Heartless 2

Heartless 2
Chapter 54


__ADS_3

🍁Setiap proses itu mengajarkan kita banyak hal dalam menghadapi semua rintangan dan cobaan🍁


.


.


.


.


Prang.........prang.........prang.......prang.........


Bunyi benda pecah terus terdengar di dalam mansion membuat semua pelayan dan penjaga di luar gemetar ketakutan.


Sedangkan di dalam mansion nyonya dan tuan Parker serta putri mereka duduk di sofa ruang keluarga dengan diam tak berkata satu kata pun.


Hanya sofa tempat mereka duduk yang masih utuh tak terjamah pria yang sedang mengamuk di depan mereka sedari tadi.


Putraku ternyata lebih menyeramkan dari istriku kalau lagi marah, batin Thomas.


Maafkan aku ka, batin Natasha merasa sangat bersalah.


"Hentikan son" ucap Valeria dengan suara dingin.


"Jangan menghalangiku mom" ucap Mikhail dengan suara tak kalah dingin dan aura membunuh.


Keduanya saling menatap mengeluarkan aura membunuh di dalam sana membuat keadaan di dalam sana semakin mencekam. Valeria sendiri bergidik ngeri merasakan aura sang putra.


"Teivel bawa adik tersayangku ke markas utama" ucap Mikhail dengan suara lantang.


"MIKHAIL!" bentak Thomas dengan emosi.


Thomas tahu apa maksud anaknya karena ia tahu disana putrinya akan di hukum. Dan hukumannya itu hukuman yang sangat mengerikan.


"JANGAN MENGHALANGIKU DADDY!" bentak Mikhail dengan suara tinggi.


Prang................


Semua kaca jendela di mansion seketika pecah membuat Thomas diam tak berbicara apa-apa lagi karena takut anaknya semakin hilang kendali.


Iris mata Mikhail berubah warna menjadi merah membuat ketiganya ketakutan merasakan aura yang sangat menakutkan. Apa lagi tubuh mereka seperti berada di lautan es yang paling dalam.


"S.....on" lirih Valeria dengan napas satu-satu.


Phew..............


Mikhail membuang napasnya dengan kasar sambil menutup mata menetralkan emosinya. Ia tidak ingin membuat keluarganya semakin ketakutan karena aura yang keluar dari tubuhnya.


"Kakak maafkan aku" ucap Natasha.


"1 minggu kamu akan disana" ucap Mikhail dengan suara dingin.


"Baik ka"


"Mikhail please jangan melakukan itu kepada adikmu" pinta Thomas dengan tatapan sendu.


"Sudah akau peringatkan dia daddy. Apa yang dia lakukan harus berani mempertanggung jawabkan" tegas Mikhail.


"Tapi ini bukan salah adikmu son dan seharusnya bukan dia yang di hukum" bantah Thomas dengan suara tinggi.


"Karena dia lemah makanya dia gampang dilecehkan dad"


"Kamu memang raja setan tak berperasaan Mikhail Zeno Parker" hardik Thomas.


"Yes i am dad! Hehehehe" ketus Mikhail sambil terkekeh.


"Daddy apa yang dibilang kakak benar. Jadi biarkan aku menerima hukumanku dad" ucap Natasha sambil tersenyum manis.


Tes..........


Air mata Thomas jatuh menatap putrinya yang ia sayangi. Sebagai seorang papa hatinya sakit tak kuasa melihat putrinya mendapat hukuman yang sangat mengerikan dari putranya itu.


"King" ucap Damon ingin memberitahu sesuatu.


Mikhail memberi isyarat untuk mendekat dan membisikkan apa yang ingin ia katakan. Wajah Mikhail hanya datar tak ada ekspresi apapun meski informasi yang diberitahu Damon sangat mengejutkan.


"Siapkan jet" ucap Mikhail dengan suara dingin.


"Baik King" ucap Damon.


"Apa yang terjadi son?" tanya Valeria seakan tahu ada sesuatu yang terjadi.


"Teivel bawa Natasha ke markas utama dan hukum dia selama 5 hari bersama Pita"


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


Duar..........


Tubuh Natasha bagai disambar petir mendengar ucapan kakaknya. Begitu juga Valeria dan Thomas yang tak menyangka anak mereka akan memberikan hukuman seperti itu kepada Natasha.


"Mikhail" lirih Valeria dengan tatapan sendu.


