Heartless 2

Heartless 2
Chapter 160


__ADS_3

🍁Orang yang berkata terus terang, adalah orang yang mendidik jiwanya sendiri untuk merdeka🍁


.


.


.


.


Xander dan daddynya kaget mendengar informasi yang disampaikan oleh David barusan mengenai pelayan dan penjaga di mansion utama. Keduanya diam sambil berpikir apa yang sebenarnya terjadi apa itu racun atau semacam wabah penyakit.


“Kamu sudah mengecek cctv David?” tanya Xander dengan suara dingin.


“Sudah bos dan tidak ada yang mencurigakan. Aku juga sudah menginterogasi koki dan pelayan yang menyiapkan sarapan pagi ini tapi tidak ada yang mencurigakan bos” jawab David.


“Lalu makanannya?” tanya Xander lagi.


“Aku sudah meminta uncle Mike membawa sampel makanan yang dimakan oleh Victor ke rumah sakit Wesly untuk diteliti bersama dokter Juan bos” jawab David menjelaskan.


“Daddy rasa ini bukan racun son. Karena jika ini racun tidak mungkin para pelayan dan penjaga juga mengalami hal yang sama seperti Victor” ucap Xavier dengan pikiran berkelana..


“Aku setuju dengan bos besar bos” ucap David.


“Ini juga bukan wabah penyakit atau keracunan makanan daddy” ucap Xander dengan suara tegas.


“Apa maksudmu son?” tanya Xavier dengan bingung.


“Orang itu dibalik ini semua daddy dan aku sangat yakin!” jawab Xander dengan suara tegas.


Xavier dan David diam memikirkan ucapan Xander barusan yang ada benarnya juga karena sangat aneh jika dalam waktu bersamaan Victor, pelayan, dan penjaga muntah darah dengan penyebab yang tidak jelas.


“Kita tunggu hasil lab Victor dari dokter Juan dan uncle Mike baru bisa kita ambil kesimpulan” ucap Xavier dengan suara tegas.


“Heemmm” deham Xander.


“David bawa pelayan dan penjaga ke rumah sakit dan suruh dokter Juan untuk memeriksa mereka juga. Kalau perlu lakukan tes darah ke mereka semua” titah Xavier dengan cepat.


“Baik bos besar” ucap David dengan sopan.


“Setelah hasil lab Victor dan mereka keluar segera beritahu semua keluarga besar kita untuk berkumpul disini” ucap Xander sebelum David pergi.


“Baik bos”


David segera pergi dari sana meninggalkan Xavier dan daddynya dengan pikiran berkelana memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Tak berapa lama Vincent datang memberitahu keduanya kalau Victor sudah siuman.


“Apa yang kamu rasakan son?” tanya Xavier saat masuk ke ruang rawat Victor.


“Perutku seperti diaduk daddy dan rasanya itu tidak enak daddy” jawab Victor dengan suara pelan.


“Kamu bertahan ya nak karena daddy dan kakakmu sedang mencari penyebab kenapa kamu muntah son”


“Apa aku terkena penyakit berbahaya daddy?” tanya Victor dengan cepat.


“Tubuhmu stabil dan tidak di temukan racun atau penyakit berbahaya dalam tubuhmu Vic” jawab Vincent dengan cepat.


“Hah! Bagaimana mungkin? Bukannya tadi aku muntah darah sangat banyak twin” ucap Victor dengan kaget.


“Kita  tunggu hasil lab kamu, pelayan, dan penjaga yang sedang diteliti di laboratorium rumah sakit baru kita bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sama kamu Victor” papar Xander menjelaskan.


“Pelayan dan penjaga maksudnya brother?” tanya Vincent dengan bingung.


“Apa maksud kamu dengan pelayan dan penjaga nak? Apa mereka juga mengalami hal yang sama seperti adikmu Victor?” tanya Chloe dengan penasaran.

__ADS_1


“Iya mommy. Mereka juga muntah darah seperti Victor mom” jawab Xander.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Semua kaget mendengar jawaban Xander barusan dan berpikir apa yang sebenarnya terjadi. Apa ini wabah atau semacam penyakit menular membuat semuanya bingung karena tidak bisa mendapat jawaban yang pas.


“Bagaimana bisa semua ini terjadi bersamaan brother?” tanya Vincent dengan cepat.


“I don’t know” (aku tidak tahu) jawab Xander dengan suara dingin.


"Brother apa ini ulah musuh kita?" tanya Natasha yang sedari tadi diam.


"Bisa jadi" jawab Xander.


“Baby tolong kamu perhatikan makan kita mulai sekarang karena aku tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi” ucap Xavier dengan suara lembut menatap istrinya.


“Iya hubby”


“Biar aku bantu mommy” ucap Natasha dengan cepat.


“Baiklah sayang tapi jangan sampai kelelahan” balas Chloe dengan suara lembut.


“Iya mommy”


Keduanya segera keluar dari ruang kesehatan meninggalkan para lelaki disana yang menemani Victor dan membahas kembali kejadian ini, sambil menunggu hasil lab Victor dan lainnya dari uncle Mike dan dokter Juan.


~ Kastil King Mikhail ~


Mikhail mengetuk jari di atas meja kerjanya melihat cctv di mansion utama Wesly dengan wajah datar dan dingin memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.


“Apa Teivel sudah mengambil virus buatan Marcel di labnya?” tanya Mikhail dengan suara dingin.


“Sudah King dan ia bertanya apa yang harus ia lakukan dengan virus itu King” jawab Damon dengan suara tak kalah dingin.


