
🍁Jika diamku belum bisa membuatmu sadar juga maka aku akan memilih menghilang dari pandangan kamu🍁
.
.
.
.
Bunyi pintu yang dibuka dengan kuat seketika mengagetkan mereka semua yang berada didalam sana.
Glek..............
Rehan menelan salivanya dengan susah mendapat tatapan tajam dan dingin dari semua orang didalam sana, seakan meraka akan menerkamnya hidup-hidup karena sudah masuk tidak mengetuk pintu.
"Sebaiknya informasi yang loe bawa setara dengan perbuatan loe barusan Rehan" ucap Valeria sambil tersenyum menyeringai.
"Maaf master" ucap Rehan memilih minta maaf untuk mencari aman.
"Cih! Indonesian please!" decih Thomas dengan kesal.
Valeria mengelus tangan suaminya dengan lembut yang berada di pinggangnya untuk tidak emosi. Thomas yang mendapat perlakuan seperti itu dari istrinya seketika menjadi patuh.
"Katakan" titah Thomas dengan suara dingin dan tegas.
"Ada 5000 musuh yang menuju ke sini tuan dan mereka membawa tank dan bahan peledak yang sangat banyak" lapor Rehan setelah mendapat pesan dari Damon barusan.
"Apa!" pekik David dan Thomas dengan kaget.
"Dari mana uncle tahu jumlah mereka ada 5000?" tanya Xander dengan tatapan selidik.
"Damon baru saja menelpon uncle" jawab Rehan dengan suara tegas.
Valeria dan Thomas saling melirik dan menganggukkan kepalanya memberitahu jika apa yang dikatakan oleh Damon semuanya benar, karena keduanya tahu kalau informasi dari Damon sangat akurat.
"Rehan siapkan jet aku dan suruh pak Dev pilih beberapa pelayan terpercaya untuk ikut bersama aku" titah Valeria dengan suara tegas.
"Baik master" jawab Rehan.
"Kemana kita akan pergi aunty?" tanya David.
"Kita ke markas Devil Dragon" ucap Xander dengan suara dingin.
"Aku setuju dengan ucapan Xander. Bagaimana honey?" tanya Thomas.
"Ide bagus. Kita semua akan ke markas Devil Dragon" jawab Valeria.
"Aku akan memberitahu semuanya untuk segera bersiap" ucap David segera pergi dari sana.
"Xander aunty akan mengirim pasukan Black Shadow yang disini ke markas kamu" ucap Valeria.
"Tidak perlu aunty. Sebaiknya aunty mengirim mereka ke seluruh mansion kita dan perusahaan kita yang ada disini. Aku takut mereka juga akan menghancurkan milik kita untuk memancing kita keluar" papar Xander menjelaskan dengan suara tegas.
"Ya kamu benar"
"Heemmm"
Ketiganya segera keluar dari ruang kerja Valeria untuk mempersiapkan diri pergi dari sana menuju ke markas Devil Dragon.
"Ka Vin kenapa kita harus pergi lagi? Bukannya kita baru aja sampai disini ka?" tanya Henry dengan penasaran.
"Aku tidak tahu kenapa tapi sepertinya ada sesuatu yang sedang terjadi saat ini" jawab Vincent dengan suara dingin.
"Memangnya apa itu ka?" tanya Henry dengan cepat.
Vincent mengangkat bahunya tak tahu menjawab pertanyaan Henry. Ia memilih memeluk sang istri dan bertanya apa ada yang diinginkannya atau tidak.
"Apa kamu ingin buah honey?" tanya Vincent dengan suara lembut.
"Honey aku baru saja selesai makan. Apa kamu ingin membuat aku muntah" sarkas Natasha dengan tatapan kesal.
"Hehehehe! Aku lupa honey" balas Vincent sambil terkekeh.
"Cih!" decih Natasha.
