Heartless 2

Heartless 2
Chapter 91


__ADS_3

🍁Bahagiaku cukup sederhana karena kalau mewah maka aku tidak mampu🍁


.


.


.


.


Melihat Zelena sudah pergi Clarisa bergegas keluar dari tempat persembunyiannya. Ia segera pergi dari kampus kebetulan jadwal kuliahnya sudah selesai apa lagi hari ini ia ada wawancara di King Diamond.


Brugh............


Clarisa terjatuh di tanah saat tak sengaja menabrak seseorang didepannya. Dengan cepat ia bangun tak lupa menunduk sambil meminta maaf.


"Maaf saya tidak sengaja"


"Ckk!! Manusia rendahan" dengus orang didepannya dengan ketus.


Deg.............


Jantung Clarisa berdetak dengan cepat mengenali suara yang sangat ia kenali. Wajahnya mendadak pucat mengetahui siapa yang ia tabrak barusan.


Bastian Baker, batin Clarisa dengan gemetar.


Ya orang yang ditabrak Clarisa adalah Bastian Baker ayah kandungnya sendiri yang membuang dia saat dia baru berumur 8 tahun setelah kematian ibunya.


Ia dibuang hanya karena mempunyai warna mata yang berbeda dalam keluarga mereka dan disebut anak siluman oleh semua keluarganya dan anak pembawa sial dalam keluarga Baker.


Bastian berlalu pergi dari sana diikuti oleh asisten dan para pengawalnya yang sedari tadi menemaninya. Saat asistennya sampai di samping Clarisa ia berhenti sejenak untuk meminta maaf atas nama tuannya.


"Maafkan tuan saya nona. Suasana hati tuan saat ini sedang buruk jadi saya mohon pengertian anda nona" ucap asisten Bastian Baker dengan sopan.


Clarisa diam tidak mengatakan satu katapun karena saat ini dia sedang mengontrol rasa panik dan traumanya mengingat kejadian sewaktu ia kecil dan dibuang oleh keluarganya sendiri.


Hosh............hosh.............hosh............


Napas Clarisa sesak mengingat kembali semua itu, ia berusaha memukul dadanya yang terasa sesak berharap rasa sakit itu hilang.


Z pengawal gelap Mikhail yang melihat keadaan Clarisa segera menelpon Mikhail disana memberitahu tentang keadaan Clarisa saat ini, karena ia tidak bisa membantu Clarisa tanpa perintah Kingnya.


Tak lama hpnya berdering ada panggilan masuk dengan gemetar Clarisa segera menjawab panggilan tersebut.


^^^"Kha......il" ucap Clarisa dengan suara gemetar.^^^


"Aku akan bunuh orang itu" hardik Mikhail dengan suara dingin.


Hiks............hiks...........hiks............hiks..........


Tangis Clarisa semakin pecah membuat Mikhail terus memaki di seberang sana karena tidak suka kekasihnya menangis seperti ini.


"Baby kamu berhenti menangis. Jangan membuat aku datang kesitu dan membawamu selalu di sisiku" ancam Mikhail karena bingung harus berbuat.


Mendengar ancaman Mikhail tangisan Clarisa seketika reda hanya sesegukan saja. Entah kenapa Clarisa menangis bukan karena sedih tapi merasa senang ternyata masih ada orang yang menyayanginya dengan tulus.


^^^"Terima kasih Khail" ucap Clarisa dengan suara lembut.^^^


Mikhail yang diseberang sana diam tak membalas ucapan Clarisa barusan membuat Clarisa bingung kenapa Mikhail hanya diam saka.


Ia melihat panggilan mereka masih terhubung tapi kenapa tidak ada suara.


^^^"Khail"^^^


"Aku meeting dulu baby nanti aku telpon lagi"


^^^"Iya Khail"^^^


Panggilannya dimatikan sepihak membuat Clarisa hanya bisa membuang napasnya dengan kasar, karena sifat kekasihnya yang suka mematikan panggilan sepihak tidak pernah berubah.


Clarisa yang merasa sudah lebih baik dan tidak gemetaran lagi bergegas merapikan penampilannya untuk segera ke KING Diamond untuk wawancara.


