Heartless 2

Heartless 2
Chapter 56


__ADS_3

🌻Jangan pernah mengeluh sebelum ada jawaban atas doa-doamu🌻


.


.


.


.


Dengan langkah cepat Xander berlari keluar setelah mendengar informasi yang diberitahu oleh David. Keduanya lalu naik ke helikopter karena yakin Victor pasti dibawa ke rumah sakit Wesly.


"Katakan" ucap Xander dengan aura membunuh.


"Menurut pengawal tuan muda ketiga yang lukanya tak parah, mereka tiba-tiba di hadang di jalan XXX saat hendak ke agensi bos. Tuan muda ketiga dan Rio turun ikut bertarung bersama pengawal karena jumlah musuh yang menyerang mereka sangat banyak bos" papar David menjelaskan.


"Berengsek! Siapa lagi yang ingin bermain dengan keluargaku" maki Xander dengan emosi.


"Suruh Luki cari tahu siapa yang berani menyerang Victor"


"Sudah bos dan saat ini Luki sedang menuju lokasi mereka bersama 100 anak buah kita bos"


"Bawa mereka semua ke markas"


"Baik bos"


Saat akan sampai di rumah sakit helikopter milik daddynya baru saja pergi. Ia yakin kedua orang tuanya baru saja sampai di rumah sakit.


"Hiks hiks hiks hiks...........Cari siapa yang sudah buat putraku seperti ini hubby!" bentak Chloe sambil menangis histeris.


Xander yang baru keluar dari lift langsung disambut teriakan dan tangisan sang mommy. Kedua tangannya mengepal melihat wanita yang ia sayangi menangis seperti itu.


"Kamu tenang baby aku akan cari tahu" ucap Xavier menenangkan istrinya.


"Kenapa mereka tega memukul anakku seperti itu. Apa salah anakku hubby" lirih Chloe dengan sedih.


"Mommy" ucap Xander dengan suara dingin.


"Xander cari siapa yang sudah buat adikmu seperti ini nak. Mommy tidak terima mereka melukai adikmu" adu Chloe ke putra sulungnya.


"Mommy tenang saja aku akan cari mereka sampai dapat" ucap Xander dengan aura membunuh.


Xavier memeluk istrinya sambil menatap putra sulungnya untuk mengontrol auranya. Xander hanya mengangguk kepalanya menjawab permintaan sang daddy.


"Brother.........hiks hiks hiks" ucap Vincent sambil menangis karena ia juga merasakan apa yang kembarannya rasakan di dalam ruang operasi.


Xander memeluk adiknya yang menangis histeris di depannya. Ia sebagai kakak harus kuat untuk melindungi ketiga adiknya dan kedua orang tuanya juga.


Siapa sebenarnya musuh kali ini, batin David dengan penasaran karena mereka di serang dengan tiba-tiba bersamaan.


"Bos" panggil Thomas yang baru saja selesai menjenguk Albert di ruang ICU.


"Kalian sudah datang" ucap Xavier.


"Bagaimana keadaan Victor bos?" tanya Thomas.


"Masih di operasi"


Thomas menatap ke ruang operasi di sana ada Victor yang sedang dioperasi sedangkan Rio dan pengawal lainnya luka mereka tidak parah hanya perlu di rawat beberapa hari di rumah sakit.


Ceklek.............


Tak berselang lama pintu ruang operasi terbuka dan muncullah Lili yang menjadi dokter untuk mengoperasi Victor.


"Lili gimana keadaan Victor?" tanya Chloe dengan cepat.


"Operasi ka Victor berjalan lancar aunty. Luka tusukan di perutnya juga tidak terlalu dalam sehingga tidak mengenai organ tubuhnya yang lain aunty. Ka Victor juga tidak ada luka serius atau cidera parah di tubuhnya" papar Lili menjelaskan.


"Syukurlah" ucap Chloe dengan lega.


Semua yang disana bernapas dengan lega karena kondisi Victor tidak berbahaya dan juga tak ada luka serius di tubuhnya.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Good job sweety" (kerja bagus sayang) bisik David di telinga Lili saat semuanya pada sibuk melihat Victor yang di dorong keluar dari ruang operasi.


Wajah Lili merah padam merasa sangat malu mendengar bisikan David apa lagi memanggilnya sweety.


Ckk!! Menggelikan, batin Vincent yang sempat melihat keduanya.


