Heartless 2

Heartless 2
Chapter 177


__ADS_3

🍁Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa harus kehilangan semangat🍁


.


.


.


.


Ares menatap Xander yang juga sedang menatapnya mengangguk kepala untuk menemuinya sebentar. Ares lalu meminta Natasha dan Jesica untuk menemani istrinya sebentar karena ia ingin menemui Xander kakak iparnya.


“Siapa mereka?” tanya Ares dengan tatapan membunuh.


“Sepertinya itu musuh keluarga besar aku yang selama ini menyerang kami” jawab Xander dengan suara dingin.


“Ada berapa banyak jumlah mereka yang datang?” tanya Ares sambil menatap Gery.


“Jumlah mereka tidak terhitung tuan. Musuh yang menyerang malam ini berbeda dengan musuh yang selama ini menyerang mansion” jawab Gery.


“Maksud loe? Apa mereka bukan gangster atau mafia seperti biasanya?” tanya Ares dengan bingung.


“Dari laporan anak buah kita musuh kali ini berpenampilan seperti seorang prajurit militer dan mereka mempunyai lambang tato yang sangat unik tuan” jawab Gery.


Ia lalu menunjukan foto tato yang di kirim anak buah mereka barusan kepada Ares. Ares mengambil iPad milik Gery meneliti lebih dekat foto tato tersebut dan bingung itu gambar apa karena terlihat seperti gunung tapi bukan gunung.


“Apa kamu tahu tato ini?” tanya Ares sambil menunjukkan foto tato di iPad Gery kepada Xander dan David.


“Aku baru pertama kali melihat tato seperti itu” jawab Xander dengan kening berkerut.


“Itu terlihat seperti gunung tapi bentuk gunung tidak seperti itu” ucap David.


“Apa itu gunung berapi?” tanya Ares dengan cepat.


Keduanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Ares. David lalu mengirimkan foto tersebut kepada Luki untuk segera dicari tahu, begitu juga dengan Ares yang mengirim foto itu kepada hackernya.


“Berapa jam lagi acara resepsi pernikahan kalian selesai?” tanya Xander dengan suara dingin.


“Aku tidak tahu karena tamu undangan terus berdatangan” jawab Ares.


“David turunkan semua anak buah kita untuk membantu menghadang musuh dan juga usahakan jangan sampai mereka menerobos masuk ke sini dari radius 10 km” titah Xander dengan suara tegas.


“Baik bos” jawab David.


“Kamu suruh polisi setempat untuk mengevakuasi masyarakat yang berada di TKP dan menjaga keselamatan tamu yang ada di sini” ucap Xander sambil menunjuk Gery.


“Baik tuan muda pertama” jawab Gery.


“Ares kamu jaga Zelena dan biarkan kami yang mengurus semua kekacauan di luar” ucap Xander dengan tatapan tajam.


“Itu sudah pasti karena dia sekarang istriku” ucap Ares dengan suara tegas.


Keempatnya kembali masuk ke dalam dan sampai didalam ballroom Xander melirik daddynya, uncle Kevin, uncle Thomas, dan uncle Albert untuk membaca pesan yang ia kirim di grup keluarga.


Vincent dan Leon yang membaca pesan di grup segera memberitahu semua saudara mereka untuk berkumpul dan jangan sampai terpisah.


“Twin ada apa?” tanya Victor yang belum membaca pesan di grup.


“Baca pesan di grup” jawab Vincent dengan suara dingin.


Victor dan lainnya segera membaca pesan di grup keluarga besar mereka dan kaget melihat pesan yang dikirim oleh Xander, kalau saat ini di luar hotel sedang terjadi penyerangan besar-besar antara anak buah mereka dan pihak musuh.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


 “Princess kamu duduk bersama mommy dan daddy dan jangan pernah pergi sendirian” titah Maxim dengan suara tegas.


“Iya prince” ucap Katy dengan patuh segera beranjak menuju orang tua mereka.


“Ckk!!” decak Victor dengan kesal.


Victor menatap Maxim dengan tatapan permusuhan begitu juga dengan Maxim yang menatapnya dengan tatapan tajam, seolah memperingatinya untuk tidak mendekati sang adik.


3 Jam kemudian


Resepsi pernikahan Ares dan Zelena akhirnya berakhir di jam 02:00 dini hari dan semua tamu undangan sudah pada pulang tersisa keluarga besar mereka.


Ares lalu membawa istrinya segera pergi ke mansion miliknya sedangkan seluruh keluarganya memutuskan untuk menginap di mansion utama, karena besok mereka akan merayakan kedatangan Zelena sebagai anggota keluarga baru sebelum mereka pergi bulan madu.


~ Mansion Xavier ~


Semua keluarga besar Wesly memilih berkumpul di mansion milik Xavier yang sangat jauh dari pemukiman warga karena musuh mereka terus menyerang mereka hingga kesini.


“Apa mereka tidak lelah?” tanya Albert.


“Tidak uncle dan jumlah mereka kali ini semakin bertambah” jawab Xander dengan suara tegas.


“Son apa mansion kita di California di serang juga?” tanya Xavier dengan suara dingin.


“No daddy” jawab Xander singkat.


“Sepertinya mereka hanya menyerang kita saja dimana pun kita berada” ucap Thomas.


“Aku setuju dengan ucapan Thomas. Bukannya saat di California musuh kita menyerang kita hanya di mansion kita masing-masing dan saat kita pergi dari mansion mereka menyerang kita di tempat yang kita tuju” ucap Kevin.


