Heartless 2

Heartless 2
Chapter 125


__ADS_3

🍁Sebelum menilai orang lain maka nilailah dirimu sendiri apa lebih baik dari orang itu atau kamu lebih buruk darinya🍁


.


.


.


.


Tepat tengah malam Light mengunci pintu kamarnya dengan rapat lalu memantau cctv di luar kamarnya tak ingin ada yang menguping pembicaraan yang akan ia lakukan, begitu juga dengan di kamar daddynya dan Luki.


Setelah melihat keduanya sudah nyenyak dengan cepat jari tangan Light bergerak dengan lincah diatas keyboard. Tak berselang lama sosok bertopeng badut muncul di layar laptopnya.


^^^“Master” panggil Light dengan sopan.^^^


“Ledakkan setiap titik lokasi yang aku kirimkan” ucap sosok tersebut dengan suara serak dan berat.


Light melihat titik lokasi yang dikirimkan barusan oleh orang itu ke emailnya. Ia tahu jika orang diseberang sana tidak suka berbasa-basi dan jarang sekali mereka bisa berbicara seperti saat ini.


^^^“Tokyo” ucap Light dengan bingung sambil menatap orang yang dipanggilnya master dengan penuh tanda tanya.^^^


“Lusa. Waktumu sampai lusa saja untuk meledakkan semua itu” ucap sosok tadi dengan suara tegas.


^^^“Tapi master”^^^


Light menutup matanya mengontrol emosinya karena tiba-tiba saja panggilan video mereka terputus dimatikan sepihak oleh orang dari seberang sana. Padahal ia masih ingin bertanya tentang perintah tadi dan apa tujuannya tapi panggilan mereka sudah berakhir.


“Berengsek!” umpat Light dengan kesal.


Ia kembali membaca email mengenai perintah tadi yang berisikan lima lokasi berbeda yang harus ia ledakkan bersamaan dan waktunya hanya sampai lusa. Tangannya lalu bergerak dengan lincah di atas laptop mencari tahu apa yang akan ia ledakkan lusa nanti.


Matanya terbelak melihat titik lokasi yang tak ia sangka, otaknya terus berpikir untuk apa harus meledakkan lokasi-lokasi tersebut tapi tetap saja ia tidak mengerti.


“Masa bodoh dengan tujuan semua ini, yang penting aku melakukan perintah master seperti biasa” ucap Light dengan tatapan tajam merencanakan rencana tersebut.


~ Jakarta, Indonesia ~


Pagi ini Clarisa bangun dengan tubuh yang terasa lebih segar dari kemarin meski ia masih sangat lemah. Saat akan bangun ia merasa tubuhnya seperti di timpa karung beras yang sangat berat di perutnya.


Clarisa melihat apa yang menimpanya dan itu adalah tangan kekar yang sedang memeluknya dengan erat, kepalanya berbalik ke belakang melihat tangan siapa dan ternyata itu adalah tangan kekasihnya Mikhail.


“Ternyata gue ngak bermimpi kemarin” gumam Clarisa dengan suara sangat pelan sambil mengelus rahang Mikhail dengan lembut.


Grep……………


Matanya melotot kaget tiba-tiba saja tangannya di tangkap oleh Mikhail dengan mata tertutup. Clarisa menelan salivanya dengan kasar takut sudah membuat tidur Mikhail terganggu karena tangannya barusan.


“Jangan bicara dengan bahasa yang tidak aku mengerti baby” ucap Mikhail dengan suara serak dan dingin.


“Maa….f” cicit Clarisa dengan gugup.


“Jangan minta maaf karena kamu tidak bersalah baby. Aku tidak suka minta maaf terus menerus padahal kamu tidak melakukan kesalahan” ucap Mikhail dengan suara tegas.


“Iya Khail” ucap Clarisa dengan suara pelan.


“Tidur lagi baby aku masih mengantuk” ajak Mikhail.


“Aku ke kamar mandi dulu Khail”


“Heemmm”


Cup………………..


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Mikhail mencium bibir Clarisa membuatnya kaget tak menyangka akan dicium oleh Mikhail. Setelah itu barulah Mikhail melepasnya untuk pergi ke kamar mandi.


Sampai didalam kamar mandi Clarisa memutuskan untuk mandi membuat Mikhail yang sedari tadi menunggunya membuka mata karena terlalu lama. Ia lalu bangun hanya memakai boxer saja menyusul Clarisa yang sudah hampir sejam didalam kamar mandi.


Mikhail membuka pintu kamar mandi dengan pelan membuat Clarisa yang baru saja keluar dari bath up menuju shower untuk membilas tak menyadari kehadirannya.


