
πHarus kuat mental karena saat ini banyak saat ini banyak hinaan yang dibungkus rapi dalam candaanπ
.
.
.
.
Lili menelan salivanya dengan susah melihat tatapan David yang menatapnya seakan ingin menelannya hidup-hidup.
Kenapa tadi aku tidak menunggu ka David pergi baru aku muncul sih, batin Lili sambil menggerutu.
David melirik sekilas Lili yang menggerutu di sampingnya apa lagi melihat bibirnya yang manyun itu sangat mengemaskan.
Sedangkan Violet yang melihat keduanya, merasa iri dan ingin diperlakukan seperti itu apa lagi orangnya tampan seperti David.
Kapan aku bisa di perlakukan seperti itu, batin Violet merasa iri dengan Lili.
Ting............
David dan Lili sudah sampai dilantai apartemen mereka. Lili mengerutkan keningnya karena David tak melepas pinggangnya padahal ia sudah sangat risih.
"Ka lepasin aku mau ke apartemenku" ucap Lili.
"Kita ke apartemenku" ucap David tak mau dibantah.
"Mau ngapain ka? Aku tidak mau ke sana" tolak Lili dengan cepat.
"Kita harus membahas beberapa hal sweety" bisik David sambil menekan kode password apartemennya.
"Bahas apa? Setahu aku kita tidak punya hal yang harus dibahas?" tanya Lili dengan tatapan tajam.
David menatap datar Lili dan tidak membalas ucapannya, ia lalu menarik tangan Lili masuk ke dalam apartemen tidak memberikan waktu Lili untuk protes.
"Berani kamu memakai pakaian kurang bahan seperti ini sweety" ucap David dengan tatapan tajam.
"Kenapa? Suka-suka aku dong ka mau pakai pakaian seperti apa. Lagian itu bukan urusan ka David kan?" tanya Lili sambil bersedekap tangan di dada menantang David.
David tersenyum menyeringai melihat Lili yang menatapnya menantang. Ia tidak menyangka Lili yang seorang gadis pemalu ternyata memiliki sisi keras kepala.
"Kamu itu milikku sweety. Dan aku tidak ingin orang lain menatap milikku dengan tatapan lapar" ucap David dengan suara tegas sudah berdiri mengukung Lili di tembok.
"Aku bukan milik ka David! Bukannya ka David sudah punya pacar yang dibawa kesini kenapa mengklaim aku itu milik kakak?" tanya Lili dengan ketus.
David mengangkat alisnya sebelah mendengar ucapan Lili barusan karena ia memang tidak memiliki acara.
Tak..............
"Aw! Sakit ka" dengus Lili sambil mengelus keningnya yang sakit.
"Siapa yang mengatakan aku punya pacar?" tanya David.
"Udah deh ka aku sudah tahu kok ka David udah punya pacar. Buktinya ka David mengijinkan perempuan keluar masuk di apartemen kakak" ketus Lili dengan sinis.
"Kamu perempuan yang pertama masuk ke apartemen aku sweety"
"Ckk!! Ka jangan suka berbohong itu dosa ka. Jangan bilang aku perempuan pertama yang kaka bawa masuk ke sini karena itu semua kebohongan ka David" papar Lili dengan tatapan kecewa.
"Aku benci orang yang suka berbohong ka. Kalau ka David jujur itu lebih baik dan kakak tidak usah mengelak karena Henry dan ka Leon saksinya" tambahnya lagi.
David mengerutkan keningnya mendengar ucapan Lili dan sedetik kemudian ia mengerti apa maksud ucapan Lili barusan.
...π π π π π...
"Kamu cemburu sweety?" tanya David sambil mengulum senyum geli.
"Tidak! Buat apa aku cemburu, lagi pula ka David bukan siapa-siapanya aku" jawab Lili dengan wajah memerah sambil mengumpat dalam hati.
"Yakin?"
"Heeemmm"
"Kamu tahu perempuan itu sangat mengemaskan jika sedang marah" goda David.
"Ckk!!" decak Lili dengan kesal.
"Apa lagi bibirnya yang tipis itu membuat aku selalu ingin menciumnya sweety" bisik David dengan sensual.
Lili melotot dengan wajah merah padam menatap David karena tidak suka mendengar ucapan David barusan apa lagi memuja wanita lain di depannya.
Hatinya seperti dibakar ingin mencakar-cakar wajah tampan David tapi ia tahan agar tak kelepasan.
"Kalau begitu cium dia sana" ketus Lili dengan suara tinggi.
Cup...............
David menyambar bibir Lili secepat kilat membuat Lili melotot karena ini adalah ciuman pertamanya. Tubuhnya menegang dan otaknya blank tak bisa berkata apa-apa.
"Ya bibirnya sangat manis sweety. Karena itu aku ingin menciummu setiap saat seperti ini" ucap David sambil mengelus bibir tipis Lili.
__ADS_1
"First kiss aku" (ciuman pertama) gumam Lili dengan suara pelan.
Meskipun begitu David masih bisa mendengar apa yang diucapkannya barusan dan seketika ia tersenyum manis karena tahu dia yang mengambil ciuman pertama Lili.
