
πTidak semua yang kamu inginkan bisa kamu miliki, tetapi yang terbaik untukmu pasti Tuhan beriπ
.
.
.
.
Mereka tak menyangka Zelena yang selama ini sangat polos ternyata adalah sosok iblis yang haus darah seperti itu.
"Iblis dalam tubuh Zelena tidak berbahaya" ucap Mikhail.
"Apa kamu yakin?" tanya Xander.
"Aku sudah berhadapan dengannya secara langsung. Dia akan muncul jika Zelena mengingat kejadian itu atau dalam keadaan mendesak"
"Keadaan mendesak seperti apa?" tanya Vincent.
"Seperti itu" ucap Mikhail menunjuk ke arah TV.
"Kapan kamu mengetahui semua ini King?" tanya Xander dengan tatapan membunuh.
"Sehari setelah kejadian di mall"
"Apa! Dan kamu diam saja selama ini tidak memberitahu kami!" hardik Xander dengan suara tinggi.
Prang...............
Mikhail menendang meja di depannya ke arah Xander karena berbicara dengan suara tinggi tapi berhasil dielak oleh Xander sehingga tak mengenainya.
Aura keduanya di dalam sana seketika menguar membuat mereka disana bergidik ngeri. Mikhail menatap Xander dengan aura mengintimidasi sedangkan Xander juga tak mau kalah menatapnya dengan aura kekuasan.
"Son" panggil Thomas dan Xavier serentak memanggil keduanya.
"Jangan ikut campur dad jika tidak ingin terbaring di rumah sakit" ucap Mikhail memperingati Thomas.
"Tenangkan dirimu son jangan sampai mommy kamu marah" bujuk Thomas.
"Daddy pikir aku perduli" ketus Mikhail dengan suara dingin.
"XANDER LEONART WESLY" tekan Xavier memanggil putra sulungnya.
Xander menutup mata mengontrol aura dalam tubuhnya tak ingin membuat daddynya marah. Mikhail menatapnya dengan senyuman sinis dan mengejek seakan mengatakan kalau dia itu lemah.
"Kalau begitu urus saja urusan adikmu sendiri" ucap Mikhail dengan suara dingin dengan aura membunuh.
"Dia adikku dan aku akan mengurusnya" jawab Xander dengan tatapan membunuh juga.
"Heemmm"
"Dan kamu sebaiknya jangan mencoba lari dari pernikahanmu besok" tunjuk Mikhail dengan tatapan membunuh ke Vincent.
"Aku bukan laki-laki tak bertanggung jawab" ketus Vincent.
"Sebaiknya pegang kata-katamu itu" ucap Mikhail dengan suara dingin.
Mikhail berdiri dan akan berjalan keluar tapi diinterupsi oleh Thomas menyuruhnya menginap di sini malam ini sebelum pernikahan adiknya.
Mau tak mau ia menginap di sini malam ini sesuai ucapan daddynya barusan. Saat hendak masuk ke dalam lift ia berhenti dan menatap Xander dengan tatapan dingin.
"Oh, jangan pernah meminta bantuan ke Black Shadow" ucap Mikhail dengan suara tegas
"Heemmm" deham Xander.
"Sebaiknya kamu urus masalah adikmu barusan" ejek Mikhail sambil terkekeh berlalu masuk ke dalam lift bersama Teivel dan Damon.
Xander mengerutkan keningnya mendengar ucapan Mikhail barusan. Karena penasaran ia segera mengambil hpnya dan seketika matanya melotot kaget melihat pesan yang di kirim oleh David dan pengawal gelap Zelena.
Berengsek aku kecolongan, batin Xander dengan emosi.
...π π π π π...
"Ada apa son?" tanya Xavier yang tahu ada sesuatu yang terjadi.
"Princess barusan diserang musuh di mansion dia dad"
"Apa" teriak Xavier dan Vincent dengan serentak karena kaget.
"Hubungi adikmu sekarang!" bentak Xavier menggelegar.
"Nomornya tidak aktif daddy"
Aarrghhhh............
Prang..........prang.........prang..........
Xavier melampiaskan emosinya dengan menghancurkan semua barang di ruang keluarga di mansion Thomas. Xander tak perduli dengan apa yang dilakukan daddynya karena sibuk menghubungi pengawal gelap Zelena.
__ADS_1
"Hubby hentikan" teriak Chloe yang keluar dari kamar saat mendengar bunyi benda pecah di luar sana.
