
πJangan terlalu emosi karena emosi bisa mendatangkan penyakit buatmuπ
.
.
.
.
Sampainya di kos dengan cepat Clarisa keluar dari mobil Gery tak lupa mengucapkan terima kasih. Setelah melihat mobil Gery sudah pergi dengan cepat Clarisa bergegas ke kamar.
Ceklek...........
Clarisa membuka pintu kamarnya dan menghidupkan lampu. Sebelum membersihkan diri Clarisa lebih dulu membersihkan kamarnya dan setelah itu baru tubuhnya sebelum tidur.
"Badan gue sakit banget mana memar di pipi gue semakin biru lagi" ucap Clarisa melihat pantulan dirinya didepan cermin.
Ia menghembuskan napasnya dengan kasar saat mencari obat lebam tapi tidak menemukannya.
Tok.........tok...........tok...........
Clarisa kaget saat mendengar pintu kamarnya di ketuk apa lagi saat melihat jam sudah menunjukan pukul 24:00 malam.
Sebelum membuka pintu Clarisa memakai lensa kontak, memakai foundation dan merubah penampilannya seperti biasa menjadi cupu tak ingin orang lain melihat penampilannya yang asli..
Deg..............
Tubuh Clarisa menegang gemetar melihat sosok yang berdiri di depan pintu kamarnya dengan mata tajam dan dingin. Kakinya seakan terasa berat untuk beranjak dari sana saat di tatap mata coklat tajam itu.
"Hey baby" ucap Mikhail sambil tersenyum menyeringai.
Clarisa tak bisa berkata apa-apa seakan kesadarannya hilang dan hanya bisa menatap Mikhail dengan takut.
"How have you been baby" (bagaimana kabarmu sayang) bisik Mikhail menyadarkan Clarisa yang sedari tadi mematung.
"Mikh.....ail" ucap Clarisa dengan terbata-bata.
Jika Zelena mendengar ucapan Clarisa yang pertama kali memanggil nama orang dengan benar ia pasti akan protes.
"Heemmm" deham Mikhail yang maju memepet tubuh Clarisa hingga kepentok di tembok.
Mikhail melirik Damon dan Teivel yang berdiri di depan pintu memberi isyarat untuk menutup pintu. Tubuh Clarisa semakin gemetar ketakutan melihat pintu kamarnya yang sudah tertutup.
"Ap...a y....ang kamu l...aku....kan?" tanya Clarisa dengan gemetar.
Mikhail melepas kaca mata Clarisa dan menarik ikat rambutnya sehingga rambut dark brown panjangnya tergerai indah dengan bebas.
"Kamu itu MILIKKU Clarisa" ucap Mikhail menekan kata-katanya.
Deg...........
Jantung Clarisa berdetak dengan cepat mendengar namanya yang disebut Mikhail dan entah dari mana Mikhail tahu namanya karena mereka baru dua kali bertemu dan ia tidak pernah memberitahu namanya.
"A....ku moh....on lepaskan aku.......hiks hiks hiks" pinta Clarisa dengan memohon sambil menangis.
"Shuut! Jngan menangis baby karena aku tidak suka" bisik Mikhail dengan suara dingin.
"Sampai kapan pun kamu tidak akan aku lepas baby" tambahnya lagi dengan tatapan tajam dan tegas.
Hiks.........hiks.........hiks..........
Clarisa hanya bisa menangis mendapat tatapan dari Mikhail yang seakan ingin mencabik-cabik saat itu juga jika ia berontak.
Mikhail menghapus air mata Clarisa dan memeluk tubuh Clarisa dengan erat sambil mengelus kepalanya. Entah kenapa Clarisa merasa hangat dan nyaman dengan pelukan Mikhail seakan ada tempat untuk ia bersandar.
"Jangan pernah dekat dengan laki-laki lain baby" ancam Mikhail dengan suara dingin.
"Kenapa?" tanya Clarisa dengan sesegukan.
"Karena kamu itu milikku baby" tegas Mikhail sambil menatap mata Clarisa dengan tajam.
...π π π π π...
Tak sadar Clarisa mengangguk kepalanya membalas tatapan tajam Mikhail yang menghanyutkan. Melihat hal itu Mikhail tersenyum sangat tipis membuat ketampanannya semakin bertambah.
