
🍁Orang yang bijak tidak berharap dapat menemukan kehidupan yang berharga melainkan mereka membuat kehidupan mereka menjadi berharga🍁
.
.
.
.
^^^“Uhmm! Katy apa kamu bisa memberikan hp ke uncle Thomas karena ada sesuatu yang ingin kakak tanyakan” ucap Victor sambil membuang muka ke arah lain karena tak ingin melihat wajah dingin kakaknya.^^^
“Oke ka”
Keempatnya menunggu dengan sabar saat Katy mengantar hp ke uncle Thomas dan mendengar suara uncle Thomas yang bertanya siapa yang menelpon.
“Halo bocah artis” ucap Thomas dari seberang.
^^^“Halo uncle apa uncle sibuk?” tanya Victor basi-basi.^^^
“Ya uncle sangat sibuk bocah” jawab Thomas dengan ketus dari seberang.
^^^“Oh baguslah. Aku mau tanya apa mansion uncle di serang oleh musuh-musuh tak dikenal selama 4 hari berturut-turut” ucap Victor to the point tak perduli jika uncle Thomas sibuk.^^^
“No. Mansion uncle aman-aman saja dan bukannya mansion kalian yang diserang” jawab Thomas dengan cepat.
^^^“Ia uncle makanya kita bingung kenapa mansion uncle saja yang tidak diserang”^^^
“Apa karena penjagaan di mansion uncle sangat ketat ya” ucap uncle Thomas menerka.
^^^“Mansion kami juga dijaga sangat ketat dari biasanya uncle tapi yang kami bingung disini kenapa orang-orang itu hanya menyerang mansion kami, uncle Albert, dan uncle Kevin saja sedangkan perusahaan dan lainnya tidak” papar Victor menjelaskan.^^^
“Coba nanti uncle cari tahu dan bertanya ke Mikhail dulu mungkin saja dia tahu sesuatu”
^^^“Oke baiklah uncle”^^^
“Jaga keselamatan kalian disana”
^^^“Iya uncle"^^^
Victor lalu mematikan panggilan setelah tak ada lagi yang ingin ia tanyakan kepada uncle Thomas. Xander dan lainnya mengurut kening mereka yang harus memikirkan ini semua yang tak ada titik temunya juga.
“Aku rasa King sudah mengurus penjagaan keluarganya dengan ketat saat Teivel disuruh mengawal uncle Thomas” ucap Xander dengan suara dingin.
“Lalu apa hubungannya uncle Thomas dengan orang bertopeng ini son?” tanya Xavier dengan bingung.
“Topeng itu adalah ciri khas pasukan elite milik King daddy sedangkan anggota Black Shadow lainnya memakai topeng yang berbeda dengan mereka” ucap Xander menjelaskan.
“Pasukan elite brother?” tanya Vincent dan Victor serentak.
“Heemmm! Mereka adalah orang yang di didik langsung oleh Mikhail dan cara kerja mereka sama seperti Damon. Mereka tidak berbicara apa-apa hanya akan berbicara saat King yang bertanya dan kemampuan mereka sangat luar biasa” papar Xander menjelaskan.
“Woow” ucap Victor dengan decak kagum.
“Berapa banyak pasukan elite King yang diturunkan?” tanya Xavier dengan penasaran.
“Aku tidak tahu daddy tapi aku yakin saat ini semua aset milik King di seluruh dunia saat ini di jaga ketat oleh mereka” jawab Xander dengan suara dingin.
“Begitu juga di mansion utama Parker brother” tambah Vincent.
__ADS_1
“Heemmm”
Keempatnya tak berkata apa-apa lagi jika sudah menyangkut dengan King Mikhail, yang selama ini mereka tahu mempunyai insting dan mengatur strategi yang tidak akan pernah bisa mereka tebak untuk menghadapi musuh-musuhnya.
