Heartless 2

Heartless 2
Chapter 66


__ADS_3

🍁Menjadi lemah tidak apa-apa yang terpenting bukan menjadi bodoh🍁


.


.


.


.


Ares menelpon Zelena berkali-kali tapi tidak diangkat membuat dia berteriak dan memaki di kursi penumpang.


Geri dan sopir Ares hanya diam saja tidak berani berbicara karena tahu tuan mereka saat ini sedang emosi, apa lagi aura di belakang mereka terasa sangat mencekam membuat bulu kuduk mereka merinding.


"Hubungi pak Tio!" bentak Ares.


"Baik tuan"


Gery segera mengambil hpnya dan menghubungi pak Tio. Pada dering kedua panggilannya langsung dijawab pak Tio.


"Halo tuan Gery" ucap pak Tio dengan sopan dari seberang.


^^^"Dimana Zelena?" tanya Ares yang merebut hp Gery dengan cepat.^^^


"Nona Zelena baru saja keluar tuan"


^^^"Apa! Gue udah bilang jangan pernah biarin Zelena keluar kenapa loe semua biarin dia keluar!" bentak Ares menggelegar.^^^


"Maa...f tuan. Tadi nona Zelena bilang kalau tuan sudah mengijinkannya" ucap pak Tio dengan gugup dari seberang.


^^^"Siapa yang mengawal kekasih gue?" tanya Ares dengan rahang mengeras.^^^


"Tidak ada tuan"


^^^"Bego bangat loe semua bangsat! Beraninya kalian ngak mengawal kekasih gue" maki Ares dengan emosi.^^^


Ares mematikan panggilannya sepihak dan melempar hp Gery ke depan hingga layarnya retak mengenai kaca mobil.


Gery menahan napas melihat nasib hpnya yang dibanting Ares dengan tatapan datar. Ingin marah tapi ia tidak berani melakukan hal tersebut.


"Beri hukuman ke semua penjaga dan pengawal Zelena di mansion!" bentak Ares.


"Baik tuan"


Ares lalu menelpon orang kepercayaannya yang selama ini bekerja untuknya sebagai hacker sejak ia masih SMA.


"Halo bos" ucap Matt hacker Ares.


^^^"Lacak keberadaan pacar gue sekarang juga" ucap Ares dengan suara dingin.^^^


"Wow bos! Apa baru lagi?" tanya Matt sambil terkekeh dari seberang.


^^^"Ngak usah banyak tanya bangsat karena loe udah tahu dia siapa" maki Ares dengan suara tinggi.^^^


"Tenang bos gue cari sekarang"


Ares mematikan panggilannya sepihak tak perduli dengan Matt yang mengumpatnya diseberang karena lagi-lagi panggilannya dimatikan sepihak.


Ting................


Matt


"Jl.XXX No.54 blok B depan bank BCA bos"


"Ke jl.XXX No.54 blok B" ucap Ares dengan suara dingin setelah membaca pesan Matt.


Mobil Ares segera melaju menuju alamat tersebut. Sampai di sama mata hitam tajam Ares langsung menangkap sosok yang sedari tadi membuatnya emosi.


Ares keluar dari mobil menghampiri Zelena yang sedang menunggu pesanan martabak telur miliknya tanpa tahu jika sosok mengerikan sedang menuju kearahnya.


Grep..................


"Aw! Lepasin gue" bentak Zelena yang tiba-tiba tangannya di tarik dengan kasar.


Tubuhnya seketika menegang melihat siapa yang menariknya barusan dan ia kaget melihat sang kekasih yang berdiri menatapnya dengan wajah mengelap dan rahang mengeras.


"Qu.....erido" cicit Zelena dengan takut.


"Kunci mobil?" tanya Ares dengan suara dingin.


Zelena mengambil kunci mobil di dalam tas dan memberikan ke Ares tak membantah sedikit pun.


Ares memberi isyarat kepada Gery untuk menunggu pesanan Zelena sedangkan dia menarik tangan Zelena dengan kasar menuju mobil lamborghini hitam milik Ares yang tadi di pakainya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Brak................


