
🍁Salah satu cara pendewasaan diri adalah melalui ujian-ujian yang terjadi dalam kehidupanmu🍁
.
.
.
.
Hari itu Mikhail sangat sibuk di perusahaan karena sudah lama ia tidak datang ke perusahaan dan ada banyak sekali laporan yang membutuhkan tanda tangannya yang tertumpuk di atas meja kerjanya.
Tepat pukul 01:00 dini hari barulah Mikhail menyelesaikan semua laporan diatas mejanya. Damon yang baru selesai memasang chip buatannya di tubuh Marcel, baru saja kembali menemui Mikhail di perusahaan.
“Apa chip untuk istriku sudah selesai?” tanya Mikhail dengan suara dingin.
“Sudah King” jawab Damon.
“Berikan kepadaku setelah kita sampai kastil” titah Mikhail dengan tatapan tajam.
“Baik King”
Damon dan Mikhail segera pergi keluar dari ruangannya untuk kembali ke kastil. Padahal biasanya jika sudah sampai larut ia akan menginap di ruang pribadinya di sana tapi tidak lagi setelah ia menikah.
~ Kastil King Mikhail ~
Sampainya di kastil pak Garet dan beberapa pelayan sudah menunggu kedatangan Mikhail didepan pintu masuk untuk menyambutnya.
“Selamat datang King” ucap semuanya dengan serentak.
“Jam berapa istriku tidur?” tanya Mikhail dengan suara dingin.
“Nyonya masuk ke dalam kamar jam 9 lewat 20 setelah menonton di ruang bioskop King” jawab pak Garet dengan sopan.
“Makan malam?” tanya Mikhail dengan singkat.
“Nyonya menghabiskan makan malamnya King” jawab pak Garet yang tahu maksud Mikhail.
“Pergi” usir Mikhail saat hendak masuk ke dalam lift.
“Selamat beristirahat King” ucap pak Garet sambil menunduk memberi hormat.
Sampainya di lantai 5 khusus untuknya, Mikhail segera masuk ke dalam kamar miliknya dan Clarisa. Sedangkan Damon ia sudah turun di lantai 4 menuju kamarnya mengambil chip buatannya khusus untuk Clarisa.
Cup…………….
Mikhail mencium kening dan bibir Clarisa yang sudah tertidur pulas di atas ranjang king size mereka tak menyadari kepulangan suaminya.
Tok…..……….tok……..……..tok……………
Mikhail berjalan menuju ke pintu saat mendengar ketukan dari luar dan saat dibuka ternyata yang datang adalah Damon sambil membawa seperti alat suntikan kecil berisi cairan berwarna biru.
“King” ucap Damon sambil menyodorkan barang yang dipegangnya.
“Apa DNA aku sudah masuk?” tanya Mikhail dengan suara dingin.
“Sudah King” jawab Damon dengan suara dingin.
Mikhail lalu menutup kembali pintu tak membalas ucapan Damon karena ia harus bergegas menyuntik chip itu ke dalam tubuh istrinya sebelum Clarisa bangun. Sebelum itu ia memilih masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.
Selesai membersihkan tubuh, Mikhail perlahan-lahan naik ke ranjang lalu mengambil tangan Clarisa dengan pelan dan menyuntik chip tersebut ke dalam tubuh Clarisa.
Eeuugghhh…………….
Lenguh Clarisa saat merasa tangannya terasa sakit seperti digigit semut, melihat hal itu Mikhail dengan cepat memeluk istrinya sambil mengelus bekas suntikan di lengan Clarisa dengan sangat lembut.
“Hubby” ucap Clarisa yang merasa terusik.
“Ayo tidur lagi baby ini masih malam” bisik Mikhail dengan suara lembut.
“Kenapa kamu pulang sangat larut hubby?” tanya Clarisa sambil mengerjap matanya.
“Aku harus menyelesaikan pekerjaanku baby. Ayok kita tidur baby” ajak Mikhail.
