Heartless 2

Heartless 2
Chapter 178


__ADS_3

🍁Di atas langit masih ada langit, jadi jangan pernah merendahkan orang lain🍁


.


.


.


.


Bunyi tembakan bergema disana saat Xander, Albert, dan Xavier melepas tembakan ke arah musuh mereka.


Vincent berlari menuju istrinya yang terduduk di kursi santai sambil memegang perut besarnya dengan syok.


"Honey kamu tidak apa-apa kan?" tanya Vincent dengan cemas.


"Aku baik-baik saja honey" jawab Natasha sambil memeluk suaminya dengan erat.


Vincent membalas pelukan istrinya sambil mengelus punggungnya agar tenang. Ia lalu mengendong Natasha untuk pergi dari sana karena tidak ingin istrinya kenapa-napa.


"Cepat susuri hutan disebelah agar tidak ada musuh yang masuk son" titah Xavier kepada Xander.


"Aku sudah menyuruh anak buahku daddy" jawab Xander sambil menunjukkan hpnya ke Xavier.


Dor............dor..........dor..........


Bunyi tembakan kembali terdengar dari dalam hutan dan belakang mansion membuat semuanya kaget. Tapi tak berapa lama mereka kembali di dikagetkan dengan bunyi helikopter di atas sana.


Duar...............duar..............


Terdengar dua ledakan besar dari arah barat dan utara membuat mereka semakin kaget dan penasaran apa yang sebenarnya terjadi.


Xander memicing matanya melihat inisial KM di samping helikopter dan ia yakin suara ledakan barusan pasti karena ulah Mikhail.


"Mikhail" ucap Thomas dengan kaget melihat putranya turun dari helikopter ditemani Damon.


Wajahnya mengelap melihat kedua orang tuanya membuat Thomas dan Valeria saling melihat satu sama lain bertanya apa yang terjadi dengan putra mereka.


Dor..................dor.................


Brugh...............


Kembali mereka di buat kaget melihat 2 buah drone jatuh di tanah saat Mikhail menembak ke atas langit. Mereka tidak menyangka jika Mikhail akan menembak tepat sasaran saat sedang berjalan.


"Woww! King memang terbaik" ucap Henry dengan decak kagum.


"Baru kali ini aku melihat orang menembak tepat sasaran saat sedang berjalan" ucap Leon.


"Sepertinya ka Xander punya saingan ya" ucap Victor dengan suara pelan.


"Ya kamu benar" ucap Leon.


Mikhail berjalan dengan langkah panjang menuju kedua orang tuanya yang berdiri dengan bingung melihat wajah putra mereka yang sedang emosi.


"Son" panggil Valeria dengan suara lembut.


"Kenapa? Kenapa mommy dan daddy tidak mengindahkan perintahku?" tanya Mikhail dengan suara dingin.


"Apa maksudmu son? Memangnya apa yang sudah kami perbuat son?" tanya Valeria dengan bingung.


"Apa kalian tidak bisa diam di mansion demi aku? Apa kurang jelas perintah aku" hardik Mikhail dengan suara tinggi.


"MIKHAIL ZENO PARKER!" bentak Thomas dengan suara tak kalah tinggi.


Keduanya saling menatap dengan tatapan emosi. Thomas tidak suka kelakuan putranya yang berbicara dengan suara tinggi kepada istrinya, sedangkan Mikhail saat ini emosinya tidak bisa terkendali karena sang istri.


"Daddy dan mommy pikir aku bercanda dengan peringatan aku? Aku berjuang di luar sana untuk melindungi kalian tapi kenapa kalian tidak bisa menghargai usaha aku!" bentak Mikhail dengan suara menggelegar.


"Mikhail" ucap Valeria dengan suara lembut sudah mengerti maksud kedatangan putranya.


Grep.................


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


Valeria memeluk putranya dengan erat karena tahu ada sesuatu yang membuat anaknya saat ini sedang emosi dan gelisah.


