
🍁Janganlah mencari yang terbaik karena yang terbaik belum tentu membuatmu menjadi nyaman tetapi carilah yang orang yang mengertimu dan memberikanmu kenyamanan🍁
.
.
.
.
Jantung Sandy berdetak dengan cepat mendengar ucapan Clarisa dan ia tak menyangka jika Clarisa akan mengetahui rahasia terbesarnya selama ini.
“Sepertinya aku sudah ketahuan ya” ucap Sandy sambil tersenyum penuh arti.
“Apa maksud anak siluman ini pa?” tanya Bastian dengan bingung yang sedari tadi mendengar pembicaraan keduanya.
“Maksudnya adalah, selama ini anda hanya diperalat oleh papa anda sendiri untuk membenci istri pertama anda yang tak lain adalah anak dari wanita yang sudah menolak cintanya. Kebenciannya semakin bertambah saat aku lahir karena aku memiliki warna mata yang sama persis dengan wanita yang sangat dibencinya dan oleh karena itu dia mencuci otak anda untuk membenci dan membunuh aku” jawab Clarisa menjelaskan semuanya dengan suara lantang.
“Pa! Apa yang dikatakan anak siluman itu tidak benarkan pa?” tanya Bastian dengan syok.
“JAWAB AKU PA!” teriak Bastian dengan suara menggelegar.
“Ckk!! Kenapa aku mempunyai anak sebodoh kamu” decak Sandy dengan kesal sambil menatap putra satu-satunya itu dengan tatapan sinis.
“Bukannya kamu juga ingin membunuh anak pembawa sial itu? Jadi jangan menyalahkan papa atas semua ini” tambahnya lagi dengan suara tinggi.
Duar…………..
Bagai disambar petir Bastian tak bisa berkata apa-apa mendengar kenyataan yang selama ini papanya sembunyikan darinya. Air matanya menetes merasa sangat hancur dan bersalah sudah melakukan kesalahan yang tidak akan pernah bisa dimaafkan.
Papa jangan tinggalkan Cla disini pa……hiks hiks hiks
Jangan pukul Cla pa
Cla minta ampun pa
Jangan tinggalkan Cla sendirian disini pa…………..hiks hiks hiks……………Cla takut pa
Papa ampun pa! Jangan buang Cla pa…..hiks hiks……….pa Cla takut gelap pa……..hiks hiks
Mas cukup! Jangan sakiti anak ku mas
Dia anakmu mas bukan anak siluman atau pembawa sial mas
Mas aku mohon jangan pisahkan aku dengan anak aku mas………….hiks hiks hiks
Bunuh saja aku mas………hiks hiks hiks………….tapi tolong lepaskan Clarisa mas……….hiks hiks
Cla bukan anak siluman pa
Aaarrgghh……………………
Bastian berteriak kesetanan saat suara dan ingatan-ingatan itu muncul di kepalanya seperti video yang diputar.
Ia membentur kepalanya ke lantai tak mau mengingat semua itu, apa lagi mengingat bagaimana dengan kejam ia menyakiti istri dan darah dagingnya sendiri.
“Bagaimana rasanya setelah anda membuangku di hutan waktu itu tuan?” tanya Clarisa dengan suara bergetar.
“Senang tapi aku merasa hampa saat itu” jawab Bastian dengan jujur.
“Selamat ya tuan karena sudah membuang anak siluman ini waktu itu. Berkat anda aku menjadi anak yatim piatu mulai hari itu”
“Clarisa…………..hiks hiks hiks” ucap Bastian untuk pertama kalinya memanggil nama Clarisa tidak dengan panggilan anak siluman.
Tes…………………
Air mata Clarisa menetes merasa senang sekaligus hancur bersamaan.
Tak menyangka ia akan mendengar namanya dipanggil dari orang yang sudah menorehkan luka teramat dalam didalam hidupnya, apa lagi melihat tatapan orang itu yang terlihat hancur dan sangat menyedihkan.
“Maafkan papa nak. Maafkan papa” pinta Bastian dengan suara lemah.
“MAAF! Apa anda bisa mengobati rasa sakit dan luka didalam hatiku? Jika anda bisa maka aku akan memaafkan anda” ucap Clarisa dengan suara tinggi.
“SAKIT! RASANYA SANGAT SAKIT MEMBUAT AKU INGIN MATI SAJA SELAMA INI” tambahnya dengan suara menggelegar didalam sana.
