Heartless 2

Heartless 2
Chapter 189


__ADS_3

🍁Jalani prosesmu sesuai kata hati jangan kata orang lain🍁


.


.


.


.


"Apa yang terjadi?" tanya Teivel dengan bingung melihat ke arah suara ledakan.


Wush...............cling..............


David berdiri mematung saat pisau dan suriken bertabrakan didepannya. Matanya melihat Mikhail yang juga menatapnya dengan tatapan dingin seakan memberitahunya untuk berwaspada.


"Jadi ini pengganggu yang masuk ke pulau aku ya" ucap Erich yang sudah berdiri tegak tidak terlihat sakit sama sekali.


"Aku tidak menyangka ternyata musuh yang selama ini menyerang keluargaku itu seorang kakek tua" ejek Xander dengan tatapan menghina.


"Setidaknya kakek tua ini bisa membuat keluarga besar kalian panik dan bahkan masuk rumah sakit" balas Erich sambil tersenyum menyeringai menatap David.


"Berengsek!" hardik David dengan kesal.


Dor.............dor..............dor.........


Erich dengan santai menghindar tembakan David membuat David semakin emosi dan terus menembaknya. Kein sendiri segera mengangkat dokter Rahel untuk menghindar dari sana sebelum terkena peluru.


"Fu*k" maki David saat pelurunya habis tapi tembakannya satupun tidak mengenai Erich.


Mikhail bersedekap tangan di dada menonton keduanya seakan tidak tertarik sama sekali. Begitu pula dengan Xander, tapi siapa sangka keduanya sedang berbicara lewat tatapan mata memikirkan cara untuk menghabisi Erich.


"Apa dia manusia?" tanya Teivel dengan penasaran.


"Dia manusia tapi melakukan ritual untuk mendapatkan stamina seperti orang berusia 30an" jawab Damon dengan suara dingin.


Yaayy............


David maju ingin menghajar Erich tapi tiba-tiba Kein melompat ingin menendangnya. Beruntung dengan cepat ia melompat ke belakang sebelum terkena tendangan Kein.


"Minggir" ucap David dengan suara dingin.


"Tidak boleh ada yang boleh menyentuh Lord kami!" bentak Kein dengan suara tinggi.


"Bereskan manusia lemah itu Kein" ucap Erich dengan santai.


"Baik Lord"


Bugh............bugh..........bugh...........bugh......


Kein menghampiri David dan berduel bersama dengan kekuatan seimbang. Keduanya saling memukul satu sama lain tidak mengelak dari pukulan masing-masing seakan ingin melihat siapa yang lebih kuat dari mereka.


Xander yang sedari tadi menatap Erich memicing matanya melihat Erich yang mengambil sesuatu dari balik jubahnya dan meminumnya.


Apa yang dia minum barusan, batin Xander curiga dan penasaran.


Sedangkan tak jauh dari mereka ternyata Marcel dan Clarisa sedang di kejar anak buah Erich yang terlihat seperti zombie.


Tadi Marcel menembak mereka dengan rudal di ladang jagung, tapi sialnya rudal itu meluncur hanya 1 meter dari jarak tembak sehingga tidak membunuh mereka semua dan hasilnya mereka malah mengamuk ingin membunuh keduanya.


"Kamu memang bodoh Mersi" sarkas Clarisa dengan kesal.


"Nyonya jangan bicara dulu simpan tenaga nyonya untuk terus berlari. Jika tidak ingin dimakan zombie jelek di belakang sana" balas Marcel dengan panik.


Aaarrrgghh.............


Teriakan keduanya bergema membuat Mikhail dan lainnya kaget. Mikhail melihat ke arah suara dan kaget melihat sosok yang sangat dikenalinya sedang dikejar makhluk aneh.


"BUNUH MEREKA SEMUA" teriak Mikhail dengan suara menggelegar.


Duar..............duar............


Bunyi ledakan besar di belakang Marcel dan Clarisa membuat keduanya terpental ke arah depan karena dahsyatnya ledakan tersebut.


Wush...................grep..........