__ADS_1
Vincent memilih tak membalas decihan istrinya takut mood istrinya kembali buruk. Bukan tanpa alasan karena selama kehamilan istrinya ia selalu saja di buat pusing dengan mood istrinya yang berubah-ubah.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Selang 30 menit semua persiapan sudah selesai dilakukan. Mereka semua bergegas naik ke jet milik Valeria sedangkan pelayan dan pengawal mereka berada di jet milik Xavier.
Xander menatap ke arah bawah setelah berada didalam jet melihat pemandangan dibawah sana yang sedang terjadi pertarungan sengit.
Aku akan menghancurkan semua milikmu sialan, batin Xander dengan penuh dendam.
"Son" panggil Xavier yang duduk berhadapan dengan putra pertamanya.
"Kenapa daddy?" tanya Xander dengan suara dingin menatap sang daddy.
"Kekasihmu" jawab Xavier dengan singkat.
Xander lalu melihat ke arah kekasihnya yang sedang duduk bersama dengan Jesica dan Katy. Matanya seketika terbelak melihat wajah pucat kekasihnya.
Dengan cepat ia segera menghampiri Devina membuat Chloe tersenyum melihat kelakuan putra pertamanya.
"Dia sepeti kamu hubby" ucap Chloe yang saat ini sedang berada dalam pelukan suaminya.
"Jelas baby. Siapa dulu daddynya" balas Xavier dengan sombong.
Chloe memutar malas matanya melihat kelakuan suaminya yang tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang.
Sedangkan di kursi Devina dan lainnya mereka di buat kaget dengan kehadiran Xander yang datang langsung mengambil tempat di samping Devina.
"Sayang" ucap Devina dengan malu melirik ke arah Jesica dan Katy.
"Jangan hiraukan mereka sayang" ucap Xander yang tahu pikiran kekasihnya.
Mata Devina melotot memperingatinya untuk tidak mengatakan hal-hal seperti itu. Xander malah terkekeh dan menaruh tangannya di kening sang kekasih.
"Kamu panas sayang" pekik Xander dengan suara tinggi.
"Hah! Siapa yang sakit ka?" tanya Victor yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"LILI" teriak Xander dengan suara menggelegar.
"Benar yang dikatakan daddy brother" ucap Victor menimpali.
"Diam kamu Vic!" hardik Xander dengan tatapan tajam.
Victor diam dengan mulut komat-kamit merasa kesal dengan kakaknya. Devina yang melihat semua mata menatapnya memegang tangan Xander membuat Xander segera melihatnya.
Devina menggelengkan kepalanya memberitahu untuk tidak membuat keributan saat ini.
Xander yang tahu pikiran kekasihnya dengan cepat mengendong Devina dan pergi dari sana menuju salah satu kamar didalam jet.
"Bawakan air hangat Vic" titah Xander saat melewati Victor.
"Iya brother" membalas Victor tak membantah.
Sampai didalam kamar Lili dengan cepat memeriksa keadaan Devina dan setelah tahu apa yang terjadi kepadanya ia segera memberikan obat.
"Ka Devina mengalami jetlag sehingga membuatnya demam ka" ucap Lili setelah selesai memeriksa kondisi Devina.
"Heemmm"
Lili segera keluar saat melihat isyarat tangan Xander yang menyuruhnya keluar. Sampai di luar ia lalu memberitahu semuanya yang sedari tadi menunggunya ingin tahu apa yang terjadi dengan Devina.
Di kursi dekat pilot Natasha mengerutkan keningnya melihat sang mommy yang sedari tadi menatap ke arah luar dengan tatapan sulit di artikan.
Ada apa dengan mommy, batin Natasha penuh tanda tanya.
"Mommy" panggil Natasha.
Keningnya semakin mengerut saat panggilannya tidak di respon oleh sang mommy. Ia lalu memegang tangan Valeria membuat sang empunya kaget dan langsung menatapnya.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
"Ada apa sayang?" tanya Valeria dengan suara lembut.
"Mommy kenapa? Sudah dari tadi aku panggil tapi mommy tidak merespon?" tanya Natasha dengan bingung.
