
πJangan cepat puas ketika kamu berhasil, jangan cepat kecewa ketika kamu gagal, karena segalanya masih bisa berubahπ
.
.
.
.
Duar.............
Bunyi ledakan dibelakang mobil Natasha membuat mereka yang berada didalam mobil seketika kaget.
Jantung Natasha berdetak dengan kencang seperti baru habis lari maraton dan tiba-tiba saja perasaannya menjadi tidak tenang seperti akan ada sesuatu yang terjadi kepadanya.
"Apa yang meledak tadi?" tanya Natasha dengan cepat.
"Itu mobil pengawal yang mengikuti kita nyonya" ucap sopir yang melihat ke arah belakang tidak ada tanda-tanda mobil pengawal Natasha.
"Apa!" pekik Natasha dengan kaget.
"Cepat pergi dari sini" teriak Mila saat melihat ada beberapa mobil melaju dengan kecepatan tinggi ke arah mereka.
Natasha berbalik ke belakang dan kaget tak menyangka jika mereka sudah masuk ke dalam jebakan musuh, ia mencoba tenang memikirkan rencana agar ia, Mila, dan sang sopir bisa menghindar dari kejaran mereka saat ini.
"Bagaimana dengan pengawalku yang lain? Apa mereka semua selamat?" tanya Natasha dengan khawatir.
"Nyonya saat ini keselamatan nyonya lebih penting. Jadi saya mohon nyonya jangan memikirkan pengawal nyonya dulu karena semua ini sudah menjadi tugas dan kewajiban kami untuk melindungi nyonya dari bahaya" papar Mila dengan suara tegas.
"Tapi aku merasa sagat bersalah jika sesuatu terjadi kepada mereka" lirih Natasha dengan sedih meski saat ini nyawanya juga sedang dalam bahaya.
Mila diam tidak bisa menjawab ucapan Natasha barusan karena memang di satu sisi mereka juga ingin selamat dari maut tapi mau bagaimana lagi ini adalah pekerjaan mereka meski nyawalah taruhan mereka.
Maaf nyonya tapi keselamatan nyonya lebih penting dari hidup kami, batin Mila sambil menatap Natasha dari kaca spion.
Brak............aarrgghhh..........
Bunyi tabrakan terdengar sangat jelas saat mobil Natasha tiba-tiba saja di hantam dari samping membuat mobil mereka terbalik dan berputar-putar sebanyak 4 kali.
Beruntung ketiganya memakai seatbelt jadi tubuh mereka tidak terlalu luka parah hanya Mila dan sopir yang terluka parah di bagian kepala dan kaki.
"Nyo......nya" ucap Mila dengan sekuat tenaga memanggil Natasha yang sudah pingsan karena kepalanya terbentur di kaca mobil.
Mila berusaha melepas seatbelt dan merangkak menuju kursi Natasha, membantunya keluar dari dalam mobil saat melihat api mulai menyebar dari arah tangki mobil yang pecah saat mobil terbalik tadi.
"Apa kamu bisa keluar?" tanya Mila kepada rekannya yang menjadi sopir mereka.
"Bi........sa" jawab sang sopir dengan terbata-bata.
"Cepat keluar sebelum mobil ini meledak. Aku akan mengeluarkan nyonya" perintah Mila dengan suara tegas.
Sang sopir tak berkata apa-apa dan segera keluar dari dalam mobil meski harus merangkak karena kakinya yang tertusuk pecahan kaca mobil sangat dalam. Mila merangkak menuju kursi Natasha dan berusaha membuka seatbelt yang dipakai Natasha.
Usahanya tak sia-sia karena tak membutuhkan waktu lama seatbelt Natasha sudah terlepas dan dengan cepat Mila merangkak keluar agar bisa menarik tubuh Natasha keluar dari dalam mobil sebelum mobil itu meledak.
"Nyonya apa anda bisa mendengar saya" teriak Mila sambil menarik tubuh Natasha dari kaca mobil yang sudah pecah.
