Heartless 2

Heartless 2
Chapter 211


__ADS_3

🍁Kesulitan itu adalah hasil dari dosa, karena itu pendosa tak perlu mengeluh atas kesulitan yang menimpanya🍁


.


.


.


.


Air mata Natasha mengalir dengan sangat deras melihat keberadaan sang kakak di rumah sakit Wesly. Ia tahu pasti kakaknya akan menemui sang mommy yang semalam sudah sadar dan masih harus di rawat di sini.


Bibir Natasha tersenyum lebar ingin rasanya berlari memeluk sang kakak. Baru saja ia akan melangkah menghampiri Mikhail, kakinya tiba-tiba berhenti melihat isyarat kepala Damon yang menyuruhnya tidak mendekat.


"Kakak" panggil Natasha dengan tatapan sendu.


Mikhail sendiri menatap sang adik dengan tatapan tajam dan dingin dari balik kaca mata. Meski ia memutuskan untuk datang menemui sang mommy, bukan berarti dia sudah memaafkan mereka berdua.


Ckk!! Kenapa orang pertama yang aku temui adik sialanku ini sih, batin Mikhail dengan kesal.


Aura mengintimidasi miliknya menguar di sana membuat semua yang berada di sekitar sana bergidik ngeri.


Tak berkata apa-apa, Mikhail segera pergi dari sana meninggalkan Natasha yang berdiri mematung. Kedatangan Mikhail kesana membuat uncle Kevin yang menjabat sebagai direktur rumah sakit kaget bukan main.


"Sejak kapan King datang?" tanya uncle Kevin kepada asistennya.


"Baru saja tuan" jawab Niko asistennya.


"Aku yakin pasti dia menuju ke ruangan Valeria" tebak uncle Kevin.


Keduanya bergegas menuju ke ruangan VVIP khusus untuk Valeria di lantai 6. Baru saja ia keluar dari lift ia langsung di sambut oleh pengawal Mikhail yang berbadan besar dan berotot.


Jangan lupa penampilan mereka yang sangat menyeramkan, meski memakai kaca mata hitam dan memakai setelan jas lengkap.


Gila tatapan anak buahnya saja sudah seperti ini apa lagi bos mereka, batin uncle Kevin dengan gugup.


Mereka seperti gangster, batin Niko.


Baru saja uncle Kevin ingin melangkah masuk ke dalam ruangan rawat Valeria, dirinya sudah di tahan oleh Damon.


"Kenapa? Apa aku tidak boleh masuk?" tanya uncle Kevin dengan cepat.


"King ada didalam" jawab Damon singkat.


Uncle Kevin tak bertanya lagi dan memilih diam tak jadi masuk. Ia duduk di depan pintu ruang rawat Valeria, takut jika Mikhail ingin bertanya tentang kondisi mommynya.


Mata uncle Kevin bertatapan dengan mata merah Damon membuat bulu kuduknya merinding. Ia bahkan membuang muka ke samping tak ingin bertatapan dengan Damon yang selalu saja membuat dia gemetar.


Apa dia itu manusia, batin Niko yang sedari tadi terus mencuri pandang menatap Damon.


Sedangkan didalam ruangan rawat Valeria hanya ada keheningan saja. Valeria dan Thomas menatap putra mereka dengan mata berkaca-kaca sangat merindukannya, tapi Mikhail malah membalas tatapan mereka dengan datar dan dingin.


"Son" panggil Valeria dengan suara bergetar.


"Bagaimana keadaan mommy?" tanya Mikhail dengan suara dingin.


"Maafkan mommy son...........hiks hiks hiks.........mommy salah son.........hiks hiks hiks" ucap Valeria sambil menangis.


"Jangan pergi lagi son. Daddy tahu kesalahan kami dan daddy akan melakukan apapun yang kamu mau asalkan jangan suami mommy seperti ini lagi son" pinta Thomas dengan suara lembut.


