Heartless 2

Heartless 2
Chapter 92


__ADS_3

🍁Semua orang bisa mengenalmu tapi tidak semua orang bisa memahamimu🍁


.


.


.


.


Sebelum Zelena jatuh pingsan ternyata teman satu kelompok saat ujian mata kuliah masakan Perancis sengaja meminta bantuannya untuk membawanya ke ruang kesehatan karena ia merasa pusing.


Zelena yang tak tega melihat temannya kesakitan segera memapah temannya itu ke ruang kesehatan. Sebelum sampai di ruang kesehatan mereka melewati lorong samping gedung perpustakaan.


Saat sampai di lorong dengan cepat temannya mengeluarkan semprotan bius dan menyemprotnya ka wajah Zelena.


Tak sampai 5 menit Zelena jatuh pingsan yang langsung di papah 2 orang berbadan besar. Mereka membawanya lewat bagain belakang kampus dimana sudah ada mobil yang menunggu mereka disana.


"LELE" teriak Clarisa berlari mengikuti mobil yang membawa Zelena.


Cekiitt...............


Tiba-tiba Clarisa dihadang mobil yang berhenti tepat didepannya beruntung tidak menabraknya. Jantungnya berdetak dengan cepat melihat mobil yang hampir saja menabraknya.


"Gue belum mati kan?" tanya Clarisa dengan jantung yang hampir copot.


"Bawa dia. Sebelum dia lapor polisi" ucap seseorang dari dalam mobil.


Mendengar hal itu Clarisa kaget bukan main dan bergegas ingin lari dari sana tapi ia kalah cepat karena orang dari dalam mobil sudah menangkapnya dan memasukkan dia ke dalam mobil.


"Eemmmpp! Lepaskan aku! Lepas" teriak Clarisa sambil memberontak.


Z yang melihat Clarisa dibawa oleh orang tak dikenal segera mengejar mereka tak lupa mengirim pesan ke Damon.


~ RH Company ~


Ares memeriksa laporan didepannya dengan serius membaca setiap kata yang tertulis didalam laporan tersebut.


Prang.................


Ares tersentak saat tiba-tiba pigura diatas mejanya jatuh dengan sendiri hingga pecah dilantai. Ia menatap pigura itu dengan gelisah melihat foto kekasihnya yang hancur berserakan di lantai.


Mi amor, batin Ares dengan perasaan tak tenang.


Brak............


Tatapan mata Ares berkilat tajam melihat Gery yang tak sopan masuk ke dalam ruangannya.


"Gery apa loe udah bosan hidup" hardik Ares dengan suara dingin.


"Maaf tuan tapi saya bawa informasi penting mengenai nona Zelena"


"Ada apa dengan Zelena? Apa maksud loe Gery?" tanya Ares dengan cepat.


"Nona Zelena barusan diculik tuan"


"APA" teriak Ares dengan suara menggelegar.


Matanya berkilat tajam hingga rahangnya mengeras mendengar informasi dari Gery. Aura didalam ruangannya seketika berubah menjadi sangat menakutkan membuat Gery menelan salivanya dengan kasar.


Siapa yang berani membangunkan singa yang sedang tidur, batin Gery bergidik ngeri.


"Suruh semua anak buah kita cari kekasih gue" perintah Ares dengan suara dingin.


"Pengawal nona Zelena berhasil mengikuti penculik itu tuan" ucap Gery sambil menelpon pengawal Zelena.


Pada panggilan keempat barulah pengawal Zelena menjawab telpon dari Gery. Tatapan mata Ares berkilat tajam menatap Gery seakan ingin menerkamnya saat ini juga.


"Halo bos"


^^^"Dimana posisi kalian" tanya Gery to the point.^^^


"Kami tepat berada dibelakang mereka bos. Kami berada di daerah XXX bos"


^^^"Jaga jarak agar mereka tidak tahu di ikuti" ucap Ares dengan suara dingin.^^^


"Baik tuan"


Gery lalu mematikan panggilannya sepihak karena sudah mengetahui posisi Zelena dan para penculiknya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Siapkan helikopter" ucap Ares sambil mengepal kedua tangannya menahan emosi.


