
πAda sebaris kenangan manis tentangmu dibalik kebahagian yang tidak bisa diulangiπ
.
.
.
.
Malam harinya semua sudah kembali ke mansion mereka masing-masing. Begitu juga dengan Vincent yang baru pulang dari basecamp setelah mengecek beberapa laporan perusahaan yang dibawa asistennya.
"Daddy belum tidur?" tanya Vincent saat mendapati daddynya sedang duduk di balkon lantai dua.
"Ayo temani daddy" ajak Xavier sambil menatap putra keduanya dengan tatapan hangat.
Vincent berlalu duduk bersama dengan daddynya di balkon lantai dua sambil menatap pemandangan malam diluar sana.
Saat melihat apa yang daddynya minum Vincent hanya menggelengkan kepalanya melihat sang daddy yang entah kapan mulai minum susu setiap malam.
"Apa harus susu daddy?" tanya Vincent sambil terkekeh.
"Ini susu khusus untuk tulang son. Kamu mana tahu hal seperti itu" decak Xavier dengan kesal.
"Memang daddy masih sanggup berapa lama?" tanya Vincent kembali dengan senyum mengejek.
Bugh..............
Bantal sofa mendarat tepat di wajah Vincent saat mendengar ucapan putranya yang seakan mengejeknya. Vincent tak marah hanya terkekeh saja mendapat lemparan sofa yang tak sakit sama sekali.
"Bagaimana perusahaan kamu?" tanya Xavier.
"Baik daddy. Bulan depan perusahaan aku akan membuka cabangnya di Jepang" jawab Vincent dengan tegas.
"Selalu awasi semua pekerja kamu baik di kantor pusat dan cabang son"
"Iya daddy"
"Jangan terlalu membenci istrimu son. Tidak selamanya apa yang kamu lihat itu adalah fakta dan hal itu bisa menjadi penyesalan terbesar kamu suatu hari nanti" nasihat Xavier sambil berlalu pergi.
Deg............
Jantung Vincent berdetak dengan cepat mendengar ucapan daddynya barusan seakan dalam ucapannya itu tersirat sebuah makna yang tersembunyi entah apa maksudnya.
"Son beritahu istrimu mengenai identitas Marco yang sebenarnya" teriak Xavier sebelum masuk ke dalam kamar.
Vincent menatap daddynya dengan tatapan dingin dan datar memikirkan ucapan daddynya. Setelah beberapa saat ia memutuskan untuk masuk ke dalam kamar.
Hal pertama yang ia lihat adalah istrinya yang sedang tertidur di lantai karena selama pernikahan mereka ia tidak sudi satu tempat tidur dengannya.
Ada rasa sakit di hatinya melihat wajah sang istri yang pucat apa lagi tidur dilantai beralaskan bedcover sebagai kasur.
Grep.............
Dengan sekali hentakan Vincent mengendong tubuh istrinya dan menaruhnya diatas ranjang. Ia merapikan rambut Natasha yang menutupi sebagian wajahnya.
"Cantik" gumam Vincent dengan suara pelan.
Cup............
Vincent mencium kening Natasha sebelum masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Saat berada di bawah shower Vincent berpikir untuk menerima Natasha sebagai istrinya meski hingga sampai detik ini ia sangat membencinya karena kejadian waktu mereka kecil.
"Kita lihat saja kedepannya apa dendam aku akan terus berkobar atau tidak saat menerima kamu sebagai istriku" ucap Vincent sambil menatap bayangannya di cermin.
Vincent bergegas keluar memakai handuk sepinggang sambil mengeringkan rambutnya. Ia berlalu masuk ke dalam walk in closet mengambil piyama dan memakainya.
Malam ini untuk pertama kali Vincent tidur satu ranjang dengan istrinya sambil memeluk Natasha dengan erat.
...π π π π π...
~ OliverTech ~
Aarrghh! Malu banget aku, batin Natasha.
Natasha memeriksa laporan didepannya tak konsen karena pikirannya tertuju ke kejadian tadi pagi.
Dimana saat ia bangun ia hampir berteriak tapi dengan cepat menutup mulutnya. Bagaimana tidak ia kaget saat bangun dan mendapati dirinya di peluk dengan erat oleh suaminya sendiri.
