
🍁Seorang ibu biasanya menenangkan anaknya dan seorang ayah biasanya memaafkan anaknya🍁
.
.
.
.
Bunyi tembakan bersahutan bersama bunyi ledakan di sekitar area landasan membuat pihak musuh berhamburan mencari tempat sembunyi sambil membalas tembakan dari Vincent dan pasukannya.
Vincent sangat marah saat melihat istrinya diperlakukan kasar seperti itu apa lagi saat ia melihat luka besar di kening Natasha.
“HABISI MEREKA SEMUA” teriak Vincent menggelegar.
“Bos mereka membawa nyonya ke arah timur” teriak Kino yang melihat Natasha di tarik pergi ke arah timur.
“Bunuh mereka semua. Aku akan mengejar istriku” ucap Vincent berlalu pergi diikuti Alex dan sebagian anggota Devil Dragon.
Dor…………dor…….dor…….dor……..
Bunyi tembakan bersahutan dari pihak musuh dan Vincent. Mereka saling membunuh ingin memenangkan pertempuran ini. Vincent sedari tadi terus menghindar peluru yang silih bergantian menuju ke arahnya.
Dipikirannya saat ini hanyalah menyelamatkan sang istri apapun yang terjadi.
“Berengsek” maki Vincent sambil melepas tembakan ke arah pihak musuh yang sedang menarik Natasha dengan kasar.
Aaargghh…….
Jeritan kesakitan bergema di sana saat peluru Vincent dan anak buahnya bersarang tepat di kepala penculik Natasha. Natasha sendiri menatap penculik yang sudah tergeletak di tanah tak bernyawa dengan lemah.
Hosh………hosh……….hosh………..
Napasnya satu-satu tak sanggup lagi berjalan karena sudah sangat capek, apa lagi sedari kemarin ia tidak diberi makan sama sekali hingga detik ini.
“Berhenti disana atau istrimu aku bunuh” ancam salah satu penculik yang tersisa sambil menodongkan pisau di leher Natasha.
“BERHENTI” teriak Vincent dengan suara tinggi sambil mengangkat tangannya tanda berhenti.
Alex dan lainnya berhenti di tempat saat melihat isyarat tangan Vincent untuk tak melangkah maju lagi. Mata tajam Vincent menatap musuhnya dengan tajam melihat istrinya disandera.
Kamu bertahan ya honey. Aku akan menyelamatkanmu, batin Vincent sambil menatap Natasha dengan tatapan penuh cinta.
Tes……….
Natasha yang mendapat tatapan seperti itu dari suaminya meneteskan air mata tak menyangka jika suaminya akan datang menyelamatkannya. Padahal sudah beberapa bulan terakhir ia sangat dingin dan tak menganggap Vincent sebagai suaminya lagi.
Maafkan aku Vincent! Maaf, batin Natasha dengan penuh penyesalan.
“Mundur kalian semua. Jika tidak aku akan membunuhnya” teriak penculik tadi dengan suara tinggi.
“Pergi” ucap Natasha dengan suara lemah menatap Vincent dengan sendu.
“Lepaskan istriku” hardik Vincent dengan suara tinggi.
“Tidak akan! Kalian semua mundur” balas penculik tadi dengan suara tak kalah tinggi.
“Lepaskan istriku bangsat”
Iishh………
“NATASHA” teriak Vincent dengan suara tinggi panik melihat leher Natasha yang berdarah.
“Sudah aku bilang MUNDUR” teriak penculik tadi dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Vincent dan lainnya perlahan-lahan mundur sesuai ucapan penculik tadi tapi matanya tak pernah lepas dari Natasha sedikit pun.
Dor………aaarrghh……..
Bunyi tembakan disertai teriakan kesakitan seketika bergema disana tepat mengenai bahu penculik tadi hingga pisau di leher Natasha terlepas. Melihat hal tersebut dengan cepat Vincent melepas tembakannya ke arah kepala penculik tadi.
Dor………
Seketika ia mati ditempat terkena peluru dari Vincent. Dengan langkah cepat Vincent berlari menuju ke arah Natasha dan menangkapnya saat ia akan jatuh di tanah.
“Natasha” ucap Vincent dengan panik.
“Sakit” lirih Natasha dengan suara lemah.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
“Kamu bertahan ya honey”
“Heemmm” deham Natasha dengan suara lemah.
Vincent lalu di bantu Jason membalut luka di leher Natasha saat itu juga beruntung pihak musuh sudah mati dihabisi anak buah Vincent dan anggota Devil Dragon.
Sebelum pergi dari sana Vincent menangkap seseorang yang berdiri di arah selatan dengan memakai topeng wajah dan Vincent tahu topeng wajah itu dengan lambang Black Shadow.
Kakak iparku pasti sedari tadi melihat apa yang terjadi disini, batin Vincent dengan kesal.
Sedari tadi ia sangat khawatir dengan keselamatan istrinya apa lagi saat Natasha disandera, bukannya membantu mereka tapi anak buah kakak iparnya itu diam saja dan menunggu di detik-detik terakhir.
~ Mansion Light ~
“Berengsek! Bagaimana bisa mereka gagal!” bentak Light dengan suara tinggi.
“Anak buah Xander Wesly berhasil melacak lokasi kedatangan anak buah kita bos” ucap Rio.
Duar………..
Bunyi ledakan seketika mengagetkan Light dan Rio bersamaan dengan bangunan mansion yang bergetar akibat ledakan barusan.
“Apa yang terjadi?” tanya Light dengan bingung.
Rio dengan cepat melihat cctv di sekitar mansion dan kaget tak menyangka jika markas mereka yang berada di bagian selatan baru saja meledak hingga rata dengan tanah.
“Tuan” ucap Rio dengan gugup.
“Katakan apa yang terjadi berengsek” maki Light.
Rio lalu menunjukkan cctv di bagian selatan mansion yang membuat Light kaget bukan main melihat markas mereka yang sudah hancur dan rata dengan tanah.
Prang………prang………….prang………prang………
Light menendang dan membuang semua barang didalam ruang kerjanya melampiaskan emosinya malam ini, karena rencananya gagal bersamaan dengan markasnya yang hancur diledakkan oleh seseorang.
Rio menutup mata melihat tuannya yang saat ini sedang emosi dan melampiaskannya ke semua barang yang berada di ruang kerjanya. Sedangkan Dev yang hendak masuk ke ruang kerja Light mengurungkan niatnya saat mendengar suara pecahan didalam sana.
Sepertinya Light sedang melampiaskan emosinya, batin Dev sambil berlalu pergi dan mengurus ledakan barusan.
Mereka belum tahu jika sebelum ledakan tadi ternyata anak buah Mikhail sudah menghabisi semua anak buah Light disana dan membuat ledakan tadi sebagai kenang-kenangan sebelum pergi.
~ Field Oracle ~
Vincent sudah memasukkan Natasha ke dalam mobil dan kembali keluar untuk berbicara dengan anak buahnya untuk membereskan semua kekacauan disana sebelum pagi.
“Serahkan semua disini ke kita dude. Kamu urus saja istrimu” ucap Alex sambil menepuk pundak Vincent.
“Oke aku percayakan semua ke kamu”
__ADS_1
“Oke”
Vincent lalu berbalik pergi menuju mobilnya yang hanya berjarak 5 langkah dari tempat ia berbicara dengan Alex barusan.
Dor………..
“VINCENT” teriak Natasha dengan histeris.
“BOS! VINCENT” teriak Alex dan anak buah Vincent lainnya dengan serentak.
Mereka berlari menuju ke arah Vincent yang sudah jatuh di tanah terkena tembakan dari salah satu penculik tadi yang belum mati.
Vincent melihat tangannya yang penuh darah dengan pandangan mulai mengabur. Sebelum ia hilang kesadaran sayup-sayup ia melihat Natasha yang berlari sambil menangis histeris memanggil namanya.
~ Mansion Utama Parker ~
Mikhail tertawa melihat cctv di mansion Light yang sudah ia bajak. Tawanya barusan terdengar sangat mengerikan bagi siapa saja yang mendengarnya.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Damon dan Teivel yang berada di dalam ruang kerja Mikhail yang terhubung dengan kamarnya langsung hanya diam saja. Meskipun begitu Teivel dan pengawal gelap Mikhail yang bersembunyi di kegelapan bergidik ngeri merasakan semua itu.
“King tuan muda kedua barusan terkena tembakan di tempat kejadian” lapor Damon.
“Dia mati?” tanya Mikhail dengan santai.
“Tidak King” jawab Damon dengan suara dingin.
“Oh”
Teivel sendiri menatap keduanya dengan bengong melihat reaksi Mikhail yang sangat acuh dengan berita barusan. Ia tak menyangka jika Kingnya itu tidak memperdulikan keadaan adik iparnya sendiri selain orang yang dianggap penting oleh Mikhail.
“Sweety?” tanya Mikhail.
“Nona muda aman King. Hanya memilki luka gores di lehernya akibat disandera penculik tadi” jawab Damon.
“Heemmm”
Mikhail lalu menyuruh keduanya untuk menyiapkan kebutuhannya untuk berangkat besok pagi ke pulau Cayman. Sedangkan kedua orang tuanya yang mendapat kabar tentang Thomas dari Teivel, segera pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan menantu mereka sekalian anak mereka.
“Damon apa Marcel sudah menyelesaikan tugasnya?” tanya Teivel yang penasaran dengan tugas Marcel.
“Belum” jawab Damon dengan suara dingin.
“Coba seandainya aku yang dapat tugasnya Marcel” gumam Teivel yang masih bisa didengar oleh Damon.
“Kamu disuruh King ke markas sekarang” ucap Damon dengan suara dingin.
“Buat apa?” tanya Teivel dengan kening berkerut.
“Kamu akan tahu setelah sampai disana” jawab Damon sambil berlalu pergi meninggalkan Teivel yang masih memikirkan apa yang akan disuruh oleh Kingnya.
~ Markas A Black Shadow ~
Setibanya Teivel di markas A Black Shadow ia langsung disambut oleh anggota Black Shadow menuju belakang markas.
“Apa maksudnya ini?” tanya Teivel dengan bingung.
“Bos Damon tadi menyuruh kami jika bos yang akan membersihkan kandang 5 kesayangan King bos” jawab salah satu anggota Black Shadow.
“APA” teriak Teivel dengan kaget.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
To be continue…………
__ADS_1