Heartless 2

Heartless 2
Chapter 186


__ADS_3

🍁Selama kita masih bisa menyemangati diri kita sendiri kenapa tidak🍁


.


.


.


.


"Berengsek!" umpat Xavier dengan suara tinggi.


"Hubby" ucap Chloe dengan mata melotot memperingati suaminya untuk tidak berbicara kasar.


Semua anak-anak kaget menatap uncle Xavier yang baru kali ini mengumpat didepan mereka. Selama ini mereka tahu kalau uncle Xavier selalu tenang menghadapi sesuatu.


Berbeda dengan anak-anaknya yang tahu betul bagaimana sifat daddy mereka. Henry berbisik bertanya kepada si kembar tapi keduanya bungkam tidak ingin memberitahu sifat daddy mereka yang sebenarnya.


"Ayolah ka" bisik Henry dengan memakai.


"Sifat daddy sebelas dua belas dengan brother bocah" bisik Victor dengan kesal.


Henry menatap Xander yang kebetulan juga menatapnya dengan wajah datar dan dingin. Ia menelan salivanya dengan susah merasakan aura mengintimidasi dari Xander.


Xander sendiri hanya tersenyum smirk tahu apa yang dipikirkan oleh Henry mengenai dirinya. Sedangkan Mikhail ia menatap mereka semua dengan malas karena saat ini pikirannya hanya tertuju kepada sang istri.


Baby aku sangat merindukanmu, batin Mikhail dengan sendu.


Grep...................


Valeria memeluk putranya karena tahu ada sesuatu yang terjadi dengan sana anak. Meski ia tidak tahu apa itu tapi ia yakin jika hal itu sangat berarti buat sang anak.


"Honey" ucap Thomas dengan bibir mengerucut.


"Kembali ke suami mommy sebelum daddy melampiaskan cemburunya ke gelas didepannya" ucap Mikhail sambil tersenyum menyeringai.


"Ckk!!" decak Thomas dengan kesal karena apa yang dikatakan putranya memang benar.


Valeria hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya yang sangat posesif dengan dirinya. Bahkan putra mereka saja tidak boleh memeluknya.


"Jadi siapa itu Erich daddy?" tanya Xander dengan suara dingin dan tegas.


"Erich Jems Turner" jawab Xavier dengan suara tegas.


"Dia dulu adalah musuh daddy saat daddy mulai masuk ke dunia bawah. Waktu itu daddy pikir sudah melenyapkannya tapi ternyata tidak dan daddy tidak menyangka dia akan kembali lagi setelah puluhan tahun" tambahnya lagi.


"Apa daddy yakin sudah membunuhnya saat itu?" tanya Vincent dengan penasaran.


"Daddy yakin sekali. Karena saat itu daddy menembaknya 3 kali di jantung" jawab Xavier.


"Tapi kenapa dia masih hidup sampai sekarang?" tanya Vincent dan Leon dengan serentak.


"Mungkin itu kembarannya" timpal Henry.


Bugh...............


"Ka Victor" pekik Henry dengan suara tinggi saat Victor memukul kepalanya.


"Biar kamu tambah pintar bocah" balas Victor dengan sinis.


"Cih!" decih Henry dengan kesal.


Rey yang melihat hal itu terkekeh membuat Henry menatapnya dengan mata melotot tajam.


"Orang yang terima tembakan di jantung sebanyak 3 kali otomatis akan mati dan tidak bisa diselamatkan lagi" ucap Lili dengan cepat.


"Benar yang dibilang putriku" tambah Kevin.


"Tapi nyatanya dia masih hidup sampai sekarang uncle" ucap Vincent dengan bingung.


"Karena jantungnya berada di posisi kanan" ucap Maxim yang sedari tadi diam.


"Apa" pekik Victor, Vincent, Lili, dan Leon dengan kaget.


"Apa maksudmu pangeran Maxim?" tanya Albert dengan suara dingin.


