
πSesuatu yang kamu mulai dengan kebohongan tidak akan pernah berhasil meski kamu sudah melakukannya dengan sepenuh hatiπ
.
.
.
.
"Lepaskan aku sialan! Lepas" pekik Natasha dengan emosi.
Vincent tak memperdulikan teriakan Natasha dan berlalu menuju mobilnya. Sampai di mobil pengawal Vincent dengan cepat membukakan pintu untuknya.
Bugh............Aarrghhhh..........
Natasha meringis sakit saat ia di lempar ke dalam mobil dengan kasar. Melihat hal tersebut Vincent hanya menatapnya dengan sinis tak ada rasa kasihan sedikit pun.
Brak..............
Vincent membanting pintu mobil dengan kencang dan berjalan menuju pintu kemudi. Tanpa Vincent sadari hal tersebut di gunakan Natasha saat melihat pintu tidak dikunci dan berlari keluar.
Berengsek, batin Vincent dengan emosi.
"Cepat kejar gadis sialan itu!" bentak Vincent kepada pengawalnya yang hanya diam saja.
Para pengawal segera mengejar Natasha yang sudah kabur dengan cepat, napas Natasha ngos-ngosan karena dikejar oleh Vincent dan pengawalnya.
Dengan cepat Natasha masuk ke dalam mobil dan mengunci pintu. Saat Vincent sudah di dekatnya ia lalu melajukan mobilnya mundur ke belakang dengan cepat dan melakukan drift untuk kabur.
"Sialan! Awas kamu perempuan ular" teriak Vincent dengan emosi.
Hosh........hosh............hosh..........
Napas Natasha satu-satu setelah berhasil kabur, ia bersyukur Vincent tidak mengejarnya lagi. Entah apa yang akan terjadi kepadanya tadi jika ia tidak kabur dari Vincent.
Kring............
"S**t" umpat Natasha saat melihat nama Brother di layar hpnya.
^^^"Halo" ucap Natasha mengangkat panggilan video kakaknya.^^^
"Tunjukkan tanganmu sweety" ucap Mikhail dengan suara dingin dari seberang.
^^^"Aku lagi nyetir brother"^^^
"Hentikan mobilnya sekarang"
^^^"Tapi brother"^^^
"Sweety" desis Mikhail tak mau dibantah dari seberang.
Mau tak mau Natasha berhenti di pinggir jalan sesuai keinginan kakaknya. Dengan gugup ia menunjukkan tangan kanannya.
"Damon patahkan tangan kanan berengsek itu" ucap Mikhail dengan aura membunuh.
^^^"No brother please, jangan lakukan itu" (jangan kakak, tolong) ucap Natasha dengan panik.^^^
"Kamu masih ingat janji kamu waktu itu sweety"
^^^"Aku ingat kakak, tapi ini bukan salah dia tapi salahku"^^^
"Kamu sangat lemah sweety"
^^^"Jangan apa-apakan Vincent kak! Ini semua salahku jadi aku yang harus di hukum" ucap Natasha dengan suara tegas.^^^
"Heemmmm"
^^^"Aku siap nerima hukumannya kak"^^^
"50 cambukan"
^^^"Baik ka, terima kasih"^^^
Hahh...............
Natasha menghembuskan napas dengan kasar setelah panggilannya dimatikan sepihak oleh Mikhail. Ia merasa lega karena sudah menyelamatkan Vincent dari kekejaman kakaknya.
Ia tahu bagaimana kejamnya seorang Mikhail Zeno Parker. Waktu dia ke markas utama Black Shadow Natasha melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana kekejaman kakaknya.
Hukuman cambuk lebih baik dari pada berendam di dalam drum berisi anak ular, batin Natasha bergidik ngeri.
Natasha kembali melajukan mobilnya menuju markas Black Shadow yang berada di California untuk menerima hukumannya.
~ Mansion Utama Wesly ~
Setelah makan malam bersama kedua orang tuanya Vincent memilih menonton bioskop di ruang teater di lantai 3.
Brak...............
Vincent menatap ke arah pintu yang dibuka dengan kasar dan ternyata itu adalah kakaknya yang datang dengan wajah dingin dan datar.
