
🍁Percayalah apa yang kamu gumuli dalam doa dengan sungguh-sungguh maka semua yang kamu inginkan akan terwujud🍁
.
.
.
.
Beberapa hari sudah berlalu dan seperti biasa semua keluarga besar Wesly terus diserang setiap hari oleh musuh yang berbeda.
Kebanyakan mereka itu adalah pembunuh bayaran dan orang-orang geng kecil yang tidak tahu kalau orang yang mereka serang adalah kumpulan mafia nomor satu di dunia.
Mikhail sendiri meski ia berada di Dubai tapi ia tetap mengawasi semua keluarga besarnya dan terus menerima informasi yang dikirimkan oleh Marcel dari markas besar musuhnya.
~ Pulau Antah berantah ~
Marcel sedang melakukan penelitiannya untuk menciptakan virus yang diinginkan oleh Erich, tapi dalam hatinya ia masih mengumpat kesal dengan kejadian beberapa hari yang lalu.
Dimana ia harus memakan racun di makan malamnya hanya untuk membuktikan dirinya kepada Erich dan hal itu hampir saja membuat nyawanya melayang.
Liat saja pak tua aku akan membalas perbuatanmu itu lewat hal yang paling kamu sukai, batin Marcel sambil tersenyum menyeringai didalam hati.
Tok............tok...........tok...........
“Tuan Marcus Abraham” panggil dokter Rahel sambil mengetuk pintu ruangan Marcel.
Mendengar namanya dipanggil dengan cepat ia membukakan pintu untuk melihat siapa yang datang dan ternyata itu adalah dokter Rahel yang datang sambil membawa beberapa makanan di nampan.
Marcel bersedekap tangan di dada menatap dokter Rahel dengan tajam, membuat dokter Rahel bingung harus mengatakan apa.
“Mau meracuni aku lagi?” tanya Marcel dengan selidik.
“Tidak tuan Marcus. Ini makanan yang dibuat oleh koki di dapur untuk dibagikan ke semuanya di tempat ini” jawab dokter Rahel dengan gugup mendapat tatapan Marcel yang seakan ingin menelannya hidup-hidup.
“Are you sure? Jangan-jangan aku akan pergi ke dunia akhirat setelah memakan makanan itu” (apa kamu yakin) ucap Marcel dengan suara dingin.
“Itu tidak akan pernah terjadi Marcus” ucap Kein dengan suara tegas dari belakang dokter Rahel.
Marcel dan dokter Rahel segera melihat ke arah suara dan ternyata yang berbicara adalah Kein. Entah apa yang ia lakukan disini karena beberapa hari ini ia tidak terlihat berkeliaran seperti biasa di kastil Erich.
“Ah! Orang kepercayaan Lord ternyata. Bukannya kamu orang dibalik kejadian beberapa hari yang lalu?” tanya Marcel dengan tatapan sinis.
“Itu hanya tes kecil untuk menyambut kedatangan kamu Marcus” jawab Kein dengan santai.
“Tes kecil kamu bilang? Aku hampir mati waktu itu sialan” maki Marcel dengan suara tinggi.
“Tapi nyatanya kamu selamat dan tidak mati. Jadi jangan membesarkan hal kecil seperti itu” balas Kein dengan acuh.
“Coba kamu yang berada di posisi aku sialan mungkin kamu sudah mati bangsat!” bentak Marcel dengan emosi.
“Aku juga merasakan hal yang sama seperti kamu waktu pertama kali datang” ucap Kein dengan suara dingin.
Marcel diam tak berkata apa-apa setelah mendengar ucapan Kein barusan dan ia tidak menyangka ternyata Kein juga melewati tes yang sama seperti dia.
“Apa kamu juga cantik?” tanya Marcel sambil menggoda dokter Rahel.
“I…..ya” jawab dokter Rahel sambil tersipu malu di panggil cantik oleh Marcel.
“Kamu pergilah” titah Kein dengan suara dingin tak suka melihat apa yang barusan dilakukan oleh Marcel.
“Baik bos” jawab dokter Rahel segera memberikan nampan makanan kepada Marcel dan pergi dari sana.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Marcel yang sempat melihat ada nada sinis dalam ucapan Kein tersenyum menyeringai mendapat sebuah ide agar ia tidak bosan selama berada disini.
“Jika suka cepat katakan kepadanya sebelum diambil oleh orang lain” bisik Marcel sambil tersenyum lebar.
