
πJadi perempuan itu harus balance. Ada saatnya kita berjiwa laki-laki dan ada saatnya kita berjiwa anggunπ
.
.
.
.
Henry, Leon, Victor, Ray, dan Rio berdecak kagum melihat wajah perempuan yang sangat cantik di layar TV.
"Apa King sudah menikah" pekik Henry dengan suara melengking.
"Gila cantik banget istri King" ucap Leon dengan decak.
"Matanya sangat indah ya" ucap Ray.
"Baru kali ini aku melihat ada perempuan secantik itu. Apa lagi matanya yang sangat unik membuat dia seperti seorang Dewi" ucap Rio dengan mulut terbuka.
"Kecantikan yang sangat sempurna" pekik Victor dengan decak kagum.
Kelimanya berdiri di depan TV dengan mulut terbuka menonton berita tentang istri dari King yang sedang trending saat ini. Xander yang melihat kelimanya menutupi TV segera berdeham membuat kelimanya kaget.
Mereka menatap Xander sambil memamerkan giginya dan menyingkir dari depan TV. Saat melihat wajah Clarisa, Xander dan David di buat bingung karena tidak mengenali Clarisa.
Belum lagi setahu mereka mata Clarisa itu berbeda dengan wanita yang di sedang diberitakan saat ini kalau dia adalah istri dari Mikhail.
"Apa mereka orang yang sama?" tanya Xander membuat semua mata langsung menatap ke arahnya.
"Maksud kamu apa son?" tanya Xavier dengan cepat.
"Bukannya wanita yang di markas Shadow Island waktu itu berpenampilan cupu dan memiliki warna mata hitam khas orang Asia ya" ucap uncle Thomas mengingat penampilan Clarisa sewaktu di Shadow Island.
"Benar yang dibilang uncle Thomas. Aku masih ingat kalau perempuan di markas waktu itu bermata hitam" tambah Vincent.
"Saat kita menolongnya di pulau waktu itu matanya berwarna hitam bos" ucap David mengingat kejadian saat menyerang Erich.
"Kalau dia berpenampilan cupu itu kan bisa di rubah" ucap Chloe.
"Lalu bagaimana dengan warna matanya mommy?" tanya Natasha.
"Mungkin saat ini dia pakai lensa ka" jawab Henry.
"Yang di bilang Henry ada benarnya juga. Mungkin saat acara pernikahan dia memakai lensa kontak aunty" ucap Lili.
"Bisa jadi sih" ucap Chloe setuju dengan ucapan adik kakak Walts.
Berbeda dengan Xander dan David yang tidak setuju dengan ucapan mommy dan istri mereka. Valeria yang sedari tadi diam hanya menatap putranya yang sedang tersenyum penuh cinta menatap istrinya.
Son, batin Valeria sambil meneteskan air mata.
Thomas memeluk istrinya dengan erat sambil mengelus punggungnya dengan lembut. Natasha yang melihat mommynya menangis juga ikut menangis dalam pelukan suaminya.
"Sudah jangan menangis lagi honey. Aku sedih melihat kamu menangis" ucap Vincent dengan sendu.
"Ka Mikhail honey...........hiks hiks hiks" ucap Natasha sambil menangis histeris.
Vincent tidak tahu harus menjawab apa karena memang masalah istri dan kakak iparnya bukan masalah sepele. Ia akui kalau istrinya memang bersalah, tapi ia tahu kalau istrinya sangat menyesal dan merasa bersalah selama ini.
"David lacak keberadaan Mikhail" titah Xander.
"Jangan Xander" ucap Thomas dengan cepat.
"Kenapa uncle? Apa uncle akan diam saja melihat aunty dan Natasha menangis merindukan raja setan sialan itu" balas Xander dengan suara dingin.
"Itu percuma saja Xander. Kamu tidak lupa kan kalau siapa putra uncle dan apa keahliannya" ucap Thomas dengan tatapan tajam dan tegas.
...π π π π π...
