Heartless 2

Heartless 2
Chapter 33


__ADS_3

🍁Mungkin kamu tidak seberuntung orang lain, tapi orang lain belum tentu sekuat kamu🍁


.


.


.


.


Setelah direktur Cole pulang Victor lalu menyuruh Rio untuk menyiapkan masker wajah yang biasa ia pakai. Selagi berada di mansion mending lebih baik ia melakukan perawatan.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Vincent yang ingin berenang.


"Maskeran" ketus Victor.


"Ckk!! Seperti perempuan saja" cibir Vincent.


"Hello twin! Wajah itu penting banget buat kaum adam ya, kalau wajah pas-pasan kayak Rio mah tidak akan pernah laku di luar sana" ucap Victor dengan kesal.


"Sialan kamu Vic! Bisanya cuma mengejek aku terus" umpat Rio dengan kesal.


"Kenapa tidak terima! Orang aku ngomong sesuai fakta kok" sarkas Victor menatap tajam Rio.


"Ya ya ya yang mulia selalu benar" kesal Rio.


"Nah gitu dong" ucap Victor dengan sombong.


Vincent hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah keduanya yang menurutnya sangat menggelikan. Bagaimana tidak Rio seperti anak ayam yang mengikuti induknya kemana saja.


Byur.............


Vincent memilih berenang dari pada mendengar perdebatan keduanya yang tak masuk akal. Selama berenang pikirannya terus memikirkan Natasha yang sudah 2 hari ia ganggu terus.


Kenapa hati aku sakit ya saat tahu dia di cambuk karena aku, batin Vincent.


Lama terlalu melamun ia tidak mendengar panggilan Victor yang sedari tadi meneriaki namanya.


"TWIIINNNNN" teriak Victor menggelegar membuat semua penghuni mansion menutup telinga.


"Apa kamu sudah bosan hidup Victor!" bentak Vincent yang kaget mendengar teriakannya barusan.


"Ckk!! Makanya jadi orang jangan tuli udah di panggil dari tadi masih aja melamun" sungut Victor dengan wajah kesal.


"Ada apa?" tanya Vincent tak mau menggubris ucapan kembarannya tadi.


"Baring sini biar kita masker bareng kebetulan si berengsek gila itu buatnya terlalu banyak" dengus Victor sambil menatap Rio dengan tajam.


Yang di tatap hanya nyengir memamerkan gigi putihnya, karena tidak fokus ia menuang bubuk masker semuanya di mangkuk kecil.


"Heemmmm" deham Vincent.


Meski awalnya ia mengejek Victor yang maskeran tapi pada akhirnya ia tetap mengikuti Victor untuk maskeran karena ia tahu wajah itu juga penting untuk laki-laki.


"Vic aku juga ikutan masker ya" pinta Rio dengan memelas melihat masih ada sisa masker.


"Heemmmm" deham Victor.


Rio dengan cepat mencuci wajahnya sebelum memakai masker Victor yang bisa di pastikan harganya itu sangat mahal dan kualitasnya tidak perlu ditanya lagi.


David yang pulang ke mansion utama Wesly untuk mengambil beberapa berkas di ruang kerja Xander menggelengkan kepalanya melihat ketiganya yang sedang maskeran di samping kolam renang.


Ada-ada saja kelakuan mereka bertiga, batin David tak habis pikir.


~ Tokyo, Jepang ~


Seoang pria paruh baya sedang memberi makan ikan hias miliknya di taman samping vila. Tak berselang lama seorang pria sekitar umur 45 tahun datang menghadapnya.


"Jika kamu datang dengan informasi yang tidak penting mending kamu pergi saja" ucap Steven Lim dengan suara wibawa.


"Saya yakin tuan akan senang dengan informasi yang saya bawa" ucap Kaito tangan kanan Steven Lim.


Steven berbalik menatap laki-laki di depannya yang sudah mengabdi kepadanya selama 7 tahun setelah ia datang ke Jepang dan merubah identitasnya menjadi Steven Lim.