"Perempuan itu aku tidak mengenalnya dan aku menyuruhnya membersihkan apartemen untuk menganti jasku yang sudah ia kotori waktu itu" papar David menjelaskan.
"Apa" pekik Lili dengan kaget.
"Dia perempuan yang tadi sempat kamu temui di bawah sana. Tadi aku menyuruhnya untuk tak datang lagi sweety"
"Dan satu lagi kamu itu perempuan pertama yang aku ijinkan masuk ke apartemen aku selama ini. Kamu ingat waktu kamu pindah ke apartemen dan hari itu juga untuk pertama kali aku mengijinkan perempuan masuk ke apertemenku" tambahnya lagi sambil mengelus pipi Lili dengan lembut.
Blush............
Pipi Lili merona mendengar ucapan David barusan dan rasanya seperti ada kupu-kupu yang berterbangan di perutnya.
"Mulai detik ini kamu jadi kekasihku sweety" ucap David dengan suara lembut.
"Ka David" ucap Lili dengan tersipu malu.
"Kenapa sweety?" tanya David.
"Aku"
Ceklek..............
"Wow! Apa aku ketinggalan berita terbaru ka?" tanya Leon dengan cengiran tiba-tiba masuk ke dalam apartemen.
Lili rasanya ingin bersembunyi di lubang melihat Leon yang masuk mendekati keduanya apa lagi posisi mereka yang sangat intim.
Sedangkan David menatap adiknya dengan tatapan kesal seakan ingin menguburnya hidup-hidup karena sudah menganggu waktunya dengan Lili.
"Ka aku ke apartemen dulu" ucap Lili dengan cepat berlari keluar.
Leon terkekeh melihat wajah Lili yang merah padam dan ia yakin Lili pasti sangat malu. Tiba-tiba saja ia merinding merasa belakangnya sangat dingin dan saat berbalik ia langsung di sambut wajah dingin sang kakak.
Mati aku, batin Leon dengan takut.
~ Heaven Club ~
Bunyi dentuman musik DJ bergema di dalam sana membuat semua penikmat dunia malam bergoyang mengikuti irama musik.
Di lantai dua saat ini Marco sedang berciuman dengan salah satu jal**g di sana melampiaskan gairahnya. Ia saat ini sedang menunggu Ana yang sedari tadi belum juga datang.
"Get out bi**h!" (keluar ja***g) bentak Ana sambil menarik rambut perempuan yang duduk di pangkuan Marco dengan kuat.
Tak berbicara apa-apa perempuan itu segera beranjak pergi tak ingin mencari masalah dengan Ana yang sudah sangat terkenal di sana.
"Kamu terlambat baby" ucap Marco dengan santai sambil menyesap tequila di depannya.
"Apa layanan dia lebih bagus dariku?" tanya Ana dengan sinis.
"Hahahaha! Kamu itu lebih nikmat baby. Aku tadi menunggu kamu terlalu lama dan saat digodanya ya aku layani saja" ucap Marco dengan santai sambil tertawa.
"Ckk!!" decak Ana dengan kesal.
Marco menarik Ana duduk di pangkuannya sambil mengelus pahanya dengan sensual karena baju yang dipakai Ana sangat pendek dan terbuka.
Apa lagi dadanya yang hampir tumpah membuat Marco menelan salivanya berulang kali. Ia dengan cepat menarik baju Ana turun sehingga dua aset Ana yang sangat besar terpampang di depannya.
"Puaskan aku baby" ucap Marco dengan suara serak sudah diliputi gairah.
"Sesuai keinginamu baby" ucap Ana dengan sensual.
Marco dengan cepat menerjang Ana dan melakukan hubungan badan di sana. Beruntung ruangan yang mereka tempati adalah ruangan VIP jadi tidak ada yang melihat mereka.
Ting...............
Bunyi pesan di hp Marco membuat Marco menghentikan gerakannya sejenak di tubuh Ana dan mengambil hpnya melihat siapa yang mengirim pesan tersebut.
Private Number
"Berikan racun itu ke paman ja***g yang berada di bawahmu besok"
Setelah membaca pesan itu tak berselang lama pesan itu terhapus dengan sendirinya. Marco tersenyum smirk menatap Ana yang dibawahnya sedang mendesah karena bagian bawahnya di mainkan olehnya.
"Bos ternyata orang yang sangat berbahaya" gumam Marco tak menyangka jika Light mengetahui apa yang ia lakukan saat ini.
"Faster baby! Ah" pinta Ama sambil mendesah.
"As you wish baby" (sesuai keinginanmu sayang"
~ Puri Orchid Apartment ~
Perlahan-lahan mata Clarisa terbuka mengerjab matanya menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam kamar.
Aaarrgghhh...........
Ringis Clarisa saat ia bangun dan merasakan pundak kirinya yang sangat sakit. Bayangan kejadian kemarin langsung berputar di kepalanya mengingat apa yang terjadi.
Clarisa bangun menutupi badannya dengan selimut sambil menahan sakit di pundaknya.