Zelena kaget saat pintu mobil dibanting kuat oleh Ares setelah ia masuk ke dalam mobil. Ares segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Zelena hanya diam sambil memegang erat seatbelt merasa takut melihat mobil yang dibawa Ares dengan kecepatan tinggi.


Ares sendiri meremas stir mobil dengan erat hingga urat tangannya terlihat menandakan saat ini ia sangat emosi.


"A.....res aku takut" lirih Zelena dengan takut.


Ceekiitt..............


Ares mengerem mobil mendadak membuat tubuh Zelena terpental ke depan tapi ditahan olehnya. Rahangnya mengeras menatap Zelena dengan tatapan membunuh.


Beruntung mereka berada di jalanan sepi dan tidak ada kendaraan yang lewat. Sedangkan para pengawal Ares berhenti tak jauh dari mobil tuannya.


"Are......s" ucap Zelena dengan takut melihat wajah emosi Ares.


"Berapa kali gue bilang jangan pernah keluar dari mansion tanpa ijin dari gue!" bentak Ares dengan suara tinggi.


Tes................


Air mata Zelena jatuh karena baru pertama kali dibentak oleh Ares, ia menghadap ke arah kaca agar Ares tak melihatnya tapi tetap saja Ares sudah melihat ia menangis.


Ares menutup mata menormalkan emosinya yang memuncak karena kekasihnya itu, hatinya terasa sakit melihat Zelena menangis.


Grep........

__ADS_1


Dengan sekali tarikan Ares mengangkat tubuh sang kekasih ke atas pangkuannya setelah membuka seatbelt Zelena.


Hiks........hiks.......hiks.......hiks..........


Air mata Zelena tak bisa dibendung lagi setelah diatas pangkuan Ares. Degan erat Ares memeluk tubuh kekasihnya sambil mengelus kepalanya dengan lembut.


"Aku tidak akan meminta maaf karena ini kesalahan kamu mi amor" ucap Ares dengan suara dingin.


"Kamu tahu kenapa aku larang kamu keluar mi amor?" tanya Ares mengangkat dagu Zelena agar mata keduanya bertatapan.


Zelena menggelengkan kepalanya tak tahu dengan pertanyaan Ares barusan. Ares membuka jendela kaca mobilnya sedikit lalu menyuruh kekasihnya untuk melihat ke arah belakang.


Mata Zelena melotot kaget melihat beberapa orang sedang berkelahi disana entah itu siapa.


"I....tu" ucap Zelena dengan terbata-bata.


"Heemmm! Situasi di luar belum aman mi amor dan karena itu aku melarang kamu keluar sendirian apa lagi tidak ditemani pengawal" ucap Ares sambil membuang napasnya dengan kasar.


"Maaf querido.......hiks hiks hiks........maafkan aku" ucap Zelena yang merasa bersalah.


"Aku maafkan tapi kamu tetap harus dihukum mi amor"


"Hukum?" tanya Zelena dengan wajah polos.


Cup................


Mata Zelena terbelak melihat bibirnya yang dicium Ares dengan cepat. Ini adalah ciuman pertamanya dan ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.


"First kiss gue" ucap Zelena dengan kaget setelah ciuman keduanya terlepas.


Ares merasa senang karena ia adalah orang pertama yang mencium bibir pink alami milik Zelena apa lagi rasanya sangat manis membuatnya semakin ketagihan.


"Ini milik ku mi amor" ucap Ares sambil mengelap bibir kekasihnya dengan lembut.


Blush............


Kedua pipi Zelena merona membuatnya sangat malu, melihat hal itu Ares terkekeh dan menciumnya lagi dengan penuh kelembutan.


~ Rumah Steven Lim ~


"Apa gagal lagi" hardik Steven dengan mata tajam menatap Kaito.


"Maafkan saya tuan" ucap Kaito sambil menunduk.


"Cari cara lain dan bawa gadis kecilku kesini" ucap Steven.


"Tuan bagaimana kalau kita menunggu nona Zelena masuk kembali kampus barulah kita menculiknya" usul Kaito.


"Kamu atur saja dan aku tidak mau kali ini gagal lagi"


"Baik tuan"


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Kaito segera berlalu pergi dari sana meninggalkan Steven yang menatap foto Zelena dengan tatapan penuh nafsu.


