Heartless 2

Heartless 2
Chapter 142


__ADS_3

🍁Mengeluh hanya akan membuat hidup kita semakin tertekan sedangkan bersyukur akan senantiasa membawa kita pada jalan kemudahan🍁


.


.


.


.


David bersama pasukan Dark Dragon bergegas menuju ke arah timur mansion untuk menyambut tamu mereka. Sebelum pergi David memberi perintah kepada anak buahnya untuk menjaga mansion dengan ketat dan tetap bersiaga.


Pasukan Dark Dragon bersembunyi ditengah hutan menunggu musuh mereka datang dan akan menyerang mereka bersamaan.


David memberi isyarat kepada anak buahnya untuk menunggu mereka semua datang barulah mereka menyerang mereka.


Tak……….tak……………….tak…………………


Bunyi langkah kaki yang sangat banyak terdengar masuk ke area hutan dan saat David melihat mereka semua sudah berada didalam hutan ia segera memberi perintah untuk menyerang musuh mereka.


“Serang” teriak David dengan suara menggelegar didalam sana.


Dor…….dor……..dor………dor………..dor…….dor…….


David dan anak buahnya melepas tembakan beruntun ke arah musuh tidak memberi mereka kesempatan untuk membalas serangan mereka.


Seperti kesetanan David menembak musuh-musuhnya dengan brutal tak memberikan ampun kepada mereka semua.


Arrggh……….aarrggghh……….aarrggghh……..


Dor……..dor…..dor…..dor…….dor……..dor…….dor…….


Bunyi tembakan dan suara jeritan bersahutan didalam hutan membuat pengawal di mansion bergidik ngeri mendengar suara-suara itu.


“Bos mereka semua sudah mati” lapor Jek anak buah David.


“Periksa tubuh mereka dan lihat dari mana asal mereka” titah David dengan suara dingin.


“Baik bos”


David menghampiri salah satu mayat yang tergeletak tak jauh darinya dan mendorongnya dengan kaki untuk melihat wajah musuhnya. Matanya memicing melihat wajah musuh mereka khas orang Spanyol.


“Bos mereka berkebangsaan Spanyol” ucap Jek sambil memberikan identitas salah satu musuh.


Keningnya mengerut bertanda tanya bagaimana bisa orang Spanyol datang menyerang kediamannya, apa lagi ia tidak pernah membuat konflik dengan pihak sana. David lalu mengambil hpnya dan menghubungi Xander.


“Heemmmm”


^^^“Bos apa mansion utama barusan diserang?” tanya David to the point.^^^


“Ya dan anak buahku baru saja menghabisi mereka”  jawab Xander dengan suara dingin.


^^^“Apa mansion uncle Kevin juga diserang bos?” tanya David lagi.^^^


“Ya”


^^^“Bos orang yang menyerang mansion daddy aku berkebangsaan Spanyol. Bukannya kita tidak pernah ada konflik atau masalah apapun dengan pihak sana” papar David menjelaskan.^^^


“Berarti penyerangan malam ini semuanya berasal dari Spanyol. Sepertinya orang dibalik ini semua membayar semua geng-geng kecil untuk menyerang kita” ucap Xander dari seberang.


^^^“Lalu apa yang harus kita lakukan bos”^^^


“Tetap perketat penjagaan mansion karena musuh kita kali ini hanya menargetkan keluarga kita saja” titah Xander dengan suara dingin.


^^^“Baik bos”^^^


“Apa kamu sudah lebih tenang?” tanya Xander dari seberang.


^^^“Much better bos” (lebih baik) jawab David dengan cepat.^^^


“Heemmm”


David segera pergi dari sana tak lupa menyuruh anak buahnya untuk mengurus semua jasad-jasad itu. Ia lalu mengambil hpnya dan menelpon Lili karena ia sangat butuh Lili malam ini.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


“Halo sayang”


^^^“Kamu dimana?” tanya David dengan cepat.^^^


“Aku di apartemen sayang” jawab Lili.