Mikhail membalas pelukan mommynya dengan erat mencari ketenangan karena saat ini jiwa monster dalam dirinya seakan ingin keluar.


"Semua akan baik-baik saja nak" bisik Valeria dengan suara lembut.


Thomas yang melihat keduanya segera tahu jika putranya dalam keadaan kacau saat ini. Meski penampilannya terlihat baik-baik saja tapi ada sesuatu yang sedang di sembunyikan oleh putranya.


"Son" panggil Thomas dengan suara lembut.


Thomas menepuk pundak putranya seakan berkata semua akan baik-baik saja. Sedangkan Xander ia menatap Mikhail dengan kening berkerut seakan tahu jika ada sesuatu yang di sembunyikan olehnya.


"Aku ingin bicara denganmu King" ucap Xander dengan suara dingin.


"Malam ini juga daddy bawa keluarga kita pulang ke California" ucap Mikhail dengan suara dingin dan tegas.


"Baiklah son" ucap Thomas tak membantah.


"Kalau begitu ayok kita pulang bersama" ajak Xavier.


"Ide bagus bos" ucap Thomas dan Albert dengan serentak.


"Aku akan menyuruh David menyiapkan jet kita semua" ucap Xander segera berkutat dengan hpnya mengirim pesan kepada David.


Xander dan Mikhail lalu pergi ke ruang kerja Xavier sedangkan yang lainnya segera mengepak barang mereka untuk kembali ke California.


Didalam ruang kerja Xavier, Mikhail duduk sambil berpangku kaki dan menatap Xander dengan wajah datar dan dingin.


"Katakan siapa dia?" tanya Xander to the point.


"Musuh lama orang tua kita" jawab Mikhail dengan suara dingin.


"Siapa? Apa kita pernah bertemu dengannya?" tanya Xander dengan penasaran.


"No" jawab Mikhail singkat.


Xander lalu menunjukkan gambar yang ia dapat dari David tadi kepada Mikhail. Melihat gambar tersebut Mikhail tersenyum menyeringai karena tahu apa maksud gambar tersebut.


"Itu adalah lambang seorang budak dari sialan itu" ucap Mikhail dengan suara dingin.


"Nanti juga kamu akan tahu" balas Mikhail sambil tersenyum menyeringai.


"Jangan memancing emosiku King!" bentak Xander dengan tatapan berkilat tajam.


"Memangnya aku peduli" balas Mikhail dengan sinis.


Mikhail segera pergi keluar dari sana tidak memperdulikan Xander yang menatapnya dengan tatapan berkilat tajam karena sangat emosi.


Malam itu juga semua keluarga besar Wesly pulang ke California setelah menelpon Ares dan Zelena memberitahu alasan mereka pulang.


~ Mansion Ares Rahardian ~


"Kenapa mi amor?" tanya Ares sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Aku masih merindukan keluarga aku tapi mereka harus segera pulang" jawab Selena dengan sedih.


"Nanti setelah semuanya aman kita akan berlibur ke sana mi amor"


"Iya querido"


Zelena menutup mata merasakan hembusan Ares di lehernya hingga bulu kuduknya remang. Dengan sekali hentakan Ares sudah mengendong istrinya masuk ke dalam kamar dan mulai melakukan malam pertama mereka.


Ah...............


******* keduanya bergema didalam sana setelah Ares mendapat pelepasan selama hampir 2 jam bergulat.


"I love you my wife" bisik Ares sambil mengecup kening dan bibir Zelena.


"I love you too my husband" balas Zelena dengan senyum manis.


Malam itu Ares kembali menggempur istrinya hingga pagi barulah ia melepas Zelena untuk tidur. Zelena yang sangat kelelahan pasrah saja karena biar bagaimanapun Ares sekarang adalah suaminya.


~ Pulau Antah Berantah ~

__ADS_1


Clarisa mengedipkan matanya beberapa kali setelah tersadar dari pingsan. Ia melihat ke sekeliling tak kenal dengan tempat ia berada saat ini.


