata untuk tidak menyentuhnya saat ini, padahal ia sangat mencemaskan keadaan putranya.


Maaf mommy tapi aku akan meminta maaf sama mommy setelah aku pulih, batin David merasa sedih dalam hati.


Ia memang sangat ingin memeluk sang mommy dan meminta maaf atas semua kelakuannya selama ini, tapi ia pikir jika ia akan meminta maaf setelah ia bisa berbicara dan berjalan kembali seperti dulu.


Maafkan mommy David, batin Mira dengan tubuh bergetar.


Albert menggenggam tangan istrinya dengan erat sambil memeluknya. Ia tahu apa yang dirasakan istrinya saat ini, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.


Daddy harap keluarga kita bisa kembali rukun seperti dulu lagi son, batin Albert menatap putranya dengan sendu.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


David membuang muka ke samping tidak ingin melihat tatapan daddynya yang memintanya untuk berbaikan dengan mommynya.


"Semoga kamu cepat sembuh ya nak David" ucap Chloe dengan suara lembut.


David mengangguk kepalanya menjawab ucapan aunty Chloe. Semua keluarga besar mereka lalu memberikan ucapan selamat kepada David karena sudah terbangun dari koma.


Lili sendiri sudah pergi karena ia masih ada pasien. Tak lupa ia mengirim pesan kepada dokter William di Shadow Island untuk membantunya mengobati sang kekasih.


~ Mansion Utama Wesly ~


Hiks..............hiks...........hiks................


Tangisan pilu terdengar dari dalam ruang kesehatan di mansion utama Wesly. Xavier berdiri di depan pintu dengan tatapan sedih mendengar tangisan sang istri.


Sejak pulang dari rumah sakit istrinya meminta untuk menyendiri bersama putra sulung mereka. Ia tahu kalau selama ini istrinya merasa terpukul melihat keadaan putra mereka.


Baby aku mohon jangan menangis karena rasanya hati aku sangat sakit, batin Xavier.

__ADS_1


"Daddy" panggil Davina yang baru saja datang.


"Sama siapa kamu sayang nak?" tanya Xavier dengan suara dingin tapi terdengar tulus.


"Sendiri dad" jawab Violet.


"Jangan masuk dulu karena ada mommy didalam sana" ucap Xavier saat Davina ingin membuka pintu ruang kesehatan.


"Iya daddy" ucap Devina saat mendengar suara tangisan dari dalam.


Tes..................


Air matanya sampai jatuh mendengar tangisan yang sangat menyayat hati. Dengan cepat Devina pamit pergi ke taman tidak mau menganggu mommy kekasihnya.


"Daddy dimana mommy?" tanya Victor yang baru saja datang.


"Jangan ganggu mommy kamu Vic" ucap Xavier dengan suara tegas.


Hiks.............hiks...........hiks.............


Seperti Devina yang menangis Victor juga ikut menangis mendengar tangisan sang mommy. Tangisan yang terdengar sangat pilu membuat siapa saja akan ikut menangis.


Xavier memeluk putra ketiganya dengan erat sambil mengelus punggung yang bergetar. Meski Victor biasanya membuat siapa saja kesal dengan sifatnya, tapi ia tahu kalau putranya itu memilik hati yang sangat lembut dan penuh kasih.


Brother aku mohon brother secepatnya sadar kasihan mommy yang setiap hari menangis brother, batin Victor penuh harap.


1 Minggu kemudian


Natasha, Vincent, dan baby Winter sudah kembali ke mansion dan hari ini semua anggota keluarga mereka berkumpul di mansion Vincent.


~ Mansion Vincent Wesly ~


"Ya ampun cantiknya baby Winter" pekik Zelena dengan histeris melihat keponakannya yang sangat cantik.


"Cantik kayak mommynya" balas Natasha sambil memamerkan giginya.


"Benar banget kakak ipar"


"Kapan kamu kasih cucu buat mommy princess?" tanya Chloe sambil tersenyum manis.