“Heemmmm”
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Mikhail mencium bibir istrinya dengan sangat lembut dan memburu karena tidak bisa menahan gairahnya saat bersama istrinya. Malam itu Clarisa dibuat kelelahan lagi hingga fajar menyingsing barulah mereka kembali tidur.
~ RH Hospital ~
Xander dan keluarganya tiba di Jakarta tepat pukul 05:00 dini hari dan mereka semua bergegas pergi ke rumah sakit ingin melihat keadaan Zelena.
“Selamat datang tuan besar Wesly dan keluarga” ucap Gery yang menyambut kedatangan keluarga besar Wesly didepan rumah sakit.
“Dimana putriku?” tanya Xavier dengan suara dingin.
__ADS_1
“Mari ikut saya tuan besar Wesly” jawab Gery dengan sopan.
Mereka semua bergegas mengikuti Gery menuju ke kamar rawat Zelena dan saat sampai di lantai 6 Gery lalu menunjukan ruangan tempat Zelena dirawat dimana itu adalah ruangan khusus untuk Ares.
Ceklek………………
Sean, Demian, dan kedua orang tua Sean yang dari semalam berada disana menemani Zelena, segera mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu saat mendengar suara pintu dibuka.
“Putriku…………..hiks hiks hiks hiks” tangis Chloe pecah didalam sana saat melihat Zelena yang terbaring lemah di atas brankas.
Semuanya menangis melihat keadaan Zelena yang dibalut perban di kepalanya dan kaki kirinya yang juga di gips.
“Princess………….hiks hiks hiks……………..kenapa kamu bisa seperti ini princess…………..hiks hiks hiks” ucap Victor sambil menangis menghampiri adiknya.
Maya kaget bukan main melihat siapa mommy Zelena ternyata adalah mantan putranya dulu dan ia tahu jika putranya masih mencintai Chloe hingga saat ini. Sedangkan Sean dan Riko yang sudah tahu mengenai siapa orang tua Zelena hanya diam saja.
Mata Sean sedari tadi melirik Chloe dan hal itu membuat Xavier menatapnya dengan tajam tak suka istrinya dilirik oleh laki-laki lain.
Sean yang melihat tatapan tajam Xavier memilih untuk mengalihkan pandangannya karena tidak ingin membuat keributan disana.
Aku tidak menyangka kalau orang tua Zelena adalah orang terkaya nomor 1 didunia, batin Demian dengan kaget.
“Dimana Ares?” tanya Xander dengan tatapan tajam dan membunuh.
“Tuan dari semalam berada di markas tuan muda pertama” jawab Gery.
“Ckk!! Jadi ini yang ia katakan akan menjaga adikku” dengus Victor dengan kesal.
“David beritahu dokter yang menangani princess kalau kita akan membawa princess ke California sekarang” titah Xander dengan suara dingin.
“Baik tuan” ucap David dengan suara tegas.
“Mohon maaf tuan muda pertama Wesly. Apa sebaiknya Zelena di rawat saja disini karena rumah sakit kami tak kalah bagus dengan Wesly Hospital” potong Sean dengan suara tegas.
“Ckk!! Ini bukan masalah peralatan rumah sakit tuan Sean Rahardian tapi ini menyangkut penjagan princess kami yang tidak bisa anak anda berikan” hardik Xander dengan suara tinggi.
“Son” ucap Xavier memperingati anaknya untuk tenang.
Chloe sendiri tidak perduli dengan perdebatan mereka dan duduk di samping brankar putrinya sambil menggenggam tangan Zelena dengan erat. Air matanya terus mengalir tak kuasa melihat putrinya yang terbaring lemah seperti ini.
“Keselamatan Zelena menjadi nomor satu bagi keluarga kami tuan muda pertama karena Zelena sudah kami anggap bagian dari keluarga kami” ucap Sean dengan suara tegas.
