Heartless 2

Heartless 2
Chapter 31


__ADS_3

🍁Percayalah dan bersabarlah semua akan indah pada waktunya dan jangan hanya mengeluh dengan keadaan🍁


.


.


.


.


Selesai menelpon, Mikhail belum juga melepas pelukannya di pinggang Clarisa. Wajah Clarisa merah padam karena baru kali ini ia di peluk oleh seorang laki-laki apa lagi laki-laki itu sangat tampan.


Tapi seketika tubuhnya gemetar ketakutan mengingat tujuan mereka datang ke kos Clarisa. Matanya melihat pintu kamar yang masih terbuka membuat ia bisa bernapas lega.


Setidaknya gue bisa teriak kalau cowok ini ngapa-ngapain gue, batin Clarisa.


Meski tak tahu maksud dari pikiran Clarisa tapi dari gerakan matanya Mikhail tahu kalau Clarisa berpikir akan berteriak minta tolong kebetulan pintu kamarnya tidak tertutup.


"Jangan coba-coba baby! Jangan lupa aku bisa membunuhmu dengan cepat sebelum kamu berteriak" ucap Mikhail dengan aura membunuh.


Deg...........


Jantung Clarisa berdetak dengan cepat mendengar ucapan Mikhail barusan. Ia tak berani menatap Mikhail karena ia yakin apa yang dibilang Mikhail bukan candaan semata.


Are he is mafia?, (apakah dia seorang mafia) batin Clarisa ketakutan.


"Just for information i'm a leader mafia and psycopath too" (hanya informasi saja, aku adalah ketua mafia dan juga psycopath) Mikhail tersenyum menyeringai melihat wajah pucat Clarisa.


Ia lalu melepas pelukannya dan tersenyum smirk melihat gadis di depannya yang berdiri seperti patung dengan wajah pucat seperti mayat.


Sret.................


Mikhail merobek kemejanya yang basah lalu melempar ke lantai, ia berbalik membelakangi Clarisa dan saat itu juga Clarisa pasrah jika ia dibunuh detik itu juga ketika melihat tato di punggung dan lengang Mikhail.


Ya Tuhan hamba pasrahkan hidupku ke tangan-Mu, batin Clarisa dengan pasrah.


Mikhail duduk di atas tempat tidur Clarisa tak perduli kasurnya akan basah karena memang tidak ada kursi disana. Dengan santainya ia mengutak-atik hp entah apa yang ia lakukan tak perduli dengan Clarisa yang ketakutan setengah mati.


^^^"Kirim bukti artis sialan itu ke uncle Xavier"^^^


"Baik King" ucap Damon dari seberang.


^^^"Bereskan mayat di lokasi aku yang sebelumnya"^^^


"Semuanya sudah beres King"


^^^"10 menit waktumu sampai disini"^^^


Mikhail lalu mematikan panggilannya sepihak tak menunggu balasan Damon dari seberang. Suasana di dalam kamar Clarisa semakin mencekam tidak ada yang bersuara sampai ada suara di depan pintu kamarnya.


"King" ucap Damon yang sudah berdiri di depan pintu kamar Clarisa.


Pandangan mata Clarisa menatap ke arah suara dan tubuhnya kembali bergetar melihat beberapa orang berbadan besar memaki pakaian serba hitam berdiri di sana.


Apa lagi wajah mereka yang sangar membuat Clarisa semakin ketakutan. Ia tahu orang didepannya pasti anak buah sosok berwajah tampan disana tapi sayangnya ia adalah iblis yang bersembunyi di balik wajahnya.


Tap........tap.........tap...........


Langkah kaki Mikhail terdengar di kedua telinga Clarisa membuatnya berkeringat dingin dan gemetar ketakutan.


Grep............


Pipinya di pegang Mikhail dengan kuat, sedikit saja Mikhail meremasnya bisa dipastikan rahangnya saat itu juga akan patah.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Remember what i was going to say baby" (ingat apa yang akan aku katakan sayang) ucap Mikhail dengan suara dingin.


"MIKHAIL ZENO PARKER that is my name and from now you will be mine" (itu namaku dan mulai sekarang kamu itu milikku) ucapnya lagi dengan penuh penekanan.


