Heartless 2

Heartless 2
Chapter 110


__ADS_3

🍁Sukses hari ini tidak berarti besok akan sukses lagi, gagal hari ini bukan berarti besok akan gagal lagi, jadi teruslah belajar dan berjuang🍁


.


.


.


.


Mikhail terkekeh membaca isi pikiran kekasihnya yang mengatai dirinya bodoh dan memang kenyataannya kekasihnya itu sangat bodoh dalam hal percintaan.


"Khail" panggil Clarisa sambil menatapnya dengan tatapan sendu.


"Jangan pernah menunjukkan wajahmu seperti ini ke laki-laki lain baby" ucap Mikhail sambil mengusap wajah Clarisa dengan lembut.


"Kenapa?" tanya Clarisa dengan wajah polos.


"Cause you are mine" (karena kamu itu milikku)


Eeehhhh...............


Clarisa mengerutkan keningnya tak paham dengan maksud Mikhail tapi ia mengangguk kepalanya untuk menuruti perintah Mikhail karena ia tahu Mikhail tak suka di bantah dan sangat keras kepala.


"Khail sudah berapa lama aku disini?" tanya Clarisa yang baru mengingat jika ia sudah tak memberi kabar ke Riana dan atasannya.


"Seharian full baby"


"APA! Dimana hp aku Khail?" tanya Clarisa dengan panik.


"Buat apa?" tanya Mikhail dengan mata memicing.


"Rinso dan pak Kurus pasti panik mencariku Khail"


"Ckk!! Tidak usah mikir mereka aku sudah menyuruh Teivel memberitahu mereka" ketus Mikhail dengan sinis.


"Jangan marah Khail. Biar bagaimana pun aku datang bareng mereka dan sebagai perwakilan perusahaan" ucap Clarisa sambil mengelus rahang MIkhail dengan lembut.


"Khail" panggil Clarisa.


"Heemmm"


"I miss you" ( aku kangen kamu)


Deg...........


Jantung Mikhail berdetak dengan cepat mendengar ucapan Clarisa barusan dan rasanya seperti ada kupu-kupu yang beterbangan di perutnya.


Cup.........


Mikhail membalas ucapan Clarisa dengan ciuman mesra yang sangat lembut membuat Clarisa terhanyut dalam ciuman tersebut.


Setelah beberapa saat entah sejak kapan keduanya sudah berada di ranjang dengan pakaian bagian atas Clarisa yang sudah tak ada lagi menyisahkan ********** saja.


"I miss you too baby" balas Mikhail setelah mencium leher Clarisa hingga berbekas.


Clarisa tersenyum sangat manis menatap Mikhail dengan tatapan penuh cinta begitu pula dengan Mikhail yang juga sedang menatapnya dengan penuh cinta.


Keesokkan harinya Mikhail terbangun lebih dulu karena hpnya berbunyi dengan kencang sedari tadi dan saat melihat nama Teivel tertera disana dan ia yakin pasti ada sesuatu yang sedang terjadi.


^^^"Heemmm"^^^


"Maaf menganggu tidurmu King"


^^^"Katakan" ucap Mikhail to the point sambil membenarkan selimut milik Clarisa sebelum turun dari ranjang.^^^


"Nona Natasha berhasil di bawa oleh anak buah Light dari penculiknya King"


^^^"Suruh mereka mengikuti sweety dari jauh dan jangan sampai kehilangan jejak"^^^


"Baik King"

__ADS_1


^^^"Beritahu hal ini ke sibodoh itu sebelum adiknya berangkat ke Korea" titah Mikhail dengan suara dingin.^^^


Mikhail mematikan panggilannya sepihak tak menunggu balasan Teivel dari seberang sana. Ia melihat ke ranjang dimana Clarisa sedang tertidur sangat pulas disana membuat hatinya bergerumuh melihat pemandangan yang sudah ia impikan selama ini.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


~ Mansion Xander ~


Baru saja Vincent akan naik ke dalam jet pribadinya yang sudah stand by di landasan pribadi sang kakak, tiba-tiba mereka di kagetkan dengan teriakan Luki yang berteriak kencang dari arah depan mansion.


Hosh...........hosh................hosh...........