Entah kenapa mendengar suara Mikhail barusan semua ketakutan di hati dan traumanya seketika hilang dalam sekejap saja.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Sedangkan Zelena yang masih berada dalam kampus entah kenapa merasa seperti sedang diawasi dari dekat.


Ia berbalik ke belakang dan melihat sekitar semuanya tidak ada yang mencurigakan. Seperti biasa tidak ada hal yang aneh dari suasana kampus saat ini.


Mungkin cuman firasat gue aja, batin Zelena.


Tanpa disadarinya ternyata firasat Zelena benar adanya, karena memang sedari tadi ada seorang perempuan yang sedang membaca buku di arah taman sambil merekam Zelena dengan kamera tersembunyi di tasnya.


~ Rumah Steven Lim ~


Steven tersenyum senang melihat gadis kecilnya dari layar laptop yang memperlihatkan semua aktifitasnya saat ini.


"Beritahu orang suruhanmu untuk dekati gadis kecilku" ucap Steven dengan suara tegas.


"Baik tuan" ucap Keiko.


"Persiapkan semuanya untuk besok karena aku tidak mau gagal seperti kejadian lalu"


"Baik tuan"


Steven tersenyum menyeringai sudah tak sabar untuk menjalankan rencananya besok setelah beberapa bulan menyusun rencana mereka dengan matang.

__ADS_1


Besok kita bertemu gadis kecilku, batin Steven sambil tersenyum penuh arti.


Keiko segera keluar dari ruang kerja Steven Lim saat melihat isyarat Steven untuk pergi. Sampai diluar Keiko segera menelpon anak buahnya untuk mengecek persiapan mereka buat besok.


Waktu tak terasa berlalu dengan sangat cepat dan sudah berganti hari. Sesuai rencana mereka kalau hari ini Steven akan menjalankan rencananya untuk menculik Zelena.


"Apa semuanya sudah siap?" tanya Steven dengan tatapan tajam.


"Sudah tuan. Semua anak buahnya siap menunggu perintah anda" jawab Keiko.


"Bergerak sekarang"


"Baik tuan"


~ Mansion Ares ~


Zelena saat ini sedang berdiri di depan cermin didalam walk in closet melihat penampilannya yang bersiap pergi ke kampus.


Entah kenapa sedari tadi perasaannya tidak tenang dan seperti ada sesuatu yang akan terjadi kepadanya.


Grep................


Zelena tersentak saat tiba-tiba ada tangan kekar yang memeluknya dari belakang dengan sangat erat. Zelena menatap lewat cermin dimana Ares juga menatapnya disana.


"Apa yang kamu pikirkan mi amor?" tanya Ares dengan suara lembut.


"Aku tidak tahu querio. Entah kenapa sedari tadi perasaan aku ngak tenang" jawab Zelena dengan jujur.


"Lebih baik kamu tidak usah ke kampus saja mi amor. Aku tidak mau ada sesuatu yang buruk terjadi kepadamu" ucap Ares dengan khawatir.


"Hari ini ada ujian praktek di kelas masakan Perancis querido jadi aku tidak bisa absen" ucap Zelena sambil mengelus tangan kekasihnya dengan lembut.


"Baiklah mi amor biar nanti aku suruh pengawal selalu stand by mengawal kamu dari jauh"


"Iya querido"


Ares lalu mengajak kekasihnya sarapan sebelum mereka berangkat ke tujuan mereka masing-masing. Selesai sarapan Ares mengantar Zelena ke kampus sebelum ia ke kantor entah kenapa Zelena merasa tenang jika didekat Ares.


~ Wesly hospital ~


Prang.................


Bunyi gelas pecah yang dilempar hingga pecah berserakan dilantai menggema di dalam ruangan rawat VIP milik Natasha.


Saat sadar dari operasi dan mendengar ucapan sang dokter dunia Natasha seakan ditunggak balikan hingga hancur.


"KENAPA AKU TIDAK MATI SAJA? KENAPA?" teriak Natasha sambil menangis histeris.


Grep..............


Vincent memeluk tubuh istrinya dengan erat yang saat ini sedang menangis tak terima dengan pernyataan dokter barusan mengenai kondisinya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"AKU BENCI SAMA KAMU..........hiks hiks hiks........AKU BENCI KAMU BANGSAT" maki Natasha dengan histeris.


"Heemmm! Aku tahu honey. Maafkan aku honey" balas Vincent dengan suara lembut.


