Heartless 2

Heartless 2
Chapter 95


__ADS_3

🍁Uang bukanlah alat ukur untuk menentukan kebahagian seseorang🍁


.


.


.


.


Kring.............


Hp Xander berbunyi dan saat melihat nama Daddy yang tertera dilayar dengan cepat Xander segera mengangkat panggilannya.


"Tidak usah mencari orang itu lagi son" ucap Xavier to the point.


^^^"Why?" (kenapa) tanya Xander dengan suara dingin.^^^


"Dia sudah mati. Barusan uncle Thomas menelpon daddy"


^^^"F**k" maki Xander dengan suara tinggi.^^^


"Kontrol emosimu son. Daddy yakin ini ada hubungan dengan orang yang diberitahu aunty Valeria waktu itu"


^^^"Aku tidak akan melepasnya saat tahu dia siapa daddy. Beraninya dia mempermainkan kehidupan kita dad" ucap Xander dengan mata berkilat tajam dengan emosi yang membara.^^^


"Sepertinya kamu harus mengantri son karena King orang pertama yang akan membunuhnya"


^^^"Berengsek" pekik Xander dengan kesal.^^^


"Daddy sedang menuju perusahaan adikmu menyusulnya yang sudah lebih dulu ke sana"


^^^"Bagaiman dengan Natasha daddy"^^^


"Natasha sedang bersama mommy kamu di rumah sakit"


^^^"Baiklah. Daddy hati-hati disana"^^^


"Heemmm"


Xander lalu mematikan panggilannya sepihak dan menghembuskan napasnya dengan kasar, tak menyangka orang itu sudah mulai menunjukkan taringnya.


"Sialan raja setan itu! Jika dia beritahu siapa orang itu pastinya hal ini tidak akan berkepanjangan" umpat Xander dengan kesal.


Tok..........tok.............tok...........


"Maaf bos" ucap David yang langsung dipotong Xander setelah ia masuk ke dalam ruang kerja Xander.


"Aku tahu dia sudah mati" potong Xander yang tahu apa yang akan dilaporkan oleh David.


Eehhh.................


David melongo tak menyangka jika Xander sudah tahu apa yang ingin ia sampaikan barusan setelah mendapat informasi dari Luki.


"Perketat penjagaan semua keluarga kita mulai detik ini juga David" perintah Xander dengan suara dingin.


"Baik bos" jawab David dengan sopan.


"Suruh kekasihmu untuk tidak terlalu mengikuti kegiatan relawan saat ini"


"Bos tahu?" tanya David dengan gugup.


"Ckk!! Kamu pikir aku tidak tahu apa yang selama ini kamu lakukan" ketus Xander.


"Maaf bos"


"Suruh pengawal untuk memantau Victor dengan ketat dan jangan pernah lengah sedikit pun"


"Baik bos"


Tak lama Luki datang sambil membawa laptop ingin menunjukkan informasi yang baru saja ia dapat saat dari anak buah mereka.


"Bos anda harus lihat ini" ucap Luki sambil menaruh laptop di depannya.


"BERENGSEK" teriak Xander menggelegar.


Bagaimana tidak disaat masalah gudang perusahaan Vincent belum selesai, muncul masalah yang baru di perusahaan mereka yang berada di Korea dengan masalah yang sama juga.


"David kamu berangkat ke Korea sekarang dan urus masalah disana sampai tuntas" perintah Xander dengan suara dingin.


"Baik bos" ucap David dengan suara dingin.


"Luki perketat semua penjagaan di seluruh cabang perusahaan, mall dan resort dibawah naungan Wesly Corp. Suruh mereka untuk memeriksa orang yang terlihat mencurigakan di sekitar perusahaan cabang" perintah Xander dengan tatapan tajam.


"Baik bos"


Luki segera berlalu keluar bersama dengan David melakukan perintah Xander barusan. Setelah kepergian mereka Xander lalu mengambil hpnya dan menelpon seseorang diseberang sana.

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Heemmm" jawab orang dari seberang dengan dehaman.


^^^"Siapa orang dibelakang ini semua King?" tanya Xander dengan suara dingin.^^^


Hehehehe.............


Xander menutup mata mendengar kekehan dari seberang sana yang selalu saja membuat emosinya naik jika sedang berbicara dengan raja setan itu.