Napas Luki tersengal-sengal saat tiba di depan mereka karena jarak dari depan mansion ke landasan jet sangat jauh apa lagi ia sampai lupa jika ada golf car yang bisa mengantarnya dengan cepat ke sana tanpa harus berlari.


"Ada apa?" tanya David.


"Tuan muda kedua jangan pergi ke sana" ucap Luki dengan cepat setelah mengatur pernapasannya.


"Kenapa?" tanya Xander dengan kening berkerut.


"Kamu jangan bilang kalau kamu salah lacak keberadaan istriku sialan" hardik Vincent dengan tatapan berkilat tajam.


"Tidak tuan muda kedua. Tapi barusan asisten presdir King menelpon jika lokasi nyonya muda kedua berubah dan sedang dalam perjalanan kesini karena anak buah orang itu menculik nyonya muda dari penculik di Korea" papar Luki menjelaskan apa yang Teivel katakan tadi.


"Bagaimana bisa orang itu tahu keberadaan istriku?" tanya Vincent dengan cepat.


"Dia juga jago hacking seperti saya tuan muda kedua" jawab Luki sambil menatap Vincent.


"F**k" umpat Vincent dengan emosi.


"David persiapkan anak buah kita dan lacak dimana mereka akan mendarat nanti" titah Xander dengan suara tegas.


"Baik bos" ucap David dengan patuh.


"Vincent kamu yang akan menjemput istrimu sendiri setelah kita dapat lokasi pendaratan mereka"


"Itu sudah pasti brother" balas Vincent dengan suara tegas.


"Buktikan dirimu ke raja setan itu kalau kamu itu pantas dan layak menjadi suami Natasha dan akan melindunginya dengan nyawamu sendiri" tegas Xander.


Keempatnya lalu kembali masuk ke dalam mansion karena Vincent tak jadi berangkat ke Korea, mereka lalu berkutat dengan pekerjaan mereka masing-masing didalam ruang kerja Xander untuk menyelamatkan Natasha.


Tunggu aku honey karena sebentar lagi aku akan menyelamatkanmu, batin Vincent sambil mencium cincin pernikahan mereka di jari manisnya.


~ Nine Universal ~


Suasana terasa sangat ramai di Nine Universal salah satu stasiun televisi terbesar di California, yang memiliki stadion yang sangat besar yang bisa menampung hingga 10.000 orang untuk acara-acara event atau acara penghargaan yang diadakan oleh stasiun tersebut.


"Kapan acaranya mulai?" tanya Victor dengan kesal karena belum mulai juga acaranya.


"5 Menit lagi Vic tapi kamu akan tampil setelah 30 menit nanti" ucap Rio.


"Cih! Kenapa pak tua itu harus terima kontrak ini sih" ketus Victor dengan nada tinggi.


"Vic perhatikan ucapanmu" ucap Rio melotot tajam memperingatinya.


Bagaimana tidak saat ini mereka sedang berada di ruang tunggu bersama beberapa artis yang akan tampil sesaat lagi.


Sebenarnya Victor sudah di beri ruangan khusus untuk menunggu tapi ia yang tidak bisa tenang sedari tadi terus berjalan dari ruangan satu ke ruangan lain membuat Rio terus mengumpat kesal.


Dan disinilah mereka berada di ruang tunggu sebelumΒ perform sambil menatap begitu banyak artis yang akan tampil dalam acara kali ini.


Prang............


"Dasar bodoh!! Kamu itu niat tidak sih buat kerja!" bentak salah satu pernyanyi pendatang baru yang sedang hits saat ini.


"Siapa nenek sihir itu?" tanya Victor sambil menunjuk penyanyi tadi dengan dagunya.


"Dia Leona penyanyi pendatang baru yang sedang hits Vic. Kenapa? Kamu mau kenalan dengannya?" tanya Rio beruntun.


"Tidak sudi aku berkenalan dengan nenek sihir seperti itu" ketus Victor dengan tatapan sinis.

__ADS_1


"Kasian MUA itu ya Vic" lirih Rio merasa kasihan melhat MUA yang sedang di maki-maki oleh Leona.


"Kalau mau bantu ya bantu aja" ucap Victor sambil menatap Rio mengangguk kepalanya.