Hiks..........hiks..........hiks.........hiks..........


Natasha tertidur karena kelelahan menangis sedari tadi sadar. Melihat istrinya sudah tertidur dengan perlahan Vincent menidurkan istrinya di brankar dan menyelimutinya.


Cup..............


Vincent mencium kening istrinya dengan lembut sambil mengelus pipinya. Air matanya jatuh mengingat ucapan dokter tadi.


#Flashback On


Lampu tanda operasi mati menandakan operasi Natasha sudah selesai. Tak berselang lama dokter Matt keluar dari dalam ruang operasi sambil membuka masker mulut.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Vincent cepat sebelum Thomas bertanya.


"Ckk!!" decak Thomas dengan tatapan tajam melihat Vincent.


"Benturan di kepala belakang nyonya muda kedua tidak ada cidera serius tapi untuk kondisi bahu kiri nyonya muda kedua sangat parah" ucap dokter Matt.


"Apa maksudnya Matt?" tanya Thomas dengan cepat karena Maat itu salah satu anggota di Devil Dragon.


"Cedera bahu kiri nyonya muda kedua yang sedari kecil retak, hancur karena pukulan itu. Kami terpaksa memasang pen untuk menghubungkan tulangnya tapi maaf selamanya nyonya muda kedua tidak bisa berenang kembali dan mengangkat benda berat lebih dari 5 kg dengan tangan kirinya" papar dokter Matt menjelaskan.


Duar..................


Bagai disambar petir tubuh mereka semua menegang mendengar penjelasan dokter Matt mengenai kondisi Natasha.


Brugh.............


Valeria terjatuh di lantai tak kuasa menahan tubuhnya yang lemas mendengar ucapan dokter Matt. Ia sangat tahu jika selama ini putrinya diam-diam menjalani pengobatan untuk cederanya agar bisa kembali berenang.


"Matt jangan bercanda kamu sama aku! Kamu tahu bagaimana perjuangan putriku selama ini hanya untuk bisa sembuh" teriak Thomas sambil menarik baju dokter Matt.


"Aku tahu bos tapi maaf aku tidak bisa menolong nona muda karena kejadian ini diluar dugaan kita bos" ucap dokter Matt.


Arrgghh..............


Teriak Thomas kesetanan sambil menangis dan memukul tembok meluapkan kekesalan dan emosinya saat ini.


Vincent sedari tadi berdiri mematung dengan pikiran kosong. Air matanya mengalir dengan deras dikedua pipinya tak menyangka istrinya selama ini sudah sangat menderita.

__ADS_1


#Flashback Off


Vincent menghapus air matanya dan keluar untuk bertemu dengan kedua mertuanya yang sedari tadi duduk di luar.


Ceklek..............


Saat pintu terbuka semua pandangan mata tertuju kepadanya ingin mengetahui kondisi Natasha. Meski Thomas dan Valeria marah dengan Vincent tapi mereka tidak bisa egois karena ini semua sepenuhnya bukan salah Vincent.


"Bagaimana keadaan menantu mommy son?" tanya Chloe dengan suara lembut.


"Istriku sedang tidur mommy" jawab Vincent sambil tersenyum getir.


Chloe memeluk putra keduanya dengan erat sambil mengelus punggungnya dengan lembut menenangkan dia.


Setelah pelukannya terlepas ia lalu melihat kearah kedua mertuanya yang duduk di kawal oleh pengawal pribadi Valeria. Vincent berjalan menghampiri keduanya dan berdiri tepat didepan mereka.


Brugh.................


"VINCENT" pekik Chloe dengan kaget melihat apa yang dilakukan putranya.


"Baby biarkan saja. Aku yakin putra kita punya alasannya sendiri" ucap Xavier menahan istrinya yeng hendak ke Vincent.


"Tapi hubby"


"Daddy benar mom. Tolong percaya sama adik aku" potong Xander.


"Baiklah" ucap Chloe pasrah mengikuti perintah anak dan suaminya.


Valeria dan Thomas diam tak bergeming apapun melihat Vincent yang berlutut didepan mereka saat ini.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Mommy, daddy maafkan semua kesalahan aku selama ini karena sudah terlalu banyak menorehkan luka di hati istriku" ucap Vincent dengan suara tegas.