Eheemmm…………
__ADS_1
Kein berdeham menormalkan wajah terkejutnya, karena yang dikatakan oleh Marcel barusan adalah benar. Marcel hanya terkekeh melihat hal itu dan berlalu masuk ke dalam ruangannya.
“Lord menyuruh kamu membuat virus yang bisa membunuh seseorang dalam waktu 1 jam tapi tidak boleh ada bau racun atau sejenisnya. Virus itu juga harus melelehkan semua organ tubuh manusia dan tidak boleh meninggalkan jejak” ucap Kein menjelaskan maksud kedatangannya.
“Itu hal yang sulit” balas Marcel sambil memakan makanan tadi.
“Waktumu 1 bulan untuk menyelesaikan permintaan Lord”
“Heemmm! 1 bulan ya? Aku akan coba” ucap Marcel sambil mengangguk-angguk kepalanya.
Kein segera pergi dari sana tapi saat akan sampai di pintu langkah terhenti mendengar ucapan Marcel barusan.
“Apa aku boleh memakai beberapa peliharaan Lord?” tanya Marcel.
“Apa maksudmu?” tanya Kein dengan selidik.
“Sepertinya racun di ular peliharaan Lord bisa aku pakai untuk membuat virus yang Lord inginkan” jawab Marcel dengan wajah serius.
“Aku akan bertanya hal ini kepada Lord dulu” balas Kein.
“Baiklah. Jangan lama-lama karena aku ingin memulainya secepat mungkin”
“Heemmmm”
Kein pergi dari sana meninggalkan Marcel yang tersenyum sangat lebar sudah memikirkan rencana licik di kepalanya untuk membalas perbuatan Erich yang menyuruh menaruh racun di makanannya.
Aku sudah tidak sabar ingin melihat kemarahan di wajah itu, batin Marcel sambil tersenyum penuh arti.
~ Mansion Utama Wesly ~
Pagi ini seperti biasa semua keluarga Wesly berkumpul di meja makan untuk sarapan dalam hening sesuai aturan yang Xavier buat jika tidak boleh ada yang berbicara selama makan.
Victor memakan pancake didepannya dengan lahap karena sangat menyukai makanan itu sedari dulu. Tiba-tiba ia merasa ada sesuatu yang ingin keluar dari kerongkongannya membuat wajah Victor tiba-tiba pucat.
“Vic kamu kenapa?” tanya Rio yang duduk di samping Victor merasa aneh dengan sikapnya.
Seketika semuanya menghentikan makan mereka dan melihat ke arah Victor saat mendengar ucapan Rio barusan.
“VICTOR” teriak semuanya dengan kaget melihat Victor muntah darah.
Semuanya panik melihat Victor yang muntah darah sangat banyak membuat Chloe segera berlari menghampiri anak ketiganya dengan wajah berlinang air mata.
“Victor kamu kenapa sayang…………….hiks hiks hiks………………jangan buat mommy cemas nak…………….hiks hiks hiks” ucap Chloe sambil menangis memeluk putranya.
“S……akit mom……my……………hiks hiks hiks” lirih Victor sambil menangis didalam pelukan Chloe.
“PANGGIL DOKTER JUAN SEKARANG” teriak Xavier dengan suara menggelegar.
“Rio bantu aku bawa Victor ke ruang kesehatan” titah Vincent dengan panik.
Rio tak berkata apa-apa dan segera memapah Victor menuju ke ruang kesehatan bersama dengan Vincent. Chloe menangis histeris melihat tangan dan bajunya yang penuh dengan darah Victor karena memeluk anaknya tadi.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Sampai di ruang kesehatan dokter Juan segera memeriksa Victor dengan teliti dan memasang infus serta oksigen kepada Victor karena detak jantungnya semakin lemah.
Di luar ruang kesehatan Chloe menangis didalam pelukan suaminya sedangkan Vincent meraba jantungnya yang tiba-tiba sakit karena ia mempunyai ikatan batin dengan Victor.
Vic sebenarnya kamu kenapa dan apa yang terjadi sama kamu Vic, batin Vincent dengan bingung.
“Victor akan baik-baik saja sayang” ucap Natasha sambil menggenggam tangan suaminya dengan erat.
“Aku takut Victor kenapa-napa sayang” lirih Vincent dengan wajah sedih dan khawatir.
“Berdoa saja agar Victor baik-baik didalam sana sayang” ucap Natasha sambil memeluk tubuh suaminya dengan erat.
Tak…………..tak………………tak……………….