“Maaf…………….hiks hiks hiks”
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Clarisa menatap ke atas menahan rasa gemetarnya tak ingin sampai terlihat lemah didepan orang yang sudah menorehkan luka dihatinya. Setelah merasa tenang ia menatap Dion Baker dengan tatapan yang sulit diartikan.
__ADS_1
“Aku harap kamu hidup dengan rasa bersalah seumur hidupmu” ucap Clarisa dengan tatapan penuh kebencian ke arah papanya.
Deg……………….
Jantung Bastian serasa dipukul hamar mendengar ucapan Clarisa barusan. Sedangkan Sandy dan Lovely keduanya menatap Clarisa dengan tatapan penuh kebencian.
“Untuk kalian berdua selamat menikmati penderitaan kalian disini” ucap Clarisa dengan suara dingin menatap Sandy dan Lovely.
Ia berlalu keluar merasa sudah cukup ia berbicara dengan orang yang menorehkan luka dihatinya, sebelum ia semakin diliputi rasa benci didalam sana saat melihat wajah papanya.
“Dek” panggil Jason dengan suara lembut.
Hiks………………….hiks………………hiks……………….
Tangis Clarisa pecah didepan kakaknya setelah keluar dari ruang hukuman. Melihat adiknya menangis seperti itu dengan cepat Jason memeluknya untuk menenangkannya tak mengetahui jika ia akan mendapat masalah besar.
Bugh………….bugh………………bugh…………..
“Men apa yang kamu lakukan” teriak Clarisa dengan histeris saat Max tiba-tiba menarik Jason dan menghajarnya.
“Hentikan Men!” bentak Clarisa dengan suara tinggi.
Max seketika berhenti menghajar Jason yang sudah terkapar tak berdaya dilantai, Clarisa menatapnya dengan tatapan tajam meminta penjelasan kenapa ia menghajar kakaknya Jason.
“Maaf nyonya tapi ini semua perintah King” ucap Max dengan suara dingin.
“Suamiku?” tanya Clarisa dengan bingung.
“Iya nyonya” jawab Max.
Mendengar nama suaminya disebut Clarisa segera mengambil hpnya dan menelpon suaminya ingin bertanya apa maksudnya menyuruh Max memukul kakaknya Jason.
“Baby” ucap Mikhail dengan suara dingin dari seberang.
^^^“Hubby apa benar kamu yang menyuruh Men untuk memukul ka Jeni?” tanya Clarisa dengan cepat.^^^
“Jeni?” tanya Mikhail yang tak mengenali siapa itu Jeni.
^^^“Iya ka Jeni hubby” ucap Clarisa dengan suara tinggi.^^^
Hening!
Tak ada suara dari seberang membuat Clarisa segera melihat hpnya takut jika panggilan mereka terputus tapi ternyata tidak.
“Ya baby” jawab Mikhail dari seberang.
^^^“Kenapa diam hubby? Cepat katakana apa maksud hubby menyuruh Men memukul ka Jeni hubby?” tanya Clarisa dengan penasaran.^^^
“Ah! Jason kakakmu ya baby! Karena dia sudah berani memeluk istriku” jawab Mikhail dengan suara tegas.
^^^“Apa! Jadi hanya karena hal itu hubby” pekik Clarisa dengan kaget.^^^
“Kamu milikku baby! Tidak boleh ada laki-laki lain yang boleh menyentuh kamu selain aku baby” ucap Mikhail dengan suara tegas.
^^^“Dia itu kakak kandung aku hubby! Bukan orang lain” bantah Clarisa tak setuju dengan ucapan suaminya.^^^
“I don’t care baby! Apa yang menjadi milikku tidak boleh ada yang boleh menyentuhnya selain aku!” ucap Mikhail dengan santai tak mau dibantah.
^^^“Kamu egois hubby”^^^
Clarisa langsung mematikan panggilannya sepihak tak perduli jika suaminya akan marah disana, karena saat ini ia sangat kesal dengan sifat posesif suaminya itu.
“Bawa ka Jeni ke dokter” titah Clarisa kepada Max.
“Disini ada ruang kesehatan lengkap dengan dokter nyonya” ucap Max memberitahu.
“Kalau begitu cepat bawa ka Jeni ke sana sekarang”
“Baik nyonya”
Clarisa memilih pergi dari sana membiarkan Delon yang menjaga kakaknya Jason, karena saat ini pikiran dan hatinya sangat sakit setelah berbicara dengan papa kandungnya sekaligus orang yang sudah menorehkan luka di hatinya.
