
πTersenyumlah walau hatimu sakit, tertawalah walau kamu tidak baik-baik saja, jangan biarkan orang lain tahu seberapa sakit dan hancur dirimu saat ini karena hati manusia tidak ada yang tahuπ
.
.
.
.
Mikhail memilih keluar untuk melihat peliharaannya yang sudah setahun ia belum lihat. Mikhail berdiri di lantai satu bagian timur di bagian akuarium yang sangat besar.
Bibirnya terangkat saat melihat tubuh Oris di lemparkan ke dalam akuarium besar itu apa lagi saat melihat 500 kesayangannya yang menuju ke arah Oris.
"Kalian semakin gemuk saja" ucap Mikhail tersenyum bahagia melihat tubuh Oris yang diserbu oleh piranha kesayangannya yang ia pelihara sejak berumur 10 tahun.
He is crazy
Itu lah kata yang tepat untuk seorang raja setan yang tersembunyi di balik wajah rupawan yang seperti malaikat.
Seakan tahu ada tuan mereka predator ganas dengan gigi runcing yang tajam berenang mendekati Mikhail. Air akuarium yang semulanya jernih berubah menjadi merah karena darah Oris.
Bahkan organ tubuhnya sudah tak utuh lagi hanya ada tulang-tulangnya saja. Peliharaan Mikhail yang satu ini memang paling ganas dari spesiesnya di muka bumi.
"Apa kalian kenyang?" tanya Mikhail.
Seakan mengerti Mikhail hanya mengangguk kepalanya seperti sedang berbicara dengan kerumunan predator ganas di depannya.
"Heemm! Kalian pergilah" ucap Mikhail dengan suara dingin.
Kerumunan ikan piranha itu seketika bubar mendengar ucapan Mikhail. Damon dan Teivel yang berdiri di belakang Mikhail sudah tak kaget lagi dengan apa yang King mereka lakukan.
"King" ucap keduanya dengan serentak.
"Ganti air kesayanganku"
"Baik King" ucap Teivel berlalu pergi.
Mikhail lalu berjalan ke depan ke tempat peliharaannya yang di bagian belakang. Ada rawa yang sangat besar dan ia bisa melihat ada 10 ekor buaya bertubuh besar di sana sedangkan di seberangnya ada 2 pasang Cheetah bermata kuning.
"Apa mereka makan teratur?" tanya Mikhail.
"Iya King" jawab Damon.
"Heemmm"
Saat memandang peliharaannya Cheetah yang menunduk merasa aura kekuasaan dari Mikhail membuat Mikhail mengingat gadis pemilik mata heterochromia.
"Kucing kecilku" gumam Mikhail tersenyum menyeringai.
"Cari data gadis culun itu" perintah Mikhail dengan singkat.
Damon belum menjawab masih memikirkan ucapan Mikhail. Sedangkan orang yang menyuruhnya sudah pergi tak ingin menjelaskan lebih rinci lagi apa yang ia maksud.
Setelah diam cukup lama melihat daftar perempuan yang ditemui oleh Mikhail selama ini tidak ada yang berpenampilan cupu.
"Damon dimana King?" tanya Teivel.
"Lantai 10" ucap Damon dengan singkat.
Teivel menghentikan langkahnya karena memang ia tidak bisa naik ke sana hanya Damon saja yang punya akses untuk naik ke lantai 10.
"Beritahu King jika ada pesan dari X mengenai nona muda"
"Oke"
Damon segera berlalu ke lantai 10 menyusul Mikhail tak lupa selama di dalam lift ia mencari tahu apa yang terjadi dengan nona muda mereka di California.
Ting............
Damon keluar dan berjalan menuju kamar Mikhail karena tahu saat ini Mikhail sedang berada di dalam kamar.
...π π π π π...
Tok......tok......tok..........
Ceklek..........
Pintu kamar Mikhail terbuka membuat Damon segera masuk ke dalam kamar bernuansa hitam milik Kingnya.
"King"
"Heemmm"
"Ada yang menganggu nona muda di cafe barusan"
"Berikan"
Damon lalu menyodorkan iPad ke Mikhail untuk melihat apa yang terjadi dengan adik kesayangannya itu. Wajah datarnya melihat kejadian di cafe saat adiknya sedang makan.