Bunyi langkah kaki terdengar disana membuat Xavier melihat ke arah suara dan ternyata yang datang adalah putra pertamanya.
“Apa yang terjadi dengan Victor daddy?” tanya Xander dengan cemas.
__ADS_1
“Daddy tidak tahu son karena adikmu masih diperiksa didalam sana” jawab Xavier dengan lirih.
“David amankan makanan yang dimakan Victor dan cari tahu apa yang terjadi lewat cctv” titah Xander dengan suara dingin.
“Baik bos” ucap David dengan patuh segera pergi dari sana.
Xander dan lainnya lalu menunggu dengan tak sabar didepan ruang kesehatan ingin mendengar penjelasan dokter mengenai apa yang terjadi dengan Victor.
Ceklek…………….
Pintu ruang kesehatan terbuka membuat semuanya segera menghampiri dokter Juan untuk mendengar kabar mengenai Victor.
“Apa yang terjadi dengan anakku?” tanya Xavier mewakili semuanya.
“Tuan muda ketiga tadi sempat mengalami serangan jantung tapi ia berhasil melewati masa kritisnya dan keadaannya sudah berangsur pulih seperti semula tuan besar” jawab dokter Juan menjelaskan.
“Lalu apa yang membuat Victor sampai batuk darah?” tanya Xander dengan suara dingin.
“Dari hasil pemeriksaan saya tuan muda tidak mengalami keracunan makanan atau apapun dan saya harus memeriksa darah tuan muda di lab rumah sakit untuk mencari tahu apa yang menyebabkan tuan muda ketiga bisa muntah darah tuan muda pertama” jawab dokter Juan dengan bingung mengenai kondisi Victor.
“Jadi Victor bukan keracunan atau mungkin ada penyakit serius dok?” tanya Vincent dengan cepat.
“Benar tuan muda kedua. Dari hasil pemeriksaan tubuh tuan muda ketiga baik-baik saja tidak ada penyakit serius atau sejenisnya” jawab dokter Juan dengan suara tegas.
“Jika hasil labnya sudah keluar segera beritahu kami” ucap Xander dengan suara tegas.
“Baik tuan muda pertama” balas dokter Juan dengan sopan dan segera pergi dari sana.
Xavier dan lainnya segera masuk ke dalam ruangan rawat Victor setelah suster selesai memindahkannya dari ruang pemeriksaan. Xander melirik daddynya untuk berbicara diluar saja mengenai kondisi Victor.
“Kita sebaiknya ke ruang kerja daddy” ucap Xander setelah sampai diluar.
“Heemmm”
Xander dan daddynya bergegas pergi ke ruang kerja Xavier untuk membahas perihal Victor. Sedangkan di halaman belakang mansion David dibuat kaget melihat tiba-tiba 4 orang pelayan dan 2 penjaga muntah darah seperti Victor.
“Menurut daddy apa yang sebenarnya terjadi dengan Victor?” tanya Xander dengan suara dingin.
“Dilihat dari gejalanya tadi dia seperti keracunan tapi bagaimana bisa tidak terdeteksi racun di tubuhnya” jawab Xavier dengan bingung.
“Kita harus memeriksa ulang semuanya secara menyeluruh di mansion daddy” ucap Xander dengan suara tegas.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
“Ya” balas Xavier dengan singkat.
“Apa mungkin ini salah satu siasat musuh kita daddy?” tanya Xander dengan cepat.
“Daddy belum bisa memastikan tapi jika itu benar daddy akan mencari orang itu dan membunuhnya” jawab Xavier dengan tatapan membunuh.
“Kita tunggu hasil lab Victor keluar baru kita bisa tahu apa yang sebenarnya terjadi daddy”
“Heeemmm”
Keduanya diam memikirkan kemungkinan yang terjadi dengan Victor tadi dan jika memang tebakan Xander benar maka dia tidak akan melepas orang itu jika ia bertemu dengannya nanti.
Ceklek……………..
“David” hardik Xavier dengan aura membunuh karena masuk ke ruangannya tidak mengetuk pintu lebih dulu.
“Maafkan saya bos besar tapi ada hal penting yang harus saya sampaikan bos besar” ucap David dengan suara tegas.
“Ada apa David?” tanya Xander dengan suara dingin.
“4 Pelayan dan 2 penjaga barusan mengalami muntah darah sama seperti tuan muda ketiga bos” jawab David dengan cepat.
“APA” pekik Xander dan daddynya dengan kaget.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
To be continue……………………
__ADS_1