
πMengeluh hanya akan membuat hidup kita semakin tertekan sedangkan bersyukur akan senantiasa membawa kita pada jalan kemudahanπ
.
.
.
.
Tom Abra dan lainnya kaget bukan main saat mendengar suara tembakan yang bergema didalam sana.
Mereka tak menyangka jika Mikhail akan menembak orang yang sedang Damon beri pelajaran dengan tiba-tiba dan hampir saja mengenai Damon jika ia tidak memiringkan kepalanya sedikit saja.
"Kamu sangat lambat damon" ucap Mikhail dengan suara dingin.
"Maaf King" balas Damon dengan suara dingin.
"Bersihkan ruanganku sampai bersih jangan sampai ada bau darah sialan itu disini"
"Baik King"
"Kamu perketat penjagaan perusahaan dan acara besok. Aku tidak ingin kejadian ini terulang kembali" perintah Mikhail sambil menunjuk Arka.
"Baik King" jawab Arka dengan sopan.
"Pergi" usir Mikhail dengan suara dingin.
Arka dan Tom Abra bergegas keluar dari ruangan Mikhail meninggalkan Damon, Mikhail, dan salah satu petugas kebersihan yang entah kapan dipanggil Damon untuk membersihkan darah di dalam ruangan Mikhail.
Sedangkan mayat orang tadi sudah dibawa pergi oleh anak buah Arka untuk dimusnahkan.
"Perusahaan orang itu sudah gulung tikar King" ucap Damon membaca pesan dari Teivel.
"Heemmm"
Mikhail mengambil hpnya dan melihat hari ini tidak ada panggilan atau pesan dari kekasihnya seperti biasa.
Sudah sebulan ia tidak membalas pesan Clarisa karena takut jika ia membalas pesan Clarisa maka saat itu juga ia akan pergi ke Indonesia untuk melepas rindu dengan kekasihnya.
"F**K" maki Mikhail sambil menendang meja kerjanya.
Mikhail mengusap wajahnya dengan kasar melampiaskan emosinya yang memuncak karena tak mendapat pesan atau panggilan dari Clarisa di hpnya. Damon melirik cleaning service dengan ekor mata menyuruhnya untuk segera pergi dari sana.
"Kapan program itu selesai?" tanya Mikhail dengan tatapan membunuh.
"Lusa King" ucap Damon sambil membuka iPad miliknya.
"Pastikan besok harus sudah jadi" titah Mikhail dengan suara dingin tak mau dibantah.
"Aku usahakan King" balas Damon dengan suara dingin.
Tunggu sampai besok baby dan aku janji aku tidak akan pernah hilang memberi kabar kepadamu, batin Mikhail dengan gusar sudah tak sabar menunggu besok.
~ Mansion Light Clayton ~
Prang..............prang..........prang..............
__ADS_1
Bunyi benda pecah bergema didalam sana membuat Ray yang sedari tadi berdiri di belakang Light menutup mata menahan rasa pening karena terlalu mendengar suara pecahan yang memekikkan telinga.
Sehari aja apa bisa hidupku tenang, batin Ray penuh harap.
Grep.............
Matanya langsung tertuju ke arah samping saat tangannya tiba-tiba digenggam oleh Lina kekasihnya sambil tersenyum manis. LIna berbicara dengan gerakan bibir menyuruhnya untuk mengikutinya dan pergi dari sana.
Tetapi Ray menggelengkan kepalanya sambil melirik Light yang sedang duduk didepannya memberitahu Lina jika ia tidak bisa mengikutinya.
"Pergi saja tidak usah melirikku terus" ucap Light dengan suara dingin.
"Maaf tuan"
"Mending kamu pergi sebelum bibir adik aku tambah panjang" ejek Light sambil melihat Lina yang sedang memanyunkan bibirnya karena kasal.
"Iya bos" ucap Ray sambil mengulum senyum.
...π π π π π...
Meski kesal dengan ucapan kakaknya tapi Lina merasa sangat senang karena kakaknya itu mengerti dengan apa yang ia mau. Ia sedari tadi tahu jika kekasihnya pasti pusing, terlalu berada lama disana mendengar suara pecahan yang disebabkan oleh daddy angkat mereka.
"Kita mau kemana honey?" tanya Ray saat keduanya berada dalam mobil.
"Menjauh dari suara bising didalam honey" jawab Lina sambil tersenyum manis.
"Terima kasih honey sudah bawa aku keluar dari sana"
"Sama-sama honey. Lagian aku tidak mau kalau pacarku ini sampai sakit karena suara-suara tadi"
"Baiknya pacarku ini" ucap Ray sambil mengelus kepala Lina dengan lembut.
Keduanya lalu pergi dari mansion Light menikmati malam ini sejenak, sebelum besok Lina akan turun menjalankan misi yang sudah dibuat oleh Light untuk membalas kematian kedua orang tua mereka.
