Heartless 2

Heartless 2
Chapter 38


__ADS_3

🍁Tak ada perjuangan yang dilakukan tanpa ada rasa sakit, namun kita harus yakin dan percaya kalau di balik rasa sakit itu ada kebahagian yang sudah menanti kita🍁


.


.


.


.


Xander tersenyum smirk melihat daddynya karena ia baru saja ia mengingat sesuatu yang berhubungan dengan masa lalu kedua orang tuanya.


"Daddy dapat dari mana informasi itu?" tanya Xander sengaja berbasa-basi.


"Buat apa punya uang banyak tapi tidak digunakan son" cibir Xavier sambil terkekeh.


Dahinya mengerut mendengar ucapan daddynya. Tak lama Xander tersenyum menyeringai mengetahui dari mana daddynya tahu hal tersebut.


"King Devil" ucap Xander to the point.


"Kamu memang keturunan daddy son! Hehehehe" ucap Xavier sambil terkekeh.


Xander memutar malas matanya mendengar ucapan daddynya barusan. Hanya satu orang yang bisa mendapat informasi apapun dengan singkat.


"How much your spent your money dad?" (berapa banyak uang yang papa habiskan) tanya Xander penasaran.


"Setara 1 jet tempur terbaru buatan Israel"


"Apa" ucap Xander dengan kaget.


Ia tak menyangka daddynya menghabiskan uang segitu banyak hanya untuk informasi mengenainya. Xander memijit keningnya yang terasa sakit memikirkan harga yang dipasang Mikhail hanya untuk sebuah informasi.


"Aku harus memberitahu mommy dad" ancam Xander.


"Jangan coba-coba son" ucap Xavier dengan tatapan membunuh.


"I'm not promise dad" (aku tidak bisa berjanji papa) sinis Xander.


"Well, jangan salahkan daddy juga jika daddy memberitahu kelakuanmu ke mommy tentang perempuan itu" ancam balik Xavier.


"Ckk!!" dengus Xander dengan kesal.


Xavier tertawa melihat raut wajah kesal sang anak karena ia tahu kelemahan Xander hanya pada kelakuannya selama ini dan itu semua ia rahasiakan dari mommy tercintanya.


"You know son" (kamu tahu nak)


"I don't know" (aku tidak tahu) potong Xander sebelum Xavier selesai berbicara.


"Daddy belum selesai Xander" pekik Xavier dengan tatapan tajam.


"Heemmm" deham Xander dengan malas.


"Harta King itu sangat banyak tapi dimana ia menyimpannya ya! Dan daddy sangat penasaran dimana markas utama mereka" jelas Xavier dengan penasaran


Xander memikirkan ucapan daddynya yang ada benarnya juga. Meski perusahaan VA Corp berada di urutan kedua dunia tapi ia tahu jika mau hitung, kekayaan milik aunty Valeria lebih banyak dari mereka apa lagi saat perusahaan di pimpin oleh Mikhail.


Xander tahu jika kekayaan Mikhail saat ini mungkin 10 kali lipat dari kekayaan pribadinya. Apa lagi aset-aset yang di miliki oleh Mikhail tidak terhitung.


"Apa daddy pernah ke markas Black Shadow?" tanya Xander.


"No! Kata uncle Thomas markas mereka tidak bisa di lacak di satelit manapun dan saat uncle Thomas ke sana ia selalu tidak bisa menebak di mana lokasi itu"


"Aku jadi penasaran dad bagaimana markas mereka"


"Daddy juga" tambah Xavier.


Keduanya lalu saling menatap dan mendengus kasar karena lagi-lagi memikirkan hal yang tidak penting. Tanpa sadar keduanya sudah bergosip tentang seorang King Devil alias Mikhail Zeno Parker.


"Jadi dimana perempuan itu son?" tanya Xavier kembali ke topik awal.


"Di alam lain" jawab Xander dengan santai.


"Heemmm"


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


Xander melirik daddynya yang sepertinya tahu maksud ucapannya barusan. Ia lalu melihat daddynya ingin menyampaikan informasi mengenai Zelena tapi ia masih ragu.


