
🍁Memang sangat menyakitkan tapi aku baik-baik saja, karena aku sudah terbiasa dengan rasa sakit itu🍁
.
.
.
.
Hp milik Xander berbunyi saat ia akan menjawab ucapan Devina barusan, ia lalu mengambil hpnya dan mengerutkan kening melihat nama Ares yang tertera di layar hpnya.
“Tuan muda pertama Wesly” ucap Devina dengan suara pelan merasa sangat risih dengan posisi mereka saat ini.
“Diam” ucap Xander dengan suara dingin dan tegas.
Glek……………
Devina menelan salivanya dengan susah mendengar suara Xander yang terasa sangat menakutkan membuat dia bergetar ketakutan.
Xander yang melihat Devina gemetar memeluknya semakin erat sehingga tubuh keduanya menempel tidak ada jarak apapun.
^^^“Halo” ucap Xander menjawab panggilan Ares.^^^
“Zelena berada di rumah sakit saat ini” ucap Ares to the point.
^^^“APA” pekik Xander dengan suara tinggi hingga membuat Devina terlonjak kaget di atas pangkuan Xander.^^^
Aduh kenapa udara disini terasa sangat dingin dan menyeramkan ya, batin Devina dengan wajah pucat saking takut.
^^^“Berengsek! Apa yang terjadi kepada princess dan kenapa princess bisa di rumah sakit bangsat!” bentak Xander dengan suara tinggi.^^^
“Zelena terjatuh dari tangga di parkiran kampus dan kepalanya terkena benda tajam hingga harus di jahit 18 jahitan dan kaki kirinya harus di gips selama 2 bulan karena patah” ucap Ares menjelaskan.
^^^“F**k! Apa kamu tidak bisa menjaga princess dengan baik berengsek?” tanya Xander dengan suara tinggi.^^^
“Kamu pikir bagaimana selama ini aku menjaga kekasihku berengsek. Saat ini aku sangat mencemaskan keadaannya lebih dari kamu sialan” maki Ares dengan emosi dari seberang.
^^^“Siapa yang sudah mengetahui hal ini?” tanya Xander dengan tatapan membunuh.^^^
“Aku baru saja memberitahu mommy tapi mommy sudah histeris sebelum aku menjelaskan keadaan Zelena saat ini” jawab Ares dengan suara dingin.
^^^“Apa ada cedera serius?” tanya Xander dengan cemas.^^^
“Zelena baik-bak saja tinggal menunggu pemulihan dan tidak ada cidera serius” jawab Ares dengan cepat.
^^^“Ah! Syukurlah” ucap Xander dengan lega.^^^
“Jangan khawatir tentang Zelena karena aku akan menjaganya seumur hidupku” ucap Ares dengan suara tegas.
^^^“Kami akan berangkat ke sana secepatnya”^^^
“Baik aku tunggu”
Phew……………….
Xander membuang napasnya dengan kasar mendengar keadaan adiknya yang terbaring di rumah sakit. Ia yakin jika adiknya pasti di celakai oleh seseorang dan jika ia tahu maka orang itu tidak akan pernah bernapas lagi di bumi ini.
“T….uan” panggil Devina dengan suara pelan.
Xander melihat Devina sambil mengelus pipinya dengan lembut membuat Devina semakin bingung dengan perlakuan Xander saat ini. Apa lagi ia sangat takut diberi hukuman karena sudah berani menampar Xander semalam.
__ADS_1
“Tuan maafkan saya atas perbuatan saya semalam karena sudah menampar anda” ucap Devina memberanikan diri untuk segera menyelesaikan permasalahan diantara mereka.
“Ah! Kamu mengingatkanku dengan tamparan semalam padahal aku hampir melupakan kejadian itu” ucap Xander sambil tersenyum smirk.
Sial! Seharusnya aku tidak membahas kejadian itu, batin Devina merutuk kebodohannya sendiri.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
“Karena kamu sudah membahasnya jadi bagaimana kalau kita tentukan hukuman untukmu” ucap Xander sambil tersenyum penuh arti.
“Ta…pi tuan muda pertama ini semua bukan karena kesalahan saya juga” ucap Devina dengan gugup.
“Hmmmm! Jadi karena kesalahan aku juga ya?” tanya Xander dengan santai.
“Iya tuan muda pertama Wesly. Ah! Maksud aku tidak tuan muda pertama” jawab Devina dengan gugup dan bingung.
Hehehehehe………………
Xander terkekeh mendengar jawab Devina yang plin-plan. Ia tahu jika pasti Devina sedang bingung mau menjawab apa pertanyaannya.
Jika ia jawab iya maka ia akan dihukum tapi jika ia jawab tidak tetap juga ia pasti akan dihukum oleh Xander. Wajah Devina sudah semakin pucat memikirkan nasibnya yang selalu tidak beruntung selama ini.
“Orang yang menampar aku biasanya aku akan membuat dia hilang dari muka bumi ini” bisik Xander.
Glek………………….
Devina menelan salivanya dengan susah dengan mata melotot kaget, melihat Xander mendengar ucapan tentang hukuman kepada orang yang berani menyentuh tuan muda pertama Wesly.