...π π π π π...
"Brother" ucap Vincent heran melihat kakaknya masuk ke ruang teater.
Brak..........
Xander melempar iPad tepat di atas meja membuat Vincent menatap kakaknya dengan kening berkerut. Tatapan mata Xander seolah memberitahunya untuk melihat apa yang ada di dalam iPad tersebut.
Segera ia mengambil iPad tadi dan menonton video berdurasi 30 detik disana.
Deg..............
"Ini" ucap Vincent dengan mata melotot karena kaget.
"Congratulation" (selamat) ucap Xander dengan suara dingin.
"Apa maksudnya ini brother?" tanya Vincent dengan bingung.
"Gunakan otakmu Vin" ketus Xander dengan tatapan tajam.
Xander segera keluar meninggalkan adiknya yang kebingungan, Vincent terus menonton video tersebut yang isinya Natasha sedang di cambuk.
"Ini tidak mungkin" ucap Vincent setelah mengetahui maksud video tersebut.
Deg.......deg.......deg...........
Jantungnya berdetak dengan cepat saat menebak jika cambukan yang diterima oleh Natasha itu semua karena dia.
Tapi ia masih bingung kenapa harus disangkutpautkan dengannya. Padahal tadi ia tidak berhasil membawa Natasha pergi bersamanya.
__ADS_1
"Brother pasti tahu alasannya" ucap Vincent berlari keluar mencari sang kakak.
Tok........tok........tok..........
Ceklek.......
Xander membuka pintu kamarnya dan melihat adiknya berdiri di depannya. Vincent ingin berbicara tapi ia urungkan saat melihat kakaknya sedang menelpon.
^^^"Buang mereka semua ke Sandra"^^^
"......."
^^^"Lacak terus orang yang menyewa pembunuh bayaran tadi"^^^
"......"
Xander membuang hpnya ke atas sofa dan menekan remot membuat dinding televisi berputar ke dalam.
Wow............
Vincent tercengang melihat dinding TV tadi yang berganti menjadi rak koleksi minuman Xander. Matanya berbinar melihat jejeran minuman berkelas dan mahal di depannya.
"Brother apa aku boleh mencicipi salah satu" pinta Vincent dengan penuh harap.
"Heemmmm" deham Xander sambil menuangkan segelas anggur langka yang sudah berumur 400 tahun kepada Vincent.
"Ini sangat enak brother" pekik Vincent saat menyesapnya.
Xander tak mengatakan apa-apa dan berlalu menuju sofa. Vincent berdecak kagum melihat pesona sang kakak yang memang tidak bisa dikalahkan, saat duduk saja pesona dan aura dari Xander membuat siapa saja akan terpesona.
"Katakan" ucap Xander membuyarkan pikiran Vincent.
"Aku ingin tahu alasannya brother?" tanya Vincent menunjukkan video tadi.
"Kamu sudah tahu kenapa Natasha di cambuk?" tanya balik Xander.
"Iya brother"
"Aku tidak tahu alasannya" Xander dengan santai menyesap anggurnya dan menatap dingin Vincent.
"Brother aku tahu kamu mengetahui alasannya"
"Kamu bisa bertanya langsung ke bocah iblis itu" ejek Xander.
Glek.............
Vincent menelan salivanya dengan susah mendengar siapa yang dimaksud oleh kakaknya. Melihat hal itu Xander tersenyum mengejek ke sang adik karena tahu adiknya tidak akan berani.
"You scared" (kamu takut) cibir Xander.
"No brother! Uhmm! I mean yes" ucap Vincent dengan bingung
Hehehehe..............
Xander terkekeh mendengar jawaban adiknya yang tak pasti. Ia sangat ingin memberitahu adiknya tentang kesalahpahaman mereka tapi ia ingin adiknya bertanggung jawab atas semuanya dan mencari tahunya sendiri.
Xander lalu mengambil hpnya dan menelpon seseorang tak lupa ia membuat panggilannya di loudspeaker.
"Hemmmmmm"
Vincent menatap kakaknya dengan mata melotot karena sangat mengenali pemilik suara itu.
