Heartless 2

Heartless 2
Chapter 79


__ADS_3

🍁Satu saja kesalahanmu bisa menghancurkan seribu kebaikanmu🍁


.


.


.


.


Cekkiit............


Mobil Natasha berdecit di depan lobby rumah sakit hingga membuat semua mata menatapnya. Natasha baru saja sampai karena jarak perusahaannya sangat jauh dari rumah sakit Wesly.


Setelah bertanya di mana ruangan operasi Natasha di temani Mila segera bergegas menuju lantai 2 karena ruang operasi berada di sana.


Ting..........


Natasha segera keluar dari lift tapi seketika langkahnya terhenti melihat pemandangan didepannya yang membuat hatinya sakit.


Xander yang juga baru saja datang lewat lift di sampingnya ikut menghentikan langkahnya melihat adiknya Vincent yang sedang berpelukan dengan Ana membuat matanya berkilat tajam.


Tak mengatakan apa-apa Xander melangkah pergi di temani oleh David dan Luki di belakangnya menuju keluarga mereka di depan ruang operasi.


Grep.............bugh.............


Semua mata seketika tertuju ke arah suara saat mendengar bunyi hantaman keras. Chloe melotot melihat putra sulungnya yang membenturkan kepala putra keduanya di tembok hingga berdarah.


"Hentikan son" hardik Xavier dengan suara menggelegar.


Tak menggubris perkataan sang daddy Xander kembali memukul adiknya membuat Chloe berteriak histeris.


"HENTIKAN SON.........hiks hiks hiks.......HENTIKAN" teriak Chloe sambil menangis histeris.


Valeria memeluk Chloe menenangkannya yang menangis histeris. Mata Xavier mengelap karena kedua anaknya istrinya menangis histeris seperti itu.


Bugh..........bugh..............


Xavier menendang kedua anaknya hingga terpental ke belakang melampiaskan emosinya. Melihat hal itu Chloe segera menghampiri suaminya dan langsung memeluk suaminya dari belakang.


"Hiks hiks hiks.......hentikan hubby.....hiks hiks" pinta Chloe sambil menangis.


"Beraninya kalian membuat istriku menangis!" bentak Xavier dengan suara tinggi.


"Maafkan kami dad" ucap keduanya dengan serentak.


"Malam daddy tunggu kalian di markas" ucap Xavier dengan tatapan tajam.


"Hubby" lirih Chloe sambil menggelengkan kepalanya tahu apa yang akan terjadi.


"Jangan menyuruhku melepas mereka baby. Mereka perlu di didik" tegas Xavier tak ingin dibantah.


"Bukan dengan kekerasan mereka harus didik hubby" tegas Chloe.


"I know baby" (aku tahu sayang)


Xavier menuntun istrinya kembali ke ruang operasi meninggalkan kedua putranya yang sudah dibantu berdiri oleh David dan Natasha.


"Ingat status kamu Vin! Jangan buat aku kembali menghajarmu" tegas Xander dengan suara dingin.


"Maaf brother" lirih Vincent.


"Minta maaf kepada istrimu" ketus Xander berlalu pergi.


Vincent melihat Natasha di sampingnya yang membuang muka tak ingin melihatnya. Ada rasa sakit dihatinya melihat istrinya yang tak mau menatapnya.


Maafin aku Nata. Aku tadi hanya menenangkannya sebagai sahabat, batin Vincent dengan rasa bersalah.


Xander yang melewati Ana sambil menatapnya dengan tajam ia lalu melirik David memberi isyarat kepadanya.


Plak..............


Kembali semuanya kaget mendengar tamparan yang berbunyi sangat kuat di sana. Semua mata memandang David dan Ana bergantian karena David menampar Ana.


"Ka David kenapa nampar siluman ular?" tanya Henry dengan mata melotot.


"Henry!" bentak Rahel sambil melotot ke putranya.


"Hehehehe! Lidah aku keseleo tadi mommy jadi salah nyebut nama ka Ana" ucap Henry sambil terkekeh.


"Nanti periksa lidah kamu ke kakak kamu sayang" ucap Rahel yang termakan ucapan putranya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


"Uncle punya kok kenalan dokter spesialis lidah keseleo" ucap Thomas sambil tersenyum penuh arti.


"Apa benar Thomas? Apa kamu bisa menyuruhnya memeriksa lidah Henry?" tanya Rahel dengan penuh harap.


"Mommy" pekik Henry dengan mata melotot.