"Erich Jems Turner memiliki kelainan sejak lahir karena posisi jantungnya berada di bagian kanan" jawab Maxim sambil menunjuk ke catatan kesehatan Eric yang ditampilkan Damon.


"Pantas saja dia masih hidup karena aku menembak ditempat yang salah" sarkas Xavier dengan kesal.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Semuanya diam membenarkan ucapan uncle Xavier barusan. Tak lama David menatap Mikhail dan Maxim bergantian merasa aneh.


"Jangan bilang kalian sudah mengetahui hal ini sejak lama" tebak David.


"Kalau aku baru 1 bulan yang lalu saat Marcel menemui aku di istana" jawab Maxim.


Sedangkan Mikhail ia hanya menatap David dengan tatapan dingin tak berniat menjawabnya.

__ADS_1


"Jadi dimana dia sekarang?" tanya Xander dengan suara dignin.


"Kamu tidak akan tahu lokasinya" jawab Mikhail dengan sinis.


"Son beritahu saja. Karena kita harus bersatu untuk melawan dia" bujuk Thomas.


"Untuk apa! Lagian aku sendiri yang akan menghancurkannya dia" balas Mikhail dengan santai.


"Mikhail Zeno Parker!" bentak Thomas dengan suara tinggi merasa kesal dengan sikap putranya.


Dor..................aaarrggh............


"DAMON" hardik Valeria dengan suara tinggi.


Bagaimana tidak Damon menembak Thomas di samping kepalanya mengagetkan semua disana. Mereka tidak menyangka jika Damon akan berbuat seperti itu.


"Siapapun yang membentak King harus diberi pelajaran" ucap Damon dengan suara dingin.


"Raja setan sialan!" bentak Thomas dengan tatapan berkilat tajam menatap putranya.


"Tembakan selanjutnya akan berada di kepada daddy. Jika daddy ingin mencobanya silahkan saja" balas Mikhail sambil tersenyum menyeringai.


"Son suruh Damon turunkan pistolnya" titah Valeria dengan suara tegas.


"Heemmm"


Damon menyimpan kembali pistolnya dan berdiri dengan wajah datar dan dingin menatap mereka semua, seakan tidak ada yang terjadi.


"Bisa kita kembali ke topik Erich sialan itu?" tanya Xander dengan suara dingin.


Semuanya diam tidak berkata-apa, sedangkan Xander menatap Mikhail dengan tatapan dingin seakan berbicara lewat tatapannya untuk memberitahu lebih lagi tentang Erich.


"Erich Jems Turner seorang pemimpin dan Lord dari perkumpulan penganut aliran sesat yang bernama Lucifer. Dia membangun kastil dan markasnya di pulau antah berapa yang tidak terdeteksi satelit dan tidak tercatat di dalam peta. Saat ini jumlah pasukan Erich mencapai 15.000 di pulau itu dan juga pengikutnya banyak tersebar di seluruh dunia" papar Damon menjelaskan.


Damon memperlihatkan struktur pulau tempat Erich berada tak lupa semua pasukannya. Begitu juga dengan kekuatan yang dimiliki oleh Erich bukan kekuatan sembarangan.


"Apa ada orang kamu disana?" tanya Xander sambil menatap Mikhail.


"Marcel sedang menyamar disana dan saat ini ia sudah diangkat menjadi ahli racun Erich Jems Turner" jawab Damon mewakili Mikhail.


"Apa kasus penyebaran racun 3 minggu yang lalu di Venezuela berhubungan dengan dia?" tanya Valeria dengan suara dingin.


"Bener nyonya. Erich melepaskan racun yang dibuat Marcel hanya untuk mencoba racun itu bekerja atau tidak" jawab Damon.


"Berengsek! Aku tidak menyangka orang itu ternyata tidak memiliki hati nurani sedikit pun" sarkas David dengan emosi.


"Jadi apa rencanamu King?" tanya Xander.