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Tiba-tiba Mikhail sudah berdiri didepan istrinya dan menggendongnya. Ketiganya jatuh ke tanah dengan suara yang cukup besar membuat Damon dan Teivel segera menghampiri mereka.


"Baby kamu baik-baik saja?" tanya Mikhail dengan cemas melihat sang istri.


Clarisa yang mengenali suara itu segera mengangkat kepalanya. Air matanya mengalir dengan deras melihat sosok sang suami yang memeluknya dengan erat saat jatuh tadi sehingga ia tidak kenapa-napa.


"Hubby...........hiks hiks hiks hiks" ucap Clarisa sambil menangis merasa lega suaminya sudah datang.


"Aku sudah disini baby. Semua akan baik-baik saja" balas Mikhail dengan suara lembut.


"Aduh pinggangku" keluh Marcel kesakitan.


"Kamu baik-baik saja kan Marcel?" tanya Teivel dengan khawatir.


"Pinggang aku sakit sekali" jawab Marcel dengan wajah kesakitan.


Teivel lalu membantu Marcel berdiri dan memapahnya. Damon berdiri memindai keadaan Marcel dan Clarisa apakah ada cidera serius atau luka.


Tapi tak lama ia menatap Clarisa dengan tatapan datar dan tajam saat melihat ada kehidupan lain diperut Clarisa.


"King" panggil Damon ingin melapor tentang keadaan Clarisa.

__ADS_1


Bugh.....................aarrrgghh...........


Kein berteriak kesakitan saat David menendangnya tepat di jantung dengan kuat hingga terpental ke belakang. Ia yang tadi melihat keberadaan Marcel dan Clarisa tidak fokus sehingga David mengambil kesempatan menendangnya tepat di jantung.


"Ckk!! Segitu saja kemampuanmu" ejek David sambil tersenyum menyeringai.


"Berengsek!" maki Kein dengan tatapan tajam.


Hehehehe..............


David terkekeh menatap lawannya yang kesusahan untuk berdiri. Dokter Rahel yang melihat Kein terluka bergegas menolongnya dan memeriksa keadaannya.


"Bagaimana?" tanya Erich dengan tatapan tajam menatap dokter Rahel.


"Keadaannya sangat parah dan harus segera diobati Lord" jawab dokter Rahel.


"Ckk!! Manusia tidak berguna" decak Erich dengan kesal.


Berengsek! Kakek tua sialan tidak tahu berterima kasih. Jika saja aku tidak diancam aku tidak sudi melayani manusia bajingan seperti kamu, batin dokter Rahel menatap Erich dengan tatapan penuh kebencian.


Kedua tangannya mengepal dengan erat melihat Erich seakan ingin membunuhnya. Matanya melirik pisau di samping Kein lalu mengambilnya.


"MATI SAJA KAMU KAKEK TUA SIALAN!" teriak dokter Rahel menodongkan pisau ke arah Erich.


Crash................


Kepala dokter Rahel menggelinding di tanah saat Erich menebasnya dengan pedangnya. Kein berteriak histeris memanggil nama dokter Rahel saat melihat apa yang dilakukan Erich barusan.


Sedangkan Clarisa ia memeluk sang suami merasa ketakutan melihat apa yang dilakukan Erich barusan. Mikhail membalas pelukan sang istri dengan erat tahu istrinya pasti ketakutan.


"Wah kakek tua kamu memang sangat hebat dan tidak berperasaan" ucap Xander sambil tersenyum smirk.


"Marcus apa yang kamu lakukan disana?" tanya Erich dengan bingung melihat Marcus yang dipapah Teivel.


"Siapa Marcus? Disini tidak ada yang namanya Marcus kakek tua" ucap Mikhail sambil tersenyum menyeringai.


"Jangan bilang kamu" tunjuk Erich dengan mata melotot kaget.


"Hehehehe! Bagaimana kakek tua. Aku kira kamu itu sangat teliti tapi ternyata kamu itu sangat mudah ditipu" ucap Mikhail sambil terkekeh.


"Berengsek! Beraninya kalian mempermainkan aku manusia hina" teriak Erich dengan emosi.


"Kamu saja yang sangat bodoh Kakek tua sehingga mudah kami tipu! Hehehe" ejek Marcel sambil terkekeh.


