
🍁Kamu adalah alasan aku merasa bahagia saat aku merasa sedih dan tersenyum saat aku sedang menangis🍁
.
.
.
.
Alis Marcel terangkat sebelah melihat barang-barang diatas meja bergetar seperti ada gempa saja tapi itu bukanlah gempa. Ia lalu keluar dari ruang kerjanya untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
“Apa yang terjadi?” tanya Marcel kepada dokter Rahel.
“Oh itu bos Kein sedang menyuruh semua pasukan untuk berbaris di belakang markas” jawab dokter Rahel dengan cepat.
Karena penasaran ia segera mengikuti dokter Rahel yang akan ke sana karena dia harus memantau keadaan Erich yang juga berada disana.
Sampainya di belakang kastil yang terletak di pinggiran pulau Marcel tersenyum menyeringai melihat semua pasukan Erich berkumpul disana.
Sepertinya ini waktu yang tepat untuk mencoba ramuan terbaruku, batin Marcel sambil tersenyum menyeringai.
Ia berbalik dan berlari dengan langkah panjang bergegas kembali ke ruangannya untuk mengambil virus yang sudah ia persiapkan untuk semua pasukan Erich disini. Sampainya di ruangannya Marcel masuk ke dalam dengan santai tak ingin membuat tim keamanan curiga dengan tingkahnya.
Marcel seperti biasa mengambil peralatannya dan menuju ke tempat eksperimennya yang membelakangi cctv sehingga tidak ada yang bisa melihat apa yang sedang ia lakukan.
Dengan cepat Marcel menyuntikan penawar di tubuhnya lalu memasukan sebotol kecil cairan berwarna hijau pekat ke dalam saku jasnya.
Selesai ia segera mengambil kotak berisi obat yang ia buat untuk Erich dan hanya bisa menyembuhkannya selama 1 hari saja.
“Wah! Baru kali ini aku melihat pasukan sebanyak ini” ucap Marcel dengan decak kagum.
“Hah! Kamu mengagetkanku saja Marcus” pekik dokter Rahel sambil mengelus dadanya.
Hehehehe……………..
Marcel terkekeh mendengar ucapan dokter Rahel barusan apa lagi wajah kagetnya yang menurutnya sangat lucu.
Meski saat ini ia sedang terkekeh tapi matanya melirik ke segala penjuru melihat dimana saja posisi cctv karena tidak ingin sampai merekamnya saat melakukan misinya.
Ada 4 dan aku hanya punya waktu 10 detik untuk melepaskan virus ini, batin Marcel.
“HIDUP LORD ERICH! HIDUP LORD ERICH! HIDUP LORD ERICH” seruan pasukan Erich bergema disana seperti suara ombak.
Saat pasukan Erich sibuk menyorakkan namanya dengan cepat Marcel mengambil virusnya dan menjatuhkannya tepat di samping ia berdiri sehingga virus tersebut seketika menyebar melalui udara.
Bibirnya tersenyum smirk melihat hal tersebut dan sudah tak sabar menunggu virusnya bekerja. Virus yang ia ciptakan kali ini tidak bisa di identifikasi dan radius penyebarannya hanya sebatas dalam pulau ini saja.
Saat Erich mengangkat tangannya ke atas seketika semuanya menjadi hening tak ada satu orang pun yang berbicara dan hanya terdengar suara hembusan angin saja disekitar sana.
“Hari ini kalian akan membuktikan kepadaku latihan kalian selama ini” ucap Erich dengan suara lantang.
Semua mata tertuju kepadanya dimana saat ini wajahnya tertutup, karena memakai penutup wajah dan hanya matanya saja yang terlihat tapi aura seorang penguasa yang keluar dari tubuh Erich bukan aura main-main.
Boleh juga tua bangka ini, batin Marcel sambil tersenyum menyeringai.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
“HABISI MEREKA SEMUA DAN JANGAN SISAKAN SATU PUN DARI MEREKA. BUNUH SEMUA ORANG YANG MENGHALANGI KALIAN! TUNJUKAN KEPADA DUNIA KALAU KALIAN ITU BUKAN PECUNDANG!” teriak Erich dengan suara menggelegar.
“HIDUP LORD! HIDUP LORD! HIDUP LORD!” sorakan semua pasukan Erich bergema.
“KALIAN ADALAH ANAK-ANAKKU DAN SEBAGAI ANAK JANGAN KECEWAKAN AYAH KALIAN! BUATLAH AKU BANGGA SUDAH MEMILIH KALIAN” ucap Erich dengan suara lantang.
Yeay……………..
Prok…………….prok………………….prok……………….
Sorakan tepuk tangan bergema dengan teriakan nama Erich disana.
Kein lalu mengangkat tangannya menyuruh mereka untuk segera pergi dimana pasukan 1 dan 2 yang akan pergi dahulu untuk menyerang seluruh keluarga besar Wesly bersamaan.