Aku sudah tidak sabar ingin menikmati tubuhmu itu gadis kecilku, batin Steven tak sabar.


~ Hotel Arthur ~


"Bawa mereka masuk" ucap Mikhail dengan suara dingin.


Tak berselang lama Teivel muncul bersama anak buahnya menodong senjata ke 70 orang yang tadi mereka tangkap saat pesta berlangsung.


"Ada apa ini?" tanya Xavier.


"Penjagaan kamu sangat lemah" ejek Mikhail sambil menatap Xander.


"****" maki Xander dengan emosi.


"Damon" ucap Mikhail memberi isyarat kepada Damon untuk menjelaskannya.


"Meraka adalah orang yang dikirim oleh seseorang untuk membunuh kita semua. Bahkan tadi saat di gereja orang itu juga mengirim 4 sniper untuk membunuh tuan dan nyonya besar serta nona muda dan tuan muda kedua" papar Damon menjelaskan.


"Apa" ucap mereka semua dengan kaget.


"Kamu yang selesaikan mereka atau aku?" tanya Mikhail menatap Xander.


"Siapa yang menangkapnya dia juga yang membereskannya juga" jawab Xander dengan suara dingin.


Mikhail tersenyum menyeringai menatap Xander membuat Xander merasa ada sesuatu yang direncanakan oleh Mikhail.


Tatapan mata Mikhail menatap Damon dan Teivel sebagai isyarat membuat semuanya penasaran apa yang akan mereka lakukan.


Dor.............dor.........dor........dor.........dor.......


Aaarrgghhhh.........


Teriak Chloe dan lainnya melihat aksi Teivel, Damon, dan anak buah mereka yang dengan santai menembak 70 orang di depan mereka.


Sedangkan Thomas dan Valeria mengurut kening mereka melihat aksi kejam anak mereka yang tak berubah. Xander, Xavier dan David tercengang melihat aksi Damon dan lainnya.


"Mommy aku tidak pulang ke mansion" ucap Mikhail sambil berdiri dan merapikan jasnya.


"Mau kemana kamu raja setan?" tanya Thomas dengan suara tinggi.


"Pulang ke Dubai" jawab Mikhail dengan santai.


"Temui daddy di private room"


"Heeemmm"


Mikhail beranjak pergi ke private room tapi saat berpapasan dengan Vincent ia menghentikan langkahnya tepat di samping Vincent.


"Urungkan niat licikmu sebelum aku membunuhmu" ucap Mikhail dengan aura membunuh.


"MIKHAIL" teriak Xander menggelegar.


Dor.................


Mikhail menembak tepat di bawah kaki Xander tanpa melihat kebelakang sebagai peringatan untuk tak mengganggunya.


"Aku sudah membereskan mereka jadi sebagai pemilik hotel kamu yang membersihkannya" ucap Mikhail dengan sinis.

__ADS_1


Mikhail, Damon, dan Teivel beranjak pergi dikuti oleh pengawalnya meninggalkan Xander yang menatap kepergian mereka dengan rahang mengeras.


"Bereskan ini semua!" bentak Xander menatap Luki dan David dengan tatapan membunuh.


"Kalian masuk ke kamar kalian sekarang" titah Kevin dengan tegas.


"Baik daddy, uncle" ucap anak-anak serentak.


David yang baru melihat penampilan Lili melotot kaget melihat baju yang ia pakai. Dengan langkah cepat David membuka jasnya dan membungkus tubuh Lili.


"Ka David" ucap Lili yang kaget.


"Berani kamu pakai baju seperti ini Lili" bisik David dengan tatapan tajam.


"Memangnya kenapa ka? Ini bukan urusan kakak mengomentari bajuku?"tanya Lili dengan tatapan tajam.


"Ka David mending urus saja perempuan di apartemen kakak!" hardik Lili dengan emosi.


Ia melepas jas David dan mengembalikannya lalu berlalu pergi dari sana membuat David bingung dengan ucapan Lili yang terakhir.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Perempuan di apartemenku" gumam David dengan bingung.


Tak mau terlalu berpikir David segera mengecek Luki yang sedang memberi arahan kepada anak buahnya untuk mengurus semua mayat itu.


