
πJangan pernah percaya orang lain lebih dari dirimu sendiriπ
.
.
.
.
Thomas mengumpat dan memaki saat panggilannya lagi-lagi di tolak oleh putranya Mikhail sedari tadi.
Valeria sendiri yang tahu kebiasaan suaminya jika sedang emosi hanya diam saja. Saat ini mereka sedang berada di mansion utama Wesly membahas perihal Natasha yang diculik oleh musuh tak dikenal.
"Honey coba kamu hubungi raja setan itu" ucap Thomas dengan wajah memelas.
"Tenangkan diri kamu honey. Putra kita tidak mungkin diam saja jika putri kita di culik" ucap Valeria dengan suara lembut.
"Siapa yang di culik aunty?" tanya Victor yang baru saja datang.
"Victor" ucap Chloe yang ingin menghampiri putra bungsunya tapi di tahan suaminya.
"Hubby" ucap Chloe dengan tatapan tajam.
"Dia sudah besar baby tidak perlu di sambut lagi" ucap Xavier dengan posesif.
"Daddy itu mommy aku" dengus Victor dengan kesal.
"Ini istri daddy dan daddy yang lebih berhak dari kamu" balas Xavier tak mau kalah.
"Kalian ini! Apa kalian tidak lihat ada tamu" hardik Chloe dengan suara tegas.
Keduanya diam tak berbicara lagi jika Chloe sudah berkata dengan suara tegas. Thomas dan Valeria hanya diam saja menatap mereka tak ingin ikut campur.
Valeria yang sedang menelpon Mikhail dari tadi akhirnya panggilannya di angkat juga oleh putranya itu.
^^^"Son" ucap Valeria dengan suara lembut membuat semua mata memandang ke arahnya.^^^
"Heeemmm"
^^^"Mommy tahu kamu pasti tidak akan diam"^^^
"You right mom" (mama benar)
^^^"Jadi bagaimana keadaan Nata son?" tanya Valeria dengan cepat.^^^
"Aku tidak tahu"
^^^"Son" lirih Valeria.^^^
"Beritahu daddy jangan memaksaku mom karena aku tidak akan beritahu" ucap Mikhail dengan suara dingin dari seberang.
Valeria belum menjawab ucapan anaknya tapi panggilannya sudah di matikan. Thomas membuang napas dengan kasar mendengar ucapan putranya tadi.
"Ckk!! Raja setan kurang ajar" umpat Thomas dengan kesal.
Ting...........
Putraku
"Jangan mengumpatku daddy"
"Liat kelakuan putramu honey" adu Thomas sambil menunjukkan layar hpnya ke Valeria.
"Putra kamu juga honey"
"Ckk!!" decak Thomas dengan kesal.
Waktu berlalu dengan sangat cepat dan tanpa terasa hari sudah malam. Xander yang baru pulang dari perusahaan memilih kembali ke mansion utama untuk menemani adiknya Vincent.
"Brother apa yang terjadi dengan brother Vin?" tanya Zelena yang belum tahu jika Natasha diculik.
"Panggil Victor ke kamar Vincent princess" ucap Xander tak menjawab pertanyaan Zelena.
__ADS_1
"Baik brother" ucap Zelena sambil berlalu ke kolam berenang karena Victor sedang berenang.
Tak lama keempatnya sudah berada didalam kamar Vincent. Sedari tadi Victor dan Zelena diam saja melihat penampilan saudara mereka yang sangat berantakan hari ini tidak seperti biasanya.
"Twin" panggil Victor dengan suara lembut.
Vincent menatap kembarannya dengan lesu membuat Victor seketika menangis karena keduanya memiliki ikatan batin yang kuat.
"Hiks hiks hiks........brother Vic kenapa menangis?" tanya Zelena yang juga ikut menangis.
"Kamu sendiri kenapa juga ikut menangis?" tanya balik Victor dengan sesegukan.
"Karena brother Vic menangis.......hiks hiks hiks........makanya aku juga ikut menangis" jawab Zelena dengan wajah polos.
...π π π π π...
Xander dan Vincent hanya menggelengkan kepala mereka tak bisa berkata-kata melihat kelakuan kedua adik mereka.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka berdua sudah lebih tenang. Xander lalu memberitahu mereka tentang apa yang terjadi dengan Natasha dan syarat dari Mikhail.
"Kenapa ka Mikhail harus memberi syarat seperti itu brother?" tanya Zelena dengan cepat.
"Brother tidak tahu princess" jawab Xander dengan suara dingin.
"Aku tidak terima jika brother Vin yang harus disalahkan brother" protes Zelena.
"Princess" lirih Vincent dengan sendu.
"Tidak brother! Ini semua keinginan Natasha yang ingin pergi padahal brother sudah melarangnya tapi dia yang keras kepala ingin pergi" ketus Zelena dengan tatapan tajam.
"Brother tahu princess. Tapi biar bagaimanapun dia itu istrinya brother"
"Aku tahu tapi aku tidak terima jika brother yang disalahkan" lirih Zelena dengan mata berkaca-kaca.
"Aku setuju dengan ucapan princess kali ini twin" tambah Victor.
"Semuanya sudah terjadi jadi jangan saling menyalahkan" ucap Xander dengan suara tegas.
" Tapi brother" protes Victor.
"Memangnya Natasha sudah ditemukan ya brother?" tanya Zelena dengan wajah polos.
"Heeemmm" deham Xander sambil mengangguk kepala.
"Jam berapa kamu berangkat ke Korea twin?" tanya Victor.
"Jam 06:00 pagi" jawab Vincent.
"Brother tolong jaga keselamatan ya selama kamu pergi. Aku tidak mau brother kenapa-napa" ucap Zelena sambil memeluk Vincent.