~ Kastil King Mikhail ~
Sedangkan orang yang sedang mereka bicarakan menatap wanita disampingnya yang tertidur pulas kelelahan karena baru saja melakukan hubungan suami istri. Ia mengelus pipi wanita yang sangat ia cintai yang sudah berstatus istrinya.
“Ishh! Cukup Khail aku sudah tidak mampu lagi” ucap Clarisa mengigau didalam tidurnya.
Cup………….
Mikhail mencium kening istrinya dengan lembut lalu mengambil kimono miliknya yang berserakan dengan gaun tidur milik istrinya di lantai. Setelah mereka menikah di Bali hari itu juga Mikhail membawa istrinya ke kediamannya di Dubai.
Sampainya di kastil miliknya ia masih ingat bagaimana wajah tercengang istrinya saat ia mengatakan ini rumah mereka yang akan mereka tempati.
Clarisa tak menyangka jika mereka akan tinggal di kastil dengan begitu banyak pelayan dan penjaga disana.
“Ke kamarku” ucap Mikhail menekan tombol kecil berbentuk remot di atas meja.
Sebelum itu ia menutupi tubuh istrinya sebelum Damon datang, karena ada beberapa pekerjaan yang harus mereka urus saat ini dan juga mengenai orang yang sedang mereka lacak keberadaannya.
“King” ucap Damon sambil menunduk setelah masuk ke dalam kamar utama milik Mikhail.
Mikhail memberi isyarat kepada Damon untuk mengikutinya menuju walk in closet dan setelah itu mereka masuk ke ruang rahasia yang hanya mereka berdua saja yang tahu.
Awalnya mommynya juga tahu hal ini tapi setelah Mikhail merombak kastil ini sesuai seleranya dan memindahkan ruang rahasia itu ke tempat yang hanya ia dan Damon saja yang tahu.
Mikhail memasukkan jari tengahnya ke dalam lubang kecil lalu tiba-tiba darahnya keluar saat jarum mengenainya dan menetes didalam wadah kecil berbentuk tabung. Ia lalu memasukan sidik jari jempol serta melakukan scan retina mata untuk bisa masuk.
“Selamat datang King” ucap suara laki-laki saat proses scanning sudah berhasil.
Tiba-tiba lift yang mereka naiki bergerak turun ke bawah hingga tiba di ruangan pribadi milik Mikhail dimana ada begitu banyak emas dan uang tunai didalam sana.
“Baik King” jawab Damon segera menuju kursi tidur yang biasa ia pakai untuk tidur setelah mencabut drive master di jantungnya dan mulai mencharge inti otaknya.
“Res tunjukan titik koordinat sialan itu” titah Mikhail dengan suara dingin.
“Baik King”
Layar kaca didepan Mikhail langsung menampilkan titik koordinat jet tempur waktu itu yang mereka bajak dan waktu hitung mundur disana.
“Percepat pencarian lokasi koordinatnya” ucap Mikhail dengan suara dingin.
“Waktu pencarian dipercepat dan hasilnya akan muncul dalam 4 hari lagi King”
“Bagaimana keadaan orang tuaku dan lainnya”
“Tuan dan nyonya besar baik-baik saja dan orang-orang yang akan menyerang mereka dilumpuhkan dalam radius 1 km dari mansion King. Keluarga nyonya besar juga baik-baik saja King serta seluruh aset King juga aman” papar Res menjelaskan.
“Beritahu uncle Juan untuk menyerang kelompok mafia di Jepang besok” titah Mikhail dengan suara dingin.
“Baik King”
Malam itu Mikhail menghabiskan waktunya untuk memantau perusahaan dan markasnya serta membuat rencana untuk musuhnya jika lokasinya sudah ditemukan. Tak lupa ia juga membuat akses untuk Damon entah kenapa ia merasa akan ada sesuatu yang besar segera terjadi.
Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan hari pun sudah berganti membuat mata indah itu terbuka menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam kamarnya.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
__ADS_1
Clarisa memindahkan tangan kekar yang sedang memeluknya di dalam selimut tanpa sehelai benang pun. Ia menutup mata merasa kesakitan di area intinya karena sudah 2 hari setelah mereka sampai di sini suaminya itu seperti singa lapar melahapnya tak berhenti.