...π π π π π...
Dengan sekuat tenaga Mila berhasil menarik tubuh Natasha keluar dari dalam mobil dan saat mereka berjarak 100 meter dari mobil tiba-tiba saja api sudah merambat di sekeliling mobil.
Duar...............aarrggghhh..............
Bunyi ledakan bersama teriakan Mila melengking di sana saat tubuh keduanya terpental jauh akibat ledakan barusan.
Mila menahan rasa sakit di kepalanya karena terlalu banyak mengeluarkan darah, apa lagi kaki dan tangannya yang juga mengalami luka yang sangat dalam.
Tap...........tap.............tap..............
__ADS_1
Bunyi langkah kaki terdengar membuat Mila mengangkat kepala dan melihat siapa yang datang.
Mila tak menyangka jika ia akan bertemu dengan musuh Natasha yang selama ini menaruh dendam kepadanya selama ia masih duduk di bangku sekolah.
Dor............
Mila tersentak dengan keringat dingin bercucuran bercampur darah saat melihat tubuh sang sopir yang sudah terbujur kaku.
Ia tak menyangka orang itu akan menembak rekannya yang masih bernapas tadi hingga tewas tepat di kepala.
"Nyo......nya" panggil Mila dengan terbata-bata saat melihat orang-orang itu berjalan ke arah Natasha.
"Bagaimana dengan dia bos?" tanya salah satu orang itu sambil menunjuk Mila.
"Biarkan saja dia. Palingan sebentar lagi dia sudah mati" ucap orang yang di panggil bos.
Mereka lalu membawa Natasha pergi meninggalkan Mila dan mayat sang sopir disana. Mila dengan sisa kekuatannya berusaha menyalakan GPS darurat miliknya dan mengirim ke Damon.
~ Blue Ocean Apartment ~
Prang.............
Vincent kaget bukan main saat foto istrinya yang ia gantung di ruang tengah tiba-tiba saja jatuh dan pecah berserakan di lantai.
Deg..............
"Honey" gumam Vincent dengan jantung berdebar-debar mengingat sang istri.
Perasaan Vincent tiba-tiba saja menjadi gelisah dan tak tenang seperti ada sesuatu yang sedang terjadi.
Vincent mengambil hpnya lalu menelpon Natasha tapi sampai panggilan ke-5 nomornya tidak aktif. Begitu juga dengan Mila asisten Natasha nomornya tidak dapat di hubungi.
"Honey kamu dimana sih?" tanya Vincent dengan khawatir.
Vincent menelpon anak buah kakaknya dan juga nomor mereka tak aktif. Dengan cepat ia menelpon sang kakak untuk mengirim anak buah mereka disana agar mengecek Natasha.
"Heemmm"
"Ada apa?" tanya Xander to the point dengan suara dingin.
^^^"Brother istriku tak bisa dihubungi sedari tadi begitu juga dengan asisten dan pengawalnya. Perasaan aku sedari tadi tak tenang brother" adu Vincent.^^^
"Coba hubungi anak buah kita di markas" ucap Xander.
^^^"Aku tidak tahu nomor mereka"^^^
"David akan menghubungimu setelah menelpon mereka"
^^^"Oke brother"^^^
Xander lalu mematikan panggilannya sepihak tak menjawab ucapan adiknya. Vincent duduk di sofa sambil menatap hpnya menunggu kabar dari ka David.
~ Wesly Group ~
David yang mendengar ucapan keduanya segera menghubungi anak buah mereka di Korea untuk mengecek keadaan nyonya muda kedua dan pengawalnya.
3 Jam kemudian
Kring............
^^^"Katakan" ucap Xander dengan suara dingin saat telpon diatas meja kerjanya berbunyi.^^^
"Tuan di luar ada tuan muda kedua" ucap sekertaris utama.
^^^"Suruh dia masuk"^^^
...π π π π π...