"Pasti princess" balas Vincent sambil membalas pelukan adiknya.
Victor juga ikut bergabung memeluk keduanya sedangkan Xander hanya menatap ketiganya dengan tatapan tajam dan dingin.
~ Mansion Light ~
Hahahaha.................
Light tertawa kencang dalam ruang kerjanya mendengar informasi yang baru saja disampaikan oleh Rio mengenai Natasha.
"Utus anak buah kita untuk membawa Natasha apapun yang terjadi" ucap Light sambil tersenyum smirk memikirkan sebuah rencana.
"Baik tuan" ucap Rio dengan suara dingin.
"Apa adikku belum kembali?" tanya Light dengan penasaran.
"Belum tuan. Lina tadi menelpon memberitahu ia sedang berlibur bersama target terbarunya tuan"
"Laki-laki atau perempuan?" tanya Light dengan suara dingin.
"Perempuan paruh baya tuan" jawab Rio sambil menunjukkan foto Lina tadi yang ia kirim sebelum mereka berangkat.
"Terus pantau keberadaan adikku"
__ADS_1
"Baik tuan"
Rio bergegas pergi karena tidak ada lagi yang ingin ia sampaikan. Sedangkan Light ia terus memantau Natasha ingin menculiknya dari orang yang sudah berhasil menculiknya di Korea.
"Semesta sepertinya sedang berpihak kepadaku" ucap Light sambil tersenyum menyeringai.
~ Blue Ocean Apartment ~
Mikhail bersedekap tangan di dada sambil menatap Clarisa dengan tajam. Seharian penuh Clarisa tertidur hingga ia melewatkan makan selama 1 hari full.
"Puas kamu menyakiti diri kamu sendiri" ucap Mikhail dengan suara dingin.
Clarisa menunduk tak berani menatap Mikhail di atas ranjang. Seketika air matanya jatuh merasa hatinya sakit mengingat apa yang sudah di lakukan Mikhail.
"DIAM!" bentak Mikhail dengan suara tinggi.
Clarisa mengigit bibirnya dengan kuat menahan tangisnya yang tak mau berhenti sedari tadi. Melihat hal itu dengan langkah tegap Mikhail berjalan menuju ranjang dengan aura membunuh.
Grep..............aaarrghh.........
Teriak Clarisa saat tubuhnya tiba-tiba di tarik kuat oleh Mikhail hingga membentur dadanya yang bidang.
...π π π π π...
"Puas kamu nyakitin diri kamu sendiri" hardik Mikhail tepat di depan wajah Clarisa sambil memegang dagunya dengan kuat.
"S......aki.......t" lirih Clarisa dengan wajah memucat.
"Sakit? Kalau sakit kenapa kamu menyakiti dirimu sendiri?" tanya Mikhail dengan suara menggelegar.
"Kamu tanya kenapa? Ini semua karena kamu Khail! Kalau kamu hanya mau permainkan aku tolong lepaskan aku" teriak Clarisa dengan napas tersengal-sengal.
"Apa maksudmu? Apa karena aku tidak ada kabar selama sebulan?" tanya Mikhail dengan kening berkerut.
"Aku itu juga wanita Khail. Perempuan mana yang suka jika melihat kekasihnya berjalan bersama perempuan lain sampai dicium di pipi. Hati aku sakit Khail" lirih Clarisa sambil menangis histeris.
Mikhail memikirkan ucapan Clarisa barusan dan seketika ia mengerti apa yang membuat kekasihnya seperti ini.
Bibirnya tersenyum mengetahui jika ternyata kekasihnya ternyata audah salah sangka kepadanya apa lagi Clarisa yang cemburu.
"Kamu cemburu baby?" tanya Mikhail sambil tersenyum smirk.
"Cih!! Kamu memang laki-laki bangsat, playboy, tukang selingkuh! Aku benci kamu Khail" maki Clarisa dengan emosi.
Cup............
Mikhail mencium bibir Clarisa dengan rakus tak memberinya kesempatan untuk protes atau mengelak.
Plup.............
Napas Clarisa tersengal-sengal setelah ciuman keduanya terlepas, Mikhail mengangkat Clarisa dalam gendongannya menuju sofa.
"Denger penjelasan aku baik-baik" titah Mikhail dengan suara tegas sambil menatap mata Clarisa.
"Perempuan yang kamu lihat di restoran adalah Natasha. Aku biasa memanggilnya sweety dan dia adalah adik kandungku baby, dia adalah orang yang sama yang mencium pipiku waktu acara di Galaxy Company" papar Mikhail menjelaskan.
"Natasha?" tanya Clarisa dengan wajah bingung.
"Heemmm! Natasha Oliver Wesly - Parker. Dia sudah menikah dengan putra kedua uncle Xavier dan aunty Chloe Wesly"
Wajah Clarisa seketika merah padam mendengar penjelasan Mikhail barusan yang ternyata ia sudah salah paham.
"Sudah aku bilang babu jika ada sesuatu yang mengganjal di pikiranmu segera tanya ke aku jangan mengambil kesimpulan sendiri" ucap Mikhail dengan suara tegas.
"M......aaf" ucap Clarisa sambil menunduk dan memainkan jarinya.
"Kamu tahu siapa yang aku cintai selain mommy aku baby dan aku itu bukan orang yang romantis" ucap Mikhail sambil mengangkat dagunya dengan lembut.
"Maafkan aku Khail..........hiks hiks hiks" tangis Clarisa pecah saat menatap Mikhail yang menatapnya dengan tatapan penuh cinta.
Hatinya merasa sangat bersalah karena sudah menuduh Mikhail melakukan hal yang tidak-tidak dan tak mempercayainya.
Aku memang bodoh, batin Clarisa.
__ADS_1
...π π π π π...
To be continue............