Xander diam memikirkan ucapan uncle Thomas yang ada benarnya juga. Percuma saja mereka mencari keberadaan Mikhail, karena itu semua percuma apa lagi Mikhail adalah seorang hacker nomor satu di dunia.
"Apa aku tetap menyuruh anak buah kita melacak keberadaan King bos?" tanya David.
"Tidak perlu" jawab Xander dengan suara dingin.
"Istri ka Mikhail cantik ya ka" ucap Katy kepada Devina.
"Dia sangat cantik. Dia terlihat seperti bukan manusia tapi seorang dewi kayangan" balas Devina dengan decak kagum.
"Aku yang seorang perempuan saja merasa insecure dengan kecantikan istri ka Mikhail" ucap Katy sambil menatap dirinya lewat cermin lemari kaca di sampingnya.
"Jangan merasa insecure baby. Kamu itu cantik dengan wajahmu sendiri jadi jangan membandingkan orang lain dengan dirimu baby" ucap Victor memeluk calon istrinya.
"Iya ka" ucap Katy sambil tersenyum lebar.
Cup................
Victor mengecup bibir Katy membuat Katy menjadi sangat malu karena mereka berada di tengah-tengah kelurga besar mereka saat ini.
Sedangkan Devina ia menghampiri suaminya dan memeluknya tak mau jadi nyamuk diantara Victor dan Katy.
"Kita pulang saja ya sayang" bisik Xander.
__ADS_1
"Jangan aneh-aneh ya sayang. Kita lagi kumpul sama keluarga besar kita sayang" ucap Devina dengan mata melotot.
"Tapi aku merindukan kamu sayang dan ingin memakanmu" keluh Xander dengan kesal.
"Bentar ya sayang. Aku janji bakal kasih dobel nanti kalau sudah di mansion" bisik Devina dengan malu-malu.
"Baiklah istriku" ucap Xander sambil tersenyum lebar.
Ia sudah tidak sabar ingin pulang ke mansion dan menagih janji istrinya. Devina yang melihat suaminya sudah tidak kesal lagi hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Istri Mikhail adalah perempuan yang sama waktu di Shadow Island" ucap Valeria dengan suara dingin menatap berita gosip tentang putranya.
"Apa aunty yakin?" tanya Xander.
"Sangat yakin" jawab Valeria dengan suara tegas.
"Lalu bagaimana dengan warna matanya aunty?" tanya David.
"Matanya saat ini adalah mata asli dan waktu itu dia memaki lensa kontak waktu di Shadow Island" jawab Valeria dengan suara tegas.
"Wah berarti dia memiliki mata yang sangat unik" ucap Henry dengan decak kagum.
"Ya kamu benar bocah" tambah Leon sambil mengangguk kepalanya melihat foto Clarisa yang terpampang sangat jelas didalam TV.
"Clarisa Eleanor Parker" gumam Rio membaca nama lengkap Clarisa.
~ Jakarta, Indonesia ~
Prang................
Zelena menjatuhkan gelas yang dipegangnya saat menonton berita terbaru mengenai kakak sepupunya Mikhail.
"Clarisa" pekik Zelena dengan syok melihat wajah yang sangat cantik di gosip itu.
Meski mata Clarisa berbeda dengan warna mata Clarisa yang bisa berwarna coklat, tapi ia tahu kalau perempuan yang menjadi gosip saat ini adalah sahabatnya Clarisa Eleanor.
"Gue yakin itu Clarisa Eleanor sahabat gue" ucap Zelena dengan yakin.
"Tapi nama belakang Risa apa ya? Bikar atau Tikar ya" gumam Zelena mengingat nama belakang Clarisa saat mengantar Clarisa ke kantor kakaknya.
Lama ia berpikir tapi tak menemukan jawabannya. Tak lama bibirnya tersenyum mengingat suaminya pasti mengetahui nama belakang Clarisa.
Dengan cepat Zelena menelpon Ares ingin bertanya siapa nama ayah Clarisa. Pada dering keempat barulah Ares menjawab panggilannya.