"Katakan saja son" ucap Xavier yang seakan bisa menebak apa yang anaknya pikirkan.


"Ini mengenai princess dad"


"Daddy setuju dengan ucapan mommy kalian! Biar bagaimanapun sudah waktunya princess mengenal apa itu cinta"


"Baiklah daddy aku setuju kali ini. Tapi jika princess di sakiti aku yang akan turun tangan" ucap Xander dengan suara tegas.


"Heemmm"


"Apa daddy tahu siapa laki-laki itu?" tanya Xander penasaran.


"Daddy belum mencari tahunya tapi daddy yakin kamu sudah mengetahuinya" tebak Xavier yang di angguki Xander membenarkannya.


"Who is he?" (siapa laki-laki itu)


"Ares Maladika Rahardian"


1 detik


2 detik


3 detik


4 detik


5 detik


Mata Xavier seakan ingin keluar daei tempatnya mendengar nama belakang Ares. Ia sangat mengenali nama itu karena berhubungan dengan masa lalu sang istri.


"S**t" umpat Xavier dengan emosi.


Xander hanya menatap kepergian daddynya yang tak mengatakan apa-apa. Ia yakin daddynya pasti akan pulang ke mansion untuk bertanya hal ini kepada sang mommy.


"Princess sepertinya jalan cintamu sedikit rumit kali ini" gumam Xander melihat foto terbaru Zelena dari pengawal gelap.


~ UCLA ~


Meski sedang libur semester tapi suasana kampus tidak terlalu sepi karena ada beberapa mahasiswa yang sedang mengurus berkas tugas akhir mereka atau persiapan magang semester depan.


Saat sudah keluar dari perpustakaan tiba-tiba tangannya di tarik oleh seseorang dengan erat.


"Lepaskan tangan aku berengsek!" bentak Natasha.


"Diam perempuan berbisa" hardik Vincent dengan suara tinggi.


"Jika ada bekas di tangan aku maka aku akan dicambuk 100 kali"


Langkah kaki Vincent terhenti saat mendengar ucapan Natasha barusan. Ia tahu apa maksud Natasha saat mengatakan hal tersebut karena memang jika ada satu luka di tubuh Natasha karena dirinya maka Natasha yang akan mendapat hukuman.


Vincent melonggarkan genggamannya dan kembali menarik Natasha entah kemana. Ternyata Vincent membawa Natasha ke ruangan musik di lantai 2.


"Apa yang anda inginkan tuan muda kedua Wesly?" tanya Natasha dengan wajah datar.


Vincent tak menjawab melainkan melihat wajah datar dan dingin Natasha yang sudah berubah banyak selama ini.


Tidak ada lagi Natasha si gendut melainkan Natasha yang sangat cantik dan mempesona saat ini. Melihat tatapan Vincent membuat Natasha merasa tidak suka.


"Berapa hargamu semalam?" tanya Vincent dengan tatapan mengejek.


Natasha mengangkat alisnya sebelah mendengar pertanyaan Vincent barusan. Otaknya berpikir memikirkan ucapan Vincent yang bertanya harga kepadanya.


Matanya melotot setelah mengetahui maksud ucapan Vincent, sedangkan Vincent malah terkekeh melihat tatapan Natasha yang seakan ingin membunuhnya.


"I'm not b***h!" (aku bukan j****g) bentak Natasha dengan emosi.


"Well, who know! Atau kamu memang malu mengakui hal tersebut" (wah, siapa tahu) ejek Vincent.


"Jiak kamu ingin ja***g maka pergi saja ke club! Karena kamu datang di tempat yang salah" sinis Natasha.


"Ya aku memang ingin j***ng memuaskan aku malam ini tapi aku maunya ja***g itu kamu" Vincent tersenyum smirk.


"Kamu datang di orang yang salah tuan muda kedua Wesly" cibir Natasha.

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Natasha berlalu ingin pergi tapi di halangi oleh Vincent, ia bergerak menghimpit tubuh Natasha di tembok sambil mencengkram dagu Natasha sehingga kedua mata mereka saling bertatapan.