"Ini dimana?" tanya Clarisa dengan bingung.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Saat ingin mengangkat tangannya ia merasa sangat susah karena kedua tangannya di ikat ke belakang. Otaknya berpikir merangkai kejadian sebelum ia pingsan dan tahu jika ia di culik.


"Hubby tolong aku" lirih Clarisa dengan takut.


Ceklek...............


Clarisa menunduk merasa silau dengan cahaya dari luar saat pintu tiba-tiba terbuka.


Tak berapa lama dua orang bertubuh besar dan berwajah sangar masuk dan menariknya dengan kasar untuk keluar dari ruangan tempat ia berada saat ini.


"Siapa kalian? Lepaskan aku!" teriak Clarisa dengan suara tinggi.


"DIAM!" bentak seorang pria berwajah sangar dengan luka di mata kirinya dengan suara tinggi.


Glek..............


Clarisa menelan salivanya dengan susah melihat orang itu yang sangat menyeramkan. Tubuhnya gemetar takut jika mereka akan melakukan hal-hal aneh kepadanya.


Pria yang tadi membentaknya lalu memberi isyarat kepada dua anak buahnya untuk membawa Clarisa mengikutinya.


Pandangan Clarisa kaget saat melihat bangunan tua menyerupai kastil kerajaan didepannya.


Ini dimana dan apa yang sebenarnya terjadi disini, batin Clarisa penuh tanda tanya.


Tak berapa lama mereka masuk ke dalam ruangan yang sangat besar dimana didepan sana ada beberapa orang yang sedang berdiri dan juga ada seorang kakek yang duduk di singgasana.


"Lord" ucap ketiga orang yang tadi membawanya menunduk saat sampai di depan kakek itu.


"Angkat wajahnya" titah Erich dengan suara dingin.


Isshh.............


Clarisa meringis saat rambutnya di tarik ke belakang hingga wajahnya terangkat dan langsung bertatapan dengan Erich.


Ia syok melihat wajah Erich yang terlihat sangat menakutkan, apa lagi matanya yang terlihat seperti mata monster dan ada perasaan jijik dalam tubuh Clarisa melihat wajah tersebut.


Marcel yang berdiri di samping Erich kaget bukan main saat melihat siapa yang dibawa oleh anak buah Erich.


Sial! Kenapa nyonya bisa sampai disini sih, batin Marcel dengan emosi.


"Markus apa dia orang yang tepat untuk bahan percobaanmu?" tanya Erich dengan cepat.


"Iya Lord" jawab Marcel setelah mengontrol rasa emosi dalam dirinya.


"Kalau begitu cepat bawa dia dan segera buat ramuan itu untukku" titah Erich dengan suara tinggi.


"Baik Lord"


Marcel lalu menarik Clarisa dengan kasar pergi dari sana tak ingin membuat mereka curiga jika ia mengenal Clarisa.


Sedangkan Clarisa ia kaget tak menyangka akan melihat Marcel disini. Padahal setahunya Marcel sedang menjalankan misi penting dari suaminya.


Brak..............


Marcel menutup pintu dengan kuat sambil berdiri didepan Clarisa dan mengatakan sesuatu tanpa bersuara.


Awalnya Clarisa bingung dengan apa yang Marcel lakukan, tapi saat membaca gerakan bibir Marcel ia akhirnya paham kalau Marcel memberitahunya untuk diam karena ada cctv.


"Kamu duduk disana" titah Marcel dengan suara dingin sambil menunjuk kursi di sudut ruangan.


Clarisa tak berkata apa-apa dan segera pergi ke kursi yang di tunjuk Marcel.


Sedangkan Marcel saat ini ia sedang sibuk meracik penawar racun untuk Clarisa karena ia yakin Clarisa pasti sudah terpapar racun yang ia sebar di pulau ini.


King aku mohon semoga anda bisa mengerti apa yang aku maksud, batin Marcel yang menulis kode di kertas kepada Mikhail.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue.................


__ADS_2