"Perintahku tak dapat diganggu gugat mom jadi jangan berharap" tegas Mikhail tak ingin dibantah.


"1 Hari son, mommy mohon" pinta Valeria dengan mata berkaca-kaca.


"Phew! Baiklah tapi hanya kali ini saja mommy"


"Oke son" ucap Valeria sambil tersenyum manis.


Thomas dan Natasha merasa lega karena hukumannya hanya 1 hari saja. Meski 1 hari saja tapi itu bukan hukuman yang main-main.


"Mommy dan daddy segera bersiap berangkat ke California sekarang"


"Memangnya kenapa son?" tanya Thomas dengan bingung.


"Uncle Albert barusan kecelakaan di tabrak mobil dan kondisinya saat ini kritis di rumah sakit"


"Apa" teriak Thomas dengan kaget.


"Kita berangkat sekarang honey" tambahnya lagi dengan khawatir.


"Nata mommy dan daddy pergi dulu dan ingat jaga kesehatan kamu disana" ucap Valeria sambil memeluk putrinya.


"Mommy dan daddy juga" balas Natasha.


"Pasti sweety. Mommy tunggu kalian disana" ucap Valeria menatap kedua anaknya.


"Heemmm" deham Mikhail.


"Iya mommy" ucap Natasha.


Mikhail memeluk kedua orang tuanya dan adiknya karena mereka bertiga akan berangkat malam ini juga. Setelah kepergian ketiganya Mikhail dan Damon lalu bergegas pergi meninggalkan mansion yang sudah hancur berantakan.


~ Healing Kos ~


Ceklek............


Pintu kamar kos Clarisa terbuka dengan sangat pelan sehingga tidak membangunkan Clarisa yang sedang tertidur pulas di atas ranjang berukuran kecil.


Mikhail menatap pacarnya dengan tatapan lembut dan penuh cinta melihat kekasihnya yang tidur seperti bayi dalam kandungan.


Deg............


Jantung Clarisa berdetak dengan cepat melihat tangan kekar yang memeluk pinggangnya dengan erat membuatnya gemetar ketakutan.


"S......iapa?" tanya Clarisa sambil gemetar ketakutan.


"Ini aku baby" ucap Mikhail yang sibuk mengendus leher Clarisa.


"K......hail"


"Heemmmm"


"Kenapa kamu bisa disini? Bagaimana kamu bisa masuk ke kamar kosku?" tanya Clarisa mendongak melihat Mikhail di belakangnya.


"Heeemmm"


"Ishhh! Aku nanya serius Khail" sungut Clarisa dengan wajah cemberut.


Hehehehe..........


Mikhail terkekeh mendengar ucapan kekasihnya, ia lalu membalikan tubuh Clarisa menghadapnya. Meski di dalam kamar Clarisa gelap dan hanya lampu tidur saja yang menyala tapi Mikhail dengan jelas melihat wajah kekasihnya.


"Aku akan pergi" ucap Mikhail dengan suara lembut sambil mengelus pipinya


Deg............


Tubuh Clarisa menegang mendengar ucapan kekasihnya. Ia seperti tak rela jika Mikhail pergi karena entah kenapa ia merasa ada yang hilang saat Mikhail pergi.


"Kema....na" lirih Clarisa dengan terbata-bata.


"Ada pekerjaan yang harus aku urus dan entah kapan akan selesai baby"


"Apa kerja menyangkaut mafia?" tanya Clarisa dengan takut.


"Ya dan juga beberapa kerjaan perusahaan" jujur Mikhail.


Clarisa menunduk diam tak mengatakan satu kata pun tak tahu harus berkata apa. Melihat kekasihnya yang menunduk Mikhail memegang dagunya sehingga mata keduanya saling bertatapan.


"Jangan bekerja lagi di cafe baby"

__ADS_1


"Tapi aku harus bekerja Khail, bagaimana aku akan membeli kebutuhanku. Lagian aku juga belum tentu diterima kerja di perusahaan yang kamu bilang" papar Clarisa.


"Kamu akan bekerja disana" tegas Mikhail.


"Tapi aku tidak mau kamu ikut campur Khail. Aku ingin diterima dengan kemampuanku sendiri tanpa orang dalam"


"Oke" tegas Mikhail.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Biarkan aku bekerja di cafe sampai aku diterima bekerja di perusahaan itu baru aku berhenti ya Khail" pinta Clarisa dengan wajah memelas.