Ia hanya berharap jika memang ia akan mati hari ini ia hanya punya satu permintaan yaitu tolong jaga adik laki-lakinya yang baru berumur 15 tahun.
“Jadi apa kamu sudah siap dengan hukumanmu?” tanya Xander dengan suara dingin.
“Tuan apa boleh saya minta satu permintaan sebelum saya dihukum?” tanya balik Devina dengan memohon.
“Saya tahu hal itu tuan. Tapi hanya satu permintaan saya tuan, tolong jaga adik saya karena dia adalah keluarga saya satu-satunya tuan” pinta Devina dengan tatapan sendu.
Xander diam tak menjawab ucapan Devina membuat ia semakin panik dan cemas takut jika permintaannya tidak akan dikabulkan oleh Xander.
“Kamu bisa menjaga adikmu sendiri” ucap Xander dengan suara dingin.
“Tapi tuan bagaimana saya harus menjaga adik saya jika hari ini saya akan mati” balas Devina dengan lirih.
“Kamu tidak akan mati hari ini!”
“Maksud tuan?” tanya Devina dengan bingung.
“Karena hukumannya adalah kamu harus menjadi kekasihku” jawab Xander dengan santai.
“Oh kekasih tuan” balas Devina dengan perasaan lega.
1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
5 detik
“APA! KEKASIH TUAN?” tanya Devina dengan kaget baru mencerna maksud Xander.
__ADS_1
“Ya kamu dengar dengan jelas ucapanku! Hehehehe” jawab Xander sambil terkekeh.
“Tapi tuan muda pertama bagaimana mungkin orang seperti saya menjadi kekasih anda. Itu hal yang mustahil tuan muda pertama” ucap Devina dengan mata melotot.
“Mustahil?” tanya Xander sambil mengangkat alisnya sebelah.
“Iya benar tuan muda pertama. Coba anda pikirkan bagaimana tanggapan orang lain jika mendengar hal ini. Bagaimana bisa orang rendah dan kecil seperti saya bisa menjadi kekasih anda tuan muda pertama belum lagi status kita yang berbeda jauh” papar Devina menjelaskan.
“Jangan pedulikan ucapan orang lain. Aku tidak perduli dengan ucapan mereka dan aku tidak menerima penolakan atau bantahan” ucap Xander dengan suara tegas.
“Tapi tuan” ucap Devina yang langsung di potong Xander.
“Ingat adikmu. Lebih baik kamu menerima hukumannya atau kamu ingin hukuman yang lain seperti yang aku lakukan kepada musuhku semalam?” tanya Xander memotong ucapan Devina dengan cepat.
“Tidak tuan saya tidak ingin hukuman yang lain” ucap Devina dengan suara tegas.
“Pilihan yang tepat sweety” ucap Xander sambil tersenyum smirk.
Cup……………..
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Mata Devina melotot melihat Xander yang kembali mencium bibirnya dengan rakus tak memperdulikannya. Ingin marah tapi ia tidak berani melakukannya karena takut akan mendapat hukuman dari Xander lagi.
Xander lalu mengantar Devina pulang ke apartemennya tak lupa memberi tahu dia untuk tidak berbicara dengan laki-laki atau dekat dengan laki-laki lain jika tidak ia akan dihukum.
Devina hanya pasrah saja saat diantar pulang ke apartemennya dan saat Xander menyimpan nomor hpnya ke hp baru milk Devina, karena hpnya yang lama sudah dibuang oleh Xander dengan alasan matanya sakit melihat hp jadul milik Devina.
~ Mansion Utama Wesly ~
Xander datang ke mansion utama dengan helikopter miliknya karena ia harus memberitahu keluarganya mengenai keadaan Zelena saat ini.
“Brother” ucap Vincent yang berpapasan dengan Xander saat hendak turun ke lantai satu mengambil minum buat istrinya.
“Dimana daddy?” tanya Xander dengan suara dingin.
“Ada di kamar utama sedang menenangkan mommy brother” jawab Vincent.
Xander berlalu pergi tak membalas ucapan Vincent membuat ia semakin penasaran dan bergegas mengambil minum untuk istrinya lalu kembali naik ke lantai dua menuju kamar orang tua mereka.
Ceklek…………..
“Son. Brother” ucap Xavier dan Victor dengan serentak saat pintu dibuka dengan keras dari luar.
“Mommy” ucap Xander dengan cemas melihat mommynya yang sedang menangis.
“Son…………hiks hiks hiks” ucap Chloe sambil menangis dan bangun menghampiri putranya.
“Mommy tenang ya semua baik-baik saja” ucap Xander sambil memeluk mommynya dengan erat.
“Princess…………hiks hiks………mommy takut nak…….hiks hiks hiks” lirih Chloe sambil menangis histeris.
“Ada apa sebenarnya ini? Apa kamu bisa jelaskan ke daddy Xander?” tanya Xavier dengan tatapan tajam.
“Princess saat ini terbaring di rumah sakit daddy” jawab Xander dengan cepat.
“APA” pekik Xavier, Victor, dan Natasha dengan kaget.
Prang…………………….
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
__ADS_1
To be continue………………………