Victor di tempatkan di ruang VVIP khusus untuk pemilik rumah sakit di lantai 7. Chloe memegang tangan anaknya yang masih dalam pengaruh obat bius.


"Jangan sedih lagi, gue yakin Victor ngak akan mau lihat loe bersedih kayak gini" ucap Valeria menenangkan Chloe.

__ADS_1


"Kenapa mereka jahat banget sama anak gue. Apa yang sebenarnya mereka inginkan dari anak gue?" tanya Chloe dengan wajah sedih.


"Jangan mikirin hal itu karena gue yakin suami dan anak loe Xander ngak bakal tinggal diam"


"Heemmmm"


Valeria lalu mengajak Chloe untuk ke ruangan sebelah dimana semuanya sedang duduk di sana membahas apa yang sebenarnya terjadi.


"Daddy barusan dipindahkan ke ruang rawat karena kondisinya sudah tidak kritis lagi" ucap David yang membaca pesan dari adiknya Leon.


"Dimana ruangan Albert?" tanya Thomas.


"Di lantai 6 ruang VVIP 2 uncle"


"David suruh pengawal kamu berjaga di depan ruangan daddy kamu, uncle takut musuh kita kembali menyerang lagi"


"Mereka tidak akan berani datang kesini uncle" ucap Xander dengan suara dingin.


"Kita harus selalu waspada Xander. Bisa saja mereka menyamar datang kesini" ucap Thomas.


Xander memikirkan ucapan uncle Thomas dan membenarkan hal tersebut. Ia lalu melihat David memberi isyarat untuk memperketat penjagaan uncle Albert dan Victor.


"Apa kalian sudah tahu siapa yang menyerang Victor tadi?" tanya Xavier.


"Sudah daddy. Luki sedang menuju ke lokasi mereka sekarang" jawab Xander dengan suara dingin.


Kring............


Hp David berbunyi dengan sangat kencang membuat semuanya melihat David. Dengan cepat David mengambil hpnya dan menjawab telpon dari Luki.


^^^"Katakan"^^^


"........."


^^^"Bagaimana bisa"^^^


"..........."


^^^"Bawa anak buahmu pulang sekarang"^^^


David mematikan panggilannya sepihak dan langsung di sambut tatapan penuh tanda tanya dari mereka semua.


"Mereka semua telah mati bos" ucap David mengagetkan semuanya.


"Barusan Luki memberitahu jika mereka semua sudah mati saat mereka tiba. Dan sepertinya mereka di beri racun mematikan bos"


"Berengsek" maki Xander dengan emosi.


"Suruh anak buah kamu periksa tubuh salah satu dari mereka. Kalian harus tahu jenis racun apa yang mereka pakai" ucap Valeria yang sedari tadi diam.


"Iya benar apa kata istri uncle" tambah Thomas dengan cepat.


"Aunty dimana King?" tanya Xander dengan cepat.


"Masih di Indonesia" jawab Valeria dengan suara dingin.


"Buat apa kamu cari raja setan itu Xander. Jangan cari masalah lagi dengan dia karena sedari kamarin emosinya tidak terkontrol" ucap Thomas sambil membuang napasnya dengan kasar.


"Honey" ucap Valeria dengan tatapan tajam.


"Jangan bela raja setan itu honey. Kamu lihat sendirikan apa yang dia lakukan ke sweety" dengus Thomas dengan kesal.


"Kenapa dengan Natasha Val?" tanya Chloe.


"Jangan pikirkan Natasha" ucap Valeria dengan suara dingin sambil menatap Vincent dengan tatapan membunuh.


"Apa dia mendapat hukuman dari King aunty" tebak Xander.


"Ya. Semoga besok putriku masih hidup" ucap Valeria dengan gusar.


Deg...............


Jantung Vincent berdetak dengan cepat mendengar ucapan Valeria. Tatapan matanya langsung bertatapan dengan aunty Valeria yang memandangnya dengan tatapan dingin seakan ingin mencabik-cabiknya saat ini juga.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


"Hukuman apa yang diberikan King uncle?" tanya David.


"Semalam bersama Pita buaya predator terganas milik Mikhail sedari kecil" ucap Thomas sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"Apa" pekik Chloe dengan kaget.


Ia kaget bukan main tak menyangka jika Mikhail akan memberi hukuman seperti itu kepada adik kandungnya sendiri.