__ADS_1
"Mommy kepikiran dengan kakakmu sayang. Entah kenapa mommy merasa ada sesuatu yang terjadi dengan kakakmu saat ini" jawab Valeria dengan wajah cemas sambil memegang dadanya.
"Mommy baik-baik saja kan?" tanya Natasha dengan cemas saat melihat wajah sang mommy semakin pucat.
Thomas yang mendengar suara sang anak bergegas menghampiri keduanya dengan panik.
"Honey" ucap Thomas dengan panik.
"Bawa aku ke kamar honey" lirih Valeria dengan tatapan sayu.
Thomas segera mengendong istrinya menuju kamar khususnya. Natasha yang ingin menyusul keduanya segera ditahan Vincent.
"Kenapa honey? Aku ingin susul mommy dan daddy" tanya Natasha dengan bingung.
"Kamu disini saja honey. Biarkan daddy yang mengurus mommy. Ingat kandungan kamu honey" jawab Vincent dengan suara tegas.
Natasha tak membantah dan kembali duduk karena ucapan suaminya memang benar.
~ Pulau Antah Berantah ~
Huek..............huek...........huek...........
Clarisa memuntahkan semua isi perutnya setelah menerima ramuan yang dibuat oleh Marcel. Saking banyaknya muntah membuat wajahnya sangat pucat seperti vampir.
"Nyonya baik-baik saja?" tanya Marcel dengan khawatir.
"Aku tidak sanggup lagi ka Mersi. Jangan kasi aku lagi" jawab Clarisa dengan suara lemah.
"Marcel nyonya bukan Mersi!" keluh Marcel tak suka namanya di rubah oleh Clarisa.
"Ya itu maksud aku" balas Clarisa dengan suara pelan.
Phew...............
Marcel membuang napasnya dengan kasar menahan rasa kesal didalam hatinya. Ia memilih pergi karena tak ingin semakin kesal berada didekat Clarisa.
Tiba-tiba langkahnya terhenti saat mendengar bunyi langkah kaki dari luar. Ia segera mengambil segelas air berwarna hijau dan memberikannya kepada Clarisa.
"Apa lagi ini Mersi?" tanya Clarisa dengan cepat.
"Ini jus nyonya. Ada orang yang sedang menuju kesini" jawab Marcel dengan cepat.
Brak................
Seperti ucapannya tiba-tiba pintu didepan sana dibuka dengan kuat dari luar. Keduanya lalu menunduk saat melihat siapa yang datang.
"Lord" ucap Marcel didepan Erich.
"Bagaimana? Aku sudah tidak sabar Markus?" tanya Erich dengan suara tinggi.
"Maaf Lord karena aku belum berhasil. Aku sedang melakukan percobaan Lord" jawab Marcel dengan santai sambil menatap ke arah Clarisa.
Erich menatap Clarisa dengan tatapan tajam membuat Clarisa gemetar saat meminum jus yang diberikan oleh Marcel.
"Secepatnya kamu harus sudah menyelesaikannya Markus! Aku tidak mau tahu!" titah Erich dengan suara tegas.
"Baik Lord"
"Apa yang dia minum itu?" tanya Erich dengan penasaran.
"Campuran bisa hewan mematikan dan tanaman liar yang beracun tinggi Lord" jawab Marcel santai.
Byur..............
Clarisa menyemburkan minuman itu saat mendengar ucapan Marcel. Melihat hal itu mata Erich seketika melotot tajam tak suka dengan kelakuan Clarisa.
"Manusia rendahan! Beraninya kamu membuang ramuan berhargaku sialan!" bentak Erich dengan suara tinggi.
"A.......ku" ucap Clarisa dengan gemetaran takut mendengar suara tinggi Erich.
"Sekali lagi kamu membuang ramuanku maka aku akan memotong lidahmu perempuan sialan!" bentak Marcel dengan suara tinggi.
Mati aku. Semoga King tidak tahu aku sudah membentak nyonya, batin Marcel penuh harap.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
__ADS_1
To be continue................