"Hancurkan keluarga perempuan itu yang sudah berani menampar sweety" hardik Mikhail dengan emosi.
"Baik King"
"Tampar gadis itu sebanyak 50 kali"
"Baik King"
Matanya berkilat melihat adiknya ditampar oleh seorang gadis. Ia tidak akan melepaskan orang yang sudah berani membuat wajah adiknya lebam.
"King"
"Heemmm"
"Saya sudah mencari data semua perempuan yang pernah anda temui tapi tidak ada satu pun yang berpenampilan cupu" ucap Damon dengan wajah datar.
Tatapan tajam Mikhail seakan ingin menguliti tubuh Damon saat ini juga.
"Sepertinya kinerjamu semakin menurun Damon" ucap Mikhail dengan suara dingin.
"Maaf King"
Mikhail memikirkan ucapan Damon dan ia baru sadar jika saat itu Damon menjemputnya di kos gadis itu ia tidak memakai kaca mata dan hanya menunduk.
"Healing kos"
"Baik King"
Damon segera pergi saat melihat isyarat Mikhail untuk keluar, dengan cepat ia menyuruh Teivel untuk menghendel perempuan yang sudah menampar nona muda mereka sedangkan ia mencari gadis yang di maksud oleh Mikhail.
~ Mansion Utama Wesly ~
^^^"Happy birthday princess" ucap semua penghuni mansion serentak saat melakukan video call bersama Zelena.^^^
"Hiks hiks hiks.......terima kasih semuanya......hiks hiks" ucap Zelena sambil menangis dari seberang.
Karena perbedaan waktu di California dan Indonesia jika saat ini malam di California berbeda dengan di Jakarta yang sudah siang.
__ADS_1
^^^"Princess jangan menangis ya" ucap Xander dengan suara lembut.^^^
"Ini tangis kebahagian brother......hiks hiks hiks"
^^^"Sayang mommy kangen sama kamu nak......hiks hiks hiks" ucap Chloe sambil menangis.^^^
"Zelena juga kangen sama mommy! Mommy jangan menangis ya nanti Zelena sedih disini" ucap Zelena dengan sedih.
Xavier memeluk tubuh istrinya sambil mencium keningnya dengan lembut.
^^^"Princess brother sudah kirim hadiah buat kamu ya" ucap Victor.^^^
"Yang benar brother Vic?" tanya Zelena dengan senang.
^^^"Mungkin bentar lagi sampai"^^^
"Brother memang terbaik"
^^^"Siapa dulu dong" sombong Victor sambil memukul dadanya.^^^
Xander dan lainnya hanya memutar malas matanya mereka mendengar ucapan Victor yang menyombongkan dirinya sendiri.
^^^"Kami semua sudah mengirimkan hadiah untukmu princess" ucap Xander.^^^
"Ah! Kalian memang terbaik" pekik Zelena dengan histeris.
^^^"Princess dengan siapa kamu merayakan ulang tahunmu disana?" tanya Vincent yang sedari tadi diam.^^^
"Dengan Clarisa brother tapi mungkin dengan Ares juga"
^^^"Who is Ares?" tanya Xander dengan kening berkerut.^^^
Ia memandang semuanya meminta jawaban siapa itu Ares tapi semuanya hanya menggelengkan kepala tak tahu. Bahkan David yang juga ada disana mengangkat bahunya tak tahu maksud Zelena.
^^^"Apa dia orang yang kamu ceritain sayang?" tanya Chloe dengan cepat.^^^
"Iya mom benar" ucap Zelena dengan mata berbinar-binar.
^^^"Baiklah kalau begitu mommy ijinkan tapi ingat semua nasihat mommy ya nak"^^^
"Pasti mommy" pekik Zelena dengan semangat.
"Semuanya terima kasih ya udah ngucapin selamat ulang tahun buat aku"
"Kalian jaga diri disana ya love you all"
^^^"We love you too princess" balas semua serentak.^^^
Zelena lalu mengakhiri panggilan videonya bersama keluarga besarnya. Pandangan mata semuanya langsung tertuju kepada sang ratu di mansion utama.
...π π π π π...
"Baby! who is that?" (sayang! siapa itu tadi) tanya Xavier dengan penuh penekanan.
"Dia adalah Ares hubby"
"Mommy emang siapa itu Ares dan ada hubungan apa dia dengan princess?" tanya Victor yang mulai kepo.
