
πJangan tertipu dengan wajah seseorang karena tanpa kamu tahu orang itu tersenyum saat melihatmu tapi sebenarnya ia sangat membenci kamuπ
.
.
.
.
Tak beberapa lama dokter keluar dari ruang UGD membuat Leon semakin merasa tak tenang takut orang yang ia tabrak mengalami cedera parah.
"Bagaimana keadaannya dok?" tanya David mewakili adiknya saat ia melihat Leon berdiri dengan tubuh gemetaran.
"Pasien mengalami patah di kaki kirinya dan tidak ada cedera dalam tuan. Pasien hanya mengalami luka luar saja di bagian kening dan lengan" ucap dokter Sam menjelaskan.
"Berapa lama kakinya bisa sembuh dok?" tanya David.
"Sekitar 2 bulan tuan"
"Heemmmm"
Tak lama dokter Sam pamit pergi meninggalkan keduanya yang mengikuti brankar orang yang Leon tabrak ke ruang rawat di lantai 3.
Bukannya dia yang kerja di apartemenku waktu itu, batin David saat melihat wajah yang ia kenali.
Ya ternyata orang yang ditabrak Leon adalah Violet adik tiri mereka sendiri, yang waktu itu membersihkan apartemen David untuk menganti biaya jas yang Violet yang kotor waktu itu.
"Kakak akan berangkat ke Korea sejam lagi" ucap David setelah mereka tiba di kamar rawat Violet.
"Buat apa ka?" tanya Leon dengan cepat.
"Ada masalah di perusahaan cabang Korea" jawab David dengan singkat.
"Oh"
"Setelah dia diperbolehkan keluar kamu bawa dia ke mansion biar ada yang menjaganya disana"
"Memangnya daddy bolehin ka?" tanya Leon dengan cepat karena ia tahu daddy mereka tidak suka orang baru tinggal di mansion mereka.
"Kamu harus bertanggung jawab sampai dia sembuh dan nanti tempatkan dia di paviliun. Saat ini kita semua harus waspada karena keadaan belum aman" jawab David dengan tatapan tajam.
"Apa ini berhubungan dengan orang yang mencelakai daddy ka?" tanya Leon dengan cepat.
"Heemmm"
"Jangan bilang kakak ke Korea karena dia juga" tebak Leon.
"Kamu tahu jawabannya" ucap David dengan suara dingin.
"Berapa lama kakak disana"
"Sampai masalah disana beres. Selama aku pergi kamu yang jaga daddy"
"Baik ka"
"Sebentar Luki akan mengirim pengawal tambahan buat kamu"
"Apa! Ayolah ka pengawal aku sudah banyak masa harus ditambah lagi" protes Leon.
"Jangan membantah Leon! Terima saja atau kamu diam saja di mansion!" bentak David dengan suara dingin.
"Baik ka" ucap Leon tak membantah lagi.
David segera pergi untuk bertemu kekasihnya dulu sebelum ia berangkat ke Korea satu jam lagi.
Ceklek............
Lili kaget melihat kedatangan kekasihnya yang tak mengabarinya dulu. David masuk ke dalam ruang kerja Lili dengan wajah datar dan langsung menuju ke arah Lili yang baru saja bangun dari kursi kerjanya.
"Ka David" ucap Lili.
Cup................
David mencium bibir Lili dengan cepat membuat Lili kaget tak menyangka akan dicium oleh kekasihnya. Ciuman David semakin lama semakin kasar membuat Lili kesusahan untuk membalasnya.
Eemmmpp............
Lili bergumam sambil mendorong David merasa tak ada lagi pasokan udara sehingga ia kesusahan untuk bernapas.
Hosh............hosh..........hosh............
Lili meraup oksigen sebanyak mungkin sambil menaruh kedua tangannya di dada David. Melihat hal itu David mengangkat dagu Lili dan kembali menciumnya.
...π π π π π...
__ADS_1
"Apa kamu mau buat aku mati kehabisan napas" ketus Lili dengan mata melotot.
"Itu tidak mungkin sayang" balas David sambil terkekeh.