Clarisa menganggukkan kepalanya menjawab ucapan Mikhail yang seperti ingin menikamnya dengan pedang yang tajam.


"Good baby" (bagus sayang)


Cup...........


Mikhail mencium pipi Clarisa dan berlalu pergi meninggalkan Clarisa di dalam kamarnya yang mematung tak menyangka akan mendapat ciuman dari Mikhail.

__ADS_1


Brugh..............


Ia terjatuh di lantai merasa kedua kakinya lemas tak menyangka akan mengalami hal yang tidak akan pernah ia lupakan selama hidupnya.


"Mikhail Zeno Parker" untuk pertama kalinya Clarisa mengucapkan nama seseorang dengan benar.


Mungkin karena takut atau panik ia pun tak mengerti tapi yang jelas nama itu seakan sudah tertulis di otak bahkan sampai di hatinya dan tidak akan pernah bisa dihapus.


~ Madrid, Spanyol ~


Brak...........


Bunyi pintu yang dibuka dengan kasar mengagetkan Victor, Rio, dan direktur Cole yang berada di ruangan inspektur kepala kepolisian Madrid.


"Mommy" pekik Victor dengan kaget.


Chloe berlari memeluk anaknya yang sedang duduk di sofa sambil menaruh kaki diatas meja. Xavier sendiri masuk sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sang anak yang sangat sombong.


"Hiks hiks hiks hiks.......mommy" tangis Victor pecah saat Chloe memeluknya sambil menangis.


Eehhh........


Rio dan direktur Cole melotot melihat hal tersebut tak menyangka Victor akan menangis di depan sang mommy. Padahal sebelum itu ia berteriak kesetanan memaki petugas polisi yang ingin memborgol tangannya di hotel.


"Kamu tidak membunuh dia kan son?" tanya Chloe dengan wajah cemas.


"Off course mom, aku hanya be****ta dengannya" bantah Victor dengan tegas.


Bugh........bugh.......bugh........bugh........


"Aw aw aw! Mom stop it.......aw aw aw" teriak Victor kesakitan karena ia dipukul dengan brutal oleh Chloe dengan tasnya.


Rasain kamu Vic, batin direktur Cole tersenyum puas dalam hati.


Kamu memang bodoh Vic, batin Rio sambil menggelengkan kepalanya.


Ting..........


Xavier lalu mengambil hpnya saat mendengar bunyi pesan masuk. Saat melihat pesan tersebut ia tersenyum smirk melihat video yang dikirim oleh Mikhail.


Tak berselang lama Inspektur kepala polis Madrid dan detektif yang memimpin kasus Victor masuk ke dalam bersama 4 orang pengacara Victor yang dikirim oleh Xander.


Melihat tamu terhormat di depannya Chloe segera berhenti memukul anaknya dan duduk dengan sopan. Victor menatap mommynya dengan kesal sambil mengelus tubuhnya yang terasa sangat sakit.


Hari itu juga Xavier mengurus ketidakterlibatan Victor dalam kasus itu dan memberikan bukti tentang siapa yang sudah membunuh gadis itu setelah Victor pergi.


Jutaan fans Victor bersorak senang setelah mendengar penjelasan dari detektif yang mengatakan jika Victor tidak bersalah dalam kasus tersebut dan dinyatakan bebas.


~ Wesly Company ~


Xander memutar kursinya ke belakang menghadap jendela yang menampilkan suasana kota California setelah menonton siaran langsung tentang kasus Victor adiknya.


"Siapa yang mengirim bukti itu ke daddy?" tanya Xander dengan suara dingin.


"King bos" ucap David.


"Heemmm"


"Bos ada informasi dari anak buah kita tentang penculikan nona muda waktu itu" ucap David sambil menaruh iPad di atas meja Xander.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Mendengar ucapan David dengan cepat ia memutar kursinya kembali dan mengambil iPad tersebut.


"Seorang bocah laki-laki" ucap Xander dengan kening berkerut.


"Iya bos! Kata pelayan yang waktu itu berada di rumah penculik sebelum ia kabur ia melihat ada bocah laki-laki sekitar umur 11 tahun yang diculik sebelum nona muda diculik" jelas David.