"Bos kita bertemu besok di mansion bos" ucap Thomas.


"Heemmm" deham Xavier sambil merangkul istrinya dan pergi dari sana.


Thomas dan Valeria berlalu menuju private room menemui sang anak. Mereka ingin mengetahui siapa musuh mereka kali ini.


Ceklek...........


Damon dan Teivel menunduk melihat kedatangan tuan dan nyonya besar mereka. Sedangkan Mikhail ia duduk berpangku kaki di sofa sambil menyesap wine.


"Son" panggil Thomas.


"Aku tidak akan beritahu siapa yang melakukan hal ini daddy. Jadi urungkan saja niat daddy itu" ucap Mikhail dengan suara dingin.


"Siapa dia son?" tanya Valeria.


"Jangan memaksaku mom aku tidak suka" tatapan Mikhail berubah menjadi sangat dingin memperingati mommynya.


"Kalau begitu katakan siapa yang menjadi sasaran mereka" ucap Thomas dengan suara tegas.


"Mommy"


"Apa" ucap keduanya dengan kaget.


Mikhail menatap keduanya dengan santai tak perduli dengan keterkejutan mereka berdua yang menurutnya itu tidak penting.


"Tapi kenapa? Apa mereka musuh lama mommy?" tanya Valeria dengan penasaran.


"Mungkin" jawab Mikhail dengan santai.


Valeria menatap anaknya dengan tajam dan tahu jika Mikhail sudah mengetahui semuanya tapi ia tidak ingin memberitahu mereka.


"Jangan menanggungnya sendiri son" ucap Valeria dengan tatapan lembut.


"Aku bisa mommy. Tugas mommy dan daddy yaitu jaga diri kalian berdua dan sweety" ucap Mikhail dengan suara lembut.


"Tapi son"


"Percayakan semuanya ke aku mom" potong Mikhail dengan cepat.


"Baiklah" pasrah Valeria.


"Daddy beritahu uncle Xavier untuk melindungi keluarganya, uncle Kevin, dan uncle Albert"


"Apa mereka semua menjadi sasaran mereka?" tanya Thomas.


"Heemmm! Untuk keluarga mommy di Indonesia sudah aku atur uncle Raksa yang bertanggung jawab"


"Heemmm" deham Valeria.


Mikhail segera pergi tak lupa memeluk kedua orang tuanya. Valeria menangis menatap kepergian putranya beruntung ada suaminya yang menenangkannya.


"Percaya sama raja setan itu dia pasti baik-baik saja honey" ucap Thomas menenangkan istrinya.


"Kalau dia raja setan kamu bapaknya raja setan" ketus Valeria dengan kesal.


Thomas terkekeh melihat wajah kesal istrinya yang sangat mengemaskan. Ia lalu menarik Valeria pergi dan kembali ke mansion mereka.


~ Rio de Jeneiro, Italia ~


Light terkekeh mendengar informasi yang disampaikan Ray mengenai pembunuh bayaran yang mereka kirim hari ini ternyata gagal menjalankan tugas mereka.


"Sepertinya aku ingin bertemu dengan King yang terkenal itu" ucap Light sambil tersenyum smirk.


"Tuan saya mohon jangan pernah menunjukkan wajah anda di luar sana karena King orangnya sangat licik" pinta Ray.


"Ya aku tahu tapi aku sangat penasaran seberapa liciknya dia"


"Tuan" ucap Ray dengan memohon.


"Baiklah kamu menang kali ini Ray" ucap Light dengan kesal membuat Ray bernapas dengan lega.


"Dimana adikku?" tanya Light.


"Nona Lina berada di penjara bawah tanah tuan" jawab Ray.


"Lagi! Kenapa dia tidak langsung bunuh saja wanita sialan itu" hardik Light.


"Kata nona Lina dia tidak puas jika wanita itu mati dengan mudah"


"Ckk!! Beritahu Lina untuk membunuhnya saat ini juga jangan sampai aku yang turun tangan" ketus Light dengan emosi.


"Baik tuan"


"Mikhail Zeno Parker aku akan menunggu waktunya kita bertemu" gumam Light setelah Ray berlalu pergi.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue...............


__ADS_2