
🍁Sukses bukanlah final, kegagalan bukanlah hal yang fatal, tetapi memiliki keberanian untuk diperhitungkan🍁
.
.
.
.
Teivel tercengang mendengar penjelasan Damon yang memberitahunya tentang virus yang sedang di buat oleh Marcel dan ia yakin virus itu pasti untuk membunuh seluruh keluarga besar Wesly.
“Apa ada virus seperti itu?” tanya Teivel.
“Ada. Jika Marcel berhasil membuatnya” jawab Mikhail dengan suara dingin.
“Semoga dokter gila itu tidak berhasil membuatnya King. Tapi aku tidak yakin jika dia akan melewatkan kesempatan itu untuk bereksperimen dengan virus-virus gilanya itu” ucap Teivel sambil menggelengkan kepalanya.
“Dia akan berhasil membuatnya tapi dia akan menjadikan sialan itu sebagai bahan percobaannya” balas Mikhail sambil tersenyum menyeringai.
“Jadi maksud King orang itu yang akan merasakan kembali virus yang ia minta dibuatkan” ucap Teivel dengan cepat.
“Heeemmm” deham Mikhail sambil mengangguk kepalanya.
“Hehehehe! Aku sudah tidak sabar ingin melihat hal itu King” ucap Teivel sambil terkekeh membayangkan jika tubuh Erich meleleh dalam hitungan detik.
Ketiganya lalu membahas semua rencana mereka dan menyiapkan serangan ke markas besar Erich sebelum ia menyerang mereka lebih dulu dengan pasukannya.
“King tuan muda ketiga Wesly kembali muntah darah barusan” ucap Damon setelah melihat notifikasi di iPad dari mansion utama Wesly.
“Bagaimana bisa tuan muda ketiga muntah darah sebanyak itu dan tidak ditemukan penyakit didalam tubuhnya?” tanya Teivel dengan bingung saat menonton rekaman cctv di mansion utama Wesly.
Mikhail diam menatap rekaman tersebut dan menonton dengan saksama rekaman itu dimana makanan yang dimakan oleh Victor, adalah makanan yang dibuat khusus oleh Vincent untuk adiknya tapi beruntung Natasha tidak memakannya dan hanya ingin mencium aromanya.
“Putar rekaman cctv saat Vincent memasak” titah Mikhail dengan suara dingin.
“Baik King” ucap Damon segera berkutat dengan iPad di tangannya.
Tak berapa lama Damon segera menampilkan rekaman cctv saat Vincent memasak di dapur, membuat mereka bertiga menonton dengan saksama tapi tak ada yang ganjil atau mencurigakan.
Mikhail tersenyum menyeringai saat membaca pikiran seorang pelayan yang tadi bertugas mengambil peralatan makan dan mengantar makanan tersebut kepada Natasha yang sedang duduk di taman samping bersama kedua mertuanya.
“Bodoh kalian semua” ejek Mikhail sambil tersenyum menyeringai membuat Teivel berbalik melihat Kingnya dengan bingung.
Siapa yang dimaksud King, batin Teivel dengan penasaran.
Mikhail tersenyum smirk membaca pikiran Teivel yang sangat penasaran siapa yang dimaksud olehnya barusan.
“Awasi pelayan itu! Cari semua rekaman yang ada wajahnya dari pagi saat ia bangun” titah Mikhail menjeda rekaman tersebut kepada seorang pelayan di layar TV.
“Baik King” jawab Damon dengan sopan tak bertanya lagi.
“Apa yang sebenarnya terjadi King? Memangnya dia siapa King?” tanya Teivel yang sudah tidak dapat menahan rasa penasarannya lagi.
“Nanti kamu akan tahu” jawab Mikhail sambil tersenyum penuh arti.
Damon berkutat dengan iPadnya mencari tahu tentang pelayan yang dimaksud oleh Mikhail barusan dan menampilkan semua rekaman hari ini yang ada wajah pelayan tersebut.