"Masih otw mom. Tunggu saja mommy" jawab Zelena sambil tersenyum lebar.


"Brother yakin suami kamu kurang kuat makanya kamu belum hamil juga princess" ejek Victor.


"Siapa bilang brother Vic. Suamiku sangat perkasa di ranjang bahkan sampai 4 ronde" balas Zelena dengan sombong.


"Mi amor" ucap Ares dengan mata melotot mendengar ucapan istrinya yang membuka masalah ranjang mereka.


"Rio" ucap Ares dengan suara dingin dan tatapan tajam.


"Hehehe! Maaf tuan muda Rahardian" ucap Rio sambil terkekeh.


"Aku yakin brother Vic tidak bisa menandingi suamiku" cibir Zelena dengan tatapan mengejek menatap kakaknya Victor.


"Mi amor sekali lagi kamu buka masalah ranjang kita maka aku akan menghukum kamu seharian di dalam kamar" ancam Ares dengan tatapan tajam.


Hehehehe..............


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Zelena terkekeh melihat tatapan suaminya yang menatapnya dengan tajam. Ia tahu kalau ancaman suaminya barusan itu tidak main-main.


Ngak mau gue di kurung seharian di kamar bisa-bisa gue ngak bakal bisa jalan lagi, batin Zelena bergidik ngeri memikirkan ancaman suaminya.


"Vic tenyata tuan muda Ares lebih kuat dari kamu ya" bisik Rio.


"Apa maksudmu?" tanya Vincent dengan kening berkerut.


"Kamu kan paling kuat ampe 3 ronde saja Vic" jawab Rio dengan satai.


Bugh...................


"Aw! Vic" ketus Rio saat pipinya di tonjok Victor dengan kuat.


"Sekali lagi kamu bicara seperti itu aku akan menjahit mulutmu itu" hardik Victor dengan tatapan tajam.


"Cih" decih Rio sambil memegang pipinya yang sangat sakit.


"Kalian itu kenapa sih?" tanya Chloe yang baru saja datang setelah mengambil minuman di dapur.


"Brother Vic memukul ka Rio mommy" adu Zelena.


"Princess" ketus Victor dengan tatapan tajam.


"Yang benar kamu Vic? Kenapa kamu mukul Rio son. Mommy tidak pernah mengajari kamu seperti itu ya Vic" ucap Chloe dengan suara tegas.


"Nyonya besar Victor tidak bersalah. Tadi ada nyamuk di pipi aku jadi Victor memukulnya nyonya" ucap Tio dengan cepat.


"Beneran?" tanya Chloe dengan selidik.


"Benar nyonya besar" jawab Rio dengan cepat.

__ADS_1


"Oh gitu. Mommy minta maaf ya son karena sudah menuduh kamu" ucap Chloe sambil mengelus kepala putra bungsunya dengan lembut.


"Iya mommy" balas Victor sambil memeluk sang mommy.


Beruntung daddynya tidak ikut karena sedang ke perusahan dengan kakak keduanya jadi tidak ada yang memisahkan dia saat memeluk sang mommy.


Kamu emang manajer terbaik aku Tio, batin Victor sambil menatap Rio dengan senyum lebar.


Ckk!! Kamu itu menyebalkan Vic! Mana pipi aku sangat sakit lagi, batin Rio sambil menggerutu.


3 Bulan kemudian


Tak teras waktu pun berlalu dengan sangat cepat dan sudah 3 bulan paska David sadar dan Natasha melahirkan.


Selama 3 bulan David sudah bisa berjalan tapi belum bisa berbicara dengan lancar. Ia hanya bisa menyebut dua huruf saja.


~ Mansion Utama Wesly ~


Suasana di mansion utama Wesly sangat riuh karena semua keluarga besar mereka sedang berada di sana. Mereka akan merayakan ulang tahun Xander malam ini meski ia belum juga sadar dari koma.


"Sayang...........hiks hiks hiks...........apa disana menyenangkan sampai kamu tidak mau bangun juga........hiks hiks hiks" ucap Violet sambil menangis histeris sambil menggenggam tangan kekasihnya.