"Aku akan membalas kalian semua sialan! Terutama kamu bangsat!" hardik Erich sambil menunjuk Marcel.


"Silahkan Lordku sayang. Aku sudah tidak sabar ingin melihat apa yang akan kamu lakukan untuk membalasku" balas Marcel dengan santai.


"Lebih baik kamu menyerah saja kakek tua. Lagian tinggal kamu sendiri yang masih hidup di pulau ini" ucap Xander dengan tatapan tajam.


Hehehehe................


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Duar.................


Bunyi ledakan dari arah samping kiri mengagetkan Xander dan lainnya. Mereka lalu melompat menghindari reruntuhan bangunan yang mulai berjatuhan.


Byur.................


"Apa itu?" tanya Teivel dan David dengan serentak melihat air hitam pekat yang tiba-tiba pecah dari akuarium besar.


"Kalian akan menjadi santapan bayi-bayiku" ejek Erich dengan senyum lebar.


"Hubby" ucap Leila yang merasa jijik melihat begitu banyak ular berwarna hitam di sekeliling mereka.


Mikhail mengendong istrinya seperti koala dan melompat ke tempat yang agak tinggi diikuti semuanya.


Semua pasukan elit Mikhail juga mencari tempat berlindung menghindari begitu banyak ular hitam berbisa di sana.


"Hahahahaha! Hari ini kalian semua akan mati disini" teriak Erich sambil tertawa bahagia.


"Bos" ucap David memeluk Xander merasa geli dengan hewan melata tersebut.


"Lepaskan aku sialan! Kamu itu laki-laki atau banci! Hah!" bentak Xander dengan kesal.


"Laki-lakilah bos. Bos kan tahu aku itu paling jijik dengan yang namanya ular" ucap David bergidik ngeri.


Phew...............


Xander membuang napasnya dengan kasar tak bisa berkata-kata karena memang yang dibilang David benar. Tubuh David yang berotot tidak membuat dia merasa malu harus memeluk Xander dengan erat.


Ternyata bukan cuma David saja yang ketakutan tapi Teivel dan Marcel juga. Keduanya saat ini sudah bergelayut seperti monyet di kedua lengan Damon.


Beruntung Damon adalah robot jadi ia tidak merasa geli atau malu dipeluk keduanya. Marcel yang mengingat racun yang ia bawa segera mengambilnya dari dalam tasnya.


"Semoga ini berhasil" ucap Marcel dengan penuh harap.


"Hey dokter gila apa yang kamu lakukan?" tanya Teivel dengan cepat.


"Kamu lihat saja nanti. Semoga racun yang aku buat bekerja" jawab Marcel.


Prang................


Marcel membuang botol kecil ke tanah hingga pecah dan seketika isi dalam botol itu menyebar tertiup angin.


Tak sampai 5 menit ular-ular tadi seketika mati dan badannya langsung kering seperti dipanggang. Melihat hal itu Mikhail dan lainnya bernapas dengan lega tapi tidak dengan Erich yang semakin kesal.


"Mersi kamu memang dokter hebat" puji Clarisa.

__ADS_1


"Baby" ucap Mikhail dengan suara dingin dan datar.


"Hehehehe! Maaf hubby aku hanya memuji kepintarannya membuat racun tidak dengan dirinya" balas Clarisa sambil terkekeh.


"Ckk!!" decak Mikhail dengan kesal.


Cup.................


Clarisa mencium bibir suaminya dengan cepat agar suaminya tidak kesal dan terbukti hal itu berhasil. David dan Xander yang tidak mengenali siapa Clarisa mematung melihat apa yang dilakukannya.


"Apa aku tidak salah lihat bos?" tanya David dengan kaget.


"Baru kali ini aku melihat ada perempuan yang berani mencium raja setan sialan itu" balas Xander yang juga dibuat syok.


"Siapa dia sebenarnya bos?" tanya David dengan penasaran.


"Mau sampai kapan kamu memelukku sialan!" bentak Xander dengan kesal.


"Hehehehe! Maaf bos" ucap David sambil terkekeh dan melepas pelukannya.


"Cih!!"