"Baik tuan"


"Cari tahu siapa yang berani mengusik milikku" perintah Ares sambil tersenyum menyeringai seperti iblis berdarah dingin.


"Baik tuan"


Gery segera menelpon Matt hacker mereka untuk mencari tahu siapa yang berani menganggu milik seorang Ares Maladika Rahardian.


Selang 5 menit Ares dan Gery bergegas menuju rooftop untuk menyusul kekasihnya yang berada dipinggiran kota jauh dari perumahan warga dan posisi mereka tepat berada di hutan lebat.


~ Markas Devil Dragon ~


Arrrgghhhh...............


Jeritan kesakitan Marco bergema didalam sana saat Xander menempel besi panas di pipi Marco hingga kulit wajahnya melepuh dan isinya sampai terlihat.


"Bunuh sa.......ja a......ku" pinta Marco dengan suara lemah.


"Tidak semudah itu berengsek. Sebelum kamu mati kamu harus merasakan neraka di markasku dulu" ucap Xander sambil tersenyum menyeringai seperti iblis.


"Apa kamu sudah puas bermain dengannya Xander?" tanya Thomas dengan suara dingin.

__ADS_1


"Tumben uncle datang jam segini. Apa aunty tidak nyari uncle" ejek Xander sambil tersenyum sinis.


"Ckk!! Kamu itu sudah ketularan raja setan itu" dengus Thomas dengan kesal.


"Apa aunty tahu uncle datang? Hehehehe" tanya David sambil terkekeh.


"Aunty kalian sudah tidur karena kelelahan uncle gempur" jawab Thomas sambil terkekeh.


"Ckk!" decak Xander dan David serentak mendengar ucapan uncle Thomas.


Thomas berlalu menuju Marco yang terikat berbentuk huruf X dengan wajah dan tubuh sudah sangat hancur karena luka di sekujur tubuhnya.


Bugh...........bugh..........bugh...........


Seperti kesetanan Thomas memukul Marco bertubi-tubi mengingat putrinya yang harus masuk rumah sakit apa lagi mengingat putrinya yang tidak akan pernah bisa berenang lagi.


"Beraninya kamu membuat putriku terbaring lemah di rumah sakit sialan!" bentak Thomas sambil mengambil cambuk di atas meja tak jauh dari sana.


Crash..........crash.........crash...............


Aarrgghhh............


Jeritan kesakitan Marco bergema saat Thomas mencambuk punggunganya berkali-kali. Bau anyir darah menyeruak di dalam sana membuat siapa saja yang melihat Marco bergidik ngeri.


"Siram dia dengan air lemon" titah Thomas.


"Baik bos Thomas" ucap anggota Black Shadow.


Marco yang mendengar hal itu bergetar dengan hebat tak bisa berbicara dengan jelas karena terlalu lemah.


Byur.............aaarrgghhh...........


Jeritan kesakitan Marco bergema didalam sana saat air lemon mengenai lukanya. Kulitnya melepuh akibat air lemon barusan hingga da***g dalam tubuhnya kelihatan.


"Jaga dia jangan sampai dia mati" ucap Thomas sambil menatap Xander dan David yang bersedekap tangan melihat aksinya.


"Aku tidak janji uncle" balas Xander dengan suara dingin.


"Terserah kamu saja"


"Heeemmm"


Thomas berlalu pergi dari sana karena sudah memberi hukuman kepada Marco. Tak lama hp David berbunyi dan saat menerima panggilan itu matanya melotot kaget.


"Kenapa?" tanya Xander sambil mengangkat alisnya sebelah melihat wajah panik David.


"Nona muda barusan diculik bos"


"APA" teriak Xander menggelegar didalam markas membuat semua anak buah Devil Dragon melihat kearahnya.


"Hubungi Ares!" bentak Xander dengan saura tinggi.


"Baik bos" ucap David.


David segera menelpon Ares tapi panggilannya tak diangkat. Hingga pada panggilan ke empat barulah panggilannya di jawab.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


^^^"Bagaimana bisa princess diculik" hardik Xander dangan cepat menarik hp David saat panggilannya sudah diangkat.^^^


Ares lalu menceritakan bagaimana kronologi Zelena bisa diculik setelah Gery mendapat informasi dari Matt hacker pribadi Ares di markas.


^^^"Lalu siapa dalangnya?" tanya Xander.^^^


"Steven Lim"


^^^"Damn it" maki Xander dengan emosi mengetahui siapa yang menculik adiknya.^^^


^^^"Jangan biarkan Zelena bertemu dengan Steven Lim" tambah Xander dengan cepat.^^^


"Kenapa?" tanya Ares dengan penasaran.


^^^"Dia orang yang menculik princess saat kecil dan orang itulah yang membuat princess menjadi seorang psycopath"^^^


"APA" teriak Ares dari seberang dengan suara melengking.


^^^"Apa kamu sudah bosan Ares" hardik Xander dengan suara tinggi.^^^


"Aku akan kabari kamu lagi" ucap Ares langsung mematikan panggilannya sepihak.


Prang..............


David menatap hpnya yang sudah hancur di lantai dengan datar tak bisa marah atau menyalahkan Xander.


Emosi Xander naik turun tak menyangka jika Ares akan mematikan panggilannya sepihak seperti itu apa lagi memikirkan adiknya yang diculik Steven Lim.


"Suruh uncle Kenzo bawa semua anak buah kita menyusul Ares"


"Baik bos"


"Beritahu mereka jangan sampai ada satu luka di tubuh princess" ucap Xander dengan tatapan tajam.


"Baik bos"


Xander segera berlalu pergi diikuti David yang sibuk mengutak-atik iPad di tangannya memberi perintah ke uncle Kenzo adik angkat daddynya yang berada di markas Indonesia.


~ Jakarta, Indonesia ~


Jantung Ares berdetak dengan cepat mendengar siapa itu Steven Lim. Ingatannya langsung berputar saat penculikan balasan tahun yang lalu.


Gue ngak akan biarin loe nyakitin cewek gue untuk kedua kalinya, batin Ares dengan penuh dendam.


"Tuan posisi nona Zelena berada di tengah hutan 300 meter dari sini" ucap Gery melihat laporan anak buah mereka.


"Heemmm! Beritahu mereka untuk bersiap menyerang"

__ADS_1


"Baik tuan"


Sedangkan di bangunan tua yang sudah tak terpakai Zelena yang pingsan tadi akhirnya membuka matanya perlahan-lahan.


"Isshh! Gue ada dimana?" tanya Zelena sambil meringis sakit di kepala.


Zelena kaget saat melihat tangan dan kakinya diikat apa lagi melihat tempat yang tidak ia kenali dan hanya ada lampu di bagian tengah dengan nyala agak suram.


Ceklek............


Bunyi pintu terbuka dengan suara langkah kaki membuat pandangan Zelena terfokus ke depan.


"Ternyata kamu sudah bangun ya gadis kecil" ucap Steven sambil terkekeh.


"Kakek siapa? Kenapa kakek menculikku?" tanya Zelena yang tak mengenal Steven.


"Oh ternyata gadis kecilku sudah lupa aku ya" ucap Steven dengan raut sedih.


"Tapi aku maklumi mungkin karena pertemuan pertama kita waktu itu kamu masih kecil. Uhm! Mungkin saat kamu berumur 5 tahun" tambahnya lagi sambil tersenyum menyeringai.


"5 tahun?" tanya Zelena dengan kening berkerut.


Wajah kebingungan Zelena membuat Steven Lim sedari tadi sudah tak sabar ingin mencicipinya. Entah kenapa ia sangat berhasrat kepada Zelena sedari pertama kali melihatnya waktu ia diculik.


Aku sudah tidak tahan ingin menikmati tubuh gadis kecilku, batin Steven seperti singa lapar.


"Buka ikatannya" titah Steven dengan suara tegas.


Anak buah Steven segera membuka ikatan tangan dan kaki Zelena sesuai perintah Steven. Tak lama Keiko membisikan sesuatu di telinga Steven.


"Bunuh dia jangan sampai dia membuka mulut" hardik Steven dengan emosi.


"Baik tuan" ucap Keiko segera pamit.


"Apa maksud kakek menculikku?" tanya Zelena dengan wajah polos.


"Karena kamu itu milikku gadis kecil"


"Eehh! Aku bukan milik kakek karena saat ini aku sudah menjadi milik Ares kekasihku" balas Zelena dengan suara lantang.


"TIDAK BISA! KAMU ITU HANYA MILIKKU BUKAN SIALAN ITU!" bentak Steven Lim dengan emosi.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Tubuh Zelena gemetaran melihat tatapan tajam dan mengerikan dari Steven yang menatapnya seperti ingin menelannya hidup-hidup.


Querido, batin Zelena merasa ketakutan.


Sedangkan di luar bangunan Clarisa dibawah menuju ke arah hutan sesuai perintah Keiko agar segera membunuh Clarisa.


"Lepasin gue! Lepasin" teriak Clarisa dengan melengking.


Brugh..................


Clarisa meringis sakit saat tubuhnya dilempar ke tanah dengan kuat oleh orang yang tadi membawanya. Keduanya menatap Clarisa dengan tatapan lapar saat kaca mata Clarisa sudah lepas dari matanya saat dibanting.


"Wah ternyata dia cantik juga bro" ucap salah satu penculik.


"Gimana kalau kita cicipi dia baru habis itu kita bunuh" usul temannya.


"Ide bagus bro"


"Mau apa kalian? Jangan mendekat" teriak Clarisa ketakutan dan mundur kebelakang melihat tatapan keduanya yang bergairah.


"Tenang saja gadis manis. Kami akan memberikanmu kenikmatan surga hingga kamu ketagihan" ucap salah satu penculik sambil menjilat bibirnya dengan tatapan penuh napsu.


"Pergi kalian. Jangan ganggu gue. Pergi!" teriak Clarisa dengan melengking.


"Ayo bro cepetan udah ngak tahan nih gue" decak temannya itu.


"Gadis manis ayok kita terbang ke surga" ajak penculik itu yang semakin mendekat.


"Pergi jangan ganggu gue. Pergi" teriak Clarisa sambil berontak saat kakinya tiba-tiba di pegang.


Dor...............dor............


Clarisa kaget bukan main melihat kedua penculik itu tiba-tiba ambruk didepannya dengan kepala lubang terkena tembakan entah siapa yang menembak mereka.


Tubuhnya gemetaran melihat hal itu dan saat melihat sekelilingnya tiba-tiba ingatan masa lalu bermunculan saat ia dibuang di tengah hutan.


"Jangan buang Clarisa ayah........hiks hiks........jangan buang Clarisa. Clarisa takut ayah.......hiks hiks hiks" ucap Clarisa sambil menutup telinganya dan menangis histeris.


Z yang melihat hal itu ingin membantu Clarisa, tapi siapa sangka ia langsung disambut oleh beberapa teman penculik tadi saat mendengar suara tembakan.


Mau tak mau ia harus turun tangan langsung mengahadapi mereka meninggalkan Clarisa yang gemetaran di belakangnya sambil berteriak histeris.


Sedangkan Ares yang mendengar suara tembakan segera menyuruh anak buahnya menyerang Keiko dan anak buahnya di sana.


"Aarrghhh! Sakit! Sakit" teriak Zelena dengan kencang saat Steven memegang kedua pipinya dengan kuat.


...Bunuh dia Bunuh Dia Bunuh Dia...


"Kamu sangat cantik gadis kecilku" ucap Steven sambil menjilat bibirnya dengan sensual.


"Hari ini juga kamu akan jadi milikku" tambahnya lagi sambil membuka kancing kemeja yang ia pakai.


Kepala Zelena semakin sakit melihat kalung yang dipakai oleh Steven dan ingatan-ingatan waktu ia diculik dulu langsung berputar di kepalanya bercampur bisikan itu.


...Bunuh Dia Bunuh Dia Bunuh Dia...


Tatapan mata Zelena tiba-tiba berubah menjadi kosong membuat Steven kaget melihat hal itu karena Zelena seketika berhenti menangis dan hanya menatap kosong ke arahnya.


Aargghhh................


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue..............


__ADS_2