“Really? Lalu ini jawabannya dari ucapan anda yang menjaga keselamatan adikku. Putri anda sendiri ingin membunuh adikku apa aku harus mempercayakan adikku ke kalian?” tanya Xander dengan suara menggelegar.
Brak…………….
“LANGKAHI DULU MAYATKU JIKA KALIAN INGIN MEMBAWA ZELENA KELUAR DARI RUANGAN INI” ucap Ares dengan suara lantang sambil membuka pintu dengan kuat mengagetkan semua yang berada didalam sana.
“Ares” pekik Maya, Riko, dan Sean dengan kaget melihat penampilan Ares yang penuh dengan lumuran darah.
“Hehehehe! Apa kamu sudah selesai bermain dengan adikmu itu?” tanya Xander sambil terkekeh.
“Seperti yang kamu pikirkan” jawab Ares sambil tersenyum menyeringai.
Keduanya saling menatap dengan tatapan datar dan tajam membuat aura didalam sana terasa sangat menyesakkan, semuanya diam tidak ada satu pun yang berbicara atau mengeluarkan suara sekecil mungkin.
“Bos semuanya sudah siap” ucap David yang baru selesai berbicara dengan dokter Liam mengenai pemindahan Zelena.
“Beritahu anak buahku untuk bawa keluar princess” titah Xander dengan suara tegas.
“Baik bos”
Dor……………aarrgghh……………
Suara teriakan dan bunyi tembakan bergema didalam sana membuat semuanya kaget, tak menyangka jika Ares akan menembak tepat di kaki anak buah Xander yang hendak masuk ke dalam ruangan rawat Zelena.
“Selangkah saja kalian bergerak maka peluru ini akan menembus kepala kalian” ucap Ares dengan tatapan membunuh.
“Kamu pikir kamu siapa berani ingin menghalangi anak buahku sialan?” tanya Xander dengan mata berkilat tajam.
“Sudah ku bilang! Langkahi dulu mayatku baru kalian bisa membawa Zelena!” jawab Ares dengan suara tegas.
“Baiklah jika itu keinginanmu” balas Xander sambil menodongkan pistolnya ke Ares.
“Apa yang kalian berdua lakukan? Turunkan senjata kalian!” bentak Xavier dengan suara tinggi.
“Ares turunkan senjatamu!” bentak Sean dengan suara menggelegar.
Xander dan Ares tidak mendengar ucapan kedua papa mereka dan tetap menodongkan pistol satu sama lain.
“Momm….y” lirih Zelena dengan suara sangat pelan mengagetkan Chloe yang sedang menunduk menghapus air matanya.
“PRINCESS” teriak Chloe mengagetkan mereka semua didalam sana.
Ares dan Xander segera berlari ke brankar Zelena saat mendengar suara teriakan Chloe begitu pula dengan keluarga mereka masing-masing. Semuanya merasa senang melihat Zelena yang sudah sadar.
“Mi amor” panggil Ares dengan suara lembut dan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
“Princess” panggil Victor dan Xander dengan serentak.
“H…..aus” ucap Zelena dengan suara pelan.
Ares dengan sigap mengambil minum disampingnya dan membantu Zelena minum dengan sedotan. Tak lama Liam masuk ke dalam saat Gery memberitahunya jika Zelena sudah sadar.
“Biar aku periksa Zelena dulu” ucap Liam membuat semuanya menyingkir memberi Liam jalan.
“Pakai sarung tangan sebelum periksa kekasih gue” hardik Ares mengagetkan Liam yang hendak memeriksa Zelena.
“Ckk!! Posesif” ketus Liam mengambil sarung tangan dari saku jas dokternya.
“Bagaimana perasaan anda nona Zelena? Apa ada yang sakit?” tanya Liam sambil memeriksa Zelena.
“Kepala aku pusing dok” jawab Zelena.
“Itu karena obat biusnya sudah habis dan nanti saya akan meresepkan obat pereda nyeri dan luka di kepala anda jangan terkena air dulu ya”ucap Liam menjelaskan.