"Kamu puas?" tanya Valeria dengan suara dingin.


"Maafkan aku mommy. Maaf" ucap Vincent dengan tulus.


Bugh..............bugh...........bugh..........


3 pukulan melayang di wajah dan tubuh Vincent hingga membentur tembok dibelakangnya. Valeria tak perduli sama sekali karena memukul anak mantunya sendiri.


Sedangkan Chloe ia memeluk suaminya dan menangis tak sanggup melihat anaknya dipukul didepan matanya. Ingin meminta agar Valeria jangan memukul anaknya tapi selalu ditahan oleh suaminya.


"Maafkan aku mommy" ucap Vincent setelah memaksa tubuhnya kembali bangun dan berlutut di depan Valeria.


Plak...............


Suara tamparan bergema di lorong membuat semuanya kaget bukan main melihat Thomas yang menampar Vincent hingga bibirnya sobek.


"Hubby tolong anak kita. Aku tidak sanggup melihat anakku dipukul didepan mataku sendiri hubby......hiks hiks hiks" pinta Chloe sambil menangis.


"Heemmmm" deham Xavier sambil mengangguk kepalanya.


"Thomas" panggil Xander sambil memberikan isyarat mata menunjuk istrinya.


Thomas mengangguk kepalanya mengetahui dengan isyarat yang diberikan oleh Xavier barusan. Tatapan mata Thomas menatap Vincent tak berkedip seakan ingin menelannya hidup-hidup.


"Bangun" perintah Thomas dengan suara dingin.


"Aku tidak akan bangun sampai mendapat maaf dari daddy" bantah Vincent dengan keras kepala.


"Kalau kamu tidak bangun maka kamu tidak mendapat maaf dari daddy" ucap Thomas tak ingin dibantah.


Mendengar hal itu dengan cepat Vincent bangun dan berdiri didepan Thomas sambil menatap Thomas dengan tajam tak takut sedikit pun.


"Seberapa besar keyakinan kamu untuk membahagiakan putriku?" tanya Thomas dengan suara dingin.


"Seluruh hidupku milik istriku" jawab Vincent dengan tegas.


"Daddy tahu ingatan kamu sudah pulih. Tapi daddy lebih yakin lagi kalau penyesalan kamu saat ini hanya semata-mata ingin menebus rasa bersalahmu"


"Daddy salah. Aku memang sangat menyesal sudah menorehkan luka di hati istriku sejak kecil hingga kami menikah. Tapi semua penyesalanku karena aku terlalu bodoh menyakiti orang yang aku CINTAI" papar Vincent dengan tegas menekan ucapan di bagian akhir.


Thomas tersenyum puas mendengar ucapan menantunya. Ia memeluk tubuh Vincent sambil menepuk pundaknya dengan pelan mengagetkan Vincent.


"Tebus rasa bersalahmu dengan cintamu kepada putri daddy. Daddy memang marah tapi daddy tahu putri daddy selama hidupnya hanya mencintai kamu seorang" bisik Thomas


Tes...............


Air mata Vincent jatuh tak kuasa menahan rasa harunya mendengar ucapan daddy mertuanya mengenai isi hati istrinya sejak dulu.


Thomas lalu melepas pelukannya dan menepuk pundak Vincent dengan pelan. Sedangkan Valeria ia hanya menatap keduanya dengan datar dan dingin menetralkan emosi dalam tubuhnya.


"Mommy" panggil Vincent dengan gugup.


Valeria berlalu pergi tak memperdulikan Vincent membuat Vincent tahu jika mommy mertuanya belum bisa memaafkannya.


"Kamu fokus saja sama istrimu biar mommy Valeria jadi urusan daddy"


"Iya dad"


Thomas berlalu pergi mengikuti istrinya yang sudah sampai di lift. Tangannya selalu memeluk pinggang Valeria dengan posesif membuat mereka semua yang melihat hanya menggelengkan kepala mereka.


Sedangkan di seberang sana lebih tepatnya di Indonesia saat ini Clarisa panik bukan main melihat sosok yang sangat dikenalnya di culik oleh beberapa orang berbadan besar.


"LELE" teriak Clarisa melihat Zelena yang dibopong masuk ke dalam mobil dengan keadaan pingsan.

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue...........


__ADS_2