"Ckk!!" decak Mikhail dengan malas.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Valeria menatap putranya dengan sendu dan mata berkaca-kaca, tak kuasa menahan rasa rindu dan perasaan bersalah didalam hatinya.


"Mommy minta maaf nak" lirih Valeria dengan suara lemah.


"Mommy tahu sifat aku kan?" tanya Mikhail dengan suara dingin.


"Mommy salah son. Mommy tahu kesalahan mommy sudah sangat fatal" ucap Valeria sambil meneteskan air matanya.


"Honey" ucap Thomas dengan sedih melihat istrinya menangis.


Ia menatap putranya dengan memohon untuk memaafkan sang istri karena ia tidak bisa melihat istrinya seperti ini setiap hari.


Daddy mohon son. Sakit hati daddy melihat istri mommy menyakiti dirinya karena sangat bersalah son, batin Thomas dengan tatapan memohon.


Mikhail menutup mata mengontrol emosi didalam dirinya setiap kali melihat mommy dan adiknya. Ia akan mengingat perlakuan mereka sang istri dan calon anak mereka.


Mata coklatnya menatap wajah daddynya yang sedang menatapnya dengan memohon, Thomas hanya bisa berbicara lewat batin mengeluarkan isi hatinya karena tahu anaknya bisa membaca pikiran orang.


"Apa mommy sudah makan hari ini?" tanya Mikhail dengan suara lembut.


"Mikhail..........hiks hiks hiks hiks" tangis Valeria pecah saat mendengar ucapan putranya yang seperti dulu lagi.


Grep.....................


Mata Thomas melotot dengan tajam menatap putranya dengan tajam, karena tiba-tiba Mikhail sudah muncul di samping brankar istrinya dan memeluk sang istrinya.

__ADS_1


Raja setan sialan! Dia selalu saja memanfaatkan kesempatan untuk memeluk wanitaku, batin Thomas dengan kesal.


"Ini mommy aku juga daddy" ejek Mikhail dengan sinis.


"Ckk!!" decak Thomas sambil memanyunkan bibirnya.


"Honey" panggil Valeria dengan suara lembut karena tahu sifat pencemburu dan posesif suaminya.


"Heeemmm" deham Thomas tak menatap istrinya.


"Aku ingin peluk kamu honey" ucap Valeria dengan gemas.


Mikhail melepas pelukannya karena tak mau membuat daddynya semakin kesal. Thomas naik ke atas brankar dan memeluk istrinya dengan erat seolah memberitahu kalau ini miliknya.


"Bagaimana keadaan mommy?" tanya Mikhail dengan suara lembut.


"Mommy sudah lebih baik setelah melihat kamu nak" jawab Valeria sambil tersenyum lebar.


"Heemmm! Baguslah mom" balas Mikhail singkat.


Mikhail lalu menemani mommy dan daddynya hari itu didalam sana. Tak membiarkan seorang pun masuk dan menganggu mereka, karena sibuk dengan kedua orang tuanya ia sampai lupa mengecek hpnya yang sedari tadi bergetar didalam saku jas.


Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan matahari sudah berganti dengan bulan menandakan hari sudah malam.


~ Mansion Xander Wesly ~


Devina menyambut kepulangan suaminya di ruang keluarga dengan wajah berbinar.


"Kamu kenapa sayang? Apa ada sesuatu yang membuat kamu senang?" tanya Xander memeluk pinggang istrinya.


"Sayang jangan disini ada banyak orang" ucap Devina dengan malu saat Xander mencium bibirnya.


Xander menatap pak Han dengan tatapan tajam memberi isyarat untuk meninggalkan mereka. Ray yang hendak turun ke bawah mengambil air minum, memilih kembali ke kamar saat melihat para pelayan dan kepala pelayan pergi ke arah dapur.


Ia langsung tahu kalau itu semua pasti perintah kakak iparnya yang sudah pusing dari kantor.


"Sayang kamu ini suka seenaknya memerintah mereka semua pergi" protes Devina.