Setelah 1 jam akhirnya mereka mendapat apa yang sedari tadi di cari oleh Mikhail.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
__ADS_1
“Dia! Bagaimana bisa dia melakukan hal itu?” tanya Teivel sambil menunjuk apa yang sedang dilakukan oleh pelayan itu.
“Victor terkena racun yang dibuatnya” jawab Mikhail dengan suara dingin.
“Tapi kenapa dokter tidak menemukan racun dalam tubuh dan makanan yang di makan tuan muda ketiga Wesly King?” tanya Teivel yang belum mengerti.
“Karena racun yang pelayan itu berikan tidak bisa diteliti karena sudah bercampur dengan darah dan juga tidak berbau sehingga sulit untuk diketahui. Racun itu juga tidak ditaruh didalam makanan atau minuman tapi di alat makan yang dipakai tuan muda ketiga Wesly” jawab Damon menjelaskan.
“Pantas saja mereka tidak menemukan racun didalam makanan tuan muda ketiga waktu itu” ucap Teivel yang sudah mulai paham.
“Apa yang akan kita lakukan sekarang King?” tanya Teivel dengan cepat.
“Jangan beritahu mereka dulu karena jika kita memberi tahu mereka sekarang kita tidak akan mendapat penawar racun dari pelayan itu” jawab Mikhail dengan suara tegas.
“Apa mereka akan baik-baik saja King? Bagaimana jika kita memberi peringatan untuk mereka agar mereka tidak menggunakan alat makan di mansion utama King” usul Teivel.
“Jika kita memberi peringatan kepada mereka maka pelayan itu akan curiga dan aku yakin ia akan menghancurkan penawarnya dan menghilang” ucap Mikhail yang sudah memikirkan berbagai kemungkinan.
Teivel diam membenarkan ucapan Mikhail karena jika pelayan itu sampai curiga maka mereka tidak akan pernah mendapat penawarnya.
“Damon terus pantau pelayan tadi karena aku yakin ia akan segera meminum penawar itu setelah memberikan racun kepada Victor karena bisa saja dia juga ikut terpapar racun tersebut” titah Mikhail dengan suara dingin.
“Baik King” ucap Damon dengan suara dingin.
Teivel lalu pergi keluar karena tidak ada lagi yang ingin mereka bahas, sedangkan Damon dan Mikhail masih membicarakan dengan tulisan Marcel tadi yang terdapat beberapa kode untuk mereka pecahkan.
~ Wesly Group ~
Xander menutup mata mengontrol emosinya karena lagi-lagi adiknya Victor muntah darah dengan alasan yang tidak jelas setelah makan makanan yang dibuat oleh adiknya Vincent.
“Apa tidak ada yang mencurigakan?” tanya Xander dengan suara dingin.
“Tidak ada bos” jawab Luki segera menunjukkan rekaman cctv di mansion utama Wesly saat Vincent memasak hingga Victor yang memakan masakan Vincent sampai kembali muntah darah.
“Halo bos” ucap David dari seberang.
^^^“Bagaimana?” tanya Xander to the point.^^^
“Lili masih didalam lab dan belum keluar sejak siang tadi bos” jawab David.
^^^“Segera beritahu aku jika kalian menemukan sesuatu”^^^
“Baik bos”
Xander mematikan panggilan sepihak dan kembali menonton cctv di mansion utama tapi tidak ada yang ganjil atau mencurigakan disana. Ia bingung sebenarnya apa yang terjadi kepada adiknya dan apa yang musuh mereka rencanakan saat ini.
Aku harus bertanya ke King sialan itu karena pasti dia mengetahuinya, batin Xander dengan yakin.
Xander segera mengambil hpnya dan menghubungi Mikhail tapi sampai panggilan ke tiga nomornya tidak dapat dihubungi membuat dia semakin berdecak kesal.
“Fu*k you King” maki Xander dengan suara menggelegar didalam ruangannya.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Luki sendiri diam saja merasakan aura bosnya yang sangat mengintimidasi didalam sana membuat dia berkali-kali menelan salivanya merasa takut sekaligus gemetar ketakutan.
“Siapkan helikopter kita ke markas” titah Xander dengan suara dingin.