“Baik King”


Damon segera mengirim pesan ke Teivel mengenai perintah Mikhail barusan. Mikhail sendiri melihat lokasi musuhnya dengan tatapan tajam sedang memikirkan rencana untuk menyerang musuhnya itu yang sudah ia dapat identitasnya.


“Erich Jems Turner” ucap Mikhail dengan suara berat sambil menatap foto Erich yang dikirimkan oleh Marcel.


“Kita akan segera bertemu sialan dan aku akan siap menghabisi kamu saat itu juga” tambahnya lagi dengan aura membunuh disekitar sana.


Pengawal gelap Mikhail yang berada di kegelapan dibuat merinding merasakan aura yang keluar dari King mereka yang sangat mengerikan.


Tapi keempatnya dibuat kaget melihat Damon yang sangat santai selama ini berdiri di dekat Mikhail, tak merasa takut atau apapun dengan aura yang keluar dari tubuh King mereka.


“Siapkan keberangkatanku besok ke markas utama” titah Mikhail dengan suara dingin.


“Baik King”


“Kirim hasil laporan terapi trauma istriku” ucap Mikhail dengan suara tegas.


Damon segera mengirimkan hasil terapi Clarisa selama beberapa minggu yang lalu ke Mikhail dan Mikhail segera membaca laporan hasil terapi istrinya dengan teliti.


“Baguslah jika istriku sudah bisa mengatasi traumanya 85%” ucap Mikhail sambil tersenyum tipis.


“Persiapkan paspor istriku karena setelah dari markas utama kami akan ke Indonesia” titah Mikhail dengan suara tegas.


“Baik King” jawab Damon.


“Beritahu Eksel untuk terus memberi pelajaran kepada keluarga sialan istriku tapi jangan sampai mereka mati”


“Kondisi tuan Baker sudah sekarat King” ucap Damon memberitahu.

__ADS_1


“Aku tidak mau tahu beritahu Eksel untuk merawatnya jangan sampai dia mati” hardik Mikhail dengan suara tinggi.


“Baik King”


Mikhail berlalu keluar dari ruang kerjanya menuju kamar utama untuk beristirahat karena waktu sudah menunjukkan pukul 01:00 dini hari. Sampai di kamar ia dengan cepat naik ke ranjang melihat sang istri yang sedang menangis didalam tidur.


“Baby wake up. Baby” (sayang bangun. Sayang) panggil Mikhail dengan panik sambil mengguncang tubuh Clarisa.


Hosh……………hosh………….hosh……………..


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Napas Clarisa satu-satu saat membuka mata dan langsung disambut tatapan khawatir dari suaminya. Seketika ia menangis dengan kencang sambil memeluk Mikhail dengan erat mengingat mimpinya barusan.


“Tenang baby semua akan baik-baik saja” ucap Mikhail dengan suara lembut sambil mengelus kepala Clarisa dengan lembut.


“Aku bermimpi tentang hal yang sama lagi hubby…………..hiks hiks hiks hiks” ucap Clarisa sambil menangis.


“Itu hanya mimpi buruk baby. Semua akan baik-baik saja” ucap Mikhail menenangkan Clarisa.


Hiks……………hiks…………….hiks……………….


Tangisan Clarisa semakin menjadi membuat Mikhail hanya bisa memeluk istrinya dengan erat dan menenangkannya. Karena terlalu lama menangis akhirnya Clarisa tidur didalam pelukan Mikhail membuat Mikhail membuang napas dengan kasar.


“Aku pastikan kamu akan selalu aman selamanya baby” ucap Mikhail dengan suara tegas.


~ Jakarta, Indonesia ~


Brak……………….


Ares menutup pintu mobilnya dengan keras setelah mengunjungi kakeknya di mansion utama Rahardian. Rahangnya mengeras mengingat ucapan sang kakek yang memarahinya karena ia sudah membunuh Daniella.


“Sampai kapanpun mereka bukan adik gue” ucap Ares dengan emosi.


Ares melajukan mobilnya pergi ke perusahaan dengan kecepatan tinggi diikuti 3 mobil pengawal yang selalu setia menemaninya kemana pun ia pergi.


~ RH Company ~


Cekiitt…………..


Bunyi decitan ban terdengar jelas didepan perusahaan membuat petugas keamanan dan beberapa karyawan yang berada di luar perusahaan langsung menatap ke arah suara.


Saat melihat siapa yang keluar dari dalam mobil mereka semua segera menunduk tak berani melihat, karena tidak ingin terkena amukan dari direktur mereka yang terkenal sangat kejam dan tidak main-main.


“Tuan” ucap Gery dengan sopan saat Ares keluar dari lift.


“Apa semuanya sudah hadir di ruang meeting?” tanya Ares dengan suara dingin.


“Sudah tuan” jawab Gery dengan sopan.


“Kita ke ruang meeting sekarang” titah Ares dengan suara tegas.


“Baik tuan”


Keduanya segera bergegas menuju ruang meeting di lantai 53 untuk memulai meeting bulanan seperti biasa. Hari itu semua direktur dari kantor cabang terkena amukan Ares yang sedang dalam suasana hati yang buruk.


Sean yang juga berada di ruang meeting hanya bisa membuang napas dengan kasar melihat anaknya yang seperti singa kelaparan didepan sana dan ia berharap semoga meeting ini segera berakhir.


Siapa lagi yang sudah membuat mood anakku jadi buruk, batin Sean.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue…………………..

__ADS_1


__ADS_2