Heartless 2

Heartless 2
Chapter 121


__ADS_3

🍁Memang sangat sulit untuk bersabar tetapi menyia-nyiakan pahala dari kesabaran itulah yang lebih buruk🍁


.


.


.


.


Setelah melihat kekasihnya sudah tertidur pulas dalam pelukannya dengan sekali hentakan Mikhail membawa Clarisa menuju ke atas ranjang dan membaringkannya. Saat akan melepas pelukannya disitu Clarisa tersadar dan menatapnya dengan sendu.


“Khail” lirih Clarisa dengan mata berkaca-kaca.


“Jangan khawatir baby. Aku akan melindungimu mulai sekarang” ucap Mikhail dengan suara lembut.


Cup…………………


Mikhail kaget bukan main saat Clarisa menciumnya dibibir meski hanya menempel saja, tak mau membuang kesempatan dengan cepat ia membalas ciuman kekasihnya hingga membuat Clarisa kewalahan membalasnya.


“Jangan pergi lagi Khail” ucap Clarisa dengan suara lemah.


“Heemmmm”


Mikhail kembali mencium bibir Clarisa dengan rakus membuatnya kewalahan hingga tertidur saat ciumannya terlepas. Melihat hal tersebut ia tersenyum manis menatap Clarisa yang sudah kembali tertidur.


“Mimpi indah baby” bisik Mikhail sambil mengecup bibir Clarisa sekali sebelum pergi.


Sebelum pergi Mikhail menyuntik obat tidur yang aman untuk Clarisa karena ia tidak ingin saat ia pergi Clarisa terbangun dan kembali histeris saat tak mendapatinya berada disana.


“King” panggil Teivel dan Damon dengan serentak.


“Dokter kekasihku?” tanya Mikhail dengan suara dingin.


“Sebentar lagi dia akan sampai di sini King”


“Bawa dia segera kesini untuk melakukan terapinya ke Clarisa” titah Mikhail dengan suara tegas.


“Baik King” balas Damon.


“Dimana mereka?” tanya Mikhail dengan tatapan membunuh.


“Sudah berada di markas King” jawab Teivel yang tadi mendapat perintah khusus saat mereka tiba di Jakarta tadi.


“Kita ke sana” ucap Mikhail sambil tersenyum menyeringai.


Ketiganya segera bergegas pergi ke markas Black Shadow yang ada di Indonesia. Sebelum keluar dari apartemen mata Mikhail melirik Z yang bersembunyi dalam kegelapan memberi isyarat untuk menjaga kekasihnya selama ia pergi.


Z yang melihat isyarat Kingnya hanya mengangguk kepala membalas isyarat Mikhail barusan. Ia menatap ketiga temannya yang sudah menghilang dari sana dengan tatapan dingin dan bergegas masuk ke dalam kamar yang ditempati Clarisa untuk memantaunya.


~ Markas I Black Shadow ~


Sampainya di markas Black Shadow Mikhail keluar dari dalam mobil setelah pintu dibukakan oleh Damon. Semua anak buahnya bergetar ketakutan merasakan aura yang sangat mengintimidasi keluar dari tubuh King mereka.


“Selamat datang King” sambut seluruh anak buah Black Shadow dengan serentak.


Mikhail menatap uncle Raksa yang berdiri bersebelahan dengan Eksel yang membungkuk memberi hormat akan kedatangannya. Langkah kakinya menggema didalam sana tapi sebelum itu ia memberi isyarat kepada Teivel untuk menuju ke arah Eksel.


Bugh……………bugh……………..


2 Pukulan kuat tepat di perut Eksel dari Teivel membuat dia seketika terjatuh di lantai karena tak kuat menahan pukulan Teivel yang sangat kuat. Di tambah tubuhnya yang masih lemah karena luka cambuk 2 hari yang lalu masih belum kering.


“Maafkan aku King” ucap Eksel dengan suara lemah.


“Itu balasan karena teledor menjaga kekasihku” hardik Mikhail dengan tatapan membunuh menatap Eksel seakan ingin menelannya hidup-hidup.


Aaarrrgghhh…………….


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


Teriak Eksel kesakitan sambil memukul dadanya yang terasa sakit merasakan aura Mikhail yang sangat mengerikan. Seperti berada di lautan es yang paling dingin membuat udara disekitarnya terasa kosong dan menipis membuat Eksel kesusahan untuk bernapas.


“Maafkan kecerobohan anak saya King” pinta Raksa sambil berlutut didepan Mikhail.


Mikhail menutup matanya mengontrol auranya yang keluar karena terlalu emosi, matanya berubah warna sesekali menandakan ia sangat emosi saat ini. Ia bergegas pergi dari sana karena masih ada hal penting yang harus ia lakukan saat ini.


Raksa bernapas dengan lega melihat kepergian Mikhail yang dikawal Damon dan Teivel yang sama kejam seperti King mereka. Ia menyuruh anak buahnya untuk membawa Eksel ke ruang kesehatan untuk mendapat perawatan karena pukulan Teivel tadi.


Sepertinya hari ini adalah hari kematian mereka, batin Raksa menerka apa yang akan terjadi dengan tawanan mereka.


“Bawa sialan itu kesini” titah Mikhail dengan suara menggelegar didalam ruang interogasi.


Teivel segera memberi isyarat kepada anak buah mereka untuk membawa masuk orang yang di tadi ia bawa ke markas.


“Siapa kalian berengsek! Beraninya kalian menculik keluargaku” teriak seorang pria paruh baya dengan suara tinggi.


Phew………………..


Mendengar helaan napas Kingnya membuat Damon segera berlalu menuju orang yang berteriak tadi dengan langkah tegap. Teivel sendiri tersenyum menyeringai melihat Damon yang menghampiri orang itu karena tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Plak……….plak………..plak…………plak……………


4 Tamparan kuat bergema didalam sana membuat keluarga orang itu tercengang melihat orang yang selama ini mereka hormati di tampar. Tapi tidak dengan kedua pria muda yang tersenyum bahagia melihat papa mereka ditampar.


“Tutup mulut kotor anda tuan Bastian Baker karena anda belum dipersilahkan untuk berbicara” ucap Damon sambil tersenyum menyeringai dengan mata merahnya yang merah padam menatap tajam Bastian.


Dia setan, batin Bastian bergetar ketakutan.


Mikhail tersenyum menyeringai membaca apa yang dipikirkan oleh Bastian saat ini, Mikhail memberi isyarat kepada Teivel untuk segera mengikat mereka di tempat biasa.


“Siapa kalian?” tanya Jason dengan bingung.


“King” panggil Teivel sambil menunjuk Jason dan Delon.


“Kursi” ucap Mikhail dengan singkat.


Teivel menyuruh 4 anak buahnya untuk menjaga Jason dan Delon di kursi samping tempat papa, kakek, nenek, ibu tiri mereka, dan adik tiri mereka di ikat berbentuk huruf X.


Siapa dia? Kenapa auranya sangat menakutkan, batin Delon yang bergidik ngeri menatap Mikhail sedari tadi.


“Orang yang menatapku lebih dari 10 detik biasanya akan kehilangan matanya” ucap Mikhail dengan suara dingin.


Deg………….


Jantung Delon berdetak dengan cepat mendengar ucapan Mikhail barusan dan langsung menunduk karena tahu ucapan tadi ditujukan kepadanya. Teivel sendiri tersenyum sinis melihat Delon dan Jason bergantian.


“Kalian tahu kenapa kalian di bawa kesini?” tanya Teivel sambil berjalan menuju meja di sebelah Mikhail berisi alat-alat yang biasa mereka pakai untuk menghukum musuh mereka.


“Siapa kalian? Apa kami ada salah dengan kalian?” tanya Jason.


“Ya kalian ada salah sama kami” jawab Teivel dengan santai.


“Apa salah kami? Setahuku aku tidak mengenal kamu dan tidak pernah berbuat salah kepada kamu?” tanya Jason dengan bingung.


“Memang bukan ke kami tapi ke nona kami” ucap Teivel sambil menunjukkan foto Clarisa dilayar proyektor.


“Clarisa” ucap Delon dan Jason dengan serentak.


“Anak siluman itu” ucap Bastian dengan tatapan berkilat tajam.


Dor………………aaarrgghhh……………..


Bunyi tembakan bersamaan dengan teriakan Bastian bergema didalam sana membuat semuanya kaget bukan main.


“Sialan kamu? Kenapa kamu tembak suami aku bajingan” hardik Mega istri kedua Bastian dengan emosi.


Sret……………arrggghhh…………


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


“Mama” teriak Lovely anak Mega dan Bastian dengan histeris saat sebelah tangan mamanya dit**as Damon.


“Ka…..mu” ucap Mega dengan wajah pucat sambil gemetar ketakutan.


“Sekali lagi kamu mengatakan King bajingan maka isi pe**tmu akan aku tarik keluar” ucap Damon dengan tatapan membunuh.


Glek…………


Mega menelan salivanya dengan susah melihat mata merah Damon yang sangat menakutkan seperti mata iblis. Apa lagi tatapan tajamnya seperti ingin mengulitinya hidup-hidup.


“Dimana adikku?” tanya Jason dengan suara bergetar.


Mikhail menatap Jason dengan tatapan tajam seakan menyuruhnya untuk diam dan jangan bertanya apapun mengenai Clarisa saat ini.


“Jadi kalian orang yang sudah membuat kekasihku pingsan dan membuatnya trauma selama ini” ucap Mikhail sambil mengambil cambuk di sampingnya.


Crash…………..crash…………….


Bunyi cambuk yang mengenai lantai membuat mereka semua didalam sana bergetar ketakutan. Mata coklat Mikhail perlahan berubah warna menjadi merah di bagian iris matanya membuat aura didalam sana terasa sangat mencekam.


Wush……………..


“Jangan! Aku mohon ampuni aku tuan………hiks hiks hiks……………..aku mohon jangan sakiti aku tuan………….hiks hiks hiks” pinta Mega sambil menangis histeris melihat Mikhail yang sudah berada tepat di depannya sambil tersenyum menyeringai seperti iblis.


“Kematian mutlak untukmu” ucap Mikhail sambil tersenyum menyeringai.


Teivel menatap Mega dengan tatapan kasihan karena tahu sebentar lagi ia akan mati, sedangkan Jason, Delon, Lovely, papanya, nenek, dan kakeknya tercengang melihat Mikhail yang hilang dan muncul seperti angin didepan Mega.


Crash………..crash…………crash………..crash……….


“Hentikan! Mama……………..hiks hiks hiks………..jangan sakiti mama aku tuan…………..hiks hiks hiks” teriak Lovely dengan histeris melihat mamanya yang dicambuk Mikhail.


Aaaarrgghh…………


Hahahahaha……………………


Jeritan kesakitan Mega bergema didalam sana dengan tawa Mikhail yang terdengar seperti iblis berdarah dingin karena merasa senang mendengar jeritan Mega yang terdengar sangat merdu.


“Tolong hentikan. Jangan menyakiti istriku” pinta Bastian dengan memohon sambil menahan sakit di kakinya yang terkena tembakan tadi.


“Hentikan iblis. Aku akan melapor ke polisi perbuatan kalian!” bentak Sandi dengan suara tinggi.


Plak……………..plak…………..


“Sebaiknya anda diam saja pak tua. Giliran anda belum jadi simpan suaramu itu!” bentak Teivel dengan suara menggelegar setelah menampar Sandi 2 kali.


“Ka ini semua kejahatan” ucap Delon dengan tubuh gemetaran.


Jason menatap adiknya sambil menggelengkan kepala agar tak berbicara karena salah bicara sedikit saja nyawa mereka jadi taruhannya.


Clarisa apa dia betul kekasihmu, batin Jason bergidik ngeri melihat apa yang dilakukan Mikhail dengan tubuh mama tirinya itu.


~ California, Los Angeles ~


Saat ini Xander, David, dan Luki sedang dalam perjalanan menuju markas mereka karena akan membahas rencana mereka untuk menyerang Light di kediamannya.


“Bos, King berada di Indonesia” ucap Luki setelah melihat berita terkini mengenai Mikhail yang tadi landing di bandar udara Soekarna Hatta.


“Buat apa King sialan itu ke sana?” tanya Xander dengan penasaran.


“Aku tidak tahu bos” jawab Luki dengan cepat.


“Beritahu Damon kalau aku ingin berbicara dengan Kingnya itu”


“Baik bos”


Semoga kamu memberitahu informasi mengenai sialan itu saat aku bertanya Mikhail, batin Xander penuh harap.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...

__ADS_1


To be continue……………..


__ADS_2