"Ckk!!" decak Lili dengan kesal.
David membawa Lili ke sofa dan duduk disana tapi sebelum itu ia mengunci pintu agar tak ada yang menganggu mereka.
"Aku duduk di samping aja ka David" ucap Lili merasa sungkan dengan posisi mereka sekarang.
"Biarkan sepeti ini sayang" bisik David sambil memangku Lili dan menaruh kepalanya di dada Lili.
Jantung Lili berdetak dengan cepat merasa malu dengan posisi mereka yang sangat intim. Apa lagi David menaruh wajahnya di dada Lili karena ia merasa sangat nyaman.
"Ka David" panggil Lili sambil menahan napas.
"Heemmm"
David bergumam sambil melihat kekasihnya dari bawah dan entah kenapa ia menelan salivanya dengan susah melihat wajah Lili yang merah padam di atasnya.
"Fu*k" umpat David merasa gairahnya terbangun.
"Ka David" pekik Lili dengan kaget merasa ada yang bergerak di bawah bokongnya.
Ia tahu apa yang David rasakan saat ini karena ia pernah mempelajari hal tersebut saat kuliah. Sebelum Lili turun dari pangkuan David dengan cepat David mencium bibirnya dengan kasar dan menuntut.
Ah............
Lili mendesah saat lehernya di gigit David hingga meninggalkan bekas keunguan disana. David seperti singa lapar membuat begitu banyak tanda di leher Lili.
Arrgghhh..........
Teriak Lili dengan tiba-tiba menyadarkan David yang mengigit pundaknya hingga berdarah. David melepas gigitannya dan menutup mata mengontrol traumanya yang sedari dulu ia derita jika melakukan hubungan badan.
"Maaf" lirih David dengan tulus.
"Sakit ka..........hiks hiks hiks" ucap Lili sambil menangis merasa pundaknya sangat sakit.
Tak berkata apa-apa David menurunkan Lili dan mengambil kotak P3K yang ada di dalam lemari kaca di samping meja kerja Lili.
Dengan telaten ia membersihkan dan mengobati luka gigitannya di pundak Lili. Lili diam saja tak protes atau mengeluh saat David mengobati luka yang ia sebabkan.
"Aku akan ke Korea sebentar lagi" ucap David sambil menaruh kembai kotak P3K.
"Heemmm" deham David sambil mengangguk kepalanya.
"Berapa lama ka David disana?" tanya Lili lagi.
"I don't know. Aku akan pulang setelah membereskan semua masalah disana" (aku tidak tahu) jawab David dengan suara dingin.
Lili menatap David dengan mata berkaca-kaca entah kenapa ia tidak ingin berjauhan dari kekasihnya tapi ia tahu kalau David pergi untuk bekerja.
"Mulai sekarang kamu dilarang mengikuti semua kerja relawan"
"Tapi ka"
"Situasi saat ini belum aman sayang. Aku mohon jangan membantah sayang" potong David dengan cepat.
"Apa aku punya hak untuk memilih ka?" tanya Lili dengan wajah cemberut.
"Sayangnya tidak" ucap David sambil terkekeh.
"Pulang ke mansion jangan menginap di apartemen sampai aku pulang sayang" tambahnya lagi.
"Baik ka" ucap Lili dengan patuh.
"Gadis pintar" puji David sambil memeluk kekasihnya dengan erat sebelum ia pergi.
~ Mansion Light ~
Hahahahaha.................
Tawa Light pecah di ruang kerjanya melihat informasi yang dibawa oleh Ray karena ulahnya. Ia sangat puas membalas keluarga Parker lewat kehancuran keluarga Wesly dan ia yakin saat ini tuan muda pertama Wesly sedang mengamuk.
"Kerja bagus Ray" puji Light dengan senang.
"Terima kasih tuan"
"Siapkan semuanya untuk malam dan jangan sampai ada kesalahan" ucap Light sambil tersenyum menyeringai.
"Baik tuan"
...π π π π π...
Light tersenyum menyeringai sudah tak sabar menunggu malam untuk menjalankan rencana mereka selanjutnya dan ia sendiri yang akan turun tangan langsung mengawasi.
