
🍁Tutuplah matamu dan tarik napas yang dalam saat kamu dihadapkan dengan dua pilihan yang sangat sulit. Pikirkanlah nama kedua orang tuamu yang selalu mendoakanmu karena apa yang akan kamu pilih adalah yang terbaik buat kamu seperti doa kedua orang tuamu🍁
.
.
.
.
Ares kaget bukan main saat tiba di mansion kekasihnya dan melihat sendiri bagaimana kejamnya seorang Xander Leonart Wesly yang tidak pandang status saat sudah sangat emosi.
“Ckk!! Ada pengganggu rupanya” decih Xander dengan sinis sambil menatap Ares.
Glek………………..
Ares menelan salivanya dengan susah merasakan aura yang sangat mengintimidasi apa lagi dengan aura membunuh yang sangat kuat didalam sana.
Apa ini sisi lain pewaris Wesly yang sebenarnya, batin Ares bergidik ngeri merasakan aura tersebut.
“Querido…………hiks hiks hiks………….pergi!” lirih Zelena sambil menangis histeris.
“No mi amor. Aku tidak akan pergi” tegas Ares sambil menggelengkan kepalanya menjawab kekasihnya yang menangis di lantai 2 akibat tamparan Xander barusan yang sangat kuat.
Tangannya mengepal melihat darah di sudut bibir Zelena. Mata hitam tajam Ares menatap Xander dengan tajam membuat aura di sekitar mereka semakin terasa sangat mencekam.
“Aku tidak perduli jika kamu itu kakak kekasihku. Karena aku tidak akan pernah menerima jika ada luka sekecil apapun di tubuh kekasihku!” bentak Ares sambil berjalan menghampiri Xander dan lainnya di lantai dua.
“Really? Buktikan” (benarkah?) ejek Xander dengan sinis.
Bugh…………bugh.....…bugh…………bugh……....
Ares memukul Xander dengan brutal tapi berhasil di tepis oleh Xander, Zelena yang berteriak meminta mereka untuk berhenti tidak di pedulikan sama sekali.
Bugh…………bugh………..bugh……….bugh……………
Prang………..prang……………..prang……………
Bunyi pukulan dan benda pecah bersahutan di atas sana membuat keadaan di lantai dua seperti baru habis diterpa oleh badai. Xander yang kekuatannya di atas Ares terus memukul dan menendang Ares tanpa ampun.
Prang…………………
“QUERIDO” teriak Zelena bergema saat Ares di tendang hingga membentur lemari kaca di belakangnya sampai pecah.
“Brother……………hiks hiks hiks……………aku mohon berhenti………………hiks hiks hiks………….aku mohon jangan pukul querido dan brother Vic lagi brother………..hiks hiks” pinta Zelena sambil memeluk kedua kaki Xander dengan histeris.
“Lepas” ucap Xander dengan suara dingin.
“Tidak brother…………..hiks hiks hiks hiks…………….pukul saja aku tapi jangan mereka brother…………hiks hiks hiks” lirih Zelena dengan memohon.
“Princess” lirih Victor yang ikut menangis mendengar ucapan adiknya.
“Mi amor no” (cintaku jangan) ucap Ares sambil menggelengkan kepalanya.
“LEPAS AKU BILANG” teriak Xander dengan suara menggelegar.
“Bos cukup mereka adik-adikmu” pinta David yang tak sanggup melihat Xander memukul adik-adiknya seperti seorang musuh.
Bugh………..bugh...........…brugh…………….
David terjatuh di lantai karena dua pukulan kuat dari Xander tepat di pipi dan ulu hatinya membuat dia meringis sakit sambil memegang perutnya.
“Hiks hiks hiks hiks……………….aku mohon jangan pukul mereka lagi brother…………..hiks hiks” lirih Zelena sambil menangis.
“Lepas princess! Lepas kaki aku sebelum aku menendang kamu!” bentak Xander dengan suara tinggi.
“XANDER LEONART WESLY” bentak suara tegas dengan penuh wibawa menggelegar dari lantai satu.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
Xander menatap daddynya dengan tatapan tajam dan membunuh yang dibalas tak kalah tajam oleh Xavier yang baru saja datang setelah melihat putra sulungnya sudah mulai kehilangan kendali.