__ADS_1
“Markus ikut aku” titah Erich dengan suara tegas.
“Iya Lord” jawab Marcel.
Mereka segera kembali ke kamar Erich di kastil dan sampai disana Marcel menahan rasa mualnya mencium bau menyengat yang sangat menjijikan keluar dari luka-luka Erich.
“Apa kamu sudah menemukan obatnya?” tanya Erich dengan tatapan berkilat tajam.
“Sudah Lord” jawab Marcel dengan cepat.
“Cepat berikan obat itu” hardik Erich dengan suara tinggi.
Marcel segera menyuntik obat yang ia buat untuk Erich dan setelah 10 menit semua luka di tubuh Erich perlahan-lahan mengering seperti sulap membuat Kein, Erich, dan dokter Rahel takjub melihat itu semua.
“Luar biasa” pekik Erich dengan senang.
“Bagaimana Lord? Apa ada yang sakit?” tanya Marcel dengan penasaran.
“Aku tidak merasakan panas lagi dan rasanya seluruh tubuhku seperti ada tenaga besar” jawab Erich dengan senang.
“Baguslah Lord. Tapi ada satu masalah Lord” ucap Marcel.
“Apa itu?” tanya Erich dengan cepat.
“Obat ini hanya bisa bertahan selama satu hari saja Lord” jawab Marcel dengan suara tegas.
“Apa” pekik Erich dengan suara tinggi.
“Cepat buatkan aku obat yang bisa menyembuhkan penyakit ini selamanya sialan! Jika tidak kepalamu akan aku pengal” hardiknya lagi dengan suara menggelegar.
“Saya sedang mengerjakannya Lord. Tapi saya membutuhkan orang yang bisa menjadi bahan percobaan obat ini dan dia harus perempuan berumur 23-25 tahun dan harus berpenampilan cupu” ucap Marcel dengan santai tak takut dengan hardikan Erich barusan.
“Kenapa harus perempuan cupu? Bukannya perempuan mana saja bisa ya?” tanya Kein dengan curiga.
“Karena perempuan cupu cenderung sangat sensitif dan penakut. Obat yang aku ciptakan ini dibuat khusus untuk orang yang punya rasa percaya diri yang tinggi dan tidak takut kepada apapun. Jadi untuk membuktikan obat itu bisa bekerja kita membutuhkan tubuh seorang perempuan cupu sebagai wadahnya” jawab Marcel dengan suara tegas.
“Kein jangan banyak bicara! Lakukan semua yang Markus katakan dan bawakan segera apa yang ia butuhkan” titah Erich dengan suara tinggi.
“Baik Lord” jawab Kein dengan patuh.
Seharusnya kamu percaya kepada tangan kananmu itu pak tua, batin Marcel mencibir Erich.
~ Mansion Utama Wesly ~
Hari ini Xander, Devina, dan Rey diminta ke mansion utama karena ada sesuatu yang ingin dibicarakan Ares bersama mereka.
“Twin sebenarnya apa yang mau dibicarakan Ares?” tanya Victor dengan penasaran.
“I don’t know” (aku tidak tahu) jawab Vincent sambil mengangkat bahunya.
“Mungkin ini berhubungan dengan Zelena Vic” ucap Natasha sambil memakan apel yang disuapi suaminya.
“Bisa jadi” ucap Victor sambil mengangguk kepalanya.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Sesaat matanya melirik saudara kembarnya dan istrinya dengan tatapan kesal karena keduanya selalu saja bermesraan didepannya setiap saat.
“Bisa tidak jangan bermesraan di depanku” ketus Victor dengan kesal.
“Ckk!! Lebih baik kamu pergi bantu Rio sana dan jangan menganggu kami” balas Vincent tak mau kalah.
“Ckk!!” decak Victor dengan kesal.
Ia bergegas pergi dari sana karena tak ingin menjadi penjaga nyamuk disana. Sampainya di ruang keluarga ia kembali berdecak kesal melihat kakaknya Xander yang juga sedang bermesraan dengan Devina.
Ia lalu memutuskan pergi ke taman dan sampainya disana ia semakin kesal melihat kedua orang tuanya yang tak mau kalah seperti kedua kakaknya.
“Aarrgghhh! Kalian semua menyebalkan” teriak Victor dengan suara melengking.
Kedua orang tuanya yang mendengar teriakan Victor tak memperdulikannya karena tak penting. Setelah beberapa saat akhirnya mereka semua berkumpul di ruang keluarga untuk mendengar apa yang mau dikatakan oleh Ares.
__ADS_1
^^^“Jadi kenapa kamu mengumpulkan kami semua Ares?” tanya Xander mewakili semua keluarga.^^^
“Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan kalian semua dan ini menyangkut Zelena” jawab Ares dengan suara tegas dari seberang.
^^^“Apa ada sesuatu yang terjadi dengan princess nak Ares?” tanya Chloe dengan cepat.^^^
“Ngak ada yang terjadi sama Zelena mom” jawab Ares dengan suara lembut.
^^^“Eheemm! English please” deham Xavier berdeham memberi isyarat agar berbicara dengan bahasa Inggris.^^^
“Iya daddy” ucap Ares.
^^^“Lalu apa yang mau kamu bicarakan Ares?" tanya Victor dengan penasaran.^^^
“Aku ingin menikahi Zelena secepatnya” jawab Ares dengan suara tegas.
Hening!
Tak ada yang berbicara saat mendengar ucapan Ares yang ingin menikahi Zelena. Devina yang baru pertama kali melihat tatapan para pria Wesly merinding merasa sangat gugup dengan aura dari mereka.
^^^“Seberapa besar keyakinan kamu ingin menikahi putriku. Apa kamu yakin tidak akan pernah menyakitinya selama kalian menikah nanti dan bisa membahagiakannya?” tanya Xavier dengan suara tegas dan tatapan tajam seperti elang yang sedang mengamati mangsanya.^^^
“Keyakinan aku tidak bisa diukur atau dihitung dan besarnya sama seperti cintaku kepada Zelena. Aku tidak bisa berjanji karena aku tidak tahu apa yang akan terjadi dimasa depan tapi aku akan buktikan tidak akan pernah menyakiti Zelena karena dia adalah separuh hidupku. Aku mencintainya dengan tulus! Hati dan ragaku sudah menjadi miliknya” jawab Ares dengan suara tegas tak ada keraguan sama sekali dalam kata-katanya.
^^^“Apa kamu yakin bisa membahagiakan princess kami?” tanya Vincent.^^^
“Sangat yakin dan akan aku buktikan” jawab Ares dengan tegas.
^^^“Jika suatu saat princess dan daddy kamu bersih tegang karena suatu hal, di pihak mana kamu akan berdiri?” tanya Xander dengan tatapan tajam.^^^
“Jika permasalahannya dari papa dan juga Zelena maka aku tidak akan memilih salah satu dari mereka! Melainkan aku akan membuat keduanya kembali berdamai karena mereka sama-sama penting buat aku dan aku akan senang jika keduanya saling menyayangi satu sama lain karena menurut aku keluarga adalah yang terpenting dari segalanya!” jawab Ares dengan suara tegas sambil menatap Xander dengan tajam.
Xander menelisik ke dalam mata hitam Ares tak menemukan keraguan sama sekali dari jawabannya barusan. Bibirnya tersenyum sangat tipis tahu jika Ares adalah pilihan yang tepat untuk menjadi pendamping hidup princess mereka.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
^^^“Mommy merestui kamu untuk menikahi putri mommy nak” ucap Chloe dengan suara lembut.^^^
^^^“Aku juga merestui niat kamu” ucap Vincent dan Victor dengan serentak.^^^
“Terima kasih” balas Ares dengan bahagia.
^^^“Daddy tunggu kabar tanggal pernikahan kalian” ucap Xavier.^^^
“Secepatnya aku akan kabari tanggalnya daddy”
^^^“Jaga princess kami. Satu peringatan aku, jika kamu menyakiti princess maka aku akan mengambilnya dari hidupmu selama-lamanya” ucap Xander memperingatinya.^^^
“Itu tidak akan pernah terjadi!” jawab Ares dengan suara tegas.
^^^“Selamat datang di keluarga Wesly adik ipar” ucap Natasha sambil tersenyum lembut.^^^
“Iya Natasha”
Ares lalu membicarakan niatnya yang akan melamar Zelena besok dan juga ia juga membicarakan rencananya untuk mengadakan pernikahan di Indonesia, mengingat dia anak pertama sekaligus cucu pertama di keluarga Rahardian.
~ Jakarta, Indonesia ~
Phew……………
Zelena membuang napasnya dengan kasar melihat tak ada panggilan atau pesan satu pun dari kekasihnya seperti biasa. Sejak Ares mengamuk di mansionnya ia tidak pernah memberi kabar kepadanya sama sekali.
“Loe kemana sih querido” ucap Zelena sambil menatap foto Ares yang menjadi wallpaper.
Zelena lalu membereskan barang-barangnya dan bergegas pergi dari cafe yang berada tepat di seberang perusahaannya, karena ia baru selesai mengecek laporan bulanan perusahaannya di Shine Company.
“CLARISA” panggil Zelena saat menangkap keberadaan orang yang selama ini cari.
Clarisa yang memang kebetulan sedang berjalan-jalan didekat taman kota tak jauh dari sana menghentikan langkahnya dan berbalik ke belakang saat mendengar namanya di panggil.
Grep……………………
__ADS_1
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
To be continue……………