"Oke Vic" ucap Rio dengan semangat mengerti maksud Victor.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


Dengan semangat Rio menghampiri keduanya yang sedang menjadi pusat perhatian semua orang disana. Sampainya disana Rio bisa dengan jelas melihat MUA yang dimaki-maki Leona sedang mengigit bibirnya menahan tangis yang akan jatuh.


"Cukup" hardik Rio dengan suara menggelegar membuat semua mata seketika tertuju kepadanya.


"Siapa kamu?" tanya Leona dengan ketus.


"Tidak perduli siapa aku tapi aku cuma mau bilang apa kamu itu manusia yang tidak punya hati?" tanya Rio dengan tatapan tajam.


"Apa maksudmu?" tanya Leona dengan bingung.


"Dari yang aku lihat MUA kamu tidak melakukan kesalahan fatal tapi kenapa kamu memarahinya seperti itu. Dia itu juga manusia sama seperti kamu bukan binatang peliharaan kamu!" bentak Rio dengan emosi.


"Tutut mulut sialanmu itu berengsek! Ini urusan aku dengan pekerja aku bukan dengan kamu!" bentak Leona sambil menunjuk Rio.


"Pekerja! Tapi kenapa kamu memperlakukan pekerja kamu layaknya binatang" ejek Rio.


"Berengsek. Jangan ikut campur kamu manusia rendahan" hardik Leona.


Plak..............


Semua orang dibuat tercengang melihat aksi Rio yang barusan menampar Leona karena menyebutnya manusia rendahan. Dia pikir dia itu Tuhan apa makanya bisa menyebut orang dengan kata-kata kasar seperti itu.


"Kamu nampar aku?" tanya Leona dengan mata melotot kaget.


"Ya karena kamu perlu diajar. Apa kamu mau lagi?" tanya Rio sambil tersenyum mengejek.


"Awas kamu sialan. Aku akan membalasmu berengsek!" teriak leona sambil berlalu pergi karena sudah sangat malu menjadi pusat perhatian disana.


"Ckk!! Sombong" ketus Rio.


"Terima kasih" ucap MUA tadi sambil menunduk.


"Kita memang orang miskin tapi jangan mau di hina seperti itu karena kita ini juga manusia sama seperti mereka" ucap Rio sambil berlalu pergi.


Gadis itu tersenyum dengan tulus menatap kepergian penolongnya yang sudah membela dia didepan umum saat dimarahi oleh Leona barusan meski ia tahu kalau selepas pulang dari sini dia akan dipecat.


Sedangkan Victor yang sedari tadi melihat pertunjukan yang dibuat oleh manajernya itu tersenyum sangat puas karena didikannya selama aini ternyata tidak sia-sia.


Kamu itu memang pantas jadi orangku karena memiliki tuan yang sangat perhatian seperti aku, batin Victor sambil memuji dirinya sendiri.


Rio mengerutkan keningnya melihat Victor yang sedang menatap ke depan seperti melamun sambil senyum-senyum tak jelas.


Apa Victor masih waras, batin Rio dengan panik.


"Vic kamu masih sehatkan?" tanya Rio memberanikan diri.


"Apa maksudmu? Kamu mau nuduh aku gila sialan" hardik Victor dengan suara tinggi.


"Ya lagian kamu senyum-senyum sendiri kayak orang stress gitu" balas Rio tak mau disalahkan.


Brugh...........aw...........


Rio berdecak kesal sambil memegang kepalanya yang berdenyut sakit akibat lemparan sepatu Victor barusan yang mengenai kepalanya karena tak sempat menghindar tadi.


"Vic kamu keterlaluan. Kalau kepala aku bocor bagaimana?" tanya Rio dengan kesal.


"Ya tinggal ke rumah sakit" jawab Victor dengan santai.


"Ckk!!" decak Rio dengan kesal sambil menatap Victor dengan emosi.


Di pinggiran kota yang dimana di tengah-tengah hutan ada bangunan tua yang di kelilingi tembok tinggi dan juga aliran listrik berkekuatan tinggi. Didalam bangunan tersebut tepatnya di paling belakang seorang perempuan baru saja siuman dari pingsannya.


"Dimana aku?" tanya perempuan itu.

__ADS_1


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue.............


__ADS_2