"Xander apa kamu masih ingat orang yang ditolong adikmu dan di bawa ke rumah sakit?" tanya Chloe.
"Dia" ucap Xander yang tahu arah pembicaraan sang mommy.
"Heemmm! Dia orangnya" Chloe mengangguk kepalanya menjawab ucapan putra pertamanya.
"Sejak kapan mereka dekat baby dan kenapa kamu tidak beritahu aku?" tanya Xavier dengan selidik.
"Princess sepertinya jatuh cinta dengan Ares" ucap Chloe.
"APA" teriak mereka semua dengan kaget.
"Isshh! Kuping mommy sakit tahu" ketus Chloe menutup kedua telinganya.
"Mommy apa mereka sudah berciuman?" tanya Victor dengan cepat.
Bugh...........bugh.......
2 bogem mentah langsung mendarat di kepala Victor, ia tertawa melihat kedua kakaknya yang menatapnya dengan tajam karena ucapannya.
"Mommy tidak tahu! Mereka kan belum jadian hanya dekat saja" ucap Chloe.
"Mommy kenapa ijinkan princess dekat sama laki-laki tak jelas sih" kesal Xander.
"Memangnya kenapa! Kalian saja dekat dengan perempuan kenapa adik kalian tidak bisa" ucap Chloe dengan suara tinggi.
"Tapi baby apa yang dibilang Xander benar" timpal Xavier.
"Biarkan princess dekat dengan siapa saja. Dia bukan anak kecil lagi" ucap Chloe dengan tegas.
"Tapi mom" ucap ketiga putranya dengan serentak tak setuju.
"Zelena berhak mengenal apa itu cinta! Mommy tahu putri mommy bisa jaga diri dan ia tahu apa yang harus ia lakukan" tegas Chloe.
"Mommy gimana kalau dia di sakiti?" tanya Victor dengan cemas.
"Itu sudah menjadi resikonya sayang! Jika princess suatu saat terluka karena cinta maka kita sebagai keluarganya harus menjadi obat untuknya"
"Aku tidak mengijinkan princess pacaran mom" tegas Xander.
"Jangan pikir mommy tidak tahu apa yang kalian lakukan di luar sana son" tegas Chloe dengan tatapan tajam.
Glek............
Ketiga putranya menelan saliva mereka dengan susah mendengar ucapan ibunda ratu mereka. Xavier sendiri tersenyum mengejek menatap ketiga putranya, ia sependapat dengan istrinya lagian sudah saatnya putrinya mengenal apa itu cinta.
~ Jakarta, Indonesia ~
"Selamat ulang tahun Lele" ucap Clarisa memberi kejutan kepada sahabatnya di mansionnya.
"Ah! Loe ingat ultah gue" pekik Zelena dengan histeris.
"Tentu dong Lele! Emang loe pikir kita udah kenal berapa lama sih" dengus Clarisa dengan kesal.
"Hehehehe! Makasih ya beb"
"Ayo cepat tiup lilinnya"
Zelena menutup mata berdoa sebelum meniup lilin. Selesai ia segera meniup lilin ulang tahun yang bertuliskan angka 20.
"Nih buat loe" ucap Clarisa sambil menyodorkan paper bag kecil ke Zelena.
"Terima kasih Risa"
"Maaf ya kalau kado dari gue ngak mahal"
"Aku tidak melihat dari harganya Risa tapi dari ketulusan orang yang udah memberikannya"
Clarisa tersenyum tulus mendengar ucapan sahabatnya yang tidak pernah mempersalahkan status sosialnya selama mereka berteman.
__ADS_1
"Wah kuenya enak banget! Loe beli dimana sih" pekik Zelena dengan kaget.
"Itu gue buat sendiri" cicit Clarisa dengan wajah merah padam.
"Yang benar! Ini kue ultah terenak yang pernah gue makan" ucap Zelena dengan mata melotot.
"Bagus deh kalau loe suka"
"Ini buat gue ya semuanya, loe makan aja yang dibuat pelayan tadi pas mereka ngucapin selamat ke gue"
"Baik nona muda"
"Isshhh"
...π π π π π...
Clarisa tertawa melihat wajah kusut sahabatnya yang di panggil nona muda. Sehabis bercerita bersama Zelena akhirnya Clarisa pamit pulang karena ia akan bekerja di cafe jam 17:00 sore.