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Kapan kamu akan menghilangkan bekas luka itu Kaito?" tanya Steven sambil menaruh makanan ikan di meja samping.


"Saya tidak akan menghilangkannya tuan" ucap Kaito dengan suara tegas.


"Heemmm"


Steven berlalu menuju ruang kerjanya bersama Kaito karena tidak ingin pelayan atau pengawal mendengar informasi yang dibawakan oleh Kaito.


Sampai di dalam ruang kerjanya, Kaito segera menaruh map coklat di depan Steven. Dengan cepat ia mengambil map tersebut dan membukanya.


Hahahaha...............


Seketika tawa Steven pecah saat membaca informasi yang dibawakan oleh Kaito, senyum menyeringai tertera jelas di wajah tuanya membaca setiap kata di informasi tersebut.


"Akhirnya aku menemukanmu gadis kecil" ucap Steven sambil tersenyum smirk memegang foto seorang gadis berumur 20 tahun.


Kaito hanya berdiri seperti patung melihat tuannya yang tersenyum bahagia setelah membaca informasi yang ia berikan tadi.


"Indonesia aku datang" gumam Steven dengan tatapan penuh nafsu ke foto ditangannya.


Ternyata foto yang ia pegang adalah foto Zelena yang baru saja keluar dari cafe dan tidak memakai penyamaran apapun saat itu.


~ Mansion Zelena ~


Duar...............


Zelena tersentak dari tidurnya saat mendengar petir yang menyambar di langit disertai hujan lebat. Tubuhnya bermandikan keringat karena tersadar dari mimpi yang sangat menakutkan.


Hosh.........hosh........hosh..........


Napas Zelena satu-satu saat terbangun barusan, dengan cepat ia mengambil air di samping nakas dan meminumnya hingga tandas.


Zelena yang masih kepikiran dengan mimpinya barusan bangun dan berjalan menuju jendela melihat langit yang berwarna hitam sesekali ada cahaya kilat dia atas sana.


"Siapa kakak laki-laki itu" ucap Zelena sambil memainkan kalung di lehernya yang sudah ia pakai setelah kasus penculikan itu terjadi.


Zelena tahu waktu itu ia sempat diculik saat berumur 5 tahun tapi entah kenapa ia tidak bisa mengingat kejadian saat penculikannya itu saat tersadar di rumah sakit.


"Apa yang terjadi waktu itu?" tanya Zelena dengan penasaran.


Aaarrghhhh............


Teriak Zelena saat kepalanya terasa sangat sakit, ia mundur ke belakang sambil memegang kepalanya yang berdenyut sakit.


Kepingan-kepingan samar terus bermunculan dalam ingatannya dimana ada seorang gadis kecil yang memegang obeng dengan badan berlumuran darah.


...Bunuh dia Bunuh dia Bunuh dia...


"Arrgghhh! Tidak" teriak Zelena dengan histeris.


Kamarnya yang kedap suara membuat para pelayan tidak tahu apa yang terjadi kepadanya. Ia memegang kepalanya yang terasa sangat sakit sambil menangis mencoba menghilangkan suara-suara itu.


Adam yang berdiri di kegelapan dan melihat semua itu terus merekam semua kejadian tidak berniat muncul membantu Zelena sesuai perkataan Xander waktu itu.


"Hiks hiks hiks........pergi......hiks hiks hiks.........sakit" teriak Zelena sambil menangis.


...Mi amor (cintaku)...


Deg...............


Jantung Zelena berdetak dengan cepat mendengar suara itu yang seperti menenangkannya. Tubuhnya terjatuh di lantai sambil memegang erat kalung di tangannya mendengar suara bisikan itu.


"Querido" (cintaku) lirih Zelena dengan tatapan sayu sebelum ia jatuh pingsan.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Adam keluar dari persembunyiannya dan mengangkat tubuh Zelena menaruhnya di ranjang tak lupa menyelimutinya, setelah itu ia kembali menghilang.


~ Mansion Ares ~


Deg...........

__ADS_1


Mata Ares terbuka mendengar bisikan querido yang yang terasa sangat jelas. Ingatannya langsung kembali ke kejadian 15 tahun yang lalu saat ia diculik di Spanyol.