Grep………….


Aaarrgghhhh……………


Clarisa berteriak kaget saat pinggangnya tiba-tiba di tarik dari belakang dan langsung di peluk oleh orang dibelakangnya. Saat ia berbalik ia matanya bertatapan langsung dengan mata coklat tajam dan dingin yang juga menatapnya.


“Khail kamu mau buat aku jantungan” ucap Clarisa dengan kesal.

__ADS_1


“Hehehehe! Kamu terlalu lama di kamar mandi baby” ucap Mikhail sambil terkekeh.


“Uhm! Lepas Khail aku ingin mandi” ucap Clarisa menahan napas saat napas Mikhail terasa di lehernya.


“Kita mandi bersama baby” ucap Mikhail dengan suara serak menahan gairahnya yang bangun saat memeluk tubuh Clarisa.


S**t! Aku sudah tidak bisa menahannya lebih lama lagi, batin Mikhail dengan kesal.


“Kh………ail” ucap Clarisa dengan suara bergetar.


“Heemmmm”


“Jangan Khail” lirih Clarisa menahan tangan Mikhail yang sudah bergerilya kemana-mana.


“Aku tahu baby” ucap Mikhail meyakinkan Clarisa kalau ia tidak akan melakukannya.


Hampir 2 jam keduanya berada didalam kamar mandi dan saat keluar Clarisa menatap Mikhail dengan kesal sambil mengurut tangannya yang kesemutan karena dipaksa Mikhail tadi untuk membantunya.


Tangan gue udah ngak perawan lagi, batin Clarisa berdecak kesal dengan bibir mengerucut ke depan.


Cup…………..


Mikhail mencium bibir kekasihnya dengan cepat karena sangat mengemaskan, Clarisa sendiri melotot tajam menatapnya tapi orang yang ia tatap hanya tersenyum seperti tanpa dosa.


“1 jam lagi kamu akan melakukan terapi baby” ucap Mikhail yang sedang dibantu Clarisa untuk berpakaian.


“Apa seperti yang waktu di California Khail?” tanya Clarisa dengan cepat.


“Heemmm”


“Apa aku boleh tidak melakukan terapi Khail?” tanya Clarisa sambil menunduk.


“Kamu tahu jawabannya baby. Aku tidak ingin kekasihku menderita seumur hidupnya karena para manusia sialan itu” tegas Mikhail sambil mengangkat dagu Clarisa hingga tatapan keduanya bertemu.


Mikhail selalu terpesona saat melihat warna mata Clarisa yang berbeda entah kenapa mata itu sangat cantik dimatanya dan juga menenangkan. Clarisa yang saat ini tidak memakai lensa kontak dan tak berpenampilan cupu ternyata aslinya sangat cantik.


“Jangan pernah takut lagi dengan mereka karena mulai sekarang aku akan melindungimu baby” ucap Mikhail dengan suara lembut.


“Khail…………..hiks hiks hiks” ucap Clarisa sambil menangis haru.


“Jangan menangis baby karena aku tidak suka melihat air matamu jatuh dari mata indahmu itu baby”


Deg………………..


Jantung Mikhail berdetak dengan cepat mendengar panggilan Clarisa yang memanggilnya hubby. Seperti ada pesta kembang api yang meledak-ledak didalam hatinya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


“Kamu panggil aku apa baby?” tanya Mikhail dengan suara menggoda dan wajahnya terlihat sangat ceria.


“I…tu” ucap Clarisa dengan malu-malu.


“Said it baby” (katakan sayang) ucap Mikhail dengan menggebu-gebu.


“Hubby” panggil Clarisa dengan wajah merah padam merasa malu.


“I like it baby. From now you must call me with the name” (aku menyukainya sayang. Mulai dari sekarang kamu harus memanggil aku seperti itu) titah Mikhail dengan suara tegas.


“Iya hubby” ucap Clarisa dengan malu-malu.


Mikhail lalu mengajak Clarisa sarapan sebelum ia mulai terapinya, saat Clarisa memulai terapinya di ruangan tengah apartemen saat ini Mikhail sedang membahas rencana besar mereka yang akan mereka lakukan lusa.


“King ada sesuatu yang direncanakan oleh si loser itu lusa” ucap Damon sambil menunjukkan pesan dari X yang memantau Light.


“Apa yang ia rencanakan?” tanya Mikhail dengan suara dingin.


“X tidak bisa mencari tahu King karena mereka berbicara sepintas saja dan orang itu mengirim pesan email langsung ke Light saat mereka berbicara” ucap Damon menjelaskan.