"Bisa kok. Tenang saja dia dokter terbaik kebetulan dia saat ini berada di kastil dan menjadi mainan Mikhail" papar Thomas.


"Honey" ucap Valeria memperingati suaminya karena tahu apa maksud suaminya itu.


"Baiklah Thomas. Tolong beritahu dia agar secepatnya memeriksa lidah Henry ya" pinta Rahel yang tak mencerna ucapan Thomas tadi.


"Mommy aku udah sembuh jadi tidak perlu diperiksa dokter lagi" ucap Henry.


"Diam kamu! Jangan coba-coba membantah mommy!" bentak Rahel dengan tatapan tajam.


"Ckk!!" decak Henry dengan kesal.


Semua disana mengulum senyum geli melihat perdebatan Rahel dan Henry. Sedangkan Ana ia mengepal kedua tangannya menatap semua disana yang seakan tidak perduli dengan keadaannya.


Rasain kamu emang enak ditampar, batin Natasha sambil tersenyum sinis menatap Ana.


"Natasha bawa suamimu ke dokter dan obati dia" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Iya mommy"


Natasha segera berlalu sambil memapah Vincent dengan langkah pelan karena rasa sakit di perutnya apa lagi keningnya yang berdenyut sakit.


"Tadi dia yang meluk aku duluan" ucap Vincent setelah berada di lift.


"Heemmm! Ingat status kamu dan janji kita" ketus Natasha dengan suara dingin.


"I know" ucap Vincent sambil memeluk tubuh istrinya di dalam lift.


Sedangkan di depan ruang operasi Thomas menatap David dengan penasaran karena kejadian tadi.


"Tadi kenapa kamu nampar siluman ular itu?" tanya Thomas dengan suara pelan.


"Ada nyamuk di pipinya jadi aku reflek menamparnya uncle" jawab David dengan suara dingin.


"Ckk!! Kamu pikir uncle bisa dibohongi apa" ketus Thomas.


"Terserah uncle mau percaya atau tidak. Itu urusan uncle" ucap David dengan wajah datar dan dingin.


"Karena aku anaknya daddy aku uncle" balas David sambil tersenyum menyeringai menatap Thomas.


Thomas berlalu pergi mendekati istrinya karena tak ingin berdebat dengan David. Valeria menggelengkan kepalanya melihat kelakuan suaminya yang tak kenal tempat sudah memeluknya dengan erat disana.


~ Solo, Indonesia ~


Jet pribadi Mikhail akhirnya tiba di bandar udara Adi Soemarmo. Kedatangannya sudah di tunggu oleh anak buah Bagas yang di kirim untuk menjemputnya.


"Selamat datang King" sambut semua pengawal Bagas yang sudah mengetahui panggilan Mikhail.


Mikhail tak membalas sambutan mereka dan bergegas masuk ke dalam limousine yang sudah stand by di depannya dengan lambang KM di bagian depannya.


"Apa mereka mengikuti mobil kita?" tanya Mikhail dengan suara dingin.


"Iya King" jawab Damon.


"Teivel are you ready?" (kamu siap Teivel) tanya Mikhail sambil tersenyum menyeringai.


"Ready King" (siap King) jawab Teivel dengan antusias.


"King mereka sudah tak mengikuti mobil kita lagi dan sepertinya mereka akan menyerang kita setelah acara tuan muda Candra selesai" papar Damon.


"Pulang nanti kita lewat jalan sepi dan bermain dengan mereka disana" ucap Mikhail dengan suara dingin.


"Baik King" ucap Damon dan Teivel serentak.


"Suruh uncle Raksa lindungi semua keluarga besar mommy di acara itu"


"Baik King" ucap Damon.


"Teivel kamu pantau pergerakan orang yang mencurigakan di pesta"


"Baik King" ucap Teivel.


~ Hotel Hilton ~


Limousine Mikhail akhirnya tiba di hotel Hilton tempat berlangsungnya acara ulang tahun Candra kali ini sekalian perkenalan pewaris Kusumo Group selanjutnya.


"Selamat datang King" ucap Ahmad asisten Bagas di depan lobby.

__ADS_1


"Heemmm"


"Mari King anda sudah di tunggu di ruangan private room sebelum acara dimulai setengah jam lagi" ucap Ahmad sambil memandu mereka ke private room.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Ceklek.................


Pintu private room khusus keluarga pemilik acara terbuka membuat suasana yang tadi berisik seketika hening.