~ Mansion Utama Parker ~
Prang……………
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Mikhail membanting hpnya dilantai saat Clarisa memutuskan panggilannya sepihak setelah mengatakan dia egois.
Kedua orang tuanya yang ingin menghampirinya segera ditahan Teivel memberitahu jika saat ini emosi Kingnya sedang tidak stabil.
__ADS_1
“Siapa lagi yang sudah membuat raja setan itu emosi?” tanya Thomas dengan penasaran.
“Honey” hardik Valeria dengan tatapan tajam memperingati suaminya tidak menyebut anak mereka raja setan.
“Jangan marah honey. Aku hanya penasaran saja” ucap Thomas segera memeluk istrinya tak perduli dengan Teivel yang berada disana.
Mikhail menutup matanya mengontrol emosi didalam dirinya karena tak ingin sampai menghancurkan seisi mansion orang tuanya.
Damon yang sedang memantau perusahaan dan semua pekerjaan di markas segera menghampiri Mikhail saat mendapat pesan video dari Marcel.
“King” ucap Damon.
“Heemmm” deham Mikhail yang masih menutup mata.
“Marcel mengirim video barusan King” ucap Damon.
Mata Mikhail langsung terbuka dan menerima iPad yang disodorkan oleh Damon agar ia bisa melihat pesan video yang dikirim oleh Marcel barusan.
Hahahahaha………………
Tawa Mikhail seketika pecah didalam sana saat menonton video yang dikirim oleh Marcel.
Kedua orang tuanya bersama Teivel dan pengawal gelap Mikhail merinding saat mendengar tawa Mikhail yang terdengar sangat mengerikan, karena tawanya itu tidak seperti orang yang sedang bahagia atau senang.
“Kenapa lagi dengan putramu itu honey?” tanya Thomas.
“Putramu juga honey” ketus Valeria dengan tatapan tajam.
“Ya putra kita honey” ucap Thomas dengan cepat tak ingin istrinya marah kepadanya.
Duar…………..
Bunyi ledakan seketika mengagetkan mereka semua didalam sana, apa lagi sampai bangunan di mansion bergetar karena ledakan tersebut.
“Ckk!! Apa mereka tidak pernah lelah” ketus Thomas dengan kesal.
“Sepertinya kali ini kita yang harus turun tangan honey” ucap Valeria sambil tersenyum menyeringai.
“Memangnya kenapa honey?” tanya Thomas dengan bingung.
“Karena jumlah musuh yang datang kali ini berjumlah 3000 orang tuan” jawab Damon.
“APA!” ucap Thomas dengan kaget.
“Sepertinya mereka sudah lama menunggu kemunculanku” ucap Mikhail sambil tersenyum menyeringai.
“Kalau begitu ayok kita sambut mereka son” ajak Valeria.
“Let’s party mom” (ayok berpesta mama) balas Mikhail dengan senyum lebar.
“Ckk!! Kalian jangan lupa sama daddy” decak Thomas dengan kesal.
Valeria dan Mikhail hanya tersenyum tipis melihat wajah cemberut suami dan daddy mereka yang sedang kesal karena melupakannya. Ketiganya lalu keluar menuju ke halaman belakang mansion untuk menyambut musuh mereka.
Hari itu untuk pertama kalinya semua anggota Black Shadow melihat ketiga tuan mereka bersatu membasmi semua musuhnya. Mereka semua dibuat tercengang oleh King mereka yang dalam 10 menit sudah melenyapkan 500 orang sendiri.
30 Menit kemudian
“HIDUP KING” teriak semuanya serentak menyerukan nama Mikhail.
Bukan tanpa alasan karena selama 30 menit Mikhail membunuh hampir 2000 musuh dengan cepat mengalahkan kedua orang tuanya.
“Kamu memang putra daddy Mikhail” puji Thomas sambil menepuk pundak Mikhail dengan lembut.
“Ya” balas Mikhail singkat.
“Mommy bangga sama kamu son” ucap Valeria dengan suara lembut.
“Iya mommy” ucap Mikhail dengan suara lembut.
~ Pulau Antah Berantah ~
Hehehehe……………….
Marcel terkekeh mengingat Erich yang sedang dirawat di ruang kesehatan, karena tubuhnya terasa sangat panas dan terus mengeluarkan nanah yang sangat banyak dari luka-luka di sekujur tubuhnya.
Kamu dan semua pasukanmu sebentar lagi akan mati pak tua, batin Marcel tersenyum puas didalam hati.
Drett……………………
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
__ADS_1
To be continue……………