"Aku sangat merindukanmu sayang.........hiks hiks hiks" ucapnya lagi dengan histeris.


Violet menggenggam tangan Xander dan menangis histeris meluapkan kesedihannya selama ini. Karena hampir 5 bulan Xander belum juga sadar dari koma.


Saat Violet menangis ia tidak sadar jika kelopak mata Xander bergerak. Tak berselang lama mata itu terbuka menampilkan warna biru seperti lautan.


Xander mengerjab matanya berkali-kali menyesuaikan cahaya yang sangat terang. Telinganya lalu menangkap suara tangisan yang terdengar sangat pilu dan ia tahu suara itu.


Ia ingin mengangkat tangannya untuk mengelus kepala sang kekasih tapi sedang di genggam oleh Devina. Sedangkan tangannya yang lain sedang di pasang infus.


"Sa........ya........ng" panggil Xander terbata-bata karena tenggorokannya sangat kering.


Deg.................


Jantung Devina berdetak dengan cepat mendengar suara yang sangat ia rindukan. Saat kepalanya terangkat air matanya mengalir dengan deras melihat mata biru yang sangat ia rindukan.


Hiks...........hiks...........hiks...........


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Tangis Devina semakin pecah melihat sang kekasih yang akhirnya sadar dari koma. Ia bergegas berhamburan memeluk kekasihnya merasa sangat senang akhirnya kekasihnya sadar.


"Jangan tinggalin aku lagi sayang.........hiks hiks hiks" ucap Devina sambil menangis.


"A......ir" lirih Xander dengan suara pelan.


Devina segera mengambil air tak lupa sedotan dan membantu Xander minum air. Xander merasa enak setelah tenggorokannya basah dan tidak kering seperti tadi lagi.


"Jangan menangis sayang" ucap Xander sambil mengelus pipi kekasihnya dengan lembut.


"Aku menangis karena bahagia karena selama 5 bulan kamu koma akhirnya kamu sadar juga sayang" ucap Devina dengan sesegukan.


"5 bulan?" tanya Xander dengan kaget.


"Iya sayang 5 bulan. Kamu koma selama 5 bulan setelah terkena ledakan waktu kamu melakukan misi dengan David, King dan anak buahnya sayang" jawab Devina menjelaskan.


"Bagaimana dengan David dan lainnya sayang?" tanya Xander dengan cepat.


"David sudah sadar dari komanya 3 bulan yang lalu sedangkan King dan anak buahnya belum sadar sampai saat ini sayang. Kata dokter kalian terpapar zat radioaktif berbahaya saat ledakan terjadi sayang" jawab Devina.


"Ledakan?" tanya Xander dengan bingung.


Aarrgghh.................


Xander berteriak kesakitan saat ingin mengingat ledakan yang dimaksud kekasihnya. Melihat hal itu Devina semakin panik.


"Sayang kamu kenapa..........hiks hiks hiks..........kamu baik-baik saja kan sayang?" tanya Devina kembali menangis.


"Kepala aku sakit sayang" lirih Xander dengan jujur.


"Bentar aku panggilkan dokter dulu sayang"


Devina berlari keluar untuk memanggil dokter agar memeriksa kekasihnya. Saking semangatnya tadi, ia sampai lupa mengabari yang lainnya kalau Xander sudah dasar.


Setelah memberitahu dokter Devina berlari menuju ke taman belakang dimana semua sedang berada disan.


"Kamu kenapa nak?" tanya Chloe dengan suara lembut.


"Xander sudah sadar" jawab Debian dengan cepat.


"Apa" pekik semuanya dengan kaget.


Mereka semua berlarian menuju ke ruang kesehatan ingin melihat keadaan Xander. Sampai disana mereka semua langsung menangis melihat Xander yang sudah membuka mata dan sedang di periksa dokter Juan.


"Anakku" teriak Chloe dengan suara sambil menangis melihat putranya sudah sadar.


Grep.....................


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue...................


__ADS_2