__ADS_1
Ceklek............
Pintu ruang kerja Light terbuka dam masuklah Dev Clayton bersama Lina. Dev menatap Light dengan senyum bahagia merasa sangat senang sudah memberi pelajaran kepada keluarga Wesly.
"Daddy bangga dengan kerjamu son" puji Dev.
"Itu baru permulaan daddy"
"No problem yang penting hasilnya sangat memuaskan son" ucap Dev sambil tertawa puas.
"Heemmm"
"Ka jadi tugas aku disini apa dong?" tanya Lina dengan cepat.
"Kamu tunggu saja tanggal mainnya nanti" balas Light.
"Oke ka"
Lina dan Ray lalu keluar meninggalkan Dev dah Light didalam sana. Melihat kepergian Lina dengan cepat Dev menatap anak angkatnya dengan tajam.
"Daddy harap kamu tidak memberi tugas gila untuk adikmu" ucap Dev memperingati Light.
"Tenang saja daddy tugasnya tidak berbahaya sama sekali. Hanya perlu untuk beradaptasi nanti" ucap Light sambil terkekeh.
"Daddy pegang ucapanmu"
"Heemmmm"
"Apa kamu yakin malam nanti kamu akan ikut ke sana?" tanya Dev sambil menuangkan tequila ke dalam gelas.
"Heemm" deham Light sambil mengangguk kepalanya.
"Bagaimana jika mereka mengetahui siapa kamu?" tanya Dev lagi.
"Itu lebih bagus jika mereka tahu siapa aku daddy" jawab Light dengan santai.
"Apa kamu yakin?" tanya Dev dengan tatapan menyelidik.
"Suatu saat mereka juga akan tahu wajah asliku daddy. Jadi lebih baik mereka mengetahuinya sekarang dari pada nanti"
"Terserah kamu saja tapi daddy mohon jaga keselamatan kamu"
"Pasti daddy"
"Oh daddy lupa jika ada orang yang ingin bekerja sama dengan kita menghancurkan keluarga Wesly"
"Siapa?" tanya Light.
"Keluarga tiri Xavier Wesly" jawab Dev sambil tersenyum smirk.
"Terima saja daddy karena kita butuh pion untuk rencana kita nanti"
"Baiklah! Berarti malam nanti kita ketemu dengan mereka.
"Utus saja orang kepercayaan daddy. Orang licik seperti mereka harus dilayani dengan cara licik juga! Hehehehe" ucap Light sambil terkekeh.
"Oke"
~ Heaven Club ~
Tak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan saat ini Light sedang bersama dengan Ray berada di salah satu club terkenal di California milik Xander.
Bunyi dentuman musik DJ terdengar memikikkan telinga mengundang semua pengunjung untuk menikmati malam ini.
Light dan Ray duduk di paling pojok sambil menyesap minuman keras yang mereka pesan tadi. Light duduk sambil ditemani 2 wanita penghibur sekaligus melihat sekelilingnya.
Selang 5 menit Light mengangguk kepalanya ke Ray untuk memulai rencana mereka. Ray dengan cepat berlalu pergi menuju arah belakang diikuti beberapa anak buah mereka yang menyamar menjadi pengunjung.
"Lakukan tugas kalian dengan cepat" ucap Ray saat berada tepat di depan toilet.
"Baik bos" ucap anak buah Ray dengan serentak.
Selang 30 menit akhirnya Ray kembali ke tempat Light lalu mengangguk kepala tanda dia sudah menyelesaikan tugasnya.
"Kita pergi" ajak Light dengan suara dingin.
"Baik tuan" ucap Ray mengikuti Light dari belakang.
Keduanya bergegas pergi dari club tersebut dan berhenti di persimpangan jalan. Tak lama bunyi mobil polisi terdengar bersahutan disana menuju club Heaven.
"Semoga kamu suka dengan hadiah ku ya tuan muda pertama" ucap Light sambil terkekeh.
...π π π π π...
To be continue..............
__ADS_1