Hanya melepasnya saat ia makan dan mandi dan jika hari ini terulang lagi ia pastikan ia tidak akan bisa berjalan selama seminggu penuh.
Terbuat dari apa sih tenaga suami gue yang ngak pernah capek ngelakuin hal itu, batin Clarisa sambil menatap suaminya yang sedang tidur lelap.
Aarrgghh……..
Ringis Clarisa saat akan bangun dan terjatuh kembali merasa kedua kakinya gemetar tak bisa berjalan apa lagi bagian bawahnya yang terasa perih.
“Baby kamu kenapa?” tanya Mikhail dengan panik saat mendengar ringisan istrinya.
“Ini karena kamu hubby” jawab Clarisa dengan kesal.
Hehehehe…………….
Mikhail terkekeh mendengar jawaban istrinya karena memang yang dibilangnya itu benar karena apa yang istrinya rasakan saat ini itu semua karena perbuatannya yang tak pernah bosan untuk melahap istrinya.
“Jangan marah lagi baby nanti aku obati setelah mandi” ucap Mikhail sambil mengendong istrinya menuju kamar mandi.
“Beneran ya?” tanya Clarisa dengan selidik.
“Heemmm”
~ Mansion Kendrick ~
David menatap rekaman cctv di mansion daddynya lewat iPad miliknya dan mengerutkan keningnya melihat gelagat aneh mommynya saat Leon memanggil seorang pelayan untuk mengurusnya selama ia sakit.
“Sepertinya ada yang tidak beres” gumam David dengan curiga.
Otaknya berpikir kemungkinan yang bisa saja terjadi diantara mommy dan pelayan itu, apa lagi mendengar cerita uncle Xavier yang memberitahu tentang sifat aneh mommynya saat mereka datang menjenguk daddynya waktu itu.
David keluar dari kamarnya dan memperhatikan sekelilingnya dan tiba-tiba matanya menatap gelagat aneh dari pelayan tadi yang ia pikirkan saat bertemu dengan mommynya di ruang makan.
Selang 20 menit David mengerutkan keningnya melihat pelayan tadi yang mengikuti mommynya keluar dari mansion. Dengan diam-diam ia pun mengikuti keduanya yang berjalan menuju taman belakang dan agak jauh dari mansion utama.
David bersembunyi di belakang tanaman bonsai yang di tanam menghiasi taman belakang mansion agar terlihat indah saat dipandang. Ia dengan diam memasang telinganya untuk mendengar apa yang mereka bicarakan
“Nyonya” ucap Violet dengan gugup takut dimarahi.
“Sudah berapa kali saya peringati kamu? Jangan pernah mendekati keluarga saya apa lagi kedua anak saya?” bentak Mira dengan suara tinggi.
“Maa….f nyonya tapi saya tidak mendekati kedua tuan muda” ucap Violet dengan terbata-bata.
“Wajahmu itu kelihatan sekali wajah penipu dan membuat saya muak melihatnya” hardik Mira dengan emosi.
“Maaf nyonya”
“Aku tidak mau tahu pokoknya besok kamu harus angkat kaki dari mansion itu”
“Tapi nyonya” ucap Violet yang langsung dipotong oleh Mira.
“Tidak ada bantahan lagi. Aku tidak sudi punya pelayan penipu seperti kamu apa lagi wajahmu sialan itu yang seperti papa kamu!” bentak Mira dengan emosi.
“Nyonya kenal papa saya?” tanya Violet dengan kaget.
David mengerutkan keningnya mendengar pembicaraan keduanya dan setahunya pelayan itu tidak mempunyai catatan buruk karena ia sudah menyelidikinya. Otaknya berputar merangkai satu persatu hingga ucapan mommynya barusan.
Deg……………….
__ADS_1
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
To be continue……………..