^^^"Mikhail" panggil Xander dengan suara geram.^^^


"Apa hackermu tidak bisa mencari tahu identitasnya?" tanya Mikhail dari seberang yang terdengar seperti ejekan.


^^^"Jangan membuat aku semakin emosi denganmu King"^^^


"Kamu pikir aku perduli" balas Mikhail dengan santai


^^^"MIKHAIL ZENO PARKER" tekan Xander mengucap nama lengkap Mikhail.^^^


"Berusahalah semampumu Xander karena usaha yang keras akan membuahkan hasil yang baik" ucap Mikhail sambil terkekeh.


Prang.................


Xander melempar hpnya ke tembok saat melihat panggilannya diputuskan sepihak oleh Mikhail. Napasnya naik turun menandakan jika ia sangat emosi setelah berbicara dengan Mikhail yang sering membuatnya emosi.


"F**k you Mikhail sialan" maki Xander menggelegar.


Rahangnya mengeras dengan tatapan seperti elang yang bersiap memangsa musuhnya kapan saja.


Beruntung ruangannya kedap suara jadi ketiga sekertaris utama yang berada di luar tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam sana.


~ VR Entertaiment ~


Cekrek..........cekrek...........cekrek...........


"Pose yang bagus Vic" puji Endro fotografer pribadi Victor.


"Apa masih lama?" tanya Victor dengan kesal.


"Ya ampun Vic ini baru 30 menit kita photoshoot dan kamu sudah protes" keluh Endro sambil memijit keningnya yang sakit.


"Ya iyalah masa aku harus pakai baju seperti ini dalam waktu lama. Ini itu musim semi bukan musim salju" protes Victor dengan kesal.


Phew...............


Meski kesal dengan sifat Victor yang angkuh dan keras kepala, tapi entah mengapa Endro sangat nyaman menjadi fotografer pribadi Victor di VR Entertainment.


"Kita ganti ke kostum selanjutnya" ucap Endro.


"Pokoknya harus selesai dalam 20 menit jika tidak aku tidak mau photoshoot lagi" ketus Victor sambil menganti baju yang lain.


"Oke oke Vic kamu tenang saja hanya 20 menit lagi" ucap Endro dengan pasrah mengikuti keinginan Victor.


Stylish dan tim makeup Victor langsung bergegas membantu Victor untuk menganti baju yang lain untuk photoshoot selanjutnya.


Tak berselang lama Rio datang dengan beberapa orang berbadan tegap dan wajah seram membuat semuanya menatapnya dengan bingung.


"Apa kamu sudah berubah menjadi sultan Rio" ejek Victor dengan sinis.


"Mereka pengawal tambahan buat kamu Vic" tunjuk Rio ke arah 5 orang di belakangnya.


"APA" teriak Victor menggelegar.


"Vic telinga aku belum tuli" dengus Rio dengan kesal.


"Apa maksudnya ini Rio? Kenapa aku harus mendapat pengawal tambahan lagi?" tanya Victor dengan bingung.


"Ini semua perintah tuan muda pertama"


"Brother?" tanya Victor dengan selidik.


"Iya dan bukan hanya kamu saja tapi semua keluarga besar kamu juga mendapat tambahan pengawal" papar Rio menjelaskan seperti yang tadi Luki jelaskan ditelpon.


"Apa ada sesuatu yang terjadi Rio?" tanya Victor dengan tatapan tajam.


"Barusan gudang produksi perusahaan tuan muda kedua meledak" ucap Rio sambil menunjukkan berita terbaru yang belum sempat Victor baca.


Victor dengan cepat membaca berita tersebut dan kaget tak menyangka jika gudang perusahaan kembarannya terbakar.


Padahal ia tahu jika penjagaan di gudang produksi Vincent sangat ketat dan tidak bisa sembarang orang masuk.


"Vic tuan besar mengirim pesan untuk ke rumah sakit menemani nyonya setelah pemotretan" ucap Rio membaca pesan yang baru saja masuk di hpnya.


"Lakukan pemotretan sekarang" hardik Victor.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


Endro tak bertanya dan segera mengikuti perintah Victor dan sesuai keinginan Victor tadi, 20 menit kemudian mereka sudah menyelesaikan pemotretan dengan hasil yang sangat memuaskan.