“Baik dok. Dok gips saya kapan dilepas?” tanya Zelena saat melihat kakinya yang dipasang gips.
“2 Bulan baru bisa dilepas nona Zelena” jawab Liam.
“Selama itu dok” ucap Zelena dengan wajah cemberut merasa tak bebas bergerak.
“Iya nona”
“Kamu tenang saja princess karena sampai di California kamu akan menemui dokter yang bagus dan kita akan membahas mengenai gips kakimu itu” ucap Victor.
“California?” tanya Zelena dengan bingung.
“Heemm! Brother sudah menyiapkan semuanya kalau kamu akan dipindahkan ke California princess” jawab Victor.
“Kamu tidak akan kemana-mana mi amor dan tidak ada yang boleh bawa kamu pergi” ucap Ares dengan suara tegas sambil menatap tajam Xander.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Zelena melihat semuanya dengan bingung tak mengerti apa yang sedang terjadi, apa lagi saat melihat kekasihnya yang berlumuran darah membuat dia syok.
“Querido kamu berdarah” pekik Zelena dengan suara tinggi.
“Ini bukan darah aku mi amor” jawab Ares dengan suara lembut.
“Lalu itu darah siapa atau kamu tersiram cat berwarna merah querido?” tanya Zelena dengan polos.
Puuftt………….
Victor, Rio, David, dan Demian menahan tawa mereka yang hampir pecah mendengar pertanyaan Zelena yang sangat polos. Sedangkan Ares menepuk keningnya tak menyangka kekasihnya akan berpikir sampai ke sana.
“Jangan pedulikan aku mi amor lebih baik kamu makan dan istirahat mi amor” ucap Ares dengan suara lembut.
“Heemm” deham Zelena sambil mengangguk kepala karena memang ia sedang kelaparan saat ini.
Zelena lalu disuapi oleh mommynya sedangkan Ares sendiri tidak beranjak sedikit pun dari sana karena tidak ingin Xander membawa pergi kekasihnya.
“Aku tidak akan ke California” ucap Zelena dengan suara tegas setelah selesai makan.
“Princess” hardik Xander dengan tatapan tajam.
“Ini bukan salah querido brother. Selama ini querido selalu menjaga aku dengan ketat tapi aku yang keras kepala sering menyuruh pengawal untuk tidak berdiri didekat aku brother” papar Zelena menjelaskan.
“Aku tidak perduli karena dia sudah gagal menjaga kamu princess. Mau tidak mau kamu akan tetap ikut pulang dengan kami!” bentak Xander dengan suara tegas.
“Jangan membentak kekasihku sialan” hardik Ares dengan suara tinggi.
“Brother please” pinta Zelena dengan memohon.
“Tidak princess. Keputusan brother sudah bulat” balas Xander dengan tegas dan tatapan tajam tak ingin dibantah.
“Mommy” lirih Zelena dengan mata berkaca-kaca.
“Biarkan Ares yang menjaga princess” ucap Chloe dengan suara tegas.
“Mommy” ucap Xander tak terima keputusan mommynya.
“Mommy yakin Ares akan menjaga adikmu son. Biarkan adikmu disini bersama Ares” ucap Chloe sambil menatap putranya dengan tatapan lembut.
“Son” ucap Xavier sambil mengangguk kepalanya menyuruh untuk mengikuti ucapan mommynya.
“Phew! Baiklah” ucap Xander dengan pasrah.
“Brother terima kasih” pekik Zelena dengan senang.
Ares bernapas lega karena Zelena tidak jadi dibawa kembali ke California. Ia menatap Chloe dengan tatapan lembut berterima kasih karena sudah mempercayainya.
Chloe membalas tatapan Ares dengan senyum manis seakan berkata kalau ia memang dari dulu mempercayainya untuk menjaga putrinya. Tak berselang lama mata Xander menyipit melihat nama King Sialan yang tertera di layar hpnya.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
__ADS_1
To be continue………………