Jari tangan Mikhail bergerak dengan cepat diatas laptop mencari tahu apa yang diterima oleh Light. 1 Jam kemudian ia tersenyum menyeringai mendapat apa yang ia cari sedari tadi.


“Jadi kamu ingin membalasku dengan cara ini ya” ucap Mikhail sambil tersenyum menyeringai seperti iblis.


“Apa orang itu sudah bergerak bos?” tanya Teivel.


“Dia masih memakai kacungnya untuk membalasku” jawab Mikhail dengan suara dingin.


“Jadi kita akan duduk saja melihat permainannya atau kita juga ikut bergabung King?” tanya Teivel dengan tak sabar.


“Menurutmu?’ tanya Mikhail sambil tersenyum penuh arti menatap Teivel.

__ADS_1


“Kita bergabung dalam permainannya King tapi kita bermainnya dari belakang layar saja King” jawab Teivel sambil tersenyum lebar.


“Boleh juga. Kamu pimpin rencana ini” ucap Mikhail dengan suara dingin.


“Baik King terima kasih”


“King lalu bagaimana dengan rencana kita juga yang bertepatan lusa?” tanya Damon dengan suara dingin.


“Tetap berjalan sesuai jadwal. Kita berdua yang akan turun tangan langsung” ucap Mikhail dengan suara tegas.


“Baik King”


“Potong sebelah tangan adik loser itu dan kirim ke mereka tepat lusa” titah Mikhail dengan suara tegas.


“Bagaimana kalau kita mengirimnya video dewasa adiknya seperti yang adiknya lakukan kepada korbannya selama ini King” usul Teivel yang membenci kelakuan Lina selama ini.


“Heeemmm” deham Mikhail sambil mengangguk kepalanya menyetujui usulan Teivel.


Teivel segera mengirim pesan ke anak buah mereka di markas Black Shadow di California dimana tempat Lina di sekap saat ini. Bibirnya tersenyum menyeringai sudah tak sabar ingin melihat reaksi Light dan tangan kanannya itu.


“Siapkan jetku. Siang nanti kita berangkat ke Rusia” titah Mikhail dengan suara dingin.


“Baik King”


~ Mansion Utama Wesly ~


“Jadi kamu terlambat son?” tanya Xavier sambil meminum teh yang dibawakan istrinya barusan.


“Heemmm” deham Xander sambil menatap daddynya dengan tajam.


“Kontrol emosimu son. Daddy yakin mereka tidak pergi jauh dari sini”


“I know daddy” (aku tahu papa)


Tak berselang lama Victor datang dengan wajah kesal langsung duduk di samping kakaknya, melihat hal tersebut Xander hanya menatapnya dengan tatapan dingin dan datar.


“Kenapa kamu son?” tanya Xavier.


“Aku bete daddy.  Sudah 3 hari hanya di mansion dan apartemen saja tidak bisa pergi bekerja” keluh Victor.


“Loh bukannya bagus kalau kamu bisa di mansion saja anggap saja sedang liburan” ejek Xander sambil tersenyum menyeringai.


“Ckk! Ini semua karena brother” ketus Victor.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Xander hanya terkekeh mendengar ucapan adiknya yang memang benar ini semua karena dia, sehingga selama 3 hari Victor belum bisa pergi bekerja dan ia yakin semua jadwal Victor pasti sudah membuat Rio kepayahan mengatur ulang.


“Apa kamu ingin berlibur son?” tanya Xavier dengan suara dingin.


“Kemana daddy?” jawab Victor dengan antusias.


“Ke pulau pribadi mommy”


“Boleh juga daddy. Aku ke sana saja tapi aku ajak Rio dan lainnya ya daddy”


“Heemmm! Tapi 1 minggu saja”


“Oke daddy”


Victor berlalu pergi karena sudah tak sabar ingin pergi liburan bersama lainnya ke pulau pribadi mommynya. Xander hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan adiknya yang seperti anak kecil saja.


“Son kamu tolong pantau aunty Mira karena daddy merasa ada yang tidak beres di mansion uncle Albert”


“Apa maksud daddy?” tanya Xander dengan selidik.


Xavier melihat putranya dengan tatapan tajam lalu menceritakan apa yang ia lihat saat terakhir kali pergi ke mansion Albert dan Mira.


“Apa daddy yakin?” tanya Xander dengan suara dingin.


“Daddy yakin ada sesuatu yang disembunyikan aunty Mira. Coba kamu beritahu David untuk memantau semua pergerakan mommynya di mansion 24 jam” papar Xavier menjelaskan.


“Baik daddy aku akan memberitahu David sebentar”


“Heemmm”


Kring……………….


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue…………………


__ADS_2