"Hey kakek tua apa kamu sudah menyerah?" tanya Marcel sambil tersenyum mengejek.


"Kalian semua akan mati disini manusia rendahan!" bentak Erich dengan suara tinggi.


Uhhuukk..............uuhhukk...........


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Tiba-tiba Erich batuk mengeluarkan darah yang sangat banyak. Badannya tiba-tiba memerah kemerahan seperti disiram air panas.


"Apa yang terjadi denganku?" tanya Erich dengan kaget melihat tubuhnya yang melepuh.


"Sebentar lagi tubuhmu akan meleleh seperti lilin yang meleleh Erich Jems Turner. Kamu itu memang bodoh ya karena tidak tahu kalau selama ini penyakit yang kamu alami itu semua karena ulahku" jawab Marcel menjelaskan.


"Ah! Satu lagi daging ular yang kamu makan setiap hari itu adalah racun yang perlahan-lahan menggoroti organ tubuhmu" tambahnya lagi sambil tersenyum lebar.


"Berengsek! Keterlaluan kamu! Beraninya kamu meracuniku bangsat!" maki Erich dengan suara tinggi.


"Itu balasan setimpal untuk orang jahat seperti kamu kakek tua" balas Marcel.


Aaarrgghhh.................


Erich berteriak kesakitan merasa sekujur tubuhnya sangat panas dan gatal. Bahkan mata dan kedua telinganya sampai mengeluarkan cairan berwana hijau yang berbau busuk


"Hubby" panggil Clarisa dengan suara lemah.


"MARCEL" teriak Mikhail dengan suara menggelegar melihat tangan istrinya yang tiba-tiba saja menghitam.


"****! Aku lupa memberikan penawar terakhir untuk nyonya" umpat Marcel.


"King dimana penawar yang aku suruh bos bawa?" tanya Marcel dengan cepat.


Mikhail lalu memberikan botol kecil berisi cairan berwarna biru. Marcel lalu mengambil suntik didalam tas dan menyuntik cairan itu ke tangan Clarisa.


Perlahan-lahan tangan Clarisa tidak berwarna hitam seperti tadi membuat wajah pucat Clarisa kembali berseri.


Uhuukkk............uhhukkk.........


Clarisa memuntahkan darah berwarna hitam sangat banyak membuat Mikhail sangat cemas.


"Apa yang kamu lakukan sialan!" bentak Mikhail dengan kesal.


"Tenang King. Tubuh nyonya sudah tidak ada racun lagi. Darah hitam tadi adalah sisa racun dalam tubuh nyonya King" papar Marcel menjelaskan dengan cepat.


"Hubby haus" lirih Clarisa.


Marcel lalu memberikan air kepada Clarisa, beruntung tadi ia sempat membawa air mineral. Setelah beberapa saat tubuh Clarisa sudah kembali pulih dan sehat seperti tidak pernah sakit.


Bugh............bugh.........bugh............


Mikhail dan lainnya lalu menatap ke arah suara dimana Xander sedang menghajar Erich bersama David. Keduanya seakan melampiaskan semua dendam dan emosi selama ini kepada Erich.


Dor.............


Bunyi tembakan bergema saat Mikhail menembak Kein tepat di kepalanya, saat melihat dia ingin menembak Xander yang sibuk menghajar Erich.


"Teivel kamu bawa Marcel dan istriku keluar dari pulau ini ke kapal kita" titah Mikhail dengan suara tegas.


"Baik bos" jawab Teivel.


"Tidak aku mau sama kamu hubby" bantah Clarisa dengan suara tegas.


"Jangan membantah baby. Aku tidak ingin kamu kenapa-napa disini" ucap Mikhail dengan tegas.


"Tapi aku tidak mau pisah sama kamu hubby"


"Teivel bawa istriku pergi" tekan Mikhail dengan suara tegas.


"Baik King. Nyonya ayok kita segera pergi" ajak Teivel dengan suara dingin.


"AKU HAMIL BERENGSEK DAN KAMU INGIN MENYURUH AKU PERGI DARI SISIMU SIALAN!" bentak Clarisa dengan suara menggelegar.


Duar.................


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue.................

__ADS_1


__ADS_2