“Baik bos” balas Luki dengan suara tegas.
~ Markas Devil Dragon ~
__ADS_1
Sampainya di markas Xander segera masuk ke dalam sana dengan aura membunuh membuat semua anak buahnya menunduk takut tak berani mendekatinya karena tahu saat ini mood bos mereka sedang buruk.
“Bawa mereka semua ke ruang interogasi” titah Xander dengan suara dingin dan tegas.
“Baik bos” ucap uncle Ken dengan suara tak kalah tegas.
Uncle Ken segera menyuruh anak buahnya untuk membawa Light Clayton, Lina Clayton, dan Ray menuju ke ruang interogasi entah apa yang akan dilakukan oleh Xander hanya dia dan Tuhan saja yang tahu.
“Bos mereka semua sudah disini” lapor uncle Ken.
“Kerja bagus uncle Ken” ucap Xander sambil tersenyum menyeringai.
Xander bangun sambil memilih benda apa yang akan dia pakai untuk menyiksa musuhnya sekarang. Ia berbalik melihat ketiganya yang sudah sangat kurus tidak seperti waktu pertama kali mereka di tangkap.
“Bagaimana? Apa kalian menikmati rumah baru kalian disini?” tanya Xander dengan suara dingin sambil tersenyum menyeringai.
“Bunuh saja aku” lirih Ray dengan suara lemah sudah tak sanggup disiksa setiap hari oleh anak buah Xander.
“Itu tidak mungkin karena aku masih ingin kalian hidup lama di dunia ini” balas Xander sambil tersenyum penuh arti.
“Kamu itu monster” hardik Lina dengan suara tinggi.
“Ah! Ternyata kamu masih kuat juga ya” ucap Xander dengan santai.
Ray menatap kekasihnya sambil menggelengkan kepalanya memberi isyarat kepada Lina untuk tidak memprovokasi orang didepan mereka emosi karena itu bisa fatal.
“Christian” panggil Xander dengan suara dingin.
“Iya bos” ucap Christian yang sedari tadi berdiri tak jauh darinya.
“Apa anak buahku menyicipi tubuh ja***g itu setiap malam?” tanya Xander dengan suara dingin.
“Setahu saya mereka melakukan hal itu bukan hanya malam saja bos tapi hampir setiap saat” jawab Christian dengan cepat.
“Apa maksudmu berengsek?” tanya Light dengan emosi.
“Kamu tidak tahu ya kalau adikmu yang kamu sayangi ini ternyata menjadi primadona untuk anak buahku selama ini. Meski dia cacat tidak memiliki tangan lagi tapi anak buahku sangat menikmatinya” jawab Xander sambil tersenyum smirk.
“BERENGSEK! BAJINGAN KAMU SIALAN” teriak Light dengan suara menggelegar.
Hahahaha…………….
Tawa Xander pecah didalam sana membuat semua anak buahnya yakin kalau sebentar lagi mereka akan menyaksikan kekejaman bos mereka.
Sret……………….sret…………………..
Aarrrgghh…………….
Teriak Ray bergema saat kedua kakinya ditebas oleh Xander dengan santai hingga tubuhnya terkena cipratan darah Ray. Lina dan Light berteriak histeris melihat apa yang dilakukan oleh Xander barusan.
“Aku akan membunuhmu sialan” teriak Lina dengan histeris.
“Cih! Ingin membunuhku? Silahkan saja asal kamu bisa melepas rantai di kakimu itu” balas Xander sambil mengejek.
Grep…………….
“Katakan siapa orang di belakangmu itu?” tanya Xander sambil menjambak rambut Light dengan kuat.
“Hehehehe! Kamu belum menemukannya ya? Kamu sangat lambat bodoh” cibir Light sambil terkekeh mencemooh.
Xander tersenyum smirk tak menjawab ucapan Light dan dengan kejam ia menyayat ku**t tubuh Ray hingga terlepas dari tubuhnya membuat Lina dan Light syok melihat kekejaman Xander.
__ADS_1
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
To be continue………………