Xander lalu menekan tombol pintu di bawah meja kerjanya sehingga pintu ruangannya terbuka. Tak berselang lama masuklah Vincent dan David bersamaan.
__ADS_1
"Brother. Bos" ucap keduanya dengan serentak.
"Kenapa kamu kesini?" tanya Xander sambil menatap Vincent.
"Aku tidak sabar ingin mengetahui kabar istriku brother" jawab Vincent dengan cemas.
Xander diam sambil menatap David dengan dingin meminta jawaban akan ucapan Vincent barusan.
"Ada kabar buruk bos" ucap David dengan cepat.
"Istriku baik-baik saja kan ka David?" tanya Vincent dengan cepat.
"Nyonya kedua dan pengawalnya di serang musuh tadi bos. Pengawalnya semua tewas dan mobil nyonya terbalik bos"
"Bagaimana dengan istriku ka David?" tanya Vincent dengan cepat.
"Nyonya muda kedua tidak di temukan di mobilnya tuan muda kedua"
"APA" teriak Vincent dengan tubuh gemetaran.
"Perintahkan anak buah kita untuk mencari Natasha di seluruh Seoul" titah Xander dengan suara dingin.
"Sudah aku suruh bos" ucap David.
Xander mendekati Vincent yang berdiri dengan gemetaran apa lagi wajahnya sudah pucat pasi mencemaskan istrinya.
Kring............
"Hpmu berbunyi Vincent" ucap Xander.
Vincent tak mengatakan apa-apa dan segera mengambil hpnya yang berbunyi. Keningnya mengerut melihat Private Number tertera di layar hpnya.
^^^"Ha...." ucap Vincent yang langsung terpotong karena hardikan dari seberang.^^^
"ANJ***G KAMU VINCENT. SIAPA YANG MENYURUHMU MENGIJINKAN ADIKKU PERGI BANGSAT!" bentak suara menggelegar dari seberang.
^^^"Ka Mikhail" ucap Vincent dengan gugup.^^^
"Dimana otakmu berengsek! Sudah aku peringatkan jangan pernah biarkan Natasha berkeliaran sendiri apa lagi sampai bepergian ke luar negeri sialan" maki Mikhail dengan suara tinggi.
^^^"A....ku" ucap Vincent dengan gugup.^^^
^^^"Jangan menyalahkan adikku King?" bentak Xander merampas hp dari tangan Vincent.^^^
"Ckk!! Kalau begitu ajar adik bodohmu itu" ketus Mikhail dengan sinis.
^^^"Adik aku tidak bodoh tapi demi rumah tangganya dia mengijinkan keinginan istrinya untuk pergi meski sebenarnya ia berat melepas istrinya pergi" hardik Xander.^^^
"Dia itu kepala keluarga seharusnya dia gunakan statusnya itu bodoh"
^^^"CUKUP KING!" bentak Xander dengan emosi.^^^
"Beritahu adik bodohmu itu! Dalam 2 hari dia harus menemukan adikku jika tidak aku akan memisahkan mereka selama-lamanya" ucap Mikhail memperingati.
"KING SIALAN" maki Xander dengan emosi saat panggilannya sudah dimatikan sepihak oleh Mikhail.
"Brother" lirih Vincent.
"Kakak iparmu itu memang sialan!" bentak Xander melampiaskan emosinya ke Vincent.
Vincent diam saja tak membalas ucapan kakaknya yang sedang emosi meski dalam hatinya ia mengutuk Mikhail yang membuat kakaknya marah sehingga berimbas kepadanya.
"Beritahu Luki lacak keberadaan Natasha sampai dapat dalam 2 jam" titah Xander.
"Baik bos" ucap David sambil mengutak-atik hpnya.
Detik itu juga semua keluarga besar Wesly dan Parker di hebohkan dengan berita menghilangnya Natasha.
Bahkan Thomas menghubungi putranya tapi panggilannya selalu di reject oleh Mikhail karena tahu apa yang daddynya inginkan.
__ADS_1
...π π π π π...
To be continue................