Xavier mengepal kedua tangannya dan menutup mata menetralkan emosinya. Dengan cepat Chloe memeluk suaminya karena tahu dengan begitu emosinya bisa reda.
Sedangkan Vincent yang baru kali ini melihat daddynya seperti itu gemetar ketakutan tak menyangka jika daddy mereka akan seperti itu jika sudah emosi seperti kakaknya Xander.
Xander menatap adiknya dengan sinis tak memperdulikan adiknya yang masih gemetaran karena kaget melihat daddy mereka jika sedang dalam pengaruh emosi.
^^^"Dimana princess?" tanya Xander to the point ke pengawal gelap Zelena.^^^
"Nona muda baru saja sampai di mansion tuan Ares bos"
^^^"Apa princess terluka?" tanya Xander dengan khawatir.^^^
"Tidak bos. Nona muda berhasil sembunyi dari orang yang menyerang mansion nona muda bos" papar Adam pengawal gelap Zelena.
^^^"Jaga princess jangan sampai hal ini terulang lagi"^^^
"Baik bos"
^^^"Lalu bagaimana dengan orang yang menyerang mansion princess"^^^
"Mereka berhasil kabur bos tapi anak buah tuan Ares sedang memburu mereka saat ini bos"
^^^"Heemmm"^^^
Xander mematikan panggilannya sepihak dan bernapas dengan lega karena adiknya baik-baik saja disana.
"Princess baik-baik saja dad dan saat ini ia berada di mansion Ares daddy" ucap Xander memberitahu.
"Cari tahu siapa mereka son" ucap Xavier dengan suara dingin.
"Anak buah Ares sedang memburu mereka daddy yang berhasil kabur"
"Heemmm"
"Ada apa ini? Kenapa princess ada di mansion Ares?" tanya Chloe yang sedari tadi tak tahu apa-apa.
"Ada yang menyerang mansion princess baby. Jadi untuk saat ini biar princess di jaga langsung oleh Ares" ucap Xavier menjelaskan ke istrinya.
"Apa! Lalu bagaimana keadaan Zelena hubby?" tanya Chloe dengan wajah panik.
"Dia baik-baik saja baby. Kamu tenang ya baby, untuk saat ini jangan berpikir yang macam-macam biar aku dan Xander yang mengurus semuanya"
"Iya hubby"
~ Blue Ocean Apartment ~
Brugh............
Aww........
Ringis Lili merasa sakit saat ia di tabrak seseorang hingga jatuh di lantai. Ia meringis sakit di pantatnya karena berbenturan langsung dengan lantai keramik.
"Maafkan saya nona! Maaf saya tidak sengaja nona" ucap seorang gadis muda yang seumuran dengannya dengan panik.
"Iya tidak apa-apa" ucap Lili sambil berdiri kembali melanjutkan jalan menuju apartemennya.
Violet loe itu memang bodoh, batin Violet merutuk kebodohannya sendiri.
Setelah melihat orang yang ditabraknya masuk ke dalam apartemen, Violet segera beranjak menuju apartemen milik David dan bergegas masuk ke sana.
Bip...........
Leon langsung membuka mata saat mendengar pintu apartemen kakaknya dibuka, ia pikir itu kakaknya yang pulang dari rumah sakit tapi ternyata tebakannya salah.
"Siapa kamu? Kenapa kamu bisa masuk kesini!" bentak Leon menggelegar.
Deg................
Jantung Violet berdetak dengan cepat mendengar bentakan tersebut dan kaget ternyata ada orang lain yang berada di dalam apartemen milik David.
"Anda siapa tuan?" tanya Violet dengan gugup.
"Yang seharusnya bertanya itu aku bukan kamu" ketus Leon.
...π π π π π...
Leon menatap wajah Violet dengan saksama seperti pernah melihatnya dimana. Ia lalu berpikir kapan ia pernah melihat wajah itu.
"Kamu pelayan yang menumpahkan minum di jasku di acara walikota waktu itu kan" tunjuk Leon saat mengingat dimana mereka bertemu.
Violet yang mendengar hal itu menatap Leon dengan saksama dan akhirnya ia mengingat siapa Leon.
"Betul tuan"
"Lalu kenapa kamu ada disini?" tanya Leon lagi dengan selidik.