Panggilan itu ia dapat dari seorang gadis kecil yang berjanji akan menikahinya setelah ia besar nanti. Gadis kecil itu adalah cinta pertama Ares dan ia adalah orang pertama yang mengetahui sisi lain dari gadis kecil itu.


"Mi amor where you" (cintaku dimana kamu) gumam Ares dengan tatapan penuh cinta dari kedua matanya.


Ares bangun dan mengambil wine dari lemari koleksi minumannya di dalam kamar. Ia berdiri di depan kaca melihat langit gelap disertai hujan deras yang menguyur Jakarta dini hari.


Perlahan-lahan cairan merah itu masuk ke dalam tenggorokannya membuat dadanya menjadi hangat. Ares menutup mata mengingat kejadian 15 tahun yang tidak akan pernah ia lupakan selama ini.


Baru pertama kali ia lihat iblis berwujud manusia yang haus akan darah. Ares tahu gadis kecil itu adalah seorang psycopath dan kekejamannya waktu itu sangat mengerikan.


"Gue harap loe baik-baik saja di luar sana" ucap Ares dengan penuh harap sambil menghabiskan wine di gelasnya.


Karena tak bisa tidur lagi ia memilih mengerjakan laporan perusahaan di ruang kerjanya menunggu waktu pagi yang tinggal 4 jam lagi.


~ Wesly Group ~


Seperti biasa pekerjaan Xander dan David tidak akan pernah habis. Seperti saat ini Xander sibuk menorehkan tanda tangannya di laporan yang sudah ia periksa.


Tok.......tok.......tok.......tok........


Ceklek..........


Xander menekan tombol pintu di bawah mejanya saat mendengar ketukan dari luar. Tak lama David masuk sambil membawa beberapa laporan yang harus di tanda tangani.


Phew..............


Xander membuang napasnya dengan kasar sambil menarik dasinya melihat berkas-berkas laporan yang tak ada habisnya.


"Kapan meeting tahunan?" tanya Xander dengan suara dingin.


"Minggu depan bos"


"Heemm! Mansion"


"Sudah selesai bos. Tinggal ditempati saja"


"Landasan pribadinya apa sudah bisa dipakai"


"Sudah bos. Semuanya sudah siap di pakai"


"Bawa semua jet dan pesawat tempurku ke landasan pribadiku"


"Baik bos"


"Suruh mereka semua malam ini juga berangkat" ucap Xander sambil tersenyum penuh arti.


"Apa mereka akan tinggal di markas rahasia kita bos?" tanya David.


"Heemmm! Pindahkan kedua kesayanganku bersama anak mereka ke mansion"


"Baik bos"


David segera berlalu pergi meninggalkan Xander yang sibuk dengan laporan di atas meja. Saking sibuknya ia tak mendengar bunyi pesan masuk di hpnya dari Adam pengawal gelap Zelena.


~ Kingdom Apartment ~


Di lantai 75 tepatnya di penthouse milik Mikhail ia saat ini sedang berkutat dengan laptop di ruang kerjanya. Semalam ia menyuruh Ares menghendel pekerjaan markas biar ia yang mencari tahu siapa Mr. S itu.


Jari tangannya dengan lincah menari di atas keyboard entah apa yang ia ketik hanya ia saja yang tahu.


Tak.................


Mikhail menekan tombol ENTER menunggu proses pencarian data melalui satelit pribadinya sejak semalam hingga siang ini.


Matanya terus tertuju menatap gambar-gambar berisi angka-angka di depannya yang bergerak naik secara cepat di sana.


Complete


Mikhail tersenyum smirk melihat kata tersebut yang tertera dengan jelas di layar laptopnya. Ia lalu menekan tombol ENTER dan seketika data yang ia cari dari semalam terpampang jelas di hadapannya.


"Kamu tidak akan percaya hal ini Xander" ucap Mikhail sambil tersenyum penuh arti membaca identitas seseorang yang dianggap sudah mati balasan tahun yang lalu.

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue...............


__ADS_2