"Vic ingat bajunya di lepas sebelum kamu pergi" ucap Endro sambil melihat hasil potret tadi.


Tak mendengar balasan Victor ia lalu mengangkat kepalanya dan mencari keberadaan Victor yang tidak kelihatan disana.


"Victor dan manajernya sudah pergi pak" ucap salah satu staff.


"Apa? Jangan bilang dia masih make baju pemotretan tadi" pekik Endro dengan kaget.


"Benar pak tadi Victor tidak mengganti bajunya"


"Arrgghh! Berengsek kamu Victor" teriak Endro menggelegar membuat para staff disana menutup kuping mereka.


Sedangkan di dalam mobil van milik Victor ia saat ini sedang mengorek telinganya yang tiba-tiba saja gatal.


"Vic bukannya itu mobil tuan muda Leon" tunjuk Rio saat melihat mobil yang ia kenali.


Victor yang penasaran dengan ucapan Rio juga melihat ke arah yang ditunjuk oleh Rio dan ternyata memang benar itu adalah mobil milik ka Leon.


"Buat apa ka Leon disitu dan siapa yang dia gendong ke mobilnya?" tanya Victor dengan penasaran.


"Apa mau kita ikuti tuan muda Leon Vic?" tanya Rio.


"No. Kita langsung ke tempat mommy"


~ Wesly hospital ~


Sampainya di rumah sakit Victor dan Rio bergegas masuk tak lupa Victor memakai topi, kaca mata hitam, dan masker agar tak ada yang mengenalinya.


Itu bukannya ka Leon? Kenapa ka Leon ke rumah sakit?, batin Victor saat matanya menangkap keberadaan Leon.


Karena sangat penasaran dengan cepat Victor mengikuti Leon yang sudah menuju ke ruangan UGD membuat Rio yang sedari tadi mengikutinya dari belakang menjadi bingung.


"Vic ruangan nona muda Natasha di lantai 7" ucap Rio.


"Aku tahu" ketus Victor terus berjalan menuju UGD.


Sampai di UGD Rio sudah tak bingung lagi saat matanya menangkap keberadaan Leon disana dan ia yakin pasti Victor ingin menghampiri Leon.


"Ka Leon ngapain disini? Siapa yang sakit?" tanya Victor mengagetkan Leon yang sedang berdiri didepan UGD.


"Vic! Kamu disini juga? Apa kamu sakit?" tanya balik Leon.


"Jawab pertanyaan aku ka Leon jangan balik nanya" ketus Victor.


"Aku tadi tidak sengaja menabrak seorang gadis"


"Oh"


1 detik


2 detik


3 detik


4 detik


5 detik


"Apa tabrak orang" pekik Victor dengan kaget.


"Mohon harap tenang tuan jangan membuat keributan disini" tegur salah satu perawat yang tak jauh dari sana.


"Siapa yang ka Leon tabrak? Apa keadaannya parah? Apa dia mati atau masih hidup?" tanya Victor beruntun.


"Aku tidak tahu dia siapa Vic dan saat ini dia masih didalam UGD jadi aku tidak tahu kondisinya" ucap Leon sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"Aku harus memberitahu ka David" ucap Victor dengan cepat.


Baru saja Leon ingin menghentikan Victor untuk tak menelpon kakaknya ternyata orang yang mereka bicarakan sudah muncul didepan mereka.


"Kakak" ucap Leon dengan mata berkaca-kaca.


"Ini bukan kesalahan kamu Leon. Kakak sudah melihat rekaman cctv di sana" ucap David sambil memeluk adiknya yang sedang syok.


"Tuan muda ketiga sudah ditunggu nyonya diatas" ucap David sambil melirik Victor.


"Oh aku lupa. Aku pergi dulu ya ka David" ucap Victor sambil berlalu pergi.


David menepuk pundak adiknya yang terlihat syok karena baru kali ini ia menabrak orang dan ia yakin pasti saat ini Leon sangat bingung ingin melakukan apa.


Semoga orang yang di tabrak Leon baik-baik saja dan tidak ada cedera serius, batin David.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue.................

__ADS_1


__ADS_2