"Biarkan saja sayang karena aku tidak ingin diganggu jika sedang bersama kamu" ucap Xander dengan santai.


Davina memutar malas matanya sudah tak kaget lagi dengan sifat suaminya. Xander lalu mengendong istrinya seperti koala membuat Devina kaget bukan main.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Kalau aku tadi jatuh gimana sayang" seru Devina dengan kesal.


"Kamu tidak akan jatuh jika memelukku istriku" balas Xander sambil tersenyum menyeringai.


"Itu kamu tahu sayang" balas Xander santai.


Cup.................


Xander mencium bibir istrinya dengan lembut sambil berjalan menuju lift. Bibir keduanya tidak terlepas hingga masuk ke dalam kamar utama dan beruntung tidak ada pelayan yang melihat kelakuan mereka barusan.


Sudah dipastikan malam ini pasti keduanya makan malam akan sangat larut, karena Xander yang selalu tak bisa menahan hasratnya jika bersama dengan istrinya.


Ahh...............


Desa**n Devina dan Xander bergema didalam kamar setelah hampir 2 jam keduanya mendapat mencapai puncak. Keringat bercampur jejak permainan keduanya membuat ranjang mereka kembali berantakan.


"Aku sangat mencintaimu sayang" ucap Xander sambil mencium kening istrinya dengan lembut.


"Heemmm" deham Devina sudah tidak ada tenaga lagi.


Xander lalu mengendong Devina menuju kamar mandi untuk mandi bersama. Tapi ternyata keduanya kembali mengulangi pergulatan beberapa saat tadi didalam kamar mandi hingga mencapai puncak berkali-kali.


"Makan dulu baru tidur sayang" ucap Xander setelah keduanya selesai mandi.


"Aku sudah tidak ada tenaga lagi buat makan sayang" adu Devina dengan manja.


"Jangan tidur sayang biar aku yang menyuapi kamu" bujuk Xander.


"Iya sayang" ucap Devina tak membantah.


Xander lalu menyuapi istrinya setelah pak Han membawa makan malam mereka. Karena sibuk dengan kegiatannya ia sampai tidak mengecek hpnya yang sedari tadi berbunyi ada panggilan masuk dari daddynya.


~ Mansion Utama Wesly ~


"Gimana hubby?" tanya Chloe.


"Tidak diangkat baby" jawab Xavier.


"Ya sudah jangan hubungi putra sulung kita lagi hubby. Mungkin dia sedang membaurkan cucu buat kita" seru Chloe sambil tersenyum lebar.


"Iya baby" balas Xavier sambil menyimpan kembali hpnya di atas.


Keduanya lalu memutuskan untuk tidur dan biar besok baru mereka menelpon putra mereka untuk kesini bersama istrinya.


Keesokan paginya Chloe kaget melihat kedatangan putra keduanya dengan putra mereka pagi-pagi sekali.

__ADS_1


"Loh dimana istrimu son?" tanya Chloe sambil mengambil baby Winter dari gendongan Vincent.


"Masih di rumah sakit mom. Nata sudah di sana dari kemarin dan tidak pulang karena ka Mikhail ada dia sana mom" jawab Vincent menjelaskan.


"Hah! Mikhail ada di sini?" tanya Chloe dengan kaget.


"Iya mom. Makannya istri aku sedari kemarin di rumah sakit ingin meminta maaf langsung kepada kakak iparku mom" jawab Vicnnet.


"Semoga Mikhail memaafkan istri dan mommy mertua kamu ya son"


"Iya mommy"


"Aku titip baby Winter di sini ya mom soalnya aku hari ini harus ke perusahaan dan mungkin pulang akan singgah ke rumah sakit dulu mom" ucap Vincent menjelaskan maksud kedatangannya.


"Jangan khawatir, baby Winter biar mommy yang menjaganya dan kamu juga ingat jaga kesehatanmu ya son" balas Chloe sambil mengelus kepala Vicnnet dengan lembut.


"Iya mom"


Kring.................