“Apa kalian mengenal tato ini?” tanya Xander sambil menunjukkan tato yang tadi di iPad.


Semuanya diam melihat tato yang diperlihatkan Xander dengan teliti tapi tidak pernah mereka melihatnya. Berbeda dengan Valeria yang seperti pernah melihat gambar itu tapi ia sudah lupa dimana ia melihatnya.


“No ka Vic. Itu lebih terlihat seperti monster salju di gunung es” jawab Henry.


“Menurutku itu seperti melon yang terbelah jadi dua bagian dan sebagiannya seperti sudah digigit” timpal Leon.


“No, menurutku itu seperti labu yang dimakan burung gagak” ucap Henry.


Semuanya menggelengkan kepala mereka mendengar ucapan ketiganya yang tidak masuk akal sama sekali. Bagaimana tidak karena tidak mungkin, ada orang yang membuat tato di badan mereka menggunakan buah sebagai lambang mereka.


“Kalian bertiga memang sangat bodoh” ucap Kevin dengan tatapan mencemooh.


“Daddy! Uncle!” pekik ketiganya dengan suara melengking dan mata melotot tidak terima dikatai bodoh.


“Kenapa putraku satu-satunya sangat bodoh ya” gumam Kevin sambil memijit keningnya.


“Honey telpon putra kita” ucap Valeria dengan suara dingin membuat semua pasang mata menatapnya.


Thomas segera menelpon putranya tapi nomornya tidak aktif begitu juga dengan Damon nomornya tidak aktif entah mereka berada dimana sekarang.


“Nomor Mikhail dan Damon tidak aktif honey” ucap Thomas.


“Teivel” ucap Valeria dengan suara dingin.


“Apa aunty mengetahui sesuatu?” tanya Xander dengan tatapan selidik.


“No tapi putra aunty yang tahu” jawab Valeria dengan tatapan tajam.


“Ckk!! Kemana sialan ini kenapa tidak menjawab telponku” decak Thomas dengan kesal menatap panggilannya yang tidak diangkat Teivel.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


Sudah panggilan ke lima juga tapi tidak diangkat oleh Teivel membuat Thomas semakin meradang ingin sekali menghajar asisten kedua raja setan itu yang sama menyebalkan seperti putranya.


“Halo tuan besar” ucap Teivel dari seberang setelah panggilan ke tujuh baru dijawab.


^^^“Dari mana saja kamu sialan? Kenapa kamu tidak mengangkat panggilanku dari tadi berengsek!” hardik Thomas dengan emosi.^^^


“Saya baru selesai mengecek anak buah di markas utama tuan besar dan tidak membawa hp tadi” jawab Teivel dengan santai tak takut sama sekali.


^^^“Cih!! Banyak alasan saja kamu!” sarkas Thomas dengan kesal.^^^


“Terserah tuan besar mau percaya atau tidak karena saya sudah menjelaskannya” ucap Teivel acuh.


^^^“Kamu memang asisten berengsek Teivel!” bentak Thomas dengan emosi.^^^


“Terima kasih atas pujiannya tuan besar”


Phew…………….


Thomas membuang napasnya dengan kasar menetralkan emosi didalam dirinya, karena jawaban Teivel sedari tadi yang menjawab semua ucapannya dengan santai, seakan ingin mempermainkan emosinya.


“Tenangkan dirimu honey” bisik Valeria.


Thomas mengangguk kepalanya sambil memeluk pinggang istrinya dengan posesif dan kembali melanjutkan pembicaraannya dengan Teivel.


^^^“Dimana kamu dan kenapa nomor raja setan itu tidak aktif?” tanya Thomas dengan suara tegas.^^^


“Saya berada di markas utama saat ini tuan besar. King dan Damon tadi berpisah dengan kami pergi dengan pesawat tempur” jawab Teivel.


^^^“Pesawat tempur? Memang kemana putraku pergi?”^^^


“King dan Damon menuju ke Indonesa tuan besar”


^^^“Hah! Untuk apa raja setan itu ke Indonesia?” tanya Thomas dengan kaget.^^^


“Saya tidak tahu tuan besar. King dan Damon hanya pergi berdua saja tanpa pengawal entah apa yang akan mereka lakukan saya tidak tahu” jawab Teivel dengan suara tegas dari seberang.


^^^“Heemm! Baiklah”^^^


“Iya tuan besar”


Thomas segera mematikan panggilannya dan menatap sang istri yang juga mendengar pembicaraan mereka dari tadi.


“Xander apa anak buah Mikhail ikut membantu penyerangan saat ini?” tanya Valeria.


“Tidak aunty. Anak buah Black Shadow hanya menjaga aunty dan uncle saja” jawab Xander dengan suara dingin dan tatapan tajam.


“Tumben raja setan itu tidak mengirim pasukan Black Shadow yang ada disini” tebak Thomas dengan penuh tanda tanya.


“Sepertinya ada sesuatu yang besar terjadi kepada putra kita honey” ucap Valeria sambil menatap suaminya dengan panik.


“Maksudmu honey?” tanya Thomas dengan bingung.


Aaarrgghhh……………


“NATASHA” teriak Vincent dengan suara tinggi mendengar teriakan istrinya dari arah samping.


Semuanya segera beranjak menuju samping untuk melihat apa yang terjadi disana dan sampai disana mereka dibuat kaget melihat musuh yang sudah menerobos masuk dari arah samping mansion yang ada hutan lebat disana.


Dor………….dor……………..dor………….


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue…………………

__ADS_1


__ADS_2