^^^"Where are you?"^^^
Xander menutup mata mengontrol emosinya saat mendengar jawaban bocah malaikat berwujud iblis itu.
...π π π π π...
Vincent sendiri menelan salivanya berulang kali merasa aura di dalam kamar Xander sangat mengerikan.
^^^"MIKHAIL" desis Xander dengan penuh penekanan.^^^
"Ya" balas Mikhail dengan santai dari seberang.
^^^"Aku tahu kamu sudah mengetahui kejadian tadi pagi"^^^
"Heemmm"
^^^"Siapa dalangnya"^^^
"Kamu memang bodoh"
Hahh..........
Xander mendengus kasar mendengar sindiran Mikhail, seandainya mereka bertatap muka bisa dipastikan keduanya pasti sudah berkelahi.
^^^"Sepertinya akan lebih bagus jika Galaxi Company malam ini menganti cat dengan baru"^^^
"Hehehe! Silahkan dan detik itu juga Shine Company hilang dari muka bumi ini" balas Mikhail sambil terkekeh.
^^^"Said it" (katakan) ucap Xander dengan suara dingin.^^^
"Golden village"
^^^"Deal"^^^
Mata Vincent hampir ingin keluar dari tempatnya mendengar ucapan keduanya apa lagi ia tahu Golden Village adalah villa milik kakaknya yang sangat mewah di Swiss.
"2 jam aku tunggu akta atas namaku tertera disana"
^^^"Heemmm! Oh satu lagi"^^^
"Apa"
^^^"Kenapa kamu menghukum Natasha"^^^
"Hehehehe! Apa adikmu penasaran?" tanya Mikhail sambil terkekeh.
^^^"Heemmm"^^^
"Well satu luka di tubuh sweety akan aku balas ke orang yang membuatnya terluka"
^^^"Lalu kenapa Natasha yang dihukum"^^^
"Kamu bisa menjawabnya sendiri"
Klik..........
Xander melempar hpnya ke samping dengan kesal karena panggilannya dimatikan sepihak oleh King Damon itu.
"Brother"
__ADS_1
"Kamu dengar sendiri kan" dengus Xander dengan tajam.
"Tapi kenapa dia tidak membalasnya kepadaku"
"Karena Natasha yang mengantikan hukuman untukmu"
Duar..............
Tubuh Vincent menegang mendengar ucapan kakaknya barusan. Ia tak tahu harus berkata apa seakan otaknya blank seketika.
"Sebelum bertindak berpikirlah dulu" ucap Xander dengan suara tegas.
"Heemmmm"
Vincent segera keluar dari kamar Xander dengan pikiran berkelana. Entah kenapa rasa benci di hatinya kepada Natasha bercampur rasa rindu dan nyaman.
2 Jam kemudian
Sesuai kesepakatan tadi Xander sudah memberikan apa yang diinginkan oleh Mikhail dengan imbalan informasi mengenai pembunuh bayaran tadi.
"Berengsek" maki Xander saat melihat siapa orang yang menjadi dalang di balik penyerangan itu.
Xander tak habis pikir jika dalangnya adalah saudara tiri daddynya sendiri yaitu om Reynald anak haram nenek buyutnya.
~ Club Havana ~
Bunyi dentuman musik DJ terdengar dengan jelas disana bercampur aroma rokok dan minuman beralkohol.
Saat ini Rio tengah pusing memantau artisnya Victor yang sedang bergoyang di lantai dansa bersama 2 wanita.
Ya Tuhan Victor jika direktur tahu maka habislah kita, batin Rio.
Pasalnya mereka tadi menyelinap keluar dari hotel dan datang ke club Havana. Saat ini mereka sedang melakukan photo shot di Spanyol dan rencananya besok mereka akan terbang ke Italia untuk melakukan sesi photo shot yang terakhir.
"Baby goyanganmu sangat hot" bisik Victor sambil meremas b***ng sintal milik wanita yang bergoyang panas bersamanya.
"Gimana kalau kita ke ruangan diatas" bisik wanita tadi dengan sensual.
"Oke"
Victor menarik wanita tadi bersama temannya menuju lantai dua. Melihat hal tersebut Rio dengan cepat mengikuti ketiganya.