Mikhail menghapus air mata di pipi Clarisa dengan lembut, sesaat matanya berkilat melihat memar di kedua pipi kekasihnya yang ia klaim sendiri.
__ADS_1
"Siapa?" tanya Mikhail dengan mengintimidasi dan aura membunuh yang terasa di dalam sana.
"Kh....ail" panggil Clarisa dengan tubuh gemetar.
Deg............
Hati Mikhail yang tadinya panas langsung dingin seperti di siram air es saat mendengar panggilan Clarisa yang terasa intim di telinganya.
"Say again baby" (katakan lagi sayang) ucap Mikhail dengan tajam.
"Apa?" tanya Clarisa dengan bingung.
"Panggil namaku seperti tadi baby" desak Mikhail tak sabar
"Khai.....l" lirih Clarisa dengan suara lembut.
"Heemm! Mulai sekarang panggil aku seperti itu" ucap Mikhail dengan suara dingin.
"Iya"
Mikhail memeluk Clarisa dengan erat sambil mencium puncak kepalanya berkali-kali membuat wajah Clarisa merah padam karena baru pertama kali ia di perlakukan seperti itu.
"Mulai sekarang ingat kalau kamu itu kekasihku baby"
"Tapi"
"Aku tidak menerima penolakan baby dan kamu tahu hal itu" tegas Mikhail.
Clarisa mendengus kesal mendengar ucapan Mikhail yang memaksanya, padahal ia juga seorang perempuan yang ingin merasakan adegan romantis saat laki-laki menyatakan perasaannya.
Isshhh.......
Ringis Clarisa saat pinggangnya di pegang kuat oleh Mikhail saat memeluknya, mendengar ringisan sang kekasih dengan cepat Mikhail menatapnya dengan tajam menanyakan apa yang terjadi.
"A...ku in....gin ke kamar mandi" ucap Clarisa dengan cepat dan berlalu pergi.
"Lepas lensa kontakmu baby" ucap Mikhail dari luar.
"Iya"
Mikhail yakin ada sesuatu yang disembunyikan oleh Clarisa di tubuhnya dan ia akan mencari tahu setelah kekasihnya keluar dari kamar mandi.
Ceklek.........
"Iya King" ucap Damon membuka pintu kamar Clarisa.
"Siapkan mobil jemputan buat sweety besok"
"Baik King"
Damon bergegas keluar saat mendengar suara pintu kamar mandi yang dibuka karena ia tahu Kingnya tak ingin diganggu oleh siapapun saat ini.
Mikhail berkali-kali terkesima melihat penampilan kekasihnya yang terlihat sangat cantik apa lagi kedua warna mata Clarisa yang berbeda membuat kecantikannya semakin bertambah.
Grep..............
"Mikhail" teriak Clarisa tiba-tiba tubuhnya di tarik Mikhail hingga jatuh di atas pangkuannya.
Belum hilang kekagetannya tiba-tiba baju Clarisa di naikan hingga dada membuatnya semakin kaget dan gemetar ketakutan.
"Siapa yang melakukannya baby?" tanya Mikhail dengan tatapan membunuh.
"Khail" cicit Clarisa dengan gugup.
"Jawab!" bentak Mikhail dengan suara tinggi.
"Aku jatuh di hutan kemarin" bohong Clarisa membuang muka ke samping.
"Hehehehe! Aku bukan bocah baby" sentak Mikhail sambil terkekeh.
Clarisa diam tak menjawab ucapan Mikhail membuat Mikhail semakin emosi. Ia memegang pipi Clarisa dengan kuat membuat sang empunya meringis kesakitan.
"Jangan pernah berbohong denganku baby karena aku tak segan-segan menghukummu" ancam Mikhail dengan tatapan tajam.
Mikhail berlalu pergi meninggalkan Clarisa yang lagi-lagi menangis merasa kesakitan yang amat luar biasa di pipinya akibat cengkraman Mikhail barusan.
Ya Tuhan aku tidak sanggup lagi harus merasakan ini semua, batin Clarisa sambil menangis pilu.
__ADS_1
~ Kenzo Restoran ~
Plak.........
Bunyi tamparan bergema di dalam ruangan manajer membuat orang yang ditampar hanya diam saja tak berani mengeluh.