^^^“Siapa yang menyuruhmu di apartemen. Apa kamu tidak tahu baru saja musuh-musuh kita menyerang mansion kita semua!” bentak David dengan emosi.^^^


“A….ku” ucap Lili dengan terbata dari seberang.


^^^“Ke apartemen aku dan tunggu aku di sana. Jangan pernah keluar dari sana sebelum aku datang” titah David dengan suara tinggi.^^^


Ia segera mematikan panggilannya sepihak dan pergi dengan emosi tak habis pikir kekasihnya berani menginap di apartemen sendiri saja, padahal saat ini musuh-musuh mereka sedang menyerang mereka.


~ Mansion Utama Wesly ~


Xander membuang asap rokok ke udara melihat taman belakang mansion yang sangat luas, tapi arah pandangnya mengarah ke arah barat dimana baru saja anak buahnya menghabisi musuh mereka yang akan menyerang mereka.


Siapa orang itu yang sebenarnya, batin Xander.

__ADS_1


“Jangan terlalu banyak son. Mommy tidak ingin kamu merusak tubuhmu” ucap Chloe dengan suara lembut.


“Iya mommy” ucap Xander sambil membuang rokoknya.


Xander memeluk mommynya dari samping tak menyangka mommynya belum tidur di jam segini, tak lama Victor pun datang dan ikut bergabung bersama keduanya sambil memeluk mommynya dari arah berlawanan.


Tubuh Chloe yang hanya sebatas dada mereka seperti ditenggelamkan dalam tubuh kedua anaknya yang berperawakan besar seperti suaminya.


Xavier yang tak mendapati istrinya di kamar berdecak kesal melihat kedua putranya yang sedang memeluk istrinya.


“Beraninya kalian memeluk istriku” hardik Xavier dengan suara melengking.


“Ckk!! Dasar penganggu” decak Xander dengan tatapan sinis menatap daddynya.


“Daddy ini mommy kita jadi milik kita dong” dengus Victor dengan kesal.


“Pergi peluk perempuan kalian sana jangan memeluk milik daddy” sentak Xavier sambil memisahkan kedua putranya dan memeluk istrinya dengan erat.


Chloe hanya bisa melihat kelakuan suaminya yang semakin hari sangat posesif dengan dirinya, bahkan anak-anak mereka tidak diperbolehkan memeluknya terlalu lama dengan alasan yang sangat konyol.


“Hubby” panggil Chloe dengan suara lembut.


“Kamu itu milik aku baby” ucap Xavier dengan suara tegas.


Xander hanya memutar malas matanya melihat sifat daddy mereka begitu juga dengan Victor yang menatap daddynya dengan kesal.


“MOMMY” teriak Vincent dari depan kamarnya mengagetkan mereka semua.


Chloe melihat putra keduanya yang berlari menuju mereka dengan wajah cemas dan panik, membuat semuanya menatap Vincent dengan penuh tanda tanya.


“Kamu kenapa teriak-teriak sih Vin?” tanya Xander.


“Istriku brother” jawab Vincent dengan panik.


“Natasha kenapa sayang?” tanya Chloe dengan cepat.


“Nata barusan muntah-muntah sampai pingsan mommy” jawab Vincent.


“APA” pekik mereka semua dengan kaget.


“Pak Max” teriak Xander dengan suara menggelegar dari lantai dua sedangkan yang lainnya sudah menuju ke kamar Vincent.


“Iya tuan muda pertama” ucap pak Max dari lantai satu.


“Panggil dokter di ruang kesehatan segera ke kamar Vincent sekarang” titah Xander dengan suara tegas.


“Baik tuan muda pertama” balas pak Max dnegan sopan.


Tak berselang lama dokter Jayden datang dan segera memeriksa keadaan Natasha membuat semuanya dengan cemas menunggu hasil pemeriksa dokter Jayden.


“Nyonya muda kedua pingsan karena terlalu banyak muntah tuan muda kedua, tapi dari pemeriksaan saya sepertinya nyonya muda kedua sedang hamil” papar dokter Jayden menjelaskan.


“Apa hamil” pekik Vincent dengan kaget.