Apa lagi ia masih ingat dengan jelas kalau tadi malam ia tidur di lantai bukan di tempat tidur. Karena takut Vincent memarahinya ia perlahan-lahan bangun dan bergegas pergi ke perusahaan.
"Nona muda" panggil Mila yang sedari tadi mengetuk pintu tak ada jawaban sehingga ia masuk ke dalam.
Ia bingung melihat Natasha yang menatap berkas didepannya tapi seperti sedang menghayal sesuatu.
__ADS_1
"NONA MUDA" teriak Mila menggelegar.
Arrggghhh.........
Teriak Natasha dengan kaget sambil memegang jantungnya yang seakan ingin keluar dari tempatnya. Napasnya satu-satu seperti orang yang baru saja habis lomba lari saking kagetnya.
"Kamu mau buat aku jantungan Mila" hardik Natasha dengan suara tinggi.
"Maafkan saya nona. Saya tidak bermaksud seperti itu karena sedari tadi saya sudah memanggil nona dari tadi tapi nona tak menjawabnya" papar Mila menjelaskan.
"Ehheemm! Ada apa?" tanya Natasha berdeham karena malu.
"Ada seseorang yang menelpon sedari tadi ingin berbicara dengan nona lewat nomor perusahaan" ucap Mila.
"Nomor perusahaan? Siapa yang menelpon?" tanya Natasha dengan kening berkerut.
"Dia menyebut namanya Mr. Marco Leonardo nona" jawab Mila.
"Marco? Sambungkan ke telponku" titah Natasha dengan cepat.
"Baik nona"
Mila bergegas kembali ke ruangannya dan menyambung telpon tadi ke sambungan telpon Natasha.
^^^"Halo"^^^
"Akhirnya kamu jawab juga Natasha"
^^^"Marco?"^^^
"Iya benar ini aku Marco"
^^^"Kenapa kamu telpon ke nomor perusahaan? Bukannya kamu memiliki nomor pribadi aku?" tanya Natasha dengan bingung.^^^
"Barusan hp dan dompet aku dicuri orang waktu aku di parkiran mall. Aku ingin mengejarnya tapi orang itu keburu pergi jadi sekarang aku menelpon di telpon umum"
^^^"Ya ampun. Jadi kamu sekarang dimana?" tanya Natasha dengan kasihan.^^^
"Aku berada di pom bensin di jl. XXX Nata kebetulan bahan bakar mobil aku habis dan aku bingung harus bagaimana"
^^^"Kamu tunggu disitu aku akan menyuruh anak buahku ke sana"^^^
"Apa tidak bisa kamu saja datang Nata" pinta Marco dengan penuh harap.
"Sebenarnya aku berencana akan kembali ke negara aku hari ini dan jika kamu tak keberatan apa kita bisa bertemu terkahir kali"
Natasha diam memikirkan ajakan Marco dan karena ia merasa berhutang nyawa kepadanya akhirnya ia memilih untuk menemuinya.
^^^"Baiklah aku segera ke sana"^^^
"Makasih ya Nata"
^^^"Iya sama-sama"^^^
Natasha lalu mematikan panggilannya sepihak dan memanggil Mila untuk ke ruangannya.
"Nona panggil saya?" tanya Mila.
"Kamu hendel pekerjaan saya dan siapkan mobil aku akan bertemu Marco"
"Baik nona"
Mila bergegas keluar sambil menelpon sopir Natasha untuk menyiapkan mobil di depan lobby. Natasha lalu megambil tasnya dan berlalu keluar menemui Marco di jalan XXX.
~ R&B Cafe ~
Disinilah Natasha dan Marco berada setelah Marco mengisi bahan bakar di mobilnya.
"Jam berapa kamu berangkat?" tanya Natasha sambil menyesap ice latte pesanannya.
"Jam 19:00 malam"
"Jadi kamu tidak akan pulang lagi kesini"
"Begitulah"
Natasha diam sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling cafe dan mengernyitkan keningnya melihat suasana cafe yang sepi.
Kring.............
Tatapan mata keduanya langsung mengarah ke layar hp Natasha yang berbunyi di atas meja dengan nama pemanggil Suamikuβ€.
...π π π π π...
^^^"Halo"^^^
__ADS_1
"Dimana kamu?" tanya Vincent dengan suara geram dari seberang.
^^^"Aku sedang berada di cafe R&B bertemu dengan Marco sebelum dia pulang ke negeranya"^^^
"Apa! Kamu bersama Marco?" teriak Vincent dengan suara tinggi dari seberang.
^^^"Iya memangnya kenapa?" tanya Natasha dengan santai.^^^
"Kamu lupa peringatan aku kemarin Natasha. Asal kamu tahu saat ini mommy kamu dan kakak aku sedang mencari berengsek itu karena dia orang suruhan orang yang mencelakai uncle Albert!" bentak Vincent dengan suara tinggi.
Deg.................
Jantung Natasha berdetak dengan cepat mendengar ucapan suaminya dari seberang. Matanya langsung menatap Marco yang sedang meminum pesanannya.
"Sepertinya aku sudah ketahuan ya" ucap Marco sambil tersenyum menyeringai.
Brak.............
Bugh...........bugh...........
Bunyi benda pecah dan orang berkelahi terdengar di laur sana. Natasha berbalik tak menyangka pengawalnya akan diserang orang tak dikenal.
"Sebaiknya kamu diam saja ditempat Natasha" ucap Marco sambil menodong pistol ke wajah Natasha.
Vincent yang mendengar ucapan keduanya dari seberang mengumpat kesal dan memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi agar bisa sampai disana tepat waktu.
"Jadi ini kamu yang asli Marco" ucap Natasha sambil tersenyum smirk.
"Ya kamu benar sayang. Sebenarnya aku sudah harus pergi dari kemarin tapi karena aku belum mendapat apa yang aku mau selama ini jadinya aku harus mengundur jadwal kepulanganku" papar Marco sambil tersenyum mengejek.
"Aku rasa kamu tidak akan pulang ke rumahmu tapi kamu akan pulang ke sang pencipta" ucap Natasha dengan tatapan tajam.
Bugh............
Sekali pukulan Natasha di tangan Marco hingga pistolnya jatuh. Melihat hal itu Marco tersenyum smirk tak menyangkan gerakan Natasha akan secepat itu.
"Menarik" ucap Marco sambil terkekeh.
Bugh.........bugh.........bugh........bugh........brak......
Natasha dan Marco saling memukul tak perduli dengan keadaan cafe yang sudah hancur karena mereka. Dengan cepat Natasha terus menyerang Marco tapi selalu berhasil di tangkis Marco.
Bugh...........brak..............
Natasha menendang Marco hingga terpental mengenai kursi dan meja di cafe hingga hancur. Napasnya ngs-ngosan karena sudah terlalu banyak mengeluarkan tenaganya.
Melihat hal itu dengan cepat Marco melempar kursi ke arah Natasha dan berhasil mengelaknya tapi sialnya Marco sudah berdiri tepat di depannya.
Bugh..........bugh..........bugh..........
Prang..............
Marco memukul Natasha dengan brutal dan menendangnya hingga membentur hiasan cafe sampai pecah.
"Berengsek" teriak Vincent dengan suara menggelegar di depan pintu cafe.
"Sial" umpat Marco dengan kesal melihat anak buahnya berhasil di kalahkan.
Marco bergegas ingin kabur dari pintu belakang tapi dengan cepat Vincent mengejarnya dan menendangnya terpental ke tembok.
"Kamu tidak akan bisa lari dariku sialan!" bentak Vincent dengan tatapan membunuh.
Bugh..........bugh........bugh..........bugh.......
Vincent menendang dan memukul Marco dengan brutal tak memberikannya kesempatan untuk membalas pukulannya.
Matanya berkilat tajam seakan ingin membunuh Marco saat ini juga. Marco hanya pasrah saja dipukul oleh Vincent karena tenaganya sudah habis.
"Jangan sampai dia mati bos" ucap Alex menahan Vincent yang hendak memukul Marco.
Phew..............
Vincent membuang napasnya dengan kasar mengontrol emosinya untuk tak membunuh Marco sesuai perintah sang kakak tadi.
Natasha yang melihat Marco mengambil kursi dibelakangnya saat Vincent dan Alex membelakangi segera ke sana dan memeluk suaminya.
Brak................bugh............
Alex menendang Marco tepat di ulu hati bersamaan dengan kursi yang menghantam kepala dan bahu Natasha.
Deg................
...π π π π π...
To be continue................
__ADS_1