...π π π π π...
"Kenapa kamu selalu membuat masalah Violet" bentak Miss Serly selaku manajer di sana.
"Maafkan saya miss" ucap Violet sambil menunduk.
"Mulai detik ini juga kamu saya pecat!" hardik miss Serly.
"Apa! Miss saya mohon jangan pecat saya miss, saya mohon" pinta Violet dengan memohon.
"Tidak ada kesempatan lagi buat kamu perempuan sialan. Karena kamu lagi-lagi saya harus mendapat komplein dari pelanggan karena kerja kamu yang tak becus itu!" bentak miss Serly dengan emosi.
"Hiks hiks hiks.........miss saya mohon jangan pecat saya......hiks hiks hiks" ucap Violet menangis memohon.
"Segera ambil barang kamu dan pergi dari sini" usir miss Serly dengan tatapan tajam.
Violet sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi dan pamit keluar dari ruangan miss Serly. Selama berjalan ke belakang ia menghapus air matanya membuat beberapa pasang mata menatapnya dengan bingung.
Wajah itu, batin Mira yang kebetulan akan menuju ke ruangan VIP menemui sang suami yang tadi menghubunginya.
Deg...........
Jantungnya berdetak dengan cepat mengenali wajah yang sama persis dengan laki-laki yang sangat ia benci karena sudah menaruh benihnya di dalam rahimnya waktu itu.
Dan karena hal itu juga keadaan keluarganya menjadi sangat kacau sekarang.
Setelah mengambil tasnya Violet bergegas pergi dari sana dan karena tak fokus lagi-lagi ia menabrak seseorang hingga minuman orang itu tumpah mengenai jas mahalnya.
"Maafkan saya tuan, saya tidak sengaja" ucap Violet sambil menunduk takut.
Hahh..............
Violet semakin takut mendengar helaan napas orang yang sudah ia tabrak. Saking takutnya ia tak berani mengangkat kepala melihat siapa yang sudah ia tabrak.
"Tatap lawanmu jika sedang bicara" suara baritone itu terdengar berat di depannya.
Perlahan-lahan Violet mengangkat kepalanya menatap orang di depannya yang telah ia tabrak. Sesaat kedua pasang mata itu saling menatap seakan ada perasaan aneh dan hangat seperti perasaanya kepada Leon.
Siapa cewek ini dan kenapa saat melihat matanya seperti punya Leon, batin David.
Apa aku akan di minta rugi, batin Violet dengan takut.
"Kamu ikut aku" ucap David dengan suara dingin.
"K.....emana t....uan dan buat a....pa" ucap Violet dengan terbata-bata.
"Ganti rugi" ucap David berlalu masuk ke dalam mobil.
Violet masih mematung mendengar ucapan David yang meminta ganti rugi. Ia tak tahu harus menganti dengan apa karena ia yakin biayanya pasti mahal dilihat dari pakaian yang David kenakan semuanya bermerek.
"Nona silahkan jangan membuat bos marah karena menunggu" ucap pengawal David menyadarkan Violet dari pikirannya.
"I.....ya" cicit Violet dengan gugup.
~ Rio de Jeneiro, Brasil ~
Seorang pria berwajah tampan sedang memandang gelapnya malam di kota Rio, Brasil. Sudah 28 tahun ia tinggal di Rio setelah keluarganya di bunuh oleh seseorang yang dikenal The Queen of Blood.
"Light akan balas kematian kalian semua mommy, daddy, dan uncle" ucap pria itu yang bernama Light.
Ia sangat terkenal di Rio dengan nama Mr. Light dan juga memiliki bisnis penjualan obat terlarang terbesar bahkan ia juga memilki bisnis jual beli wanita dan organ tubuh.
"Tuan, nona muda ingin bertemu" ucap tangan kanannya yang bernama Ray.
"Biarkan dia masuk"
"Baik tuan"
Light menyesap wine yang sedari tadi ia pegang dengan perlahan-lahan menikmati rasa pahit saat anggur itu mengalir di kerongkongannya.
"Kakak kamu keterlaluan" hardik seorang gadis cantik dengan wajah merah padam.
__ADS_1
...π π π π π...
To be continue...............