“Iya tuan muda kedua dan untuk lebih jelasnya nanti tuan muda bisa periksa ke dokter kandungan” ucap dokter Jayden sambil tersenyum.


“Nak selamat ya akhirnya kamu akan jadi seorang daddy” ucap Chloe memeluk Vincent merasa sangat bahagia.


“Mommy……..hiks hiks hiks……….aku akan jadi seorang daddy” ucap Vincent sambil menangis.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Xander yang melihat adiknya menangis tahu jika itu adalah air mata bahagia dan ia sangat senang akhirnya rumah tangga adiknya akan lengkap dengan seorang anak.


Semoga keluarga kecil kalian selalu bahagia Vin, batin Xander mendoakannya dengan tulus.


Bugh………….


Xander menatap daddynya yang menepuk pundaknya dengan lembut sambil tersenyum penuh arti melihatnya.


“Daddy masih waraskan?” tanya Xander dengan alis sebelah terangkat.


“Kapan kamu akan memberikan cucu kepada daddy seperti adikmu Vincent?” tanya Xavier sambil tersenyum penuh arti.


“Ckk!! Daddy buat saja adik baru buat kami jika ingin mengendong bayi” ketus Xander sambil berlalu pergi.


“Hey anak nakal! Daddy belum selesai bicara” hardik Xavier dengan suara tinggi.


“Aku malas bicara sama daddy. Lebih baik aku pulang ke mansion aku” balas Xander dengan suara tak kalah tinggi.


“Hubby kamu memang suka sekali membuat anak kita tidak betah disini” ucap Chloe dengan tatapan tajam.


“Jangan salahkan aku baby. Salahkan saja putramu itu” balas Xavier dengan cepat.


“Cih” decih Chloe dengan kesal.


“Daddy dari pada daddy nyuruh brother untuk memberikan cucu ke daddy lebih baik daddy bantu saja aku melamar Katy ke uncle Bryan” ucap Victor sambil tersenyum lebar.


“Ckk!! Lamaran kamu pasti ditolak” ketus Xavier dengan kesal menatap putra ketiganya.


“Loh kenapa?” tanya Victor dengan wajah bingung.


“Karena kamu sudah di blacklist oleh pangeran Maxim Vic” jawab Vincent.


“Apa! Pangeran sialan itu” umpat Victor dengan emosi.

__ADS_1


Bugh………………..aw…………..


“Kenapa mommy memukulku?” tanya Victor dengan kesal karena dipukul oleh Chloe.


“Sekali lagi kamu berbicara seperti itu mommy akan suruh kakakmu Xander mengurung kamu bersama Kenzo dan Kenzi.


Victor menggerutu kesal menatap mommynya tidak bisa bisa membalas ucapan sang mommy jika sudah mengeluarkan kata-kata ancaman seperti itu, apa lagi membawa nama kakak tertuanya.


Emang enak dipukul, batin Vincent mengejek kembarannya.


Victor berlalu keluar diikuti daddynya karena tak ingin anaknya merasa sedih karena tidak ada yang membelanya.


“Son” panggil Xavier setelah keduanya masuk ke dalam kamar Victor.


“Jangan sekarang daddy. Aku sedang tidak mood berdebat” ucap Victor sambil menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang.


“Daddy bisa membantumu jika kamu betul-betul menyukai Katy”


Seketika Victor bangun dan duduk menatap daddynya dengan berbinar, membuat Xavier menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putra ketiganya yang dari dulu tidak pernah berubah jika keinginannya akan dikabulkan.


“Daddy tidak bercandakan?” tanya Victor dengan serius.


”Heemmm! Tapi ada satu permintaan daddy” jawab Xavier dengan tatapan tajam.


“Apa itu daddy?” tanya Victor dengan penasaran.


“Tinggalkan kebiasaan kamu yang suka ONS karena uncle Bryan sangat membenci hal itu” jawab Xavier dengan suara tegas.


“Aku sudah tidak melakukan hal itu lagi setelah mengenal Katy daddy. Daddy bisa bertanya ke Rio” balas Victor dengan cepat.