__ADS_1
Matanya menatap pundak kirinya di kaca melihat tulang belikatnya di bagian kiri masih terbungkus perban. Entah apa yang di gambar Mikhail kemarin di tubuhnya.
Ceklek.............
Mata Clarisa bertatapan dengan Mikhail yang baru saja masuk ke dalam kamar hanya menggunakan bathrobe saja.
"Apa masih sakit?" tanya Mikhail berdiri tepat di belakangnya.
Tes...............
Air mata Clarisa jatuh mengingat perlakuan Mikhail kemarin malam. Tubuhnya bergetar takut kembali dihukum Mikhail.
"Jangan menangis baby. Aku tidak suka melihat air matamu jatuh" bisik Mikhail dengan suara lembut sambil menghapus air matanya.
"Kamu kejam" lirih Clarisa.
"Ya aku memang kejam baby. Aku akui itu dan kamu sudah melihatnya sendiri tapi itu belum seberapa" tegas Mikhail dengan jujur.
"Kenapa? Kenapa kamu lakuin itu Khail?" tanya Clarisa dengan wajah sendu.
"Karena kamu itu milikku baby"
"Kamu jahat........hiks hiks hiks" ucap Clarisa sambil menangis.
Mikhail memeluk tubuh kekasihnya dengan erat sambil mengecup kepala berulang kali. Merasa Clarisa sudah lebih tenang ia langsung mengangkat dagunya sehingga tatapan mereka bertemu.
"Dengar apa yang akan aku katakan baby" ucap Mikhail dengan suara tegas.
"Aku tidak punya pacar dan kamu orang pertama yang menjadi pacar aku baby. Apa yang kamu lihat di berita itu tidak benar dan aku baru tahu jika ada berita sialan tentang aku tadi malam setelah menghukum kamu baby"
"Kalian makan bersama?" tanya Clarisa dengan suara pelan.
"Kamu lihat sendiri apa aku makan bersamanya atau tidak baby" ucap Mikhail sambil menyodorkan iPad ke Clarisa.
...π π π π π...
Clarisa menonton video tentang malam itu dan melihat apa yang sebenarnya terjadi. Wajahnya merah padam mengingat ucapannya kemarin ke Mikhail.
Rasanya ia ingin menghilang saja saat ini karena sangat malu ternyata ia sudah salah paham kepada Mikhail.
"Masih mau marah! Heemm?" tanya Mikhail sambil tersenyum smirk.
Clarisa menggeleng kepalanya tak mau bisa menjawab ucapan Mikhail. Mikhail mengangkat dagu Clarisa yang sedari tadi menunduk malu.
"Kalau ada apa-apa langsung tanya ke aku baby. Aku tidak mau otak kecilmu itu berpikir buruk tentangku" ketus Mikhail.
"Maaf" lirih Clarisa dengan suara pelan.
"Jangan diulangi lagi baby. Kamu sudah merasakan bagaimana kalau aku emosi dan aku tidak ingin kamu melakukan hal seperti tadi malam" tegas Mikhail memperingati Clarisa.
"Iya Khail"
Mikhail memeluk Clarisa dengan erat sambil mengelus punggungnya yang hanya di tutup selimut. Clarisa juga membalas pelukan Mikhail membuat hati Mikhail terasa hangat.
Aku akan melindungi kamu baby karena kamu itu milikku, batin Mikhail mengingat ucapan Damon tentang keluarga Clarisa semalam.
"Khail lepas aku ingin ke kampus"
"No baby. Hari ini kamu istirahat saja karena aku yakin tubuhmu masih sakit"
"Tapi" ucap Clarisa yang langsung di potong Mikhail.
"Aku tidak menerima penolakan baby! Aku sudah menyuruh Damon meminta ijin ke kampus kalau kamu hari ini tidak masuk" potong Mikhail dengan suara tegas.
Clarisa menggerutu sambil mengerucut bibirnya seperti bebek. Melihat hal itu Mikhail terkekeh dan mengecup bibirnya dengan cepat.
"Khail" protes Clarisa dengan mata melotot.
"Kamu mandi sana baby setelah itu kita buka perbanmu"
"Iya"
Clarisa bergegas masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Mikhail sendiri disana. Tak lama Demon masuk dan memberitahu tentang keberangkatannya ke Solo nanti siang.
"Perketat penjagaan aku nanti malam Damon"
"Baik King"
"Suruh Teivel bersiap menyambut tamu tak diundang nanti malam" ucap Mikhail sambil terkekeh.
"Baik King"
"Jangan lupa hapus jejakku semalam dengan kekasihku di sana" titah Mikhail dengan suara dingin.
"Semua sudah di hapus oleh Res King"
"Heeemmm"
Damon segera pergi dari sana saat melihat isyarat tangan Mikhail untuk keluar. Mikhail lalu menatap pemandangan pagi kota Jakarta di bawah sana.
Aku tidak akan diam saat kamu menyentuh keluargaku loser, batin Mikhail dengan aura membunuh di dalam sana.
__ADS_1
...π π π π π...
To be continue..............