"Besok malam aku dan pasukan aku akan menyerang mereka" jawab Mikhail dengan suara dingin.


"Aku ikut denganmu" ucap Xander dengan suara tegas.


"Son" pekik Chloe dengan kaget.


"Jangan melarang aku mommy. Aku tidak bisa tidak diam melihat orang itu menyakiti keluarga kita dan aku harus melihatnya mati dengan kepala aku sendiri baru aku tenang" balas Xander dengan suara tegas tak mau dibantah.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Chloe ingin protes tapi genggaman tangan suaminya membuat dia menatap kearah sang suami. Xavier menggelengkan kepalanya untuk tidak menahan putra mereka karena itu percuma.


"Aku juga akan ikut" balas David dengan suara dingin.


"Son apa kamu yakin?" tanya Albert dengan cepat.


"Yakin daddy. Lagian aku tidak mungkin membiarkan bos bersenang-senang sendiri" jawab David sambil tersenyum lebar.


Bugh..............


Lili memukul tangan David dan menatapnya dengan tajam tidak menyukai ucapannya barusan. Ia pikir ini lomba apa makanya harus bersenang-senang.


"Uncle Thomas tolong jaga princess ya karena aku juga akan ikut King" ucap Maxim.


"Kamu yakin ingin ikut?" tanya Thomas dengan selidik.


"Yakin uncle karena aku bukan hanya pengecut yang tidak bisa menembak musuh" jawab Maxim sambil melirik ke arah Victor.


"Pangeran sialan!" hardik Victor yang tahu jika ucapannya barusan ditujukan kepadanya.


"Ah! Tolong uncle jaga princess agar tidak berdekatan dengan sialan itu ya uncle" ucapnya lagi sambil menunjuk Victor.


"Ckk!! Kamu pikir aku ini virus berbahaya apa" decak Victor dengan kesal.


"Kamu itu memang virus yang sangat berbahaya" balas Maxim sambil tersenyum sinis.


"Fu*k you *******!" maki Victor dengan kesal.


"Victor Rolando Wesly" hardik Chloe dengan tatapan tajam.


Victor menunduk tak berani menatap sang mommy yang terlihat seperti ingin menerkamnya. Mikhail lalu menyuruh Damon untuk menyuntik ketiganya yang akan ikut dengan penawar racun milik Marcel.

__ADS_1


"Oh satu lagi. Erich selama ini ingin membunuh kita semua karena dendamnya saat mommy membunuh adik sepupunya yaitu Kaili dari mafia Zombie" ucap Mikhail sambil berlalu pergi dikawal Teivel.


Deg...............


Jantung Valeria, Xavier, Thomas, dan Albert berdetak dengan cepat mengingat nama yang sudah lama sekali mereka tidak dengar.


"Berengsek!" maki Thomas dengan suara tinggi.


Thomas berlalu pergi mengikuti putranya karena ada sesuatu yang ingin ia bicarakan. Sedangkan Valeria dan lainnya masih duduk syok tak menyangka ini adalah alasan Erich menyerang mereka beberapa bulan terakhir.


~ Pulau Antah Berantah ~


Saat ini Kein sedang bersama dokter Rahel mengobati luka Erich yang semakin hari semakin banyak dan bernanah.


Keduanya sebenarnya ingin muntah mencium bau busuk dari lukanya, tapi mereka tahan karena tidak ingin mendapat hukuman dari Erich.


"Berengsek! Dimana Marcus?" tanya Erich dengan suara tinggi.


"Sedang selama perjalanan kesini Lord" jawab Kein dengan cepat.


"Suruh dia segera kesini jika tidak aku akan membunuhnya!" bentak Erich dengan emosi.


Ceklek.............


Sebelum Kein menjawab ucapan Lordnya bersamaan dengan pintu kamar Erich yang terbuka. Tenyata itu adalah Marcel yang datang sambil membawa jarum dan kotak berukuran sedang.