“Bukan itu saja son tapi usahakan kamu juga harus menghindar adegan-adegan vulgar di film yang akan kamu bintangi mulai sekarang”


“Kenapa harus begitu daddy?” tanya Victor dengan bingung.


“Karena perempuan itu saat kamu sudah mengutarakan perasaanmu dia tidak ingin berbagi miliknya kepada perempuan lain. Dan yang pasti perasaan perempuan itu sangat mudah sensitif dan apa yang mereka lakukan biasanya didasari perasaan” jawab Xavier menjelaskan kepada anaknya.


“Apa mommy juga seperti itu daddy?” tanya Victor dengan penasaran.


“Heemmm! Nanti kamu tanyakan ke kakak kembarmu karena dia sudah pernah mengalami hal itu” jawab Xavier sambil menepuk pundak Victor dengan lembut.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Victor memikirkan ucapan daddynya dan ia akan bertanya hal ini kepada kembarannya besok.


Malam itu Victor menghabiskan waktu bersama daddynya didalam kamar dan saat Chloe membuka pintu mengintip keduanya ia tersenyum manis karena suaminya itu sangat peka.


~ Club Heaven ~


Xander memilih pergi ke club karena ia ingin lihat apa musuhnya akan menyerang dia saat ia berada di tempat umum dan tidak bersama kedua tangan kanannya atau tidak.


“Selamat datang bos” ucap Sandro manajer club yang mendengar kedatangannya.


“Bagaimana club?” tanya Xander dengan suara dingin sambil mengisap sebatang rokok.


“Semua aman terkendali bos” jawab Sandro dengan cepat.


“Jika ada sesuatu yang mencurigakan segera lapor” titah Xander dengan suara dingin.


“Baik bos”


Xander melihat ada begitu banyak manusia yang sedang berpesta pora di bawah sana menikmati malam ini dengan minuman keras dan wanita penghibur. Ia lalu menyuruh Sandro untuk meninggalkannya sendiri di sana karena ia tidak ingin diganggu saat ini.


Tak lama matanya menangkap keberadaan seseorang yang sudah lama ia cari. Bibirnya tersenyum menyeringai sambil menatap Christian melirik orang yang sedang berciuman di lantai dansa untuk membawanya ke hadapannya.


Tak berkata apa-apa Christian segera menuju ke lantai satu dan menarik orang itu dengan kasar menuju ke lantai dua tempat Xander berdiri.


Xander tersenyum menyeringai sambil berjalan menuju toilet yang tak jauh dari sana diikuti leh Christian dan anak buahnya.


Brugh………………


Christian mendorong orang itu hingga terjatuh di lantai dan saat orang itu ingin marah, seketika ia mengurungkan niatnya melihat dengan jelas siapa orang yang mendorongnya.


Matanya seakan ingin keluar dari tempat karena mengenali Christian dan saat ia berbalik ke belakang tubuhnya bergetar ketakutan melihat sosok yang sedang tersenyum menyeringai menatapnya.


“Hehehe! Lama tidak berjumpa ya pamanku. Bagaimana paman apa kalian sudah menghabiskan uang dari Mario Drule?” tanya Xander sambil terkekeh.


“Kamu” ucap Arnold saudara tiri daddynya yang waktu itu berhasil kabur dari anak buahnya.


“Ah! Lebih tepatnya uang dari Steven Lim” ucap Xander dengan suara dingin.


Arnold bergetar ketakutan saat Xander mengeluarkan pisau kesayangannya dari saku celana dimana ia selalu membawa pisau itu kemana saja.


“Jangan mendekat sialan!! Pergi kamu berengsek” teriak Arnold dengan ketakutan.


Bugh………bugh……………bugh…………….


Sret………….sret………..sret…………..sret………….


Xander memukul Arnold dengan brutal dan juga menusuk tubuhnya dengan pisau kesayangannya hingga tubuhnya penuh dengan luka. Darah segar mengalir didalam sana sehingga bau anyir menyeruak di sana.


Brugh……………….


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue…………………

__ADS_1


__ADS_2