Hp Vincent berbunyi ada panggilan masuk yang tertera nama Istriku❀️ disana. Ia langsung berpamit dengan sang mommy sambil mengangkat panggilannya.


^^^"Halo honey" ucap Vincent dengan suara lembut.^^^


"Honey kamu ada dimana? Dimana putri kita honey?" tanya Natasha dari seberang.


^^^"Aku baru saja keluar dari mansion mommy dan putri kita hari ini aku titip sama mommy honey" jawab Vicnnet.^^^


"Oh baiklah hoeny. Aku akan mengirim sarapanmu ke kantor yang honey"


^^^"Iya honey tapi jangan terlalu kerja berat honey. Aku tidak mau kamu capek"^^^


"Aku tahu honey tapi ini sudah tugas aku sebagai istri"


^^^"Baiklah honey. Nanti makan siang aku akan ke sana"^^^


"Biar aku saja yang ke sana dan bawa makan siang buat kamu honey"


^^^"Baiklah istriku aku tunggu"^^^


"Iya honey"


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Vincent menatap hpnya setelah panggilan mereka di matikan. Ia sangat senang karena di perhatian istrinya meski sedang berada di rumah sakit.


~ Kastil King ~


Clarisa sedari tadi mengelus perutnya menahan rasa sakit yang di pinggang dan punggungnya. Ia berulang kali menelpon suaminya tapi tidak diangkat, padahal tadi siang suaminya baru saja membalas pesannya saat ia ketiduran.


"Hubby kamu dimana sih.........hiks hiks hiks hiks" ucap Clarisa sambil menangis menahan rasa sakit.


Ia lalu bergegas bangun sekuat tenaga untuk keluar dari kamar ingin menemui Marcel dan dokter Rahma.


"Mommy mohon bantu mommy untuk kuat ya nak" ucap Clarisa mengelus perutnya.


Tuk.................


Meski sedang menahan sakit tapi Valeria tersenyum saat perutnya di tendang dari dalam seakan mendapat jawab dari anaknya atas ucapannya barusan.


Dengan langkah tertatih-tatih Clarisa melangkah keluar dari kamar. Jarak pintu kamar yang sangat jauh dari ranjang membuat Clarisa sampai keringatan.


Ia bisa saja menelponnya Marcel lewat hp tapi kamar mereka hanya bisa di masuki oleh dia, suami, dan Damon saja.


"Clarisa loe harus kuat jangan sampai loe dan kandungan loe kenapa-napa" ucap Clarisa menyemangati dirinya sendiri.


Clarisa merasa lega setelah mencapai pintu kamar dan bergegas keluar. Napasnya satu-satu setelah keluar dari kamar seakan ia baru saja kerja berat.


Isshh...............


Clarisa meringis kesakitan di area punggungnya sambil menahan bobot tubuhnya. Pak Josh yang baru saja keluar dari lift langsung menjatuhkan nampan berisi anggur hijau dan minuman yang hendak ia bawakan untuk Clarisa.


"NYONYA" teriak pak Josh menggelegar dari lantai 5.


Marcel dan dokter Rahma yang mendengar teriakan pak Josh langsung berlari menuju ke lift untuk ke lantai 5.


Sampai di lantai 5 keduanya kaget melihat wajah Clarisa yang sudah pucat seperti mayat dengan wajah kesakitan.


"Nyonya" pekik Marcel dengan kaget.


Dengan cepat Clarisa di bopong oleh pengawal perempuan yang di tadi di bawa Marcel dari bawah ke ruang kesehatan. Clarisa menangis mengeluh kesakitan membuat mereka semua panik.


"HUBUNGI KING" hardik Marcel dengan suara tinggi sebelum masuk ke ruang kesehatan.


Dengan tangan gemetar pak Josh segera menghubungi Mikhail tapi sampai panggilan selesai panggilannya tidak di angkat.


Tuan saya mohon angkat, batin pak Josh dengan gusar.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue.................


__ADS_2