"Cari bocah laki-laki itu karena dia kunci dari masalah princess" hardik Xander dengan suara dingin.


"Baik bos"


"Luki bagaimana penyelidikan kamu?" tanya Xander dengan tatapan membunuh.


"Maaf bos tapi saya belum mendapat hasilnya sampai saat ini" jawab Luki dengan takut.


Bugh............

__ADS_1


Wajah tampan Luki langsung dihadiahi bogem mentah sampai kaca matanya patah. Darah seketika mengalir dari hidungnya membuat jas yang ia pakai berlumuran darah.


Aura di dalam ruangan Xander menjadi sangat mencekam membuat David dan Luki bergetar ketakutan. Keduanya hanya diam dan bersiap menjadi pelampiasan kekesalan Xander.


Bugh..........bugh........bugh.......bugh..........


Keduanya dihajar dengan brutal oleh Xander tak memperdulikan ruangannya yang hancur karena pukulan dan tendangannya.


Saat ini keduanya hanya pasrah saja menjadi pelampiasan kemarahan Xander karena Luki belum membawa hasil dari penyelidikannya.


"2 Hari bawakan aku hasilnya" ucap Xander dengan suara dingin dan tatapan tajam.


"Ba.....ik b....os" ucap keduanya sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuh mereka.


Keduanya bergegas keluar dari ruangan Xander setelah melihat isyarat tangannya. 3 sekertaris utama berdiri menatap keduanya dengan kaget.


"Kembali bekerja" hardik David dengan suara melengking.


Ketiganya seketika menunduk dan kembali mengerjakan pekerjaan mereka tak ingin mendapat bentakan dari David yang terkenal kejam selama ini.


"Bawa hasilnya dalam 2 hari sebelum nyawa kita melayang" ancam David dengan suara dingin.


"Baik bos" ucap Luki.


2 Hari kemudian


Sesuai batas waktu yang diberikan oleh Xander dengan susah payah akhirnya Luki berhasil mendapat informasi dari penyelidikan tersebut.


"Katakan" ucap Xander dengan wajah dingin.


"Ternyata orang itu pergi ke mall dan bertemu dengan temannya bos, setelah meneliti cctv di seluruh mall aku berhasil mendapat siapa yang ditemui oleh orang itu sebelum bunuh diri" jelas Luki dengan panjang lebar.


"Siapa?" tanya Xander dengan tatapan seperti monster.


"We Xio bos, pria asal Jepang yang bekerja sebagai pembunuh bayaran dan sudah 5 tahun ini bekerja kepada seseorang yang berinisial Mr. S" ucap David.


"Siapa Mr. S"


"Identitasnya tidak diketahui bos dan selama ini We Xio bekerja untuknya ia tidak pernah bertemu dengan Mr. S bos"


"Cari tahu bagaimana ia bisa mendapat pekerjaan dari Mr. S"


"Baik bos" ucap keduanya dengan serentak.


"Dimana orang itu"


"Dia saat ini berada di Indonesia bos" ucap David.


"Perketat penjagaan princess!" bentak Xander dengan suara melengking.


"Baik bos" ucap David.


David dan Luki lalu keluar dari ruangan Xander, sesaat Xander menutup mata memikirkan informasi yang baru diberitahu oleh David dan Luki.


Matanya tiba-tiba terbuka mengingat satu nama yang bisa mencari tahu siapa sebenarnya Mr. S. Dengan cepat Xander lalu menghubungi nomor tersebut.


"Heemmmm"


^^^"Aku perlu bantuanmu" ucap Xander to the point.^^^


Hehehehehe........


Xander menahan emosinya mendengar kekehan dari seberang sana. Ingin sekali ia menjahit mulut raja setan itu.


"Kamu sangat lambat dan bodoh"


^^^"Demi princess kami"^^^


"Ok! Aku akan membawa paket itu untukmu"


^^^"Heemmm"^^^


Mikhail memutuskan panggilannya sepihak seakan tahu apa yang diinginkan oleh Xander. Xander akui ketelitian dan kepekaan seorang King Black Shadow jangan dianggap remeh.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue................

__ADS_1


__ADS_2