"Mi amor" ucap Ares dari seberang dengan suara lembut.
^^^"Querido aku mau nanya dong" ucap Zelena to the point.^^^
"Nanya apa Mia mor?" tanya Ares.
"Kamu nelpon hanya mau nanya itu mi amor?" tanya Ares dengan suara berat dari seberang.
^^^"Heemmm" deham Selan sambil mengangguk kepalanya meski Ares tidak melihatmu.^^^
...π π π π π...
Phew....................
Zelena mengerutkan keningnya mendengar helaan napas sang suami dari seberang.
Suami gue kenapa sih, batin Zelena dengan penasaran.
^^^"Kamu kenapa querido?" tanya Zelena.^^^
"Hah! Lain kali jangan menelpon aku jika kamu hanya bertanya pertanyaan yang tidak penting seperti itu mi amor" ucap Ares dengan suara dingin dan berat dari seberang.
^^^"Loh memang ngak boleh kalau aku bertanya querido? Aku itu lupa sama nama belakang Risa makanya aku nelpon kamu tapi kamunya malah marah" hardik Zelena dengan kesal.^^^
"Bukan marah mi amor. Aku hanya kesal saja karena kamu nelpon dan ingin bertanya hal yang ngak penting" ucap Ares gelapan mendengar sang istri berbicara dengan kesal.
^^^"Kalau gitu mulai sekarang aku ngak akan nelpon kamu lagi" ketus Zelena.^^^
"Mi amor jangan bicara seperti itu ya" ucap Ares dengan panik.
^^^"Ckk!! Kamu menyebalkan! Aku kesal ngomong sama kamu" hardik Zelana dengan suara tinggi.^^^
Ia langsung mematikan panggilannya dengan sepihak tak perduli jika suaminya marah. Hormonnya yang berubah-ubah selama masa kehamilan membuat Zelena selalu sensitif dan marah jika tidak sesuai keinginannya.
"Dia pikir gue ngak bisa apa cari tahu nama papa Risa apa" ucap Zelena dengan kesal.
Kring..............
Zelena menatap hpnya yang berbunyi tertera nama Querido Suamikuβ€οΈ dengan sinis. Karena masih kesal ia menolak panggilan masuk dari suaminya dan mematikan hpnya.
"Pak Tio suruh Andre siapkan mobil" titah Zelena.
"Memangnya nyonya mau kemana?" tanya pak Tio.
"Mau nyari suami baru" jawab Zelena dengan ketus.
"APA" pekik Sean dengan suara tinggi dari pintu masuk.
Zelana menatap papa mertuanya dan kembali kesal melihat wajah papa Sean yang sama persis seperti suaminya. Hal itu semakin membuat dia kembali marah-marah dan melampiaskan emosinya ke papa mertuanya.
__ADS_1
Sean syok saat menantunya malah marah-marah meluapkan kekesalannya kepada dia hanya karena wajahnya sama seperti Ares. Meski ia sangat emosi karena di bentak tapi Sean malah menahannya karena ia tahu ini semua pembawaan cucunya.
Sabar Sean! Ingat menantumu ini sedang hamil muda dan semua ini karena ulah anak bodoh itu, batin Sean sambil mengelus dadanya.
Puas marah-marah Zelena segera pergi dari sana meninggalkan papa mertuanya yang terlihat sangat syok di ruang keluarga. Tujuannya saat ini hanya ingin ke perusahaan kakak Clarisa untuk menanyakan nama belakang Risa.
Mungkin karena emosi jadi Zelena melupakan kalau ia bisa mencari tahu semua itu lewat hp saja.
~ RH Company ~
"Berengsek" umpat Ares dengan suara tinggi.
Ia terus mengumpat dan memaki karena nomor istrinya tidak aktif lagi. Apa lagi saat melihat video yang di kirim pak Tio dari mansion.
Karena sang istri yang sedang merajuk, membuat Ares sampai lupa jika saat ini ia sedang melakukan meeting bulanan dengan seluruh direktur dari kantor cabang RH company.