Sedangkan di dalam mansion Dev Clayton sedang menormalkan napasnya yang ngos-ngosan setelah melampiaskan emosinya barusan. Ia tidak menyangka jika dalam waktu bersamaan gudang ilegal miliknya di 5 negara yang berbeda hangus terbakar tak ada yang tersisa satu pun.
"Sialan kamu Xander Wesly" umpat Dev dengan gigi gemeletuk.
"Tenangkan diri daddy jika ingin membalas semua perbuatan tuan muda pertama Wesly" ucap Light dengan santai.
"Diam kamu bilang!" hardik Dev dengan suara tinggi.
"Lalu? Apa daddy mau balas dia saat ini juga?" tanya Light dengan ketus.
"Kalau bisa kenapa tidak" jawab Dev dengan emosi.
"Silahkan. Coba saja jika daddy tidak hancur saat ini juga karena kebodohan daddy sendiri" ketus Light.
"Light!" bentak Dev dengan wajah merah padam hingga urat lehernya terlihat sangat jelas.
Light menatap daddynya dengan sinis seakan mencemooh idenya barusan yang ingin membalas Xander saat ini juga. Melihat tatapan sinis sang anak Dev mencoba menutup mata menahan rasa emosi dan kesal didalam dirinya saat ini.
"Besok Lina akan mulai dengan misinya daddy" ucap Light setelah beberapa saat keduanya terdiam.
"Pastikan adikmu baik-baik saja son" tegas Dev dengan tatapan tajam.
"Itu sudah pasti daddy"
__ADS_1
"Kemana kamu akan kirim adikmu son?" tanya Dev dengan penasaran.
"DaddyΒ akan tahu besok" balas Light sambil tersenyum smirk.
"Heemmm"
Dev tak bertanya lagi karena tahu Light tidak akan memberitahunya meski dipaksa, jadi lebih baik ia menunggu saja apa yang akan terjadi besok dan apa misi dari Lina kembarannya Light.
~ Base Camp VK ~
Vincent membawa Natasha pergi ke basecamp miliknya karena ada beberapa hal penting yang harus ia bahas bersama anggota inti didalam gengnya.
Natasha menatap Vincent dengan kesal karena ia ingin cepat pulang tapi ternyata suaminya malah membawanya ke basecamp miliknya.
"Ayolah honey aku hanya sebentar saja disini" bujuk Vincent yang melihat istrinya tak mau keluar dari dalam mobil.
"Aku mau pulang!" bentak Natasha dengan suara dingin.
Phew...........
Vincent membuang napas dengan kasar melihat tingkah istrinya yang keras kepala setelah keluar dari rumah sakit tidak seperti biasanya.
Ia menutup mata mencoba menahan emosinya yang siap keluar kapan saja mengingat orang yang ia hadapi saat ini adalah istrinya yang sangat ia cintai.
"Honey aku mohon kali ini saja. Aku ingin membahas masalah yang sudah seminggu ini terjadi di club" pinta Vincent dengan memelas.
Natasha yang mendengar ucapan suaminya itu entah kenapa merasa kasihan dan dengan cepat ia bergegas turun dari mobil dan masuk ke dalam dengan diam. Melihat hal itu Vincent tersenyum manis tak menyangka istrinya masih memiliki sedikit rasa iba dalam hatinya untuknya.
Aku akan mengambalikan Natasha yang dulu kembali. Maafkan semua perbuatanku selama ini honey, batin Vincent dengan rasa bersalah.
"Dude kamu ngapain malamun disitu?" tanya Jason yang baru saja datang.
"Ckk!! Aku sedang memikirkan hukuman untuk orang yang sudah merusak motorku kemarin" ketus Vincent dengan tatapan tajam.
...π π π π π...
"Hehehehe! Maaf dude aku bakal ganti kok biaya perbaikannya" ucap Jason sambil terkekeh dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Cih!!"
Vincent berlalu masuk diikuti Jason dengan cepat tak ingin membuat sahabatnya semakin marah, karena ia kemarin merusak motor kesayangan milik Vincent.
Sebelum pergi ke ruang pertemuan Vincent menyempatkan waktu untuk meelihat istrinya yang berada di dalam kamar pribadinya di lantai dua.
"Jika lapar kamu minta saja sama anak-anak ya honey" ucap Vincent sambil mengelus kepala istrinya dengan lembut.
"Heemmm"
Cup..............
Vincent mencium kening Natasha dengan lembut sebelum berlalu keluar membuat Natasha syok mendapat ciuman seperti itu yang tidak pernah ia dapat selama mereka menikah. Ada rasa haru dan mengelitik didalam hatinya tapi ia tepis karena tidak ingin disakiti untuk kesekian kalinya.
Maaf tapi aku belum bisa memaafkan kamu seutuhnya, batin Natasha sambil melihat tangan kirinya dengan mata berkaca-kaca.
Ia menutup mata tak ingin mengingat perkataan dokter yang menyatakan jika selamanya ia tidak akan pernah bisa berenang lagi, dan tangannya itu hanya cukup kuat untuk mengangkat beban seberat 5 Kg saja tidak bisa lebh dari itu.
...π π π π π...
__ADS_1
To be continue.............