Kebetulan ia mendapat shift sore sekalian lusa ia akan ijin selama 3 hari karena akan mengikuti acara tour kampus mereka.
Saat berada di dalam kamar tiba-tiba hp Zelena berbunyi, dengan cepat ia melihat ada panggilan video dari Ares.
^^^"Halo"^^^
Ares yang berada di seberang menatap Zelena dengan tak berkedip karena baru pertama kali melihat penampilan asli Zelena yang tak berpenampilan cupu.
^^^"Halo Ares! Kenapa loe diam kayak patung di sana" ucap Zelena dengan bingung.^^^
"Loe"
^^^"Apa pulsa paket loe habis ya makanya jaringan loe lelet ya disitu" tebak Zelena dengan wajah polos.^^^
Ares seketika tersadar mendengar ucapan Zelena yang seakan-akan mengatakan jika ia tidak mampu membeli pulsa padahal sekali isi pulsa bias sampai jutaan.
"Ckk!! Gue ngak miskin" ketus Ares.
^^^"Ya siapa tahu aja loe kehabisan pulsa"^^^
"Leo lagi dimana"
^^^"Di mansion"^^^
"Ngapain"
^^^"Buka kado di kamar" ucap Zelena sambil mengarahkan kamera ke beberapa kado di kamarnya.^^^
"Oh"
1 detik
2 detik
3 detik
"Loe ulang tahun hari ini?" tanya Ares dengan kaget saat baru mengetahui maksud ucapan Zelena barusan.
^^^"Loe tahu gue ulang tahun hari ini?" tanya balik Zelena.^^^
"Gue ngak tahu makanya nanya sama loe" kesal Ares.
^^^"Oh"^^^
"1 jam lagi gue jemput"
^^^"Ngapain?" tanya Zelena dengan wajah polos.^^^
"Nanti loe juga tahu"
^^^"Kenapa ngak beritahu aja sekarang"^^^
"Entar aja" ucap Ares dengan singkat.
^^^"Kan sama aja entar dan sekarang"^^^
"Udah nanti juga loe tahu" ketus Ares dengan kesal karena ditanya terus.
^^^"Tapi" ucap Zelena yang langsung di potong Ares.^^^
"Ingat 1 jam lagi gue jemput"
Zelena memanyunkan bibirnya kesal karena panggilannya di matikan sepihak. Tak kakak, daddy, cousin, bahkan Ares suka seenaknya saja mematikan panggilan mereka sepihak.
Baru saja ia akan menaruh hp tiba-tiba hpnya berdering ada panggilan grup dari Natasha dan Lili.
"Happy birthday princess" teriak kedua sahabatnya serentak.
^^^"Kalian ingat ultah aku" ucap Zelena dengan senang.^^^
"Pastilah princess"
^^^"Ah! Makasih ya! Terus mana kadonya" ucap Zelena to the point.^^^
"Kamu tidak pernah berubah ya princess" ucap Lili.
^^^"Loh emang kalau ulang tahun itu kan harus dapat kado" ucap Zelena dengan polos.^^^
"Kado kita berdua nyusul nanti minggu depan" ucap Natasha.
^^^"Kenapa tidak sekarang aja" ucap Zelena.^^^
"Minggu depan kita akan ke Indonesia princess"
^^^"Yang benar" pekik Zelena dengan senang.^^^
"Benar dong" ucap keduanya serentak.
^^^"Oke guys aku tunggu ya"^^^
"Oke princess see you next week ya" (oke Zelena sampai juga minggu depan ya) ucap keduanya.
^^^"Oke"^^^
Panggilannya ketiganya akhirnya selesai, Zelena yang senang kembali membuka kado di kamarnya.
~ Bandar Udara Soekarno Hatta ~
Seorang pria paruh baya ditemani asistennya baru saja landing di Jakarta. Keduanya bergegas turun dari jet pribadi menantunya dan langsung masuk ke mobil yang sudah stand by disana.
"Kita kemana tuan?" tanya Kaito.
"Apartemen" ucap Steven Lim dengan cepat.
Steven Lim menatap pemandangan sore kota Jakarta sambil tersenyum smirk sudah tak sabar ingin bertemu gadis kecilnya.
...π π π π π...
To be continue................
__ADS_1