“Princess lepaskan kaki kakakmu. Pak Max suruh pelayan untuk membawa mereka bertiga ke ruangan kesehatan dan panggil Kevin untuk datang merawat mereka” titah Xavier dengan suara tegas.
__ADS_1
“Baik tuan” jawab pak Max dengan sopan.
“DADDY” hardik Xander dengan sura tinggi tak suka dengan ucapan daddynya barusan.
“Tenangkan dirimu son! Jangan buat daddy menghajarmu saat ini juga!” bentak Xander dengan suara tak kalah tinggi.
Phew………………….
Xander membuang napasnya dengan kasar sambil menutup matanya menormalkan emosi didalam tubuhnya sesuai ucapan daddynya barusan.
Hanya daddynya yang bisa meredam amarah dalam dirinya saat ia kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Seakan ada monster kejam yang siap keluar dari dalam tubuhnya untuk memangsa semua musuhnya hingga habis tak tersisa.
“Ikut daddy” titah Xavier dengan suara tegas sambil berlalu pergi.
Tak mengatakan apa-apa Xander lalu melangkah mengikuti daddynya yang berjalan menuju ke arah paviliun belakang.
Pak Max sendiri yang melihat hal tersebut segera menyuruh pengawal untuk mengikuti keduanya dan jagan sampai pelayan berkeliaran disana.
Semoga nyonya cepat datang, batin pak Max penuh harap karena tahu apa yang akan mereka lakukan didalam sana.
~ Wesly Hospital ~
Deg…………..
Jantung Chloe berdetak dengan cepat merasa ada sesuatu yang sedang terjadi saat ini tapi entah apa itu. Pikirannya seketika memikirkan suami dan anak-anaknya di mansion.
“Loe kenapa?” tanya Valeria mengagetkan Chloe dari lamunannya.
“Perasaan gue ngak tenang. Entah kenapa gue terus mikirin suami dan anak-anak gue di mansion” ucap Chloe dengan cemas.
Deg………..deg…….......deg……..….
Jantung Thomas berdetak dengan cepat mendengar apa yang dibilang Chloe barusan karena ia sedang memakai bluetooth penerjemah otomatis.
Valeria melihat sauminya dengan tatapan tajam seakan berkata kalau suaminya sedang menyembunyikan sesuatu dari mereka.
“Honey” panggil Valeria dengan suara dingin.
“Really?” (benarkah) tanya Valeria sambil tersenyum menyeringai.
Thomas membuang muka ke samping tak ingin melihat tatapan mata istrinya yang sangat menakutkan dan ia yakin jika terus menatapnya ia tidak akan pernah bisa membohongi istrinya.
“Mommy jangan menatap daddy seperti itu” ucap Natasha yang baru keluar dari kamar rawat sang suami menemui mereka di ruangan seberang yang dipakai bersantai.
“Kamu urus saja suamimu sayang jangan ikut campur” tegas Valeria sambil menatap putrinya dengan tajam.
Natasha tak berkata apa-apa dan kembali masuk ke dalam kamar rawat suaminya membuat Thomas menatap putrinya dengan sendu karena tak ada yang bisa menolongnya saat ini.
Coba saja ada raja setan itu, batin Thomas.
“Jangan berharap hal yang tidak mungkin honey. Kamu tahu seperti apa watak putra kita” ejek Valeria sambil terkekeh.
“Ckk!!” decak Thomas dengan kesal.
“Kalian ini sebenarnya kenapa sih?” tanya Chloe dengan bingung.
“Tanya saja sama suamiku apa yang dia sembunyikan dari kamu mengenai suami dan anak-anakmu” ucap Valeria dengan santai.
“Honey” ucap Thomas menatap istrinya dengan tajam.
“Apa yang kamu sembunyikan Thomas? Katakan sekarang!” tegas Chloe dengan tatapan tajam.
“Bagus. Aku kalah dalam melawan dua orang wanita” dengus Thomas dengan kesal.
Hehehehe…………..
Valeria terkekeh melihat wajah cemberut suaminya yang di balas sinis oleh Thomas saat menatapnya. Sedangkan Chloe ia sudah tidak sabar ingin mendengar apa yang disembunyikan oleh Thomas.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
“Tuan muda pertama kehilangan kendali di mansion nyonya jadi bos harus turun tangan langsung” ucap Thomas mengatakan intinya saja.
