Heartless 2

Heartless 2
Chapter 87


__ADS_3

🍁Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, air mata, dan tantangan🍁


.


.


.


.


Ray diam saja menatap tuannya dan tuan besar yang berbicara perihal Mikhail Zeno Parker atau King Black Shadow.


Ia tahu jika King yang mereka bicarakan saat ini bukanlah lawan yang mudah apa lagi ia berhasil mengetahui dimana lokasi Light yang selama ini tidak ada satu orang pun yang tahu.


"Jadi apa rencanamu ke depan son?" tanya Dev sambil menghisap cerutu.


"Aku rasanya ingin menghancurkan bisnis King sialan itu dad tapi itu percuma saja" ucap Light dengan suara dingin.


"Loh bukannya bisnis King itu banyak jadi tidak mungkin dia bisa mengontrol semua bersamaan son" balas Dev dengan kening berkerut.


"King beda dengan lawan kita selama ini dad. Selagi kita masih memikirkan rencana menghancurkannya dia sudah bergerak lebih dulu"


"Sialan" umpat Dev dengan kesal.


"Bagaimana jika kita tetap kembali ke rencana awal tuan" usul Ray.


"Daddy setuju dengan usul Ray son. Biar bagaimanapun kita tidak bisa bergerak tanpa rencana yang matang" ucap Dev menyetujui usul Ray.


"Aku rasa ada yang salah dari rencana itu dad" ucap Light sambil menatap Dev dengan kening berkerut.


"Apa maksudmu son? Apa mereka sudah tahu rencana kita?" tanya Dev dengan cepat.


"Aku tahu King sudah mengetahui siapa itu Marco dad tapi yang aku heran kenapa dia tidak bergerak dan malah acuh saja" papar Light menjelaskan.


Dev dan Ray diam memikirkan ucapan Light yang ada benarnya juga. Mikhail bukan sembarang orang yang tidak bisa mencari tahu siapa musuhnya tapi kenapa Mikhail seakan lepas tangan dari adiknya sendiri.


"Ini mungkin bagian dari rencana King sialan itu son" hardik Dev dengan suara tinggi.


"Heeemmm"


"Tapi tuan besar bisa saja King tidak ingin campur dengan hal ini karena adiknya sudah bukan tanggung jawab dia lagi" ucap Ray.


"Ucapan daddy dan Ray benar. Oleh karena itu aku susah menebak jalan pikiran dia dan apa yang sedang ia rencanakan" ucap Light dengan suara dingin.


"Apapun itu sepertinya bencana bagi kita" ucap Dev.


"Maka dari itu sebaiknya kita yang turun tangan langsung daddy untuk membalas semua dendam kita" usul Light dengan tatapan penuh dendam.


"Buat rencana yang matang sebelum kita muncul son dan ingat persiapkan anak buah kita sebanyak mungkin. Kali ini kita tidak akan bersembunyi dan bergerak dari belakang layar lagi" ucap Dev berkoar-koar.


"Oke daddy"


Ketiganya lalu mulai merencanakan apa yang harus mereka lakukan. Tanpa ketiganya sadari ternyata Y pengawal gelap Mikhail merekam semua pembicaraan mereka saat ini dalam kegelapan.


~ Kastil King ~


Mikhail baru saja selesai mandi sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah. Di belakangnya Damon sedang berdiri menunggu perintah dari tuannya.


"Bagaimana kuliah kekasihku?" tanya Mikhail dengan suara dingin.


"Nona Clarisa berkuliah seperti biasa dan tak melakukan kerja sampingan lagi King" jawab Damon.


"Pantau semua aktifitasnya dan beritahu Z untuk tak melewatkan satu pun kegiatan yang ia lakukan" titah Mikhail dengan tegas.


"Baik King"


"Ada berita terbaru apa?" tanya Mikhail sambil berganti baju di depan Damon.

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Barusan Y mengirim video dari Rio King" ucap Damon sambil menyodorkan iPad.


Mikhail menerima iPad dari Damon dan duduk berpangku kaki di sofa sambil menonton video yang dikirimkan oleh Y pengawal gelapnya.


Hahahaha...............


Tawa Mikhail menggelegar saat menonton video tersebut, dia terlihat meremehkan dan mengejek orang yang ada dalam video tersebut.


"Bodoh! Apa kalian pikir bisa membodohi seorang Mikhail" ejek Mikhail sambil tersenyum menyeringai.


Damon diam saja dan menyuguhkan segelas wine dan buah anggur hijau kesukaan Mikhail selama ini seperti biasa jika sedang bersantai.


Mikhail menyesap wine yang diberikan Damon membiarkan rasa pahit dan manis bercampur jadi satu saat melewati tenggorokannya.


"Hubungi mommy" perintah Mikhail dengan suara dingin.


Damon segera mengambil hpnya dan menghubungi nyonya besar di California.


"Halo son" ucap Valeria dengan suara lembut dari seberang.


^^^"Where are you mom?" tanya Mikhail.^^^


"Mansion uncle Albert"


^^^"Apa mommy sendiri saat ini?" tanya Mikhail lagi.^^^


"Bentar son"


Mikhail diam menunggu mommynya yang kelihatan sedang menjauh dari tempatnya barusan.


"Apa ada sesuatu yang terjadi son?" tanya Valeria to the point setelah berada di taman samping mansion Kendrick.


^^^"Perketat penjagaan mommy dan daddy karena orang itu akan segera muncul di sana mom" ucap Mikhail dengan suara tegas.^^^


"Siapa son? Apa mommy mengenalnya?" tanya Valeria dengan penasaran.