__ADS_1


"3 Hari lagi Vincent dan Natasha akan menikah" ucap Xander dengan lantang.


"Brother!" bentak Vincent dengan suara tinggi.


"Jangan membantah lagi Vincent. Seharusnya kamu jadi laki-laki bertanggung jawab dengan apa yang kamu lakukan!" bentak Xavier dengan suara tinggi.


"Mommy aku tidak ingin menikah dengan dia" ucap Vincent memelas kepada Chloe.


"Jika kamu tidak menikahi putriku maka detik ini juga aku akan membunuhmu!" bentak Thomas dengan tatapan membunuh.


"Tapi aku tidak cinta sama Natasha uncle dan juga dia jauh dari tipeku" tolak Vincent dengan cepat.


"Lalu kamu ingin terus melecehkan putriku seumur hidupnya" hardik Valeria dengan suara tinggi.


"Apa maksud loe Val?" tanya Chloe.


"Tanya sendiri ke anak loe apa yang ia bilang ke putri gue!" bentak Valeria degan emosi.


Glek...........


Vincent menelan salivanya dengan susah mendengar ucapan aunty Valeria dan ia tak habis pikir bagaimana bisa aunty Valeria mengetahui hal tersebut dan ia yakin pasti Natasha yang mengadu hal tersebut.


Berengsek kamu gadis berbisa awas saja kamu! Aku akan beri kamu hukuman, batin Vincent dengan emosi.


"Vincent Keandra Wesly" panggil Chloe dengan tatapan tajam.


"Aku akan menikahi Natasha 3 hari lagi" tegas Vincent.


"Sebaiknya kamu pegang ucapanmu Vincent jika tidak nyawa kamu taruhannya" ancam Thomas dengan suara dingin.


"Uncle bisa pegang ucapanku" tegas Vincent.


Xander melirik adiknya dan ia yakin ada sesuatu yang direncanakan oleh adiknya itu. Ia juga tahu jika Vincent akan menikahi Natasha sesuai ucapannya barusan.


Semoga kamu tidak merencanakan hal-hal yang aneh Vin, batin Xander.


~ Bandar Udara Internasional.Soekarna Hatta ~


Mikhail menatap pesannya dengan Clarisa sambil tersenyum smirk. Ia terkekeh melihat balasan Clarisa yang kesal karena harus menerima hp dan kartu kredit yang tadi ia berikan.


"Tunggu aku baby aku akan segera menemuimu" gumam Mikhail dengan suara dingin.


"King waktunya kita berangkat" ucap Damon.


"Heemmm"


Damon lalu memberitahu pilot untuk segera berangkat menuju California. Mikhail sudah tak sabar untuk memberi kejutan kepada kedua orang tuanya disana.


"Apa sweety sudah sampai?" tanya Mikhail dengan suara dingin.


"Sudah King. Sejam yang lalu nona muda sudah masuk ke kandang Pita"


"Beritahu Teivel untuk memantau sweety selama 24 jam"


"Baik King"


Mikhail tersenyum smirk memikirkan adiknya yang akan di kurung di dalam kandang Pita seharian. Dia yakin pasti Pita tak akan melepas sweety karena masuk ke wilayahnya.


"King barusan tuan muda ketiga Wesly diserang sekelompok musuh"


"Siapa?" tanya Mikhail sambil menyesap wine.


"Orang suruhan saudara tiri tuan Wesly King"


"Ckk!! Mereka masih saja membiarkan keluarga berengsek itu hidup" ketus Mikhail.


"Tapi King anehnya orang yang menyerang tuan muda ketiga semuanya mati di markas mereka karena keracunan" papar Damon menjelaskan.


"Apa kasus Victor ada hubungan dengan uncle Albert?" tanya Mikhail dengan cepat.


"Berbeda King"


"Cari jejak kelompok yang sudah menyerang Victor selama seminggu terakhir. Lacak juga orang yang mendekati markas mereka selama seminggu"


"Baik King"


Damon mulai berkutat dengan laptop miliknya sedangkan Mikhail yang memiliki insting kuat, tahu jika kedua masalah ini saling berhubungan tapi ada orang yang ingin mempermainkan mereka.


Light, batin Mikhail saat instingnya memikirkan kejadian terakhir di Shadow island.


...🍁 🍁 🍁 🍁 🍁...


To be continue..............

__ADS_1


__ADS_2