"Beraninya kamu terlambat" bisik Kein dengan tatapan tajam.


"Aku masih mencari masker tadi. Tidak mungkin aku bertahan di samping Lord tanpa masker mulut" balas Marcel dengan santai.


"Kamu" tunjuk Kein dengan kesal.


"APA YANG KAMU LAKUKAN DISANA MARCUS! APA KAMU TIDAK LIHAT AKU SUDAH SANGAT KESAKITAN SIALAN!" teriak Erich dengan suara menggelegar.


"Maafkan aku Lord" ucap Marcel dengan santai.


Dokter Rahel lalu menyingkir memberi tempat kepada Marcel untuk menyuntik obat yang ia buat untuk Erich. Saat melihat tubuh Erich yang penuh dengan luka bernanah membuat Marcel bahagia dalam hati.


Aku sudah tidak sabar ingin melihat dia meledak karena virus buatanku, batin Marcel tak sabar.


Marcel lalu menyuntik obat buatannya ke tubuh Erich dan perlahan-lahan Erich tidak merasakan panas dan sakit lagi.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Bahkan dalam hitungan menit saja luka-luka Erich ditubuhnya mulai kering dan tidak mengeluarkan nanah lagi.


Melihat hal itu Erich senang bukan main karena tidak merasakan sakit lagi. Dokter Rahel dan Kein pun tercengang tak menyangka jika Marcel akan sehebat itu.


"Aku seperti melihat sulap saja" ucap dokter Rahel dengan decak kagum.


"Ya aku juga" balas Kein setuju.


"Kamu memang hebat Marcus" puji Erich dengan senyum lebar.


"Terima kasih Lord. Tapi Lord obat ini Lord harus mengkonsumsinya setiap 2 jam sekali jika tidak tubuh Lord akan kembali bernanah" ucap Marcel menjelaskan.


"Apa! Jadi obat itu tidak bertahan lama sialan!" bentak Erich dengan suara tinggi.


"Iya Lord. Sebenarnya obat ini akan bekerja lama tapi kita membutuhkan cairan minyak dari ikan paus yang sudah berumur 200 tahun Lord" balas Marcel dengan santai tak takut sama sekali.


"Apa kamu yakin obat itu akan manjur?" tanya Erich dengan selidik.


"Benar Lord. Bahkan sebelum ini aku sudah mencoba obat ini ke perempuan itu dan hasilnya sangat menjanjikan bos. Jaringan saraf wanita itu malah membuat tubuhnya semakin sehat dan awet muda" jawab Marcel menjelaskan.


"Kalau begitu cepat lakukan seperti yang kamu bilang" pekik Erich dengan senang sudah tidak sabar.


"Tapi masalahnya kita harus mencari dimana keberadaan ikan paus itu Lord?" tanya Marcel.


"Kamu tidak perlu pusing tentang itu karena aku akan menyuruh anak buahku yang paling hebat mencarinya" jawab Erich dengan cepat.


"Baik Lord. Kalau begitu saya akan menunggu mereka sambil membuatkan obat ini untuk Lord konsumsi terus" balas Marcel sambil tersenyum lebar.


"Kein kamu dengar kan apa yang dikatakan Marcel barusan" ucap Erich dengan suara dignin.


"Dengar Lord" jawab Kein dengan suara dingin.


"Segera lakukan semua yang Marcel katakan dan jangan lupa siapkan gadis perawan untukku nanti malam"


"Baik Lord"


Ketiganya lalu segera keluar dari dalam kamar Erich meninggalkan Erich yang tersenyum lebar melihat tubuhnya yang tak ada luka lagi di dalam cermin.


"Akhirnya aku sembuh juga! Hahahaha" ucap Erich sambil tertawa kencang.


Sedangkan di luar kastil tepatnya di markas anak buah Erich, saat ini mereka sedang mengeluh gatal dan panas ditubuh mereka semua.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue................

__ADS_1


__ADS_2