"Apa mereka hanya mengincar keluarga kita saja son"


^^^"No mommy. Kali ini dia akan bergerak serentak dimulai dari sweety"^^^


"Natasha" pekik Valeria dengan suara tinggi.


^^^"Mom aku tidak tuli" ketus Mikhail dengan suara tak kalah tinggi.^^^


"Jelaskan son! Jelaskan semua yang kamu tahu" ucap Valeria dengan suara tegas.


^^^"Mommy tidak perlu tahu cukup jaga diri mommy dan daddy disana. Semua serahin ke anak buahku yang akan bertindak mom"^^^


"Bagaimana dengan adikmu son?" tanya Valeria.


^^^"Itu urusan suaminya mom. Biarkan sialan itu yang menjaga keselamatan sweety mom"^^^


"Tetap dia itu adikmu Mikhail"


^^^"Yeah i know mom. Tapi saat ini statusnya sudah berubah dan suaminya yang harus menjaga dia mommy" ucap Mikhail dengan suara dingin tak ingin dibantah.^^^


"Setidaknya pantau adikmu son" pinta Natasha.


^^^"Kalau mommy khawatir mommy dan daddy bisa pantau dia mom. Aku akan memantau yang lainnya" balas Mikhail dengan santai.^^^


"Baiklah. Mommy harap kamu jaga diri disana son"


^^^"Heeemmm"^^^


Mikhail mematikan panggilannya sepihak merasa sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan. Jari tangannya mengetuk meja memikirkan rencana di otaknya untuk bersiap menyambut serangan Light kali ini.

__ADS_1


"Suruh pasukan inti bersiap menerima serangan musuh" ucap Mikhail dengan suara dingin.


"Baik King"


Mikhail menatap pemandangan malam Dubai memikirkan Light yang akan muncul tak lama lagi. Sebelum ia muncul Mikhail harus menyiapkan rencana untuk melindungi semua miliknya.


"Sebentar lagi kita akan bertemu dan saat bertemu aku akan memberimu hadiah yang tak akan pernah kamu lupakan" ucap Mikhail sambil tersenyum menatap sebuah foto ditangannya.


~ Mansion utama Wesly ~


Saat ini Natasha baru saja pulang dari kampus dan segera masuk ke dalam mansion dengan emosi.


Beruntung kedua mertuanya tidak ada karena sedang menjenguk uncle Albert yang sudah sadar semalam.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Selamat datang nona muda kedua" sapa para pelayan sambil menunduk.


Meski sedang emosi Natasha menatap para pelayan dengan wajah datar dan dingin sambil mengangguk kepalanya sambil tersenyum sangat tipis.


Dengan cepat ia bergegas naik ke lift menuju kamar Vincent di lantai 2. Setelah masuk ke dalam kamar para pelayan lalu dibuat kaget oleh Vincent yang datang dengan wajah merah padam dan emosi.


"Dimana istriku!" bentak Vincent.


"Nona muda kedua berada di kamar tuan muda muda kedua" jawab pak Max dengan sopan.


Vincent berlalu pergi ke lantai dua dengan langkah tergesa-gesa tak membalas ucapan pak Max lagi.


Brak..............


Natasha terlonjak kaget saat pintu kamar dibuka dengan kuat dari luar. Saat berbalik ia bisa melihat wajah sang suami yang mengeras dan merah padam tanda ia sedang emosi.


"Jauhi laki-laki sialan itu mulai sekarang" ucap Vincent dengan suara tinggi.


"Kenapa? Apa Marco ada salah sama kamu?" tanya Natasha dengan suara dingin.


"Aku tidak mau tahu bangsat! Mulai sekarang kamu jauhi dia!" bentak Vincent menggelegar.


"Beritahu alasannya kenapa aku harus jauhi dia" balas Natasha dengan suara tak kalah tinggi.


"Aku itu suami kamu gadis ular dan kamu harus patuh dengan ucapanku" hardik Vincent.


"Oke. Kalau begitu kamu juga jauhi Ana jangan pernah mendekatinya atau berbicara dengannya" ucap Natasha dengan santai.


"Tidak bisa. Ana itu sahabat aku dari kecil dan kamu tidak pantas menyuruh aku menjauhinya sialan"


"Kalau begitu jangan larang aku untuk dekat dengan siapa saja mulai detik ini juga" tegas Natasha dengan mata berkilat tajam.


"Pokoknya aku tidak mau tahu! Kamu harus menjauhi Marco mulai detik ini juga" tegas Vincent.


"Aku tetap tidak mau. Jika ingin aku menjauhi Marco kamu juga harus menjauhi Ana" bantah Natasha tak mau mengalah.


Grep............


"Jangan memancing emosiku untuk berbuat kasar bi**h!" bentak Vincent dengan suara tinggi sambil memegang dagu Natasha dengan kuat.


"Aku bukan bi**h berengsek" maki Natasha dengan emosi.


"Kalau bukan bi**h kenapa kamu kekuh tidak ingin jauhi Marco. Apa jangan-jangan ia memberimu kepuasaan s**s karena aku tidak menyentuhmu" tuduh Vincent sambil tersenyum sinis.


Plak..............


Natasha menampar Vincent merasa sangat emosi dengan ucapan suaminya barusan yang merendahkan harga dirinya.


Vincent menatap Natasha dengan tatapan membunuh tak terima ditampar oleh istrinya. Dengan sekali dorongan Vincent mendorong tubuh Natasha ke ranjang ingin memberi hukuman kepada istrinya.


"Sepertinya kamu harus diberi hukuman bi**h biar kamu tahu statusmu itu" ucap Vincent dengan senyuman menyeringai.

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue................


__ADS_2