"Heemmm" deham Mikhail sambil mengangguk kepalanya.


"Terima kasih"


Mikhail menatap kekasihnya yang tersenyum manis di depannya. Matanya lalu tertuju ke bibir pink milik Clarisa yang menggodanya sejak pertama kali mereka bertemu.


Cup................


Clarisa kaget bukan main saat bibirnya tiba-tiba bersentuhan dengan bibir Mikhail. Mikhail menutup mata menikmati rasa manis yang sangat memabukkan yang baru kali ini ia rasakan.


Entah apa yang harus ia lakukan Clarisa hanya diam saja karena ini adalah ciuman pertamanya dan ia tak tahu harus berbuat apa.


"Bernapas baby" bisik Mikhail setelah ciuman keduanya terlepas.


"First kiss gue" gumam Clarisa yang masih di dengar Mikhail.


"Ini milikku baby" ucap Mikhail sambil mengelap salivanya di bibir Clarisa.


Mikhail kembali mempertemukan bibir keduanya, Clarisa menutup mata menikmati ciuman Mikhail yang sedikit lebih kasar dari sebelumnya.


"Ikuti gerakan aku baby" bisik Mikhail disela ciuman mereka.


Emmppp..........emmmppp.......


Clarisa membalas ciuman Mikhail meski terasa sangat kaku dan amatir membuat Mikhail tersenyum manis.


~ California, Los Angeles ~


Saat ini Xander dan lainnya sudah berada di rumah sakit setelah balasan jam di atas pesawat. Mereka semua langsung bergegas ke rumah sakit saat tiba disana.


"Uncle bagaimana kondisi daddy?" tanya David saat di depan ruang ICU.


"Phew! Keadaan daddy kalian saat ini kritis dan daddy kalian dinyatakan koma setelah menjalani 3 operasi sebelumnya" papar Kevin dengan wajah sedih menatap David dan Leon.


Hiks.........hiks........hiks.......hiks.........


Keduanya menangis meraung-raung mendengar ucapan uncle Kevin tentang kondisi daddy mereka. Sedangkan Mira sendiri duduk dengan tatapan kosong karena tadi ia sudah dengar penjelasan dari Kevin.


"Kalian yang sabar ya. Daddy kalian pasti akan segera sadar" ucap Xavier memeluk keduanya.


"Uncle apa ada luka parah di tubuh uncle Albert?" tanya Xander.


"Kaki kiri uncle Albert harus dipasang gips karena terjepit pintu mobil saat kecelakaan itu. Untuk operasi tulang belakangnya berjalan dengan lancar tinggal menunggu pemulihan saja sedangkan tubuhnya lain hanya luka luar saja" papar Kevin menjelaskan.


"Kira-kira kapan uncle Albert akan sadar uncle?" tanya Victor.


Kevin menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Victor karena ia juga tidak tahu kapan Albert akan sadar dari komanya.


"Kasian ka David dan ka Leon daddy" ucap Lili menatap keduanya yang menangis di pelukan uncle Xavier.


"Iya kamu benar sayang" ucap Kevin sambil memeluk putrinya.


"Daddy mana mommy?" tanya Henry.


"Mommymu ada di mansion lagi istirahat sedari kemarin mommy kalian sakit"


"Apa! Mommy sakit apa daddy?" tanya keduanya dengan kaget.


"Migran karena nilai ujian putranya F di semua mata pelajaran" ketus Kevin menatap Henry dengan tatapan tajam.


Henry terkekeh mengangkat dua jari tanda peace melihat daddynya yang ingin menghajarnya detik ini juga.


"Perketat penjagaan di rumah sakit dan tutup semua media yang memberitakan tentang kecelakaan uncle Albert" ucap Xander dengan tegas saat Luki baru saja datang setelah mengurus kecelakaan uncle Albert.


"Sudah aku urus bos"


"Apa kamu sudah tahu siapa dalangnya?" tanya Xander dengan tatapan membunuh.


"Belum bos. Tapi ada yang aneh di lokasi kecelakaan bos"


Xander menatap Luki dengan tatapan tajam memintanya untuk memberitahu apa maksudnya. Melihat lokasi dimana mereka berada saat ini Xander mengajak Luki untuk ke rooftop dan berbicara disana.


Sebelum Xander pergi ia saling menatap dengan Vincent dan daddynya dan mengangguk kepala seolah berkata lewat batin.

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue..............


__ADS_2