Cup............
Victor mel***t habis bibir wanita tadi dengan kasar, keduanya saling me*****t lidah saat baru masuk ke salah satu ruangan VIP.
Ahh........
Suara d****an wanita tadi saat Victor mer***s ke dua buah persiknya dengan kuat. Victor tak memperdulikan Rio yang melihatnya sambil menggelengkan kepala.
"Vic cukup kita harus pulang sekarang sebelum direktur tahu kita tidak ada" ucap Rio.
"Heeemmmm"
"Ayolah Vic bagaimana kalau nyonya besar tahu"
"Berisik" hardik Victor.
"Ckk!" decak Rio dengan kesal sambil menuangkan segelas tequila.
...π π π π π...
Sret..........
Rio hanya bisa mengumpat melihat kelakuan Victor yang merobek baju wanita yang berada di bawahnya dengan kasar.
Suara de****h terus bergema di dalam sana membuat Rio mengumpat kesal melihat bagian tengahnya yang terasa sesak.
"Temani dia" ucap Victor ke wanita yang barusan ia cumbui.
Rio kaget saat salah satu wanita tadi langsung duduk di pangkuannya dan mencium bibirnya dengan panas. Matanya melirik Victor yang tersenyum smirk seakan mengatakan untuk menikmatinya saja.
Tak ingin membuang kesempatan ia langsung ber***ta dengan wanita di pangkuannya itu. Tanpa keduanya sadari jika ada seseorang yang tengah mengambil foto Victor saat masuk ke dalam ruang VIP tadi.
Setelah selesai berc***a Victor menyuruh Rio untuk mengambil air mineral buatnya, Rio keluar bersama wanita tadi yang menemaninya karena ia harus pulang. Selang 10 menit Victor bergegas keluar mengikuti Rio setelah merapikan celananya.
"Kita pergi" ucap Victor saat berpapasan dengan Rio di depan pintu.
"Oke"
Keduanya segera pergi tanpa tahu jika wanita tadi yang menemani Victor baru saja ditembak di dalam sana. Paginya dunia maya digegerkan oleh berita penemuan mayat wanita di salah satu diskotik.
...Penemuan jasad wanita yang tertembak di salah satu ruang VIP club Havana, diduga pembunuhnya adalah salah satu artis penyanyi terkenal dan aktor ternama berinisial VRW...
Brak...........
Victor membanting iPad yang disodorkan oleh Rio barusan saat membaca headline news tadi. Matanya berkilat melihat foto wajahnya yang terpampang nyata saat masuk ke ruang VIP.
"Puas kamu Victor" teriak direktur Cole yang baru datang dengan wajah merah padam.
"Bukan aku yang membunuhnya!" bentak Victor.
"Lihat akibat perbuatanmu yang membangkan, saat ini dunia maya penuh dengan namamu Vic" hardik direktur Cole dengan emosi.
"Direktur apa yang dibilang Vic betul, semalam aku dan dia bersama wanita itu di ruang VIP sampai pulang" ucap Rio.
"Sejam lagi polisi akan datang Vic, mau tak mau kamu harus ikut untuk diselidiki" ucap Cole dengan tegas.
"Oke dan jangan lupa telpon semua pengacaraku"
"Rio kamu temani Victor jangan pernah biarkan dia sendiri" tunjuk direktur Cole.
"Baik direktur"
Victor mengumpat kesal melihat berita yang sudah tersebar di dunia maya. Tiba-tiba hpnya berbunyi panggilan masuk.
"Vic tuan besar" ucap Rio dengan gugup.
"Sial" umpat Victor dengan takut.
"VICTROR ROLANDO WESLY" teriak suara dingin menakutkan dari seberang.
Victor menjauhkan hpnya seketika saat mendengar teriakan itu. Bukan cuma Victor saja yang gugup tapi Rio dan direktur Cole juga ikut gugup mendengar teriakan itu.
^^^"D....ad....dy" ucap Victor dengan terbata-bata.^^^
"Daddy dan mommy menuju ke sana"
Glek...........
...π π π π π...
__ADS_1
To be continue............