Mikhail masuk ke dalam di temani oleh Damon dan Teivel. Tatapan datar dan dingin dari ketiganya membuat suasana seketika menjadi mencekam.


"Mikhail" sambut Bagas berdiri diikuti keluarganya menyambut Mikhail.


Bagas memeluk Mikhail dengan erat merasa senang karena keponakannya yang tak pernah mau hadir di setiap acara pertemuan keluarga hari ini bisa hadir disini.


"Kamu sudah besar ya Mikhail" ucap Bagas.


"Heemmm" deham Mikhail dengan suara dingin.


"Mikhail apa kabar nak?" tanya Camelia dengan suara lembut memeluk Mikhail.


"Good aunty" (baik tante) ucap Mikhail singkat.


"Hay ka Mikhail. Selamat datang di Solo" sambut Candra sambil tersenyum sekilas.


Mikhail bertos ria dengan sepupunya ala laki-laki tak lupa mengucapkan selamat ulang tahun dan memberikannya hadiah yang di bawa Teivel sedari tadi.


"Wow ka makasih ya buat hadiahnya" ucap Candra dengan bahagia mendapat mobil incarannya dari Mikhail.


"Heemm"


Mikhail juga turut memeluk kedua adik Candra yang bernama Fiona umur 18 tahun dan Bela berumur 15 tahun.


Ia lalu duduk di sofa tunggal sambil dikawal Damon dan Teivel di samping kiri dan samping kanan. Budi dan Arinta ingin memeluknya tapi keduanya masih ingat jika Mikhail tak pernah menyukai mereka sejak berumur 5 tahun.


Ini keluarga mommy yang haus akan jabatan dan harta, batin Mikhail dengan sinis membaca pikiran mereka.


Tak lama acara ulang tahun Candra dimulai di ballroom hotel Hilton. Mikhail menyesap wine di tangannya sambil duduk di kursi dengan tatapan datar dan dingin.


Mata Mikhail menangkap Zelena yang datang bersama kekasihnya Ares malam ini tapi ada dua orang yang mengikuti mereka tanpa mereka sadari.


Xander kamu itu sangat bodoh tak mengawasi adikmu dengan benar, batin Mikhail sambil tersenyum mencemooh.


"King" ucap Damon yang memberi isyarat ke arah jam 9.


"Aku tahu" ucap Mikhail dengan sinis.


"Ka Mikhail" ucap Zelena saat tak sengaja melihat Mikhail.


Ia segera mengajak Ares untuk menemui Mikhail yang sedang duduk di sofa tunggal dengan pengawalan ketat.


Ares mengerutkan keningnya saat ia dibawa kekasihnya menuju orang yang sangat dikenal di dunia bisnis dan terkenal sangat dingin dan kejam.


"Ka Mikhail disini juga ya" sapa Zelena saat tiba di depan Mikhail.


Mikhail menatap keduanya dengan tatapan dingin dan datar. Melihat hal itu Zelena merasa kikuk dan merinding merasakan aura Mikhail.


Apa ini? Kenapa aura orang ini sangat menakutkan, batin Ares.


"Bodoh" ketus Mikhail.


"Maksud ka Mikhail?" tanya Zelena dengan bingung.


"Kamu dalam bahaya malam ini" ucap Mikhail sambil melirik ke Ares memberikan isyarat lewat matanya ke arah jam 3.


Ares melihat ke arah yang ditunjuk Mikhail dan seketika rahangnya mengeras. Dengan cepat ia menarik Zelena pergi dari sana setelah mengetahui ada musuh yang mengikuti mereka.


"Kenapa querido?" tanya Zelena saat mereka masuk ke dalam lift.


"Kita pulang sekarang mi amor" tegas Ares sambil mengutak-atik hpnya mengirim pesan ke Gery.


"Loh kenapa? Bukannya kita baru saja sampai querido?" tanya Zelena dengan bingung.


"Ada orang yang mengikuti kita sedari tadi dan ingin membunuh kita"


"Apa" pekik Zelena dengan tubuh gemetar ketakutan.


Ares memeluk kekasihnya dan menenangkannya karena tahu kekasihnya pasti ketakutan. Ia memilih pulang sekarang tidak ingin membahayakan kekasihnya apa lagi ini bukan di wilayahnya kekuasaannya.


Berengsek siapa yang mengirim mereka kali ini, batin Ares dengan kesal.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue...............


__ADS_2