“Apa? Memangnya apa yang terjadi dengan Xander di mansion Thomas?” tanya Chloe dengan kaget.
__ADS_1
“Well! Aku tidak tahu pastinya nyonya hanya mengetahui tuan muda pertama kehilangan kendali saja nyonya” jawab Thomas.
“MIKE” panggil Chloe dengan suara tinggi.
“Iya nyonya” ucap Mike masuk ke dalam ruangan VVIP Vincent sambil menunduk hormat.
“Siapkan helikopter. Kita pulang sekarang” titah Chloe dengan suara tegas.
“Tapi kata tuan nyonya” ucap Mike yang langsung dipotong Chloe.
“Aku itu tuanmu bukan Xavier, Mike!” bentak Chloe.
“Baik nyonya” ucap Mike mengalah setelah melihat isyarat dari Thomas untuk mengikuti keinginan Chloe.
Keduanya segera pergi dari ruangan rawat Vincent meninggalkan Thomas dan Valeria di sana menjaga Vincent.
“Kamu tahu kejadian yang sebenarnya kan honey?” tanya Valeria dengan selidik.
“Ya aku tahu honey. Biarkan saja nyonya mengetahuinya setelah sampai di sana” jawab Thomas sambil mengirim pesan ke Xavier.
“Kenapa?” tanya Valeria lagi.
“Itu urusan keluarga bos honey. Lebih baik kita memikirkan keselamatan putri kita dari raja setan itu saja honey” ucap Thomas sambil membuang napasnya dengan kasar.
“Ya kamu benar honey. Putra kita tidak akan melepaskan putri kita dari hukumannya” ucap Valeria sambil menatap pintu ruangan rawat Vincent yang tertutup.
“Serahkan semuanya ke Mikhail karena ia tahu batasannya honey”
“Heemmm”
~ Mansion Utama Wesly ~
Saat tiba di landasan helipad di samping mansion dengan cepat Chloe berlari masuk ke dalam mansion diikuti Mike dan beberapa anak buahnya.
“Selamat datang nyonya” ucap pak Max menyambut kedatangannya.
“Dimana suami dan anak-anakku pak Max?” tanya Chloe dengan panik.
“Di ruangan kesehatan nyonya” jawab pak Max jujur karena tahu pasti Chloe sudah mengetahui apa yang terjadi di mansion.
Chloe segera berlari menuju ruang kesehatan diikuti oleh pak Max yang memberikan isyarat kepada Mike jika saat ini tuan dan tuan muda berada di paviliun belakang.
Brak…………….
“Mommy. Nyonya” ucap semua yang ada dalam sana kaget melihat siapa yang datang dan membuka pintu dengan kuat.
“Ini” ucap Chloe dengan kaget menutup mulut melihat Victor, Ares, dan David yang terbaring diatas brankas dengan wajah dan tubuh penuh lebam.
“Hiks hiks hiks hiks………….mommy………..hiks hiks hiks” panggil Zelena sambil menangis.
“Princess” lirih Chloe sambil memeluk putrinya dengan erat dan mengelus kepalanya agar tenang.
Setelah beberapa saat akhirnya Chloe melepaskan pelukannya melihat putrinya sudah lebih tenang. Ia lalu bertanya apa yang terjadi tapi Zelena dan Victor bungkam tak memberitahunya.
“Dimana Xavier, Kevin?” tanya Chloe dengan suara dingin.
“Nyonya”
“Katakan dimana suamiku berengsek!” bentak Chloe mengagetkan semuanya yang ada didalam sana karena tak pernah melihat Chloe berkata seperti itu.
“Paviliun belakang nyonya” jawab pak Max membuat Kevin menatapnya dengan tajam.
Deg…………………
Jantung Chloe berdetak dengan cepat mendengar ucapan pak Max karena tahu tempat apa itu di belakang paviliun, lebih tepatnya ruang bawah tanah di belakang paviliun.
Chloe berlari menuju ke paviliun belakang menyusul suaminya dan ia yakin pasti putra sulungnya juga berada disana. Sampai disana ia kaget bukan main melihat apa yang sedang mereka lakukan.
“HENTIKAN HUBBY” teriak Chloe menggelegar.
...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...
To be continue………………
__ADS_1