"I want you in my bed b***h" (aku menginginkan kamu di ranjangku pe****r) ucap Vincent dengan suara dingin.


"Aku bukan pe***ur berengsek" hardik Natasha dengan emosi.


Hehehehe...........


Vincent terkekeh mendengar teriakan Natasha tapi ia tak dipedulikannya. Ia yang waktu itu melihat Natasha masuk ke club berpikir jika Natasha seorang ja***g.


"Tidak usah menyangkal b***h, aku melihatmu dengan mata kepalaku sendiri saat kamu masuk ke club" ketus Vincent dengan tatapan emosi.


Natasha memikirkan ucapan Vincent barusan mengenai perihal club. Seketika ia ingat saat ia ke club menghadiri pesta ulang tahun temannya dan di tampar oleh sang kakak.


"Apa orang yang masuk ke club itu seorang ja***g?" tanya Natasha dengan tatapan kecewa.


Vincent bingung tak bisa menjawab ucapan Natasha karena memang tidak semua orang yang masuk ke club adalah seorang wanita penghibur.


"Anda bisa mencari ja***g di luar sana tuan muda kedua Wesly yang terhormat" ketus Natasha dengan tatapan tajam.


Rahang Vincent mengeras mendengar ucapan Natasha yang selalu memanggilnya tuan muda kedua Wesly. Entah kenapa ia tidak suka di panggil seperti itu oleh Natasha.


Cup..............


Natasha melotot kaget saat bibirnya di cium oleh Vincent. Otaknya seketika blank tidak tahu harus melakukan apa karena ini adalah ciuman pertamanya.


"A....pa yang kam...u lakuk...an" ucap Natasha dengan terbata-bata.


"First kiss! Huh" ucap Vincent yang merasa ini ciuman pertama Natasha karena sangat kaku seperti pemula.


"Kamu" tunjuk Natasha dengan emosi.


"Manis! I like your lips baby and from now you are mine" (aku menyukai bibirmu sayang dan mulai sekarang kamu adalah milikku" tegas Vincent.


Plak.........


"In your dream as****e" (dalam mimpimu berengsek) teriak Natasha setelah menampar Vincent.


Ia lalu mendorong Vincent dan berlari keluar dari sana. Melihat hal tersebut Vincent malah tak marah karena sudah di tampar tapi ia semakin bersemangat untuk mendapat Natasha dan membalasnya atas semua perbuatannya di masa lalu.


"Permainan segera dimulai gadis licik" gumam Vincent dengan tatapan penuh kebencian.


~ Universitas Karya Bangsa ~


Hari ini adalah hari keberangkatan rombongan tour Universitas Karya Bangsa ke Bandung. Sudah berjejer bis kampus yang akan membawa mereka semua menuju tempat tour di Bandung di salah satu daerah yang terpencil dari kota.


Kegiatan itu akan mengadakan bakti sosial, tour wisata alam dan pengenalan sejarah-sejarah kota Bandung selama 3 hari 2 malam.


"Loe kenapa Lele?" tanya Clarisa yang baru saja datang.


"Hati gue sakit Risa" ucap Zelena dengan tak bersemangat.


"Apa! Kalau begitu ayok kita lapor ke dosen minta ijin" pekik Clarisa dengan cemas.


"Gue bukan sakit hati yang itu Risa tapi sakit yang lain"


"Maksud loe?" tanya Clarisa dengan bingung.


"Kayaknya gue lagi patah hati"


Hahh..........


Clarisa terbengong mendengar ucapan Zelena barusan. Otaknya dengan cepat langsung konek dengan apa yang Zelena katakan barusan.


"Siapa?" tanya Clarisa dengan penasaran.


"Dia" ucapan Zelena terpotong saat ketua acara berbicara.


"Ayo anak-anak silahkan naik ke bis yang ada" ucap Bima ketua BEM sekaligus panitia acara kali ini.


Zelena dan Clarisa lalu naik ke salah satu bis, di belakang mereka ternyata ada geng 4G yang tersenyum licik melihat keduanya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue..........


__ADS_2