"Maaf tuan tapi saya di suruh tuan David membersihkan apartemennya setiap 2 hari sekali"
__ADS_1
"Kenapa kamu membersihkannya harus malam-malam? Kamu tidak merencanakan sesuatu kan?" tanya Leon dengan selidik.
"Maaf tuan hari ini saya datang agak kemalaman karena tadi saya harus menyelesaikan kerjaan saya dulu" ucap Violet dengan jujur.
"Mulai besok jangan pernah datang kalau sudah malam apa pun alasannya" ketus Leon dengan suara tegas.
"Baik tuan"
"Ya sudah kamu pulang sana. Nanti besok pagi baru kamu datang lagi" usir Leon.
"Tapi tuan, tanggung jika saya harus pulang karena saya sudah sampai" ucap Violet dengan memelas karena besok jadwalnya sudah sangat padat tak ada waktu senggang.
"Ya sudah kerjakan sana cepat" dengus Leon yang merasa kasihan melihat wajah memelas Violet.
"Baik tuan terima kasih" ucap Violet dengan senyum manis.
Violet segera bergegas menuju tempat penyimpanan peralatan pembersih di samping dapur untuk memulai pekerjaannya.
Leon yang melihat Violet sudah pergi dengan cepat mengambil hpnya dan menelpon sang kakak.
"Halo"
^^^"Sejak kapan kakak punya pembantu baru di apartemen? Dan tumben kakak mengijinkan wanita lain masuk kesini" tanya Leon to the point.^^^
"Apa kamu bertemu dengannya?" tanya balik David dari seberang.
^^^"Heemm! Baru saja dia datang untuk membersihkan apartemen kakak"^^^
"Oh"
^^^"Kakak tidak menyukainya kan?" tanya Leon dengan selidik.^^^
"Apa mulutmu mau di robek" hardik David.
^^^"Aku cuma tanya aja ka. Lagian sejak kapan kakak mengijinkan orang lain selain bibi Nur pembersih apartemen kakak diganti" papar Leon menjelaskan.^^^
"Dia hanya melunasi hutangnya padaku bukan bekerja tetap disana"
^^^"Oh baiklah. Aku pikir kakak menyukainya dan berbalik dari Lili" goda Leon.^^^
"Tutup mulut sialanmu itu Leon sebelum aku robek"
^^^"Kalau kakak robek aku tidak bisa bicara nanti ka"^^^
"Lebih baik kamu tidak usah bicara selamanya" ucap David dengan suara dingin dari seberang.
Glek...........
Leon menelan salivanya dengan susah mendengar ucapan sang kakak dari seberang. Ia tahu jika saat ini David sedang tidak bercanda dengan ucapannya.
^^^"Aku hanya bercanda saja kak"^^^
"Heeemmm"
Leon menatap hpnya dengan gusar melihat panggilan yang diputuskan sepihak oleh kakaknya. Violet yang sedari tadi mendengar pembicaraan mereka hanya diam saja di dapur tak menyangka jika tuan Leon adalah adik tuan David.
Ting...........tong........ting......tong.........
Mendengar suara bel berbunyi dengan cepat Violet segera pergi ke depan untuk membuka pintu.
"Kamu siapa?" tanya Henry dengan tatapan selidik menatap Violet dari atas ke bawah.
Violet yang merasa risih ditatap seperti itu berdecak kesal dalam hati ingin memarahi orang didepannya.
"Maaf anda siapa dan ada perlu apa?" tanya balik Violet.
"Ini apartemennya ka David kan?" tanya balik Henry.
"Iya betul" jawab Violet.
"Lalu kenapa kamu disini?" tanya Henry seperti seorang polisi sambil bersedekap tangan di dada.
Belum juga Violet menjawab keduanya lalu diinterupsi oleh Leon. Sedari tadi memang ia sudah menunggu kedatangan Henry yang mengantar makanan buat dia dan Lili dari mansion.
"Bocah ngapain kamu berdiri di luar" teriak Leon.
"Dia tidak mempersilahkan aku masuk ka" ketus Henry menunjuk Violet.
"Maaf. Silahkan masuk" ucap Violet dengan menunduk.
"Siapa dia ka" bisik Henry setelah mereka berada di ruang tamu.
"Orangnya ka David" jawab Leon dengan santai.
Mata Henry melotot kaget mendengar ucapan Leon yang dengan santai mengatakan jika ka David mengijinkan perempuan selain bi Nur masuk ke apartemennya.
...π π π π π...
To be continue.................
__ADS_1