
πAnggap saja setiap hari adalah hari terakhir dalam hidupmuπ
.
.
.
.
Tatapan mata keduanya saling menatap dengan tatapan dingin dan datar. Bahkan aura keduanya menguar di sana membuat mereka yang berada disana merasa sangat tertekan karena aura kekuasaan dari keduanya.
"Son" ucap Xavier dengan suara dingin menatap anaknya dengan tajam.
"Heemmm" deham Xander dengan acuh.
Chloe melihat anaknya entah kenapa ia merasa sangat takut, hal tersebut membuat Xavier tahu sehingga ia menegur sang anak untuk menekan auranya.
Tak lama Zelena keluar dengan wajah mengantuk di ikuti pasangan suami istri yang masih berdebat. Siapa lagi kalau bukan Thomas dan Valeria, melihat hal tersebut Mikhail memutar malas matanya karena tahu pasti daddynya sedang merajuk karena di tinggal sendiri.
"Princess kenapa pergi tidak beritahu daddy sama mommy" ucap Xavier dengan suara tegas.
"Maaf daddy tadi Zelena cuma bantu ka Mikhail dan aunty" ucap Zelena.
"Bantu apa princess?" tanya Chloe dengan cemas.
"Tadi ada musuh Mikhail jadi pas Zelena keluar dari toilet dia membantu Mikhail yang terluka" ucap Valeria.
"Apa yang luka son, dimana lukanya?" tanya Thomas dengan panik.
"Calm down dad, ini bukan luka serius" (tenang papa) ucap Mikhail dengan malas.
"Apa kamu bilang! Yang namanya luka itu tetap luka mau serius atau tidak!" bentak Thomas.
"Ckk!!" decak Mikhail dengan tatapan dingin.
"Mana lukamu sini daddy lihat" ucap Thomas berjalan menuju sang anak.
"Honey" ucap Valeria dengan suara dingin.
Thomas menghentikan langkahnya saat mendengar suara istrinya. Melihat hal tersebut Mikhail malah tersenyum mengejek daddynya.
Dasar anak kurang ajar, batin Thomas.
"Mommy" ucap Mikhail sambil tersenyum penuh arti melihat daddynya.
Thomas memoloti sang anak agar tidak mengadu kepada sang istri, anaknya itu bisa membaca apa yang ia pikirkan sehingga sering membuat dia dengan sang istri harus berdebat.
"Kalau begitu terima kasih ya Val karena sudah menjaga Zelena" ucap Chloe.
"Heeemmm" deham Valeria.
Mira dan Albert melihat Valeria diam saja karena sifat Valeria yang sedari dulu tidak pernah berubah. Tak lama Xavier dan Chloe beserta Albert dan Mira pamit pulang.
Sedangkan Xander dan David mereka masih disana dengan alasan ingin bertanya kepada Valeria tentang sistem keamanan perusahaan. Padahal itu hanya alasan saja yang dibuat oleh Xander dan David.
"Honey kita pulang juga ya" ucap Thomas.
"Heemm! Son mommy sama daddy pergi dulu"
"Oke mom"
"Jangan bawa perempuan kesini son" ucap Thomas memperingati anaknya.
"Ckk!! Urus aja belut sawah daddy yang sudah mulai karatan" cibir Mikhail dengan kata pedas.
"Kamu" tunjuk Thomas dengan mata melotot.
"Udah honey tidak usah dengar ucapan anakmu" ucap Valeria dengan cepat.
"Awas kamu son" ucap Thomas dengan kesal.
"Jangan lupa minum obat yang Mikhail kasih tadi pagi dad! Hehehe" teriak Mikhail sambil terkekeh.
David dan Xander melongo melihat sifat Mikhail yang sangat beda jauh jika bersama kedua orang tuanya dan di luar. Begitu pun saat bersama mereka sifat Mikhail akan sama persis seperti gunung es yang tak akan pernah bisa mencair.
...π π π π π...
"Katakan" ucap Xander dengan suara dingin.
Mikhail tersenyum smirk lalu menunjukkan tangannya yang dibalut perban. Ia membuka perban tersebut dan menunjukkan luka panjang, dalam, dan masih basah kepada David dan Xander.
"Ini perbuatan Zelena" ucap Mikhail dengan suara dingin.
"Jangan bercanda kamu berengsek!" bentak Xander dengan suara tinggi.
"Apa aku terlihat bercanda" tunjuk Mikhail ke wajahnya sendiri.
Xander meneliti ekspresi di wajah Mikhail mencari kebohongan dari tatapannya, tapi tetap saja wajah datar itu tak bisa di prediksi.
"Itu tidak mungkin. Mona muda bukan orang seperti itu" ucap David dengan cepat.
"Prove it" (buktikan) ucap Xander dengan aura membunuh.
Mikhail tersenyum menyeringai mendengar ucapan Xander, matanya melirik Damon memberi isyarat untuk menunjukkan bukti yang sudah di rekam oleh pengawal bayangan sang mommy.
__ADS_1
Xander dan David lalu menonton video rekaman di iPad yang di berikan oleh Damon. Wajah keduanya kaget tak menyangka jika apa yang Mikhail katakan tadi semua benar.
"Princess" ucap Xander dengan suara serak.
Entah apa yang ia pikirkan mengenai adik bungsunya hanya ia saja yang tahu, mungkin juga Mikhail tahu sehingga ia tersenyum smirk melihat wajah Xander yang kelihatan tak baik-baik saja.
"You know, seeing you like this reminds me of what happened 9 years ago" (kamu tahu, melihat kamu yang seperti ini mengingatkanku akan kejadian 9 tahun yang lalu) ucap Mikhail sambil berdiri menuju jendela.
Xander diam mendengar ucapan Mikhail tentang kejadian antara adiknya Vincent dan Natasha. Ia tahu sejak kejadian itu hubungan di antara mereka menjadi terpecah.
"Beritahu adikmu jika ingatannya kembali jangan pernah berani menampakkan wajahnya di hadapan adikku" ucap Mikhail dengan suara dingin.
Glek............
David menelan salivanya dengan susah merasakan aura Mikhail yang sangat menyeramkan. Tulang-tulangnya terasa beku seperti ia berada di lautan es yang paling dalam.
"King" ucap Damon.
Mikhail menutup mata menetralkan emosinya saat mengingat kejadian 9 tahun yang lalu. Sejak saat itu ia kehilangan senyum manis adiknya bahkan ia tahu hati adiknya hancur karena perlakuan orang yang ia sukai dari kecil.
"Aku tahu" ucap Xander setelah beberapa saat hanya ada keheningan.
"Masalah Zelena kali ini bukan masalah gampang" ucap Mikhail setelah berhasil mengontrol emosinya.
"Apa maksud kamu?" tanya Xander dengan bingung.
"Apa kamu tidak merasa ganjil saat melihat video tadi?" tanya balik Mikhail.
Xander kembali menonton rekaman tadi dan seketika matanya terbelak melihat tatapan kosong sang adik. Apa lagi cara berjalan Zelena yang seperti tidak ada jiwa di dalamnya.
"Bagaimana bisa" ucap Xander dengan bingung.
"She same like me and my mom" (Zelena sama seperti aku dan mamaku)
"Psycopath" tebak Xander.
"Apa" ucap David dengan kaget.
"Benar tebakan kamu" ucap Mikhail sambil terkekeh.
"Sejak kapan dan kenapa bisa princess?" tanya Xander yang pikirannya sudah blank.
"Kami sudah mengecek cctv sejak nona Zelena ke toilet tapi di lorong menuju toilet tidak ada cctv sama sekali tuan muda Xander, kami hanya mendapat rekaman saat nona Zelena keluar lewat pintu samping" ucap Damon menjelaskan.
"Bagaimana bisa di lorong menuju toilet tidak ada cctv" ucap David dengan bingung.
...π π π π π...
"Mungkin bos hotel itu miskin" ucap Mikhail dengan tatapan mengejek.
"Jangan meninggikan suara di depan king tuan muda David" ucap Damon dengan suara dingin dan tatapan tajam.
"Ckk!!" decak David dengan kesal tak bisa menjawab ucapan Damon.
"Apa ada pemicunya?" tanya Xander.
"Zelena mendengar bisikan Bunuh dia di kepalanya" ucap Mikhail.
"Bisikan"
"Kami memang kelihatan manusia tapi tidak dengan di dalam jiwa kami"
"Monster" ucap Xander dengan tatapan dingin.
"Heemmm! Zelena persis sepertiku saat berumur 3 tahun, beruntung mommy menyadari dengan cepat.
"Apa yang aunty lakukan?" tanya Xander tak sabar.
"Apa kamu ingat kenapa di umur 5 tahun aku tidak ada kabar?" tanya balik Mikhail
"Ya aku ingat"
"Aku dilatih oleh mommy langsung selama 1 tahun penuh dan itu tidak mudah" ucap Mikhail dengan tegas.
Phew........
Xander menghembuskan napasnya dengan kasar mendengar ucapan Mikhail, ia yakin Mikhail di latih keras oleh aunty Valeria. Dan entah kenapa ia merasa jika Zelena tidak akan bertahan dengan semua ini.
"Selama ini adikmu memendam hal ini dari kalian semua" ucap Mikhail membuat Xander menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Nona Zelena memberitahu King dan nyonya besar jika ia terus mendengar bisikan-bisikan itu" ucap Damon menjawab tatapan mata Xander yang ingin mengetahui lebih jelas.
"Princess" ucap Xander sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Aku anjurkan kamu segera bergerak sebelum monster itu mengambil jiwa adikmu" ucap Mikhail dengan suara dingin.
"How" (bagaimana) ucap Xander dengan bingung.
"Besok pagi datang di apartemen daddy"
"Heemmm"
David dan Xander lalu pamit pulang tapi saat akan sampai di depan pintu David melihat Mikhail ingin mengatakan sesuatu. Mikhail yang melihat hal tersebut hanya menatapnya dengan tatapan dingin dan datar.
"Masih ada hari esok untuk berbicara" ucap Mikhail seakan tahu apa yang dipikir David.
__ADS_1
"Thank's"
Mikhail hanya menatapnya dingin tak membalas ucapan David, ia lalu menyuruh Damon pergi karena ia ingin beristirahat. Sebelum itu ia mengambil hpnya dan mengirim pesan ke mommynya.
Mommyβ€
^^^"Besok pagi jam tepat 09:00 di apartemen daddy"^^^
"Oke baby, sleep tight jangan bergadang"
Mikhail berdecak kesal membaca pesan itu, ia tahu itu pasti balasan dari daddynya. Karena hanya Thomas yang masih sering memanggilnya dengan sebutan baby.
~ Mansion Xavier ~
Sampainya di mansion Xander lalu menyuruh David untuk pulang. Beruntung besok weekend jadi ia tak perlu repot harus bangun pagi untuk ke kantor, tapi tetap ia harus bangun pagi karena ada hal penting yang ia harus lakukan.
"Selamat datang tuan muda" ucap pak Max.
"Pergi"
"Baik tuan muda selamat beristirahat"
Xander tak menjawab dan langsung masuk ke lift bergegas menuju lantai dua. Sampai di dalam kamar ia masuk dan membersihkan diri, baru saja keluar dari dalam kamar mandi ia sudah disambut daddynya yang sedang minum susu.
"Susu" ucap Xander mengejek.
"Mommymu menyuruh daddy untuk minum susu jangan kopi atau wine lagi, katanya untuk kesehatan"
"Ckk!! Bilang saja daddy insecure dengan umur"
Xavier menatap anaknya dengan tatapan tajam tak terima dengan ucapannya barusan. Tak memperdulikannya ia lalu mengambil sebotol tequila dari balik dinding televisi.
...π π π π π...
"Jangan terlalu banyak minum son" ucap Xavier mengingatkan.
"Heemm"
"Katakan" ucap Xavier dengan tatapan tajam.
"Princess daddy" ucap Xander dengan frustasi.
Xavier manarik anaknya duduk di sofa sambil menepuk pundaknya dengan lembut. Ia yakin jika kali ini ada sesuatu yang serius tentang putri semata wayangnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi son?" tanya Xavier dengan lembut.
"Princess she is psycopath same as Mikhail and aunty Valeria dad" (Zelena adalah seorang psikopat seperti Mikhail dan tante Valeria papa) ucap Xander sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Apa" pekik Xavier dengan kaget.
Prang............
Gelas ditangannya jatuh hingga hancur berantakan, dengan cepat ia segera berlari keluar dari kamar Xander menuju kamar putrinya.
Ceklek..........
Xavier masuk ke dalam kamar putrinya dan duduk di samping ranjang sang anak. Air matanya menetes tak menyangka putrinya yang masih sangat kecil harus mengalami hal ini.
Ia bingung sejak kapan dan apa yang menjadi pemicu putrinya bisa seperti ini, ia merasa gagal menjadi seorang daddy karena tak tahu ternyata putrinya selama ini sudah menderita.
Maafkan daddy princess maafkan daddy....hiks hiks, batin Xavier merasa sangat hancur.
Chloe yang melihat suaminya menangis di dalam kamar putri mereka merasa ada sesuatu yang terjadi dengan sang putri. Entah kenapa dadanya sangat sakit karena ikatan batin keduanya.
"Hiks hiks.....hubby" ucap Chloe dengan suara serak.
Deg........
Xavier menegang mendengar suara lembut itu, ia melihat ke belakang dan mendapati istrinya sedang menangis. Ia lupa jika keduanya memiliki ikatan batin sehingga apa yang ia rasakan pasti istrinya juga merasakan.
"Apa yang terjadi hubby....hiks hiks hiks?" tanya Chloe sambil menangis.
"Kita ke kamar baby"
"Heeemmm"
Xander yang sangat kepikiran dengan adik perempuannya langsung mengirim pesan ke kedua adik kembarnya untuk pulang ke mansion. Ia tak perduli jika keduanya masih di rumah sakit karena ada hal penting yang harus mereka urus.
~ Berlin, Germany ~
Seorang gadis cantik berumur 16 tahun sedang menatap suasana sore di asramanya dari lantai 4. Sudah 8 tahun ia berada di asrama sejak SD sampai SMA.
Karena kepintarannya di umur 16 tahun ia sudah menyelesaikan pendidikannya sampai tingkat SMA. 2 hari lagi ia akan pulang ke Dubai menemui kedua orang tuanya yang sangat ia rindukan, begitu juga dengan kakaknya.
Tatapan matanya menajam tak ada kelembutan dan tatapan polos lagi selama 9 tahun terakhir. Selama 9 tahun hidupnya sudah berubah drastis karena seorang bocah laki-laki berumur 10 tahun.
"Selama 9 tahun hati aku sangat membenci kamu tapi kenapa rasa itu tidak pernah hilang" gumam Natasha dengan tatapan penuh kesakitan.
Ya gadis itu adalah Natasha Oliver Parker adik semata wayang Mikhail dan putri yang sangat dicintai oleh Thomas dan Valeria. Karena kejadian masa lalu itu ia memilih tinggal di asrama sendirian.
Meksi awalnya di tolak keras oleh daddy dan kakaknya, tapi karena mommynya mereka berdua akhirnya mengijinkan. Selama 9 tahun keempatnya hanya bertemu 2 kali saja itu pun Valeria yang memaksa.
"Nata kangen sama kalian semua" ucap Natasha dengan senyum manis melihat foto keluarganya.
...π π π π π...
__ADS_1
To be continue................