"Tuan" panggil Gery dengan suara pelan.
"Kenapa sialan! Apa loe ngak lihat gue lagi sibuk berengsek!" bentak Ares dengan emosi.
"Kita sedang dalam ruang meeting tuan" ucap Gery memberitahu tak perduli jika Ares akan marah.
...π π π π π...
Ares melotot menatap Gery menyalahkannya tidak memberitahu dia sejak tadi. Karena kesal ia sampai lupa kalau mereka sedang meeting.
Eerhheemm.........
Ia berdeham menetralkan rasa malunya karena diliat oleh semua peserta meeting. Sedangkan semua peserta meeting tak berani mengeluarkan satu suara pun melihat sifat direktur utama mereka.
"Bawakan semua laporan bulan lalu ke ruanganku 1 jam lagi" titah Ares dengan suara dingin dan tegas.
"Baik direktur" jawab semuanya dengan serentak.
Ares bergegas pergi dari ruang meeting diikuti Gery dari belakangnya. Setelah Ares dan Gery keluar, semua didalam ruang meeting menarik napas dengan lega karena meeting kali ini berjalan dengan lancar dan sudah selesai.
"Siapkan mobil kita pulang ke mansion" titah Ares.
"Tapi nanti jam makan siang kita ada meeting dengan direktur Bagas Kusumo tuan" ucap Gery memberitahu.
"Batalkan" ucap Ares dengan santai.
"Baik tuan" balas Gery tak membantah.
Keduanya bergegas pergi dari sana untuk pulang meski Gery dalam hati sedang mengumpat kesal karena harus mengatur ulang semua jadwal Ares.
~ Kastil King Mikhail ~
Mikhail mengelus perut buncit sang istri dengan lembut membuat Clarisa merasa terusik dalam tidurnya.
"Hubby! Isshh" ketus Clarisa dengan kesal.
Hehehe............
Mikhail terkekeh melihat wajah kesal sang istri yang sangat mengemaskan. Ia lalu mencium seluruh wajah istrinya dan bibir Clarisa berulang kali.
Sedangkan Clarisa ia biarkan saja karena ia masih sangat mengantuk. Semalam setelah pulang dari acara pesta pernikahan mereka, ia di gempur habis-habisan oleh suaminya membuat ia sangat kelelahan.
"Tidurlah baby" ucap Mikahil dengan suara lembut.
Cup............tuk............
Mikhail tersenyum lebar saat merasakan tendangan di perut istrinya saat ia menciumnya barusan.
"Baik-baim di perut mommy yang nak. Jangan buat mommy terlalu letih dan capek" ucap Mikahil sambil mengusap perut sang istri dengan lembut.
Tuk................
Setelah mendapat respon berupa tendangan dari calon anaknya, Mikhail bergegas turun dari ranjang hanya memakai boxer menuju kamar mandi.
Setelah membersihkan diri ia bergegas keluar dan sarapan. Hari ini ia tidak akan ke perusahaan dan akan bekerja dari kastil, apa lagi ia ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan sang istri.
"Kirim semua laporan markas ke email aku" ucap Mikahil dengan suara dingin dan tegas.
"Baik King" ucap Damon.
"King tuan besar menelpon sedari tadi" ucap Teivel memberitahu sambil menunjukkan hpnya.
"Tolak semua panggilan dari daddy dan mommy. Kirim pesan ke daddy untuk berhenti mencari aku" titah Mikhail dengan tatapan Tajam.
"Baik King"
"King Marcel mengirim pesan kalau ia sudah membereskan perempuan tua itu di Jepang" laptop Damon.
"Beritahu Marcel untuk kembali dan stand by di sini sampai istriku melahirkan"
"Baik King"
"King nyonya besar barusan masuk rumah sakit" lapor Damon saat melihat tanda peringatan